Breaking News
light_mode

Ketua NU Pasuruan Jelaskan Makna Santri

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
  • visibility 1.850
  • comment 0 komentar

Phojentrek, NU Pasuruan

Istilah santri biasanya dinisbatkan kepada mereka yang tengah menimba ilmu agama Islam di sebuah tempat bernama pesantren. Santri juga bisa diartikan sebagai orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh

Mennggapi hal tersebut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamkkin menjelaskan tiga makna santri menurut ulama Pasuruan. Hal itu disampaikan pada Acara Semarak Heroik Hari Santri 2023 di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, (Ahad 22/10/2023).

Pertama Menurut Kiai Hasani Sidogiri santri merupakan orang yang berpegang teguh kepada syariat, menjalankan sunnah Rosulallah dan dia bisa bergaul dengan baik kepada sesama.

“Santri merupakan orang yang berpegang teguh kepada Habluminallah dan Habluminannas,” ujarnya.

Jadi tidak hanya alumni pondok dan orang yang mondok yang dianggap santri. Siapapun bisa asalkan mereka berpegang teguh kepada Habluminallah dan Habluminannas.

Lebih lanjut Gus Ipong sapaan akrabnya mengatakan, NU adalah pondok besar sedangkan pondok itu NU kecil artinya NU bisa menjadikan orang yang tidak mondok menjadi santri.

“Adanya LP Ma’arif NU yakni memperbaiki hubungan antara kita dengan Allah dan kita dapat manusia, sehingga ketika keluar bisa menyandang khas kesantrian,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Besuk mengatakan, makna santri menurut Kiai Nawawi santri adalah orang yang bisa menjaga baik hubungannya dengan Allah dengan baik sehingga tidak perlu mondok.

“Untuk menjadi santri kita tidak perlu mondok namun perlu taat kepada Allah,” imbuhnya.

Sedangkan menurut Kiai Abdurahman santri harus bisa bela diri dan harus berhadapan dengan orang abangan. Karena pandangan orang ketika anak pulang mondok pasti bisa bela diri.

“Karena pada waktu itu momentumnya Indonesia dijajah sehingga stemen yang dikeluarkan,” tutupnya.

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UNU Pasuruan Edukasi Siswa tentang Pengelolaan Sampah

    Mahasiswa UNU Pasuruan Edukasi Siswa tentang Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan  Mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada siswa-siswi SD Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Mahasiswa UNU Pasuruan Nabilatus Sholichah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan jenis-jenis sampah sekaligus cara pengelolaannya kepada siswa sejak usia dini. “Kami melakukan sosialisasi tentang sampah dengan sasaran siswa […]

  • Banom Perempuan NU Kabupaten Pasuruan Tutup Ngaos Ramadhan dengan Kajian Fiqh Wanita

    Banom Perempuan NU Kabupaten Pasuruan Tutup Ngaos Ramadhan dengan Kajian Fiqh Wanita

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Banom Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menutup rangkaian Ngaos Ramadhan pada Ahad (23/03/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula KH Ahmad Djufri, Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. Mengangkat tema Fiqh Wanita, acara ini menghadirkan KH Nukman Madjid sebagai narasumber. Dalam tausiyahnya, KH Nukman Madjid menekankan pentingnya pemahaman fiqh bagi […]

  • Pesan KH Imron Mutamakkin Untuk Guru Madin di Pasuruan

    Pesan KH Imron Mutamakkin Untuk Guru Madin di Pasuruan

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa dalam menyusun kurikulum Madrasah Diniyah (Madin), perlu memperhatikan kapasitas anak didik serta pengembangan fungsi otak kanan dan kiri secara seimbang. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Workshop dan Review Kurikulum Madrasah Diniyah Wustha yang digelar di Aula Rumah Inovasi Ma’arif […]

  • Mengenal Tashwirul Afkar Reborn, Progam LTNNU Pasuruan di Hari Santri 2024

    Mengenal Tashwirul Afkar Reborn, Progam LTNNU Pasuruan di Hari Santri 2024

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • visibility 1.510
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Tashwirul Afkar adalah sebuah forum gerakan intelektual yang digagas oleh KH Wahab Chasbullah untuk merespons berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. esuai namanya, di dalam forum tersebut berkumpul para kiai pesantren. Tidak hanya yang muda, melainkan tua yang memiliki semangat sama yaitu menjaga Ahlussunah wal Jamaah. Salah satu kegiatannya adalah […]

  • Sekretaris LPBINU Kabupaten Pasuruan Terpilih sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana

    Sekretaris LPBINU Kabupaten Pasuruan Terpilih sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Aris Felani memakai rompi di acara Mubes FPRB (Foto: NU Pasuruan)

  • Olimpiade Ma’arif NU Pasuruan 2025 Jadi Ajang Motivasi Pelajar untuk Terus Belajar

    Olimpiade Ma’arif NU Pasuruan 2025 Jadi Ajang Motivasi Pelajar untuk Terus Belajar

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang PC Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Olimpiade Ma’arif 2025 di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/08/2025). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwa olimpiade ini merupakan ajang untuk mengukur kemampuan dan sarana motivasi baik diri sendiri atau teman teman yang lainnya  […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca