Breaking News
light_mode

Dulu Rekanita, Sekarang Istri Tercinta

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
  • visibility 1.221
  • comment 1 komentar

Kisah Romantis Kader PC IPNU yang Menikah dengan Kader PAC IPPNU.

Saiful Anwar (24), warga desa Grogol, Gondangwetan, kabupaten Pasuruan. Ia sedang merasakan satu dari keberkahan berkhidmat di NU. Pasalnya, selain mendapat ilmu, idealisme serta jaringan, ia juga menemukan jodohnya saat berproses di PC IPNU kabupaten Pasuruan.

Aan, sapaan akrabnya, adalah kader PC IPNU kabupaten Pasuruan sekaligus kader Anshor ranting Grogol yang masih aktif hingga saat ini. Anak tunggal dari pasang Sofiyyah dan Jumari ini, menikahi Aulia Faizzah (22), warga desa Jajar, Gondangwetan, Pasuruan yang juga tercatat sebagai kader PAC IPPNU Gondangwetan.

Sabtu (3/4/21), keduanya menggelar resepsi pernikahan di kediaman Aan, di desa Grogol, Gondangwetan.

Yang menarik, regu Hastapora Banser ranting Grogol ikut serta dalam prosesi resepsi ini. Mereka menyambut kedatangan kedua mempelai dengan upacara semi militer khas Hastapora.

Dalam prosesi, perwakilan pengurus Anshor ranting Grogol memberikan kado berupa jaket khas Banser sebagai simbolisasi pengangkatan kader kehormatan kepada mempelai puteri.

“Setiap kali ada kader Anshor ranting Grogol yang menikah, memang kami rayakan seperti ini, sebagai apresiasi,” jelas Ahmad Marzuki, salah satu pengurus ranting Anshor Grogol.

Para undangan dan masyarakat tertarik dengan prosesi resepsi yang terbilang unik itu. Apalagi, warga sekitar mayoritas kaum Nahdliyyin yang telah akrab dengan NU dan semua Banomnya. Bahkan, ustadzah Umi Salamah, perwakilan keluarga mempelai puteri memberikan apresiasi ketika memberikan sambutan. “Tidak harus anak orang terpandang. Asalkan menjadi anggota Banser, akan dimuliakan seperti ini,” ujarnya.

Salah satu anggota regu Hastapora yang menarik perhatian para undangan, adalah M Wangsit (60). Anggota Banser paling sepuh itu tetap semangat meski cuaca begitu gerah dan ia terpaksa meliburkan pekerjaannya demi ikut merayakan hari bahagia sahabat seperjuangan yang seusia anaknya itu.

Puluhan kamera ikut mengabadikan moment mengharukan itu. Para undangan, famili serta warga merekamnya dengan gadget masing-masing. “Video lengkapnya saksikan di channel Youtube ibra fatih 18,” ujar salah satu famili Aan kepada nupasuruan.or.id.

Kontributor: Abdul Rozaq

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takut Sahur Kebablasan? Yuk Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 H / 2023 M Wilayah Pasuruan

    Takut Sahur Kebablasan? Yuk Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 H / 2023 M Wilayah Pasuruan

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanInstitut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama dan Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (ITSNU-STAIS) Pasuruan menerbitkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 H/2023 M. Jadwal Imsakiyah itu dirumuskan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. Sebagaimana telah diingatkan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, untuk berhenti melakukan hal-hal […]

  • Kenalkan Karya Sarjana Pasuruan, ISNU Gelar Bedah Buku & Gelar Karya

    Kenalkan Karya Sarjana Pasuruan, ISNU Gelar Bedah Buku & Gelar Karya

    • calendar_month Rab, 30 Des 2020
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    Usai melakukan pelatihan karya ilmiah dan penulisan buku, kali ini Pimpinan Cabang Ikatan sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) kabupaten Pasuruan mengadakan kegiatan bedah buku sekaligus memperkenalkan karya-karya kader NU yang sudah diterbitkan oleh PC ISNU. Acara yang diadakan di Aula Hotel Dalwa tersebut, Minggu, 27 Desember 2020, diikuti 68 Peserta dari PAC ISNU dengan tetap […]

  • Mengenal Tashwirul Afkar Reborn, Progam LTNNU Pasuruan di Hari Santri 2024

    Mengenal Tashwirul Afkar Reborn, Progam LTNNU Pasuruan di Hari Santri 2024

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • visibility 1.496
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Tashwirul Afkar adalah sebuah forum gerakan intelektual yang digagas oleh KH Wahab Chasbullah untuk merespons berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. esuai namanya, di dalam forum tersebut berkumpul para kiai pesantren. Tidak hanya yang muda, melainkan tua yang memiliki semangat sama yaitu menjaga Ahlussunah wal Jamaah. Salah satu kegiatannya adalah […]

  • Perkuat Nasionalisme Siswa Madrasah, SAKO MA’ARIF NU Lekok Pasuruan Rutin Gelar Persami

    • calendar_month Ming, 12 Agu 2018
    • visibility 411
    • 3Komentar

    Perkuat Nasionalisme Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Se-Kecamatan Lekok, Pengurus Sako (Satuan Komunitas) Ma’arif NU Lekok, rutin setiap tahun menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (Persami). Tahun ini, Persami dilaksanakan di Lapangan Batu Luncing Desa Gejugjati Kecamatan Lekok, pada tanggal 11-12 Agustus 2018. Sebanyak 500 Siswa dari 24 MI Se-Kecamatan Lekok menjadi pesertanya.

  • Kisah Dibalik Keberhasilan Gus Arafat Meraih Doktor

    Kisah Dibalik Keberhasilan Gus Arafat Meraih Doktor

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • visibility 1.771
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanCukup banyak mahasiswa menempuh Program Studi (Prodi) yang tak sesuai dengan harapannya. Meskipun, banyak dari mereka yang menjadi sukses usai lulus dengan prodi tersebut. Hal itu, ternyata pernah dialami oleh Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus M Ahda Arafat. “Saya kepingin, kamu kepingin, kita kepingin […]

  • KH Imron Mutamakkin Tekankan Makna Santri dalam Haul KH Abdurrahman Syakur

    KH Imron Mutamakkin Tekankan Makna Santri dalam Haul KH Abdurrahman Syakur

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa makna santri tidak hanya terbatas pada mereka yang pernah mondok di pesantren. Menurutnya, siapa pun yang memegang teguh agamanya Allah dan berakhlak baik, layak disebut santri. Hal itu disampaikan KH Imron Mutamakkin dalam acara Haul ke-6 KH Abdurrahman Syakur […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca