Breaking News
light_mode

Kenapa Rasulullah Perlu Disholawati?

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Rab, 7 Apr 2021
  • visibility 1.309
  • comment 1 komentar

Nu Pasuruan

Ada sebagian orang orientalis mengeluarkan sedikit statement yang menggelitik, bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang nabi karena masih perlu didoakan (disholawati) oleh ummatnya. Mereka juga beranggapan bukankah nabi itu ma’shum dan sudah pasti masuk surga? Untuk apalagi nabi didoakan?. Sementara dalam Al-Qur’an umat islam diminta untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana Allah dan para Malaikat bersalawat kepada beliau. Kenapa Allah yang sebagai Tuhan Yang Maha Agung ikut berdoa juga (kepada siapa?).

Statement atau pertanyaan yang kritis seperti ini jika kita ladeni, tentu tidak akan ada habisnya. Tetap saja akan timbul pertanyaan lain seperti ini, meski bila dijawab dengan tuntas belum tentu membuat penanya berubah pikiran. Malah kita jadi pusing dan pingin garuk kepala meskipun tidak gatal.

Dan di antara pertanyaan model begini yang paling sering dilontarkan adalah masalah sholawat kepada Nabi. Ini adalah pertanyaan jadul yang muncul dari mereka yang kurang punya pemahaman dalam bahasa Arab khususnya dan ilmu Al-Quran pada umumnya.

Di dalam ilmu tafsir, maksud dari ‘bersholawat’ itu maknanya banyak, tidak hanya bermakna doa. Karena itu di dalam Al-Quran kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bersholawat kepada beliau juga.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .(QS. Al-Ahzab: 56)

Tentu saja maksud Allah SWT bersholawat bukan untuk berdoa kepada Nabi. Mana mungkin Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya berdoa kepada nabi yang notabene itu ciptaan-Nya sendiri. Tentu hal tersebut salah besar jika  bersholawat di dalam ayat ini diartikan bahwa Allah berdoa. Makna Yang tepat menurut Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi yang beliau jelaskan dalam kitabnya Al-Jami’ li Ahkamil Quran adalah bahwa Allah SWT memberi rahmat kepada nabi. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi Rasulullah SAW.

Terkait para malaikat bersholawat juga bukan berarti malaikat berdoa kepada nabi. Hal tersebut juga disinggung oleh Imam Al-Qurtubi bahwa malaikat memintakan ampunan. Meski pun yang dimintai ampunan sudah tidak punya dosa, lantaran para nabi adalah orang-orang yang ma’shum. Dan hal ini tidak perlu dipertanyakan, sebab Rasulullah SAW sendiri setiap hari meminta ampun kepada Allah SWT seratus kali. Ketika para sahabat menanyakannya, beliau hanya menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Sedangkan jika sholawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasing sayang. Dan mendoakan seorang nabi tidaklah salah, karena salam yang kita sampaikan kepada orang yang bertemu dengan kita pun maknanya adalah doa. Kalimat Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh maknanya adalah ‘Semoga keselamatan terlimpah atasmu serta rahmat dan barkahnya.’.

Buat orang Islam, saling mendoakan satu sama lain adalah hal yang biasa dan telah menjadi syiar agama. Termasuk memberi salam kepada Rasulullah SAW dan bersholawat kepadanya.

Bisa kita logikakan seperti ini, kalau kita mendoakan keselamatan kepada seseorang bukan berarti kita meyakini bahwa orang tersebut dalam ketidak-selamatan. Doa keselamatan itu sama saja ketika kita menyapa teman dengan mengatakan semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat.

Apakah jika kita menyapa demikian berarti teman kita itu sekeluarga sedang dirawat di rumah sakit? Tentu bukan itu maksudnya, karena salam dan sholawat itu sifatnya syiar yang hidup di tengah sesama kita. Dan mendoakan keselamatan tidak berarti yang kita salami itu sedang sakit tidak bisa bangun.

Dengan demikian sesungguhnya yang membutuhkan shalawat bukanlah diri Rasulullah, namun umat beliau. Sebab ketika seseorang bershalawat kepadanya maka ia akan mendapatkan limpahan anugerah dari shalawatnya itu.

Maka, ketika kita membaca shalawat kepada Nabi, pada hakikatnya adalah kita sedang memohon rahmat Allah untuk diri kita sendiri, yang jauh lebih banyak dari rahmat yang kita mohonkan untuk Rasulullah 

Dengan demikian sesungguhnya yang membutuhkan sholawat bukanlah diri Rasulullah, namun umat beliau. Sebab ketika seseorang bersholawat kepadanya maka ia akan mendapatkan limpahan anugerah dari sholawatnya itu. Maka, ketika kita membaca sholawat kepada Nabi, pada hakikatnya adalah kita sedang memohon rahmat Allah untuk diri kita sendiri, yang jauh lebih banyak dari rahmat yang kita mohonkan untuk Rasulullah

Alhamdulillah sangat beruntung sekali kita sebagai warga nahdhiyyin yang selalu bersholawat kepada baginda nabi sebagai ibadah kita, entah itu rutinan di masjid atau dirumah-rumah secara berjamaah. Semakin banyak kita bersholawat kepada Nabi, maka akan semakin banyak dan berlimpah pula rahmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Apalagi jika membiasakan diri memperbanyak sholawat kepada beliau

Terakhir, mari bersama membaca “Allaahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad.”

Penulis: Muhajirin Yusuf, pemimpin redaksi khazanahquraniyah.com.

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Harlah Ke 40 Pagar Nusa, KH Imron Mutamakkin Tegaskan Kesenian Bela Diri Untuk Syiar

      Harlah Ke 40 Pagar Nusa, KH Imron Mutamakkin Tegaskan Kesenian Bela Diri Untuk Syiar

      • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
      • visibility 493
      • 0Komentar

      Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa kesenian bela diri memiliki peran strategis dalam membentengi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, bela diri tidak sekadar tontonan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga dan memperkuat agama. Hal itu diungkapkan pada saat Kenduri Kesenian Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan  di Halaman Universitas Nahdlatul […]

    • Safari Akbar Kader, PC IPNU-IPPNU Kab. Pasuruan Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

      • calendar_month Ming, 10 Jun 2018
      • visibility 850
      • 1Komentar

      Dalam giat Safari Akbar dan Temu Kader, Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Pasuruan persiapkan Kader Digital dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

    • Hikam Perdana, Kiai Imron Ingatkan tentang Imsak Hingga Waktu Niat Puasa Ramadhan

      Hikam Perdana, Kiai Imron Ingatkan tentang Imsak Hingga Waktu Niat Puasa Ramadhan

      • calendar_month Ming, 3 Apr 2022
      • visibility 1.377
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan, tentang imsak, kondisi yang mewajibkan orang tua memerintahkan anaknya berpuasa, dan waktu niat puasa ramadhan. Ia menjelaskan, bahwa berpuasa itu menahan diri dari segala perkara yang membatalkan puasa. Mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Untuk berjaga-jaga, menahan diri sejak waktu […]

    • Begini Ceramah KH. Muntasyar Hasyim dalam Pembukaan Pengajian Sabtu Malam Ahad di Musholla Al-Mustofa Kraton

      • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
      • visibility 476
      • 0Komentar

      Setiap bulan sekali, KH. Muntasyar Hasyim, dari Pondok Pesantren Putri Banat Satu Dyaikhona Kholil Sidogiri Kraton Pasuruan menjadi pengampu dalam pengajian di kitab Sullam Taufiq di Musholla Al-Mustofa RT 03 RW 02 Sidogiri barat kraton Pasuruan. Ratusan warga hadir, laki-laki dan perempuan, termasuk anak-anak. (15/9/2019). Tosin Fuad, ketua RT 03 RW 02, berharap dengan dibukanya […]

    • Safari Pesantren RMINU Pasuruan Berakhir, Santri Diminta Terus Berkhidmat

      Safari Pesantren RMINU Pasuruan Berakhir, Santri Diminta Terus Berkhidmat

      • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
      • visibility 637
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar penutupan Safari Pesantren di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan pada Ahad (23/03/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengapresiasi […]

    • (Khutbah) Eratkan Persaudaraan Tingkatkan Nilai Kebangsaan

      (Khutbah) Eratkan Persaudaraan Tingkatkan Nilai Kebangsaan

      • calendar_month Jum, 4 Des 2020
      • visibility 882
      • 0Komentar

      اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أخْرَجَ نَتَائِجَ أفْكاَرِنَا لِإِبْرَازِ أَيَاتِهِ وَالَّذِيْ أفْضَلَنَا بِالْعِلْمِ وَاْلعَمَلِ عَلَى سَائِرِ مَخْلُوْقَاتِهِ ، أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ يُمْلَئُ بِجَمِيْعِ اْلفَضَائِلِ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَعِتْرَتِهِ الطَّاهِرِيْنَ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca