Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Harus Menjadi Budaya Santri

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak para santri membudayakan pola hidup sehat sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Menurutnya, berbagai sunnah Nabi tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung manfaat bagi kesehatan.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Santri Husada yang diselenggarakan Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama RMINU Kabupaten Pasuruan di Aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8/2026).

Dalam sambutannya, kiai yang akrab disapa Gus Ipong itu menjelaskan bahwa kesehatan telah menjadi bagian dari strategi dakwah para ulama sejak masa Wali Songo. Melalui pelayanan kesehatan dan penerapan pola hidup sehat, ajaran Islam dapat diterima masyarakat dengan lebih mudah.Ia mengisahkan perjuangan Syekh Maulana Ishaq saat menyebarkan Islam di wilayah Blambangan, Banyuwangi.

Menurutnya, dakwah dilakukan melalui pelayanan kesehatan dengan mengobati Dewi Sekardadu hingga sembuh dari penyakit yang dideritanya.

“Setelah sembuh, Dewi Sekardadu kemudian dengan sukarela menerima agama Islam,” ujarnya.

Gus Ipong menjelaskan, setelah peristiwa tersebut Dewi Sekardadu kemudian dipersunting oleh Syekh Maulana Ishaq sesuai janji Adipati Menak Sembuyu. Dari peristiwa itu, Islam mulai berkembang dan diterima oleh masyarakat Blambangan.

“Pada waktu itu tentu tidak mudah. Namun cara tersebut menjadi model dakwah yang sangat efektif pada masanya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan pola hidup sehat melalui berbagai amalan sunnah, salah satunya tata cara berwudu. Menurutnya, membasuh tangan sebelum berwudu bukan sekadar sunnah, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan karena dapat merangsang saraf pada tangan.

“Membasuh tangan sebelum berwudu merupakan sunnah dan itu bisa menyehatkan karena kita merangsang saraf,” terangnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa istinsyaq, yakni menghirup air ke dalam hidung saat berwudu, juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan.

“Istinsyaq dapat membantu menjaga kebersihan rongga hidung dan bermanfaat bagi kesehatan. Hal-hal kecil seperti ini sudah diajarkan Rasulullah SAW sejak dahulu,” jelasnya.

Gus Ipong juga menyinggung kebiasaan qailulah, yaitu tidur sejenak sebelum waktu Zuhur. Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidur singkat sekitar 10 menit dapat membantu memulihkan kebugaran tubuh dan meningkatkan konsentrasi.Karena itu, ia berharap para peserta Santri Husada dapat menjadi teladan dalam menerapkan sekaligus menyebarluaskan pola hidup sehat di lingkungan pesantren dan masyarakat.

“Setelah pulang dari sini mari kita ajarkan kembali kepada para santri untuk menerapkan pola hidup sehat melalui kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan Rasulullah SAW,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silatnas Admin Digdaya Jadi Ruang Evaluasi Transformasi Digital NU

    Silatnas Admin Digdaya Jadi Ruang Evaluasi Transformasi Digital NU

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Jombang, NU Pasuruan Forum Silaturahmi Nasional (Silatnas) Admin Digdaya digelar di Aula MAN 3 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di sela-sela rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menjadi ruang silaturahmi, evaluasi, sekaligus berbagi pengalaman bagi para admin Digdaya dari berbagai cabang. Ketua Tim Transformasi Digital Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) […]

  • Program Studi Teknologi Hasil Pertanian ITSNU Pasuruan Komitmen Kembangkan Kopi Pasuruan

    Program Studi Teknologi Hasil Pertanian ITSNU Pasuruan Komitmen Kembangkan Kopi Pasuruan

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • visibility 834
    • 0Komentar

    Kabupaten Pasuruan memliki potensi kopi yang luar biasa. Tahun 2019, produksi kopi mencapai 1.365,43 ton. Terlebih, perhatian pemerintah daerah kabupaten Pasuruan luar biasa terhadap kopi, mulai dari rebranding kopi hingga adanya hari wajib minum kopi pun ada. Menyadari itu, program studi Teknologi Hasil Pertanian (Prodi THP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan meneguhkan […]

  • LPNU Pasuruan: Dua MWCNU Siap Membangun NUmbasmart

    LPNU Pasuruan: Dua MWCNU Siap Membangun NUmbasmart

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan telah menggelar ‘Sosialisasi Pembangunan NUmbasmart’ di 15 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat. Ketua Pengurus Cabang (PC) LPNU, Ustadz Samsul Arifin menargetkan, akhir bulan September terselesaikan kegiatan ‘Sosialisasi Pembangunan NUmbasmart’ di seluruh MWCNU di wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan. “Minggu (14/09/2022) […]

  • Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    Ngaji Literasi LTNNU, Zainul Milal Bizawie Ungkap Pasuruan dalam Jejaring Ulama Diponegoro

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Program Ngaji Literasi dengan kegiatan diskusi buku Jejaring Ulama Diponegoro di Lantai 3 Gedung Rektorat Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Sabtu (08/01/2022). Penulis buku Jejaring Ulama Diponegoro Zainul Milal Bizawie, mengungkap fakta sejarah betapa pentingnya […]

  • MANDIRMATHO Hanya Gunakan Kitab Kuning sebagai Literasinya

    • calendar_month Ming, 16 Des 2018
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    KH. Abd. Syakur, Wakil Ketua Bidang Madin PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa sebutan Hududul Funun mulai tahun pelajaran 1440 hijriyah diubah menjadi Manhaj Al Dirosah Madin Wustho yang disingkat MANDIRMATHO. “Mulai tahun pelajaran 1440 hijriyah, hududul funun diubah menjadi manhaj al dirosah dan tinggal merefleksikan 5 (lima) tahun ke depan,” tuturnya dalam […]

  • PMM UNU STAI Salahuddin Pasuruan Gelar Pelatihan Pembuatan Briket dari Kotoran Sapi

    PMM UNU STAI Salahuddin Pasuruan Gelar Pelatihan Pembuatan Briket dari Kotoran Sapi

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) UNU STAI Salahuddin Pasuruan menggelar pelatihan pembuatan briket bagi ibu-ibu kader di Balai Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Rokhmania mengatakan megiatan ini bertujuan memberikan keterampilan alternatif dalam pemanfaatan limbah ternak menjadi bahan bakar ramah lingkungan. “Tujuan kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat melalui […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca