Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Harus Menjadi Budaya Santri

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak para santri membudayakan pola hidup sehat sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Menurutnya, berbagai sunnah Nabi tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung manfaat bagi kesehatan.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Santri Husada yang diselenggarakan Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama RMINU Kabupaten Pasuruan di Aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8/2026).

Dalam sambutannya, kiai yang akrab disapa Gus Ipong itu menjelaskan bahwa kesehatan telah menjadi bagian dari strategi dakwah para ulama sejak masa Wali Songo. Melalui pelayanan kesehatan dan penerapan pola hidup sehat, ajaran Islam dapat diterima masyarakat dengan lebih mudah.Ia mengisahkan perjuangan Syekh Maulana Ishaq saat menyebarkan Islam di wilayah Blambangan, Banyuwangi.

Menurutnya, dakwah dilakukan melalui pelayanan kesehatan dengan mengobati Dewi Sekardadu hingga sembuh dari penyakit yang dideritanya.

“Setelah sembuh, Dewi Sekardadu kemudian dengan sukarela menerima agama Islam,” ujarnya.

Gus Ipong menjelaskan, setelah peristiwa tersebut Dewi Sekardadu kemudian dipersunting oleh Syekh Maulana Ishaq sesuai janji Adipati Menak Sembuyu. Dari peristiwa itu, Islam mulai berkembang dan diterima oleh masyarakat Blambangan.

“Pada waktu itu tentu tidak mudah. Namun cara tersebut menjadi model dakwah yang sangat efektif pada masanya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan pola hidup sehat melalui berbagai amalan sunnah, salah satunya tata cara berwudu. Menurutnya, membasuh tangan sebelum berwudu bukan sekadar sunnah, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan karena dapat merangsang saraf pada tangan.

“Membasuh tangan sebelum berwudu merupakan sunnah dan itu bisa menyehatkan karena kita merangsang saraf,” terangnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa istinsyaq, yakni menghirup air ke dalam hidung saat berwudu, juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan.

“Istinsyaq dapat membantu menjaga kebersihan rongga hidung dan bermanfaat bagi kesehatan. Hal-hal kecil seperti ini sudah diajarkan Rasulullah SAW sejak dahulu,” jelasnya.

Gus Ipong juga menyinggung kebiasaan qailulah, yaitu tidur sejenak sebelum waktu Zuhur. Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidur singkat sekitar 10 menit dapat membantu memulihkan kebugaran tubuh dan meningkatkan konsentrasi.Karena itu, ia berharap para peserta Santri Husada dapat menjadi teladan dalam menerapkan sekaligus menyebarluaskan pola hidup sehat di lingkungan pesantren dan masyarakat.

“Setelah pulang dari sini mari kita ajarkan kembali kepada para santri untuk menerapkan pola hidup sehat melalui kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan Rasulullah SAW,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedah Buku “NU Penegak Panji Aswaja”, Singgung Eksistensi Indonesia tanpa NU

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2019
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Bedah buku berjudul “NU Penegak Panji Aswaja” dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Harlah NU ke-96 oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Maret 2019 di Aula KH. Ahmad Djufri Graha NU Kabupaten Pasuruan. Kegiatan bedah buku tersebut dipantik oleh beberapa narasumber antara lain Prof. Dr. […]

  • Akad Usaha POM MINI dalam Rumusan Bahtsul Masail LBM PCNU Kab. Pasuruan

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2019
    • visibility 809
    • 0Komentar

    Deskripsi Masalah: Pak Komar mempunyai usaha pom mini yang cukup lumayan, ada sepuluh unit usaha yang ia miliki, sebenarnya ia tidak memiliki lahan untuk mengelola pom mini sebanyak itu.Akan tetapi, dia bekerjasama dengan orang-orang yang siap diajak kerjasama, sebut saja salah satu orang itu adalah Pak Nashor. Dalam prakteknya, ada kesepakatan antara keduanya, yaitu Pak […]

  • Dosen ITSNU Pasuruan Dampingi Warga Kandangan Belajar Olah Kentang Hingga Digital Marketing

    Dosen ITSNU Pasuruan Dampingi Warga Kandangan Belajar Olah Kentang Hingga Digital Marketing

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Dosen Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan menggelar Program Pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM) untuk warga perempuan di Desa Kandangan Kecamatan Tosari, Rabu (18/10/2023). Ketua PKM Pinctada Putri Pamungkas menjelaskan, pendampingan warga perempuan dengan menggadakan Pelatihan Peningkatan Produksi Hasil Tani Kentang Menjadi Keripik Kentang dan Pringles Chips Potato. “Warga sudah banyak […]

  • Kolaborasi Publikasi Ilmiah, UNU Pasuruan & UB Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen

    Kolaborasi Publikasi Ilmiah, UNU Pasuruan & UB Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerjasama di bidang riset, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah dosen. Upaya itu dibuktikan dengan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Penulisan Karya Ilmiah Terpublikasi di Jurnal Internasional Bereputasi, Senin […]

  • Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan  Dibekali PKD SIAP SIAGA Jatim

    Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan Dibekali PKD SIAP SIAGA Jatim

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanSIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) untuk mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan. Kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung Rektorat ITSNU Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/7/2023). Bimtek […]

  • Kiai Imron Mutamakkin : Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut Luar Bulan Ramadhan

    Kiai Imron Mutamakkin : Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut Luar Bulan Ramadhan

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan. Hal tersebut diungkapkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan KH […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca