Perkuat Kemandirian Jam’iyah, LAZISNU Pasuruan Intensifkan Gerakan Koin NU
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Intensifikasi Koin NU di Kebon Pring, Kota Pasuruan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat gerakan Koin NU sebagai instrumen kemandirian organisasi dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Ketua PC LAZISNU Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis Majid, menegaskan bahwa Koin NU bukan sekadar program pengumpulan infak, melainkan fondasi penting dalam membangun kemandirian organisasi sehingga mampu membiayai berbagai kegiatan keumatan tanpa bergantung kepada pihak lain.
“Koin NU adalah kekuatan organisasi. Dari sinilah kita membangun kemandirian untuk mendanai kegiatan-kegiatan NU, baik di tingkat ranting, MWCNU, hingga PCNU,” ujarnya.
Menurutnya, masih banyak pihak yang memandang remeh gerakan Koin NU. Padahal, jika dikelola secara konsisten dan melibatkan seluruh warga Nahdliyin, hasilnya akan sangat besar bagi penguatan organisasi.
“Jangan menganggap remeh Koin NU. Justru inilah yang harus kita gerakkan bersama demi mewujudkan kemandirian organisasi dan jam’iyah,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus LAZISNU menjadi teladan sebelum mengajak masyarakat untuk berinfak melalui Koin NU. Gerakan tersebut, kata dia, harus dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan menyisihkan infak secara rutin.
“Mari kita memberi contoh sebelum menyuruh orang lain. Kita awali dari diri sendiri. Setiap bulan cukup mengumpulkan Rp500 atau Rp1.000. Nominalnya kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar,” katanya.
Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional dan disalurkan untuk mendukung berbagai program serta kebutuhan badan otonom (Banom) dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Kita awali dari LAZISNU untuk membangun kemandirian organisasi. Syaratnya adalah mengumpulkan Koin NU, kemudian kita kelola dengan baik,” pungkasnya.
Menurutnya jika gerakkan ini dilakukan oleh seluruh elemen, mulai Banom, MWCNU, hingga PCNU agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh jam’iyah.
“Mulai dari beasiswa ke perkuliahan, sekolah dan kegiatan kegiatan sosial,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar