Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Pondasi Aswaja Kunci Istiqamah NU Hingga Abad Kedua

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 511
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengatakan bahwa peringatan Harlah NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas istiqamahnya jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Hal itu diungkapkan pada saat Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Bersama ISHARI NU di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Senin (5/1/2026).

“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberi taufik sehingga NU tetap eksis hingga lebih dari satu abad,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini NU perlahan sudah menyelesaikan konflik baik internal maupun eksternal, tanpa taufik dari Allah, manusia tidak akan mampu menjadi pribadi yang baik dan istiqamah dalam menjalankan ajaran agama.

“Sejak dulu perbedaan pendapat antara tokoh tokoh NU sudah biasa cuma bedanya tidak ada media sosial,” terangnya.

Patut disyukuri oleh kita semua karena tidak sembarang organisasi bisa bertahan sampai usia 1 abad, lengkap dengan berbagai pengabdian dan kontribusinya. Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanya” (HR. Abu Daud).

“Hadis ini masyhur dengan riwayat para hafiz penghafal hadis yang mu’tabar. Adapun mujaddid pada abad pertama adalah Khalifah ‘Umar bin Abdul Aziz, pada abad ke-2 adalah Imam Muhammad bin Idris Al-Syafi’i, dan lainnya,” terangnya.

Gus Ipong sapaan akrabnya menjelaskan, NU didirikan pada 31 Januari 1926 sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang memiliki pondasi kuat berupa akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Para sesepuh NU telah meletakkan pondasi yang sangat kokoh. Dengan pondasi itulah NU mampu bertahan hingga satu abad lebih,” jelasnya.

Oleh karena itu mari kita bersama samaen menjaga pondasi NU agar ajaran ulama terdahulu bisa di rasakan oleh anah cucu kita nanti.

“Mari kita pahami visi misi NU yakni menyebarkan Islam ahlussunah wal jama’ah ala NU,” tutupnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Kab. Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

    PCNU Kab. Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

    • calendar_month Kam, 9 Des 2021
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban erupsi Gunung Semeru, Selasa (07/12/2021). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, menuturkan bahwa penyaluran itu sudah berkoordinasi dengan Tim Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) PCNU Lumajang. Sehingga bantuan telah sesuai dengan kebutuhan. “Alhamdulillah Donasi yang […]

  • Lantik 408 Pengurus Ranting NU, PCNU Pasuruan Tekankan Literasi dan Loyalitas Berorganisasi

    Lantik 408 Pengurus Ranting NU, PCNU Pasuruan Tekankan Literasi dan Loyalitas Berorganisasi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukorejo melantik 408 pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sukorejo di Graha Al-Mukhlasin, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Ahad (12/07/2026). Ketua MWCNU Sukorejo, Ustadz H Anjumil Azhari, mengatakan pelantikan merupakan momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus dalam menjalankan amanah jam’iyah. “Pelantikan ini untuk memperkokoh barisan […]

  • Ikuti Tadarus Ramadhan di Kantor NU Pasuruan Bareng Qori JQHNU

    Ikuti Tadarus Ramadhan di Kantor NU Pasuruan Bareng Qori JQHNU

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • visibility 1.228
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanDi mulai kemarin malam, Sabtu (01/03/2025), Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Tadarus Al-Qur’an di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Tadarus itu dalam rangka menyemarakkan Bulan Ramadhan. Ketua PC JQHNU Ustadz Sajumin menjelaskan, tadarus akan diampu oleh Qori’-qori’ terbaik dari […]

  • Ngaos Ramadhan : Kajian Puasa dan Zakat untuk Tingkatkan Ketakwaan

    Ngaos Ramadhan : Kajian Puasa dan Zakat untuk Tingkatkan Ketakwaan

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Badan Otonom (Banom) Perempuan Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan, yang terdiri dari PC Muslimat NU,Fatayat NU, dan IPPNU Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan Ngaos Ramadhan Jilid 1 dengan tema ‘Kajian Puasa dan Zakat’. Sebanyak 255 peserta mengikuti acara ini dengan penuh antusiasme di Aula Banom Perempuan Kabupaten Pasuruan pada Ahad (9/04/2025). Dalam kajian tersebut, […]

  • KH Imron Mutamakkin Imtihan Harus Jadi Ajang Pembentukan Akhlak

    KH Imron Mutamakkin Imtihan Harus Jadi Ajang Pembentukan Akhlak

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Sunan Kalijaga, Kecamatan Grati, Jumat (9/1/2026). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak seluruh pengelola pondok pesantren dan madrasah diniyah untuk bersama-sama menjaga akhlak para santri dan anak didik, khususnya di musim imtihan yang […]

  • Pabrik Miras dan Penjelasan Fatwa Mbah KH. Ahmad Djufri

    Pabrik Miras dan Penjelasan Fatwa Mbah KH. Ahmad Djufri

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    Perbincangan tentang pendirian dan/atau investasi terhadap Pabrik Minuman Keras (Miras) yang beberapa hari ramai dibicarakan, jauh sebelumnya, KH. Ahmad Djufri, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten tahun 1965 hingga 1974, yang saat itu masih menjabat sebagai Rais Syuriyah, telah melarang masuknya pabrik miras di Pasuruan. Hal itu Beliau lakukan karena tidak ingin bahaya […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca