Breaking News
light_mode

Gus Kikin: KH Hasyim Asy’ari Teladan Ulama Pejuang yang Berpihak pada Rakyat

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • visibility 613
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz menegaskan bahwa Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari merupakan sosok ulama pejuang yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memperjuangkan nasib rakyat kecil dari penindasan kolonial Belanda.

Hal itu disampaikan Gus Kikin dalam acara Refleksi Hari Santri Nasional 2025 yang digelar oleh PCNU Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (23/10/2025).

“Kiai Hasyim Asy’ari bukan hanya ulama yang mengajar ngaji, tapi juga seorang pejuang,” ujarnya.

Menurut Gus Kikin, semangat perjuangan KH Hasyim Asy’ari lahir dari keprihatinannya terhadap rakyat di sekitar pabrik gula yang hidup miskin dan tertekan. Dari situ tumbuh kesadaran beliau untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemandirian umat.

“Dulu kalau ada pabrik gula pasti di dalamnya banyak kemaksiatan. Karena itu, perlahan Mbah Hasyim membeli sawah yang kemudian digunakan untuk berdakwah,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejak muda KH Hasyim Asy’ari telah menunjukkan keteguhan ilmu dan semangat juang tinggi. Beliau berguru kepada Syekh Nawawi al-Bantani, ulama besar Nusantara yang menjadi imam jamaah asal Banten di Masjidil Haram pada tahun 1880-an.

“Ketika di Makkah, gurunya adalah Syekh Nawawi al-Bantani, seorang imam besar di Masjidil Haram,” terangnya.

Dari Makkah, lanjutnya, KH Hasyim Asy’ari membawa semangat perlawanan terhadap penjajahan. Sejarah mencatat, pada tahun 1897, sejumlah ulama dari berbagai negara, termasuk dari Nusantara, berikrar di depan Multazam untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Dari situ lahir kesadaran baru, bahwa perjuangan menegakkan agama tidak bisa dipisahkan dari perjuangan membebaskan rakyat dari penindasan,” ungkapnya.

Sekembalinya ke tanah air, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng yang menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Setiap hari Selasa beliau turun langsung bersama masyarakat, mengajarkan cara bercocok tanam, memperbaiki ekonomi, sekaligus memberikan pendidikan agama. Jadi perjuangan beliau itu nyata dan berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Menurut Gus Kikin, perjuangan KH Hasyim Asy’ari menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai organisasi Islam dan kebangsaan di Indonesia, seperti Sarekat Dagang Islam dan Budi Utomo, yang menjadi cikal bakal pergerakan nasional.

“Spirit santri harus seperti itu peduli pada umat, memperjuangkan kemerdekaan, dan berani menegakkan kebenaran. Itulah semangat Hari Santri yang sejati,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Sebagai Ujung Tombak Pengawasan PEMILU

    Masyarakat Sebagai Ujung Tombak Pengawasan PEMILU

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Kita ketahui bersama bahwa tidak lama lagi Indonesia akan melaksanakan agenda rutinan tiap lima tahun sekali. Pemilihan Umum (Pemilu). Tepatnya di tahun 2024 mendatang, akan dilaksanakan Pemilu secara serentak pada tanggal 14 Februari. Dimulai dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) […]

  • Waspada Risiko Longsor, LPBI NU Kabupaten Pasuruan Turun Lapang

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kemarin (10/1/2020), Tim Relawan NU Tanggap Bencana akan melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan kesolidan dan efektifitas dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, LPBI PCNU Kabupaten Pasuruan dan MWC NU Tutur bersama Camat melakukan survei terkait adanya potensi bencana longsor di Dusun Gerdu Desa Gendro […]

  • Kiai Muhib Kuliah di Perguruan Tinggi NU Niatkan Khidmah, Raih Ilmu

    Kiai Muhib Kuliah di Perguruan Tinggi NU Niatkan Khidmah, Raih Ilmu

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhibul Aman Aly mengatakan menempuh pendidikan di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), bukan sekadar mencari gelar akademik. Lebih dari itu, ada dua niat utama yang seharusnya menjadi landasan setiap mahasiswa. Hal itu diungkapkan pada saat UNU Pasuruan bersholawat di halaman perkantoran […]

  • Tingkatkan Kualitas Bahasa Asing Santri, LPBA Al-Yasini Datangkan Tutor BEC Pare

    Tingkatkan Kualitas Bahasa Asing Santri, LPBA Al-Yasini Datangkan Tutor BEC Pare

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanLembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA), Kabupaten Pasuruan menggelar penguatan berbahasa asing bersama Basic English Course (BEC) Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (08/03/2024). Ketua LPBA Pesantren Al-Yasini Ustadzah Zahrotun Nafisah berharap, datangya tutor bahasa asing dalam mengoptimalkan upgrading dan peningkatan kapasitas berbahasa inggris para santri. “Meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya […]

  • KH Wahid Hasyim, Potret Santri Milenial

    KH Wahid Hasyim, Potret Santri Milenial

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Era milenial ditandai dengan pola perilaku dan pola pikir yang berbeda seiring dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang pesat. Bahkan dalam dunia industri, karya dan produk berupaya disesuaikan dengan karakter generasi milenial yang salah satunya menyukai sesuatu yang serba cepat dan instan. Meski demikian, generasi milenial juga memiliki sifat kritis terhadap fenomena dan perubahan […]

  • Satgas Pencegahan Covid-19 PCNU Kab. Pasuruan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Exit Tol & Stasion

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • visibility 782
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, setelah sebelumnya melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid, lembaga pendidikan, dan Pesantren, kali ini, Sabtu Pagi (28/3), melakukan penyemprotan di exit tol dan stasion, yakni exit tol Purwodadi dan exit tol Grati serta Stasion Grati. “Melalui penyemprotan di exit tol dan stasion, diharapkan agar kita dapat […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca