Breaking News
light_mode

Gus Kikin: NU Lahir di Bawah Tekanan, Kini Jadi Penentu Arah Keagamaan Dunia

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa arah gerakan NU hari ini harus kembali pada orientasi spiritual, yakni mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada yang berkuasa.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Organisasi Zona Pasuruan Raya PWNU Jawa Timur yang digelar di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/12/2025).

“Jika kita hanya mendekat kepada yang berkuasa, maka kita akan melemah. Namun jika mendekat kepada Yang Maha Kuasa, Allah akan membimbing perjuangan kita,” ujarnya.

Gus Kikin, sapaan akrabnya, mengajak seluruh warga NU untuk kembali pada khitah perjuangan serta memegang teguh prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).

“Prinsip ini telah menjadi pegangan NU dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.

NU Lahir dalam Tekanan Kolonial

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menekankan pentingnya memahami sejarah NU. Menurutnya, NU lahir pada masa penjajahan Belanda sehingga perjuangannya tak pernah terlepas dari tekanan kolonial.

“Kita sulit membayangkan bagaimana para ulama mendirikan NU di tengah penjajahan Belanda pada waktu itu,” tuturnya.

NU tumbuh sebagai organisasi yang mandiri, dipimpin langsung oleh para ulama tanpa campur tangan pemerintah kolonial. Tidak mengherankan jika Belanda kemudian memusuhi NU.

Sejak awal, NU kerap berhadapan dengan kebijakan kolonial yang merugikan umat. Gus Kikin mencontohkan sikap tegas NU terhadap pemerintah Belanda, di antaranya penolakan Undang-Undang Pernikahan pada 1 April 1937 yang kemudian mendorong lahirnya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).

Selain itu, NU juga pernah mengeluarkan fatwa pada 1938 yang melarang umat menggunakan kapal Belanda untuk berhaji serta melarang donor darah untuk kepentingan kolonial.

“Sikap-sikap ini menunjukkan konsistensi NU dalam menjaga martabat dan kedaulatan umat, baik pada masa Belanda, Jepang, maupun setelah Indonesia merdeka,” tegasnya.

Dua Misi Besar NU: Mencerdaskan Bangsa dan Berkiprah Global

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut menjelaskan bahwa sejak awal NU membawa misi mencerdaskan kehidupan bangsa serta memperluas peran di tingkat internasional.

“NU bahkan pernah menjadi rujukan Raja Saudi dalam urusan keagamaan. Karena itu, NU perlu terus membangun sinergi dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi,” ungkapnya.

Pesantren sebagai Penjaga Khazanah Keilmuan

Di akhir penyampaian, Gus Kikin menekankan pentingnya pondok pesantren dalam perjalanan bangsa. Banyak naskah perjuangan para kiai ditulis dalam aksara Pegon, sehingga perlu dikaji dan dituliskan ulang agar tidak hilang dari khazanah Nusantara.

“Jika ada buku yang kurang sesuai dengan sejarah, maka tugas kita adalah menuliskan kembali kajian tentang pesantren,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Kab. Pasuruan Kembali Bantu Warga Terdampak Banjir

    PCNU Kab. Pasuruan Kembali Bantu Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Sel, 18 Jan 2022
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kembali salurkan bantuan terdampak banjir di Kecamatan Rejoso, Senin (17/01/2022). Koordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan H Muhammad Nawawi menyampaikan, bantuan kali ini berupa logistik untuk dapur umum dan paket nasi bungkus. “Ada 6 dusun yang dikirimi nasi bungkus. Total sekitar 1300 Kepala Keluarga,” imbuhnya kepada NU […]

  • NU Pasuruan Perkuat Wawasan Kebangsaan dengan Ziarah Makam Rais Aam

    NU Pasuruan Perkuat Wawasan Kebangsaan dengan Ziarah Makam Rais Aam

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Ziarah Makam Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di wilayah Jawa Timur, Selasa (29/11/2022). Rute ziarah dimulai di maqbarah KH A Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Hasyim Asy’ari di Jombang. Kemudian menuju maqbarah KH Ahmad Shidiq di Kediri. Selanjutnya ditutup berziarah ke […]

  • Perkuat Pembelajaran Sains Secara Daring, Prodi Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Gelar Webinar

    Perkuat Pembelajaran Sains Secara Daring, Prodi Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Gelar Webinar

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2020
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) saat ini memang telah diterapkan di berbagai forum dan instansi, termasuk instansi pendidikan. Pembelajaran daring tersebut biasanya melalui platform aplikasi zoom meeting, google meet, youtube, dan aplikasi lainnya. Dalam situasi pandemi covid-19 seperti ini, selain sesuai, sistem pembelajaran daring memicu civitas akademika dan masyarakat umum lebih melek terhadap teknologi informasi. […]

  • Perkuat Program Tahun 2019, LTM NU Kab. Pasuruan Gelar Raker

    • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, gelar Rapat Kerja (Raker) untuk memperkuat pelaksanaan program kerja selama tahun 2019 bertempat di Warung Lesehan Pring Kuning Purwosari Pasuruan, Ahad (20/1/2019). Ust. Mundir Muslih berharap, dengan dilaksanakannya Raker tersebut, seluruh pengurus mengetahui dan memahami seluruh kegiatan serta visi misi di tahun 2019 tersebut. […]

  • Begini Pesan PCNU Kabupaten Pasuruan dalam Istighosah Rutin Jumat Legi di Tutur

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Kegiatan rutin istighosah jumat legi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan di awal bulan muharram 1441 H dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Andonosari Kecamatan Tutur, jumat (14/9/2019). KH. Imron Mutamakkin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan, menyampaikan pesan tentang makna kebahagiaan yang sempurna. “Mboten di anggep seneng seng sempurna, onok ane uwong sehingga senang nang wong […]

  • Hukum Berqurban

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sahabat Zakat mengenai hukum berqurban para ulama terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang berpendapat bahwa qurban hukumnya wajib bagi orang yang berkemampuan untuk berqurban. Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al-Auza’i, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad serta sebagian ulama pengikut Imam Malik, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca