Breaking News
light_mode

Cak Lim Wafat, Gus Ipong: Jasa-jasa Almagfurlah Tidak Hilang

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan merasa kehilangan atas wafatnya H Muslim Mustajab. Cak Lim tercatat menjadi A’wan 2016-2026 dan Wakil Ketua PCNU 2006-2016. Meski telah meninggal dunia, jasa dan perjuangannya bagi masyarakat akan tetap dikenang.

Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin saat memberikan sambutan jelang proses pemakaman di Masjid Jami’ Ismail, Dusun Palang, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

“Cak Lim itu rencang kulo, guru kulo. Berdirinya masjid dan madrasah ini, juga termasuk perjuangan Cak Lim. Aktif di IPNU, Ansor, hingga PMII. Orangnya meninggal, kesaenane mboten hilang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, PCNU Kabupaten Pasuruan sangat merasakan kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini berkontribusi dalam perjuangan keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan tersebut.

“Kami PCNU sangat merasa kehilangan. Semoga kita bisa meniru beliau,” imbuhnya.

Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Cak Lim. Menurutnya, almagfurlah merupakan sosok yang aktif dalam berbagai organisasi, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun pemerintahan.

“Beliau aktif di mana pun, Ansor aktif, NU aktif. Terakhir menemani saya sewaktu menjadi anggota DPRD, beliau menjadi Ketua Forum Pasuruan Sehat,” tuturnya.

Ia berharap seluruh amal kebaikan almagfurlah selama berkhidmah di organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan diterima oleh Allah SWT.

Gus Shobih, sapaan akrab KH Shobih Asrori, juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Cak Lim pada 8 Oktober lalu. Saat itu, ia menjenguk Cak Lim yang tengah sakit setelah cukup lama tidak bertemu.

Ketika itu, Cak Lim sedang berbaring. Namun, saat dirinya datang, almagfurlah dibangunkan, membuka mata, dan mengacungkan jempol.

“Insyaallah dosa-dosa beliau diampuni Allah karena sakitnya yang sudah lama. Semoga akan lahir Muslim-Muslim Mustajab yang lain, yang sergep (rajin) dalam organisasi, masyarakat, dan pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Rais PCNU Kabupaten Pasuruan sekaligus Pengasuh Pesantren Al Hidayah II KH Shonhaji Abdusshomad, yang mewakili keluarga almagfurlah, menyampaikan bahwa Cak Lim telah menjalani sakit selama kurang lebih sepuluh tahun.

“Mugo-mugo sakit ingkang lami itu menebus dosa dan menambah ganjaran,” tuturnya.

Ia mengenang Cak Lim sebagai tokoh yang memiliki kiprah besar di lingkungan Ansor, NU, dan Banser, sekaligus tokoh masyarakat yang dikenal sebagai penggerak perjuangan dan memiliki banyak kader.

Menurutnya, almagfurlah juga dikenal sebagai pengusaha yang senang membantu orang lain, khususnya mereka yang sedang merintis usaha. Cak Lim tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membimbing mereka agar dapat berkembang.

“Kadernya banyak yang berhasil. Beliau penggerak pejuang. Suka nolong tiang yang suka usaha, dibimbing. Jariyah e insyaallah luar biasa,” ungkapnya.

KH Shonhaji juga mengajak seluruh hadirin untuk memaafkan segala kesalahan almagfurlah semasa hidupnya. Ia menilai Cak Lim merupakan pribadi yang senang bergaul dan memiliki banyak teman.

“Namanya juga manusia, pasti ada salah. Monggo dimaafkan,” pesannya.

Diketahui, H Muslim Mustajab wafat pada Jumat (23/10/2026) pukul 15.00 WIB atau setelah Ashar di RS Prima Husada Sukorejo. Almagfurlah dimakamkan di Pemakaman Umum Dusun Palang, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Doa dalam kegiatan tahlil dipimpin oleh Pj Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan KH Maksum Hasyim. Tahlil tujuh hari dilaksanakan setelah shalat Isya.

Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Pesantren Al Hidayah KH Mujtaba Abdusshomad, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Pasuruan Buya Muzammil Syafi’i, Pengasuh Pesantren Alyasini sekaligus Mustasyar PCNU Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan, serta pengurus MWCNU Sukorejo.

Hadir pula anggota KPU Kabupaten Pasuruan H Eriek Zainuri, anggota Bawaslu Kabupaten Pasuruan Achmad Thoifur Arief, dan Sekretaris FKUB Kabupaten Pasuruan H Alip Prakosa, bersama keluarga, kerabat, dan masyarakat yang turut mendoakan almagfurlah.

Perlu diketahui, Cak Lim pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Surabaya, Satkornas PP GP Ansor, hingga Anggota KPU Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meningkat dan Terbanyak, Riset Dosen ITSNU Pasuruan Lolos Pendanaan Kemendikbudristek

    Meningkat dan Terbanyak, Riset Dosen ITSNU Pasuruan Lolos Pendanaan Kemendikbudristek

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lima Dosen di Fakultas Teknik (FT) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan lolos Penerimaan Proposal Penelitian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2023. “Alhamdulillah. Tahun ini yang lolos berjumlah lima proposal. Meningkat dari tahun lalu yang lolos hanya dua,” imbuhny Dekan FT ITSNU Pasuruan Fahimatul Ulya kepada NU […]

  • Gus Saiful Anam Chalim Ingatkan Pentingnya Arsip untuk Estafet Kepengurusan NU

    Gus Saiful Anam Chalim Ingatkan Pentingnya Arsip untuk Estafet Kepengurusan NU

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengingatkan pentingnya pengarsipan dokumen dalam menjalankan organisasi NU. Menurutnya, arsip menjadi bagian penting agar kepengurusan berikutnya dapat mengetahui dan melanjutkan kegiatan yang telah dilakukan pengurus sebelumnya. Hal itu disampaikan saat asesmen PCNU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Winongan, Selasa (22/9/2026). Ia […]

  • Meneguhkan Kontribusi Ulama dalam Perjuangan Bangsa, Lakpesdam NU Pasuruan Gelar Workhsop

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar Workshop Penulisan Sejarah dengan tema “Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa” bertempat di Ruang Rapat Gedung Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/8/2019). KH. Imron Mutamakkin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa selain meneguhkan peran ulama NU dalam […]

  • Dino Warno Pimpin Ansor Plososari Grati

    Dino Warno Pimpin Ansor Plososari Grati

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • visibility 797
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Grati sukses fasilitasi Rapat Anggota (Rapta) Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Plososari bertempat di Yayasan Mamba’ul Muttaqin Desa Plososari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Jum’at (23/4/2021). Ketua PAC GP Ansor Grati Misbahul Munir menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini untuk regenerasi kepengurusan dan menjadi pembelajaran berdemokrasi dalam […]

  • Siap Mengabdi, Ratusan Santri Al-Yasini Ikut Pembekalan P2S

    Siap Mengabdi, Ratusan Santri Al-Yasini Ikut Pembekalan P2S

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2024
    • visibility 1.550
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Ratusan Santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA) Pasuruan mengikuti Pembekalan Program Pengabdian Santri (P2S) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) di di lantai 2 Gedung Perkantoran Pesantren setempat, Ahad (28/04/2024). Ketua Panitia P2S Ustadz Fathurrohman Faiz menyampaikan, program ini secara khusus untuk santri di kelas XII. P2S bertujuan untuk mempersiapkan santri […]

  • Ingin Jihad? Ketua PBNU: Mari Lawan Korupsi

    Ingin Jihad? Ketua PBNU: Mari Lawan Korupsi

    • calendar_month Rab, 9 Des 2020
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan, jihad dengan pedang itu sudah kuno. Jihad hari ini adalah melawan korupsi. Kita dinilai sedang berjihad jika memperjuangkan negara ini bersih dari korupsi.  “Karena itu, NU melalui Lakpesdam PBNU sangat fokus dengan gerakan anti korupsi,” kata Robikin saat membuka lokakarya Pesantren Kader Penggerak (PKP) NU […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca