Breaking News
light_mode

(Khutbah) Eratkan Persaudaraan Tingkatkan Nilai Kebangsaan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 4 Des 2020
  • visibility 891
  • comment 0 komentar

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أخْرَجَ نَتَائِجَ أفْكاَرِنَا لِإِبْرَازِ أَيَاتِهِ وَالَّذِيْ أفْضَلَنَا بِالْعِلْمِ وَاْلعَمَلِ عَلَى سَائِرِ مَخْلُوْقَاتِهِ ، أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ يُمْلَئُ بِجَمِيْعِ اْلفَضَائِلِ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَعِتْرَتِهِ الطَّاهِرِيْنَ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hadirin Jama’ah Jum’ah rohimakumullah…

Pada kesempatan khotbah ini saya mengajak hadirin sekalian terutama pada diri saya sendiri khususnya untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah swt. dan terus menerus berusaha meningkatkan ketakwaan itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta mensyukuri semua kenikmatan dan karunia yang diberikan kepada kita dengan menggunakan dan menyalurkannya pada jalan yang diridhai oleh-Nya. Dengan demikian semoga kita senantiasa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah…

Kali ini saya ingin mengajak saudara seiman setaqwa dan sebangsa senegara untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Negara tercinta Republik Indonesia. Sejatinya Indonesia bukanlah bangsa baru yang tiba-tiba ada semenjak 17 Agustus 1945. Bukan pula sebuah negara yang tiba-tiba ada begitu saja dengan nama Indonesia. Akan tetapi, negara ini merupakan negara yang dibangun di atas sejarah panjang, sejarah kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan juga Kerajaan Islam yang terbentang dari Samudra pasai, Demak hingga Mataram Islam.

Dengan demikian sudah berabad-abad Indonesia di bangun oleh nenek moyang kita. Sudah cukup panjang tinta sejarah mengukir Indonesia. Sejarah itu pula yang akhirnya menuntun para kyai, pejuang dan juga rakyat ini memilih Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Kedudukan Pancasila bagi bangsa ini, khususnya umat Muslim Indonesia hanyalah sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bukan pedoman hidup beragama. Sekali lagi bukan pedoman beragama. Akan tetapi saudara-saudara, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai agama. Khusunya al-qur’an yang menjadi pedoman umat Islam.

Oleh karena itu, para hadirin jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah, wajar bila para kyai dan ulama ikut menyepakati dan menyetujui sebuah semboyan yang mendasari Pancasila yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang secara  lughawi berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Mengapa ini disetujui oleh ulama dan kyai? bukankah ini sama artinya membuka peluang bagi agama lain untuk berkembang di Indonesia? Bukankah sama dengan memberikan senjata bagi musuh agama kita? Tidak begitu… Allah swt sendiri telah berfirman dalam surat an-Nahl ayat 93 yang bunyinya:

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Yang artinya:

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (agama) saja, tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang Telah kamu kerjakan.

Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin al-Syuyuthi dalam tafsir Jalalain menjabarkan bahwa arti kata Ummatan Wahidatan adalah Ahla dinin wahidin satu agama. Ini artinya bahwa perbedaan agama dan perbedaan suku-bangsa merupakan sunnah Ilahi. Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, karena merupakan kehendak-Nya.

Maka dengan demikian para hadirin Jamaah Jum’ah seiman dan setaqwa, janganlah kita memandang bahwa perbedaan adalah sebuah musibah, akan tetapi pandanglah perbedaan sebagai sebuah ni’mat. Jika semua orang kaya, kepada siapa zakat kita berikan, jika semua orang pintar kepada siapa kita mengajar, jika semua orang ber-uang kepada siapa kita bersedekah? Dan jika semua orang beriman kepada siapa kita berdakwah? Mari kita renungkan bersama. Bukankah dengan demikian sebenarnya Allah memberikan peluang kepada kita untuk banyak berbuat, Beibadah, berdakwah, saling mengingatkan karena yang demikian itu banyak sekali pahala menanti. Karena itu ayat di atas diakhiri dengan sebuah pernyataan yang bernada mengingatkan;

وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Yang artinya:

Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang Telah kamu kerjakan.

Nanti Allah akan bertanya kepada kita semua, apa yang telah kita perbuat dengan perbedaan itu. Apakah kita hanya diam, atau kita telah berbuat banyak,  atau malah kita menyumpahi perbedaan itu dan menistakannya. Bukankah perbedaan itu disediakan oleh Allah swt sebagai ruang kita untuk berdakwah… sudahkan kita menggunakannya sebaik mungkin? Sudahkan kita memanfaatkannya untuk memperbanyak amal kita?

Para hadirin jama’ah jum’ah yang di sayangi Allah…

Marilah kita renungkan bersama. Berbagai kejadian yang terjadi baru-baru ini di Indonesia. Mulai dari munculnya Ahmadiyah, munculnya nabi-nabi palsu, munculnya aliran-aliran sesat, hingga pengrusakan terhadap gereja. Adalah fenomena perbedaan. Janganlah kita memandang semua itu sebagai sebuah masalah, tapi mari kita memandang itu semua sebagai sebuah peluang. Peluang kita untuk berdakwah. Tentunya berdakwah dengan cara-cara yang luwes seperti yang diserukan Allah kepada kita semua dalam surat an-Nahl 125:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Yang artinya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Allah Tuhan-mu lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Mari kita bersama-sama merangkul mereka dan mengajaknya untuk kembali pada Islam yang sempurna, Islam yang Kaffah. Jangan kita lempari batu mereka, tapi mari kita rangkul dan nasehati bahwa Islam itu begini tidak begitu. Kita ajak mereka berdiskusi, kita sapa mereka, kita bujuk mereka untuk bersama-sama masuk ke mushalla dan masjid yang penuh berkah ini.

Kepada umat nasrani, jangan kita bakar gereja mereka tapi, marilah kita rangkul mereka kita ajak mereka menuju masjid yang indah dan penuh berkah seperti masjid ini. Tentunya dengan cara yang baik pula. Jangan sampai dakwah kita mengoyak Bhineka Tunggal Ika yang telah disepakati bersama oleh para kyai, ulama dan umara’. Jangan sampai pula perbedaan yang penuh hikmah itu berubah menjadi musibah bagi bangsa ini. Karena itu sama artinya kita telah tidak amanah menjaga titipan nenek moyang kita yaitu ‘Indonesia’ dan secara otomatis menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah swt.

Para sidang jum’at rohimakumullah…

Inilah cita-cita Bhinneka Tunggal Ika, dan juga semangat dasar dari persaudaraan. Pasalnya, pengalaman pahit bangsa kita selama ini yang ditimpa berbagai konflik dan kerusuhan, mengisyaratkan bahwa keragaman bangsa Indonesia, apabila tidak disikapi secara jernih dan bijak, akan menjadi bom waktu yang bisa meledak setiap saat.

Untuk itu, kaum muslimin sebagai umat terbanyak di Indonesia, haruslah memberikan teladan dalam mewujudkan persatuan, kesatuan dan kedamaian di tengah-tengah kemajemukan bangsa ini. Rujukan asasi yang harus dipegangi adalah teladan Nabi Saw. sepanjang hayatnya. Pengalaman Rasulullah saw. menunjukkan betapa bahayanya pencampuradukan antara kepentingan politik dan isu-isu agama. Agama memang bukan faktor pemicu berbagai peselisihan antarumat. Tetapi isu-isu agama sangat sensitif dan mudah tersulut.

Karena itu sejarah pernah mencatat pesan Nabi Muhammad saw kepada para sahabatnya bahwa jika suatu saat nanti umat Islam berhasil mencapai Mesir dalam futuhat kelak, yang harus diperhatikan adalah memperlakukan masyarakat Mesir dengan baik tanpa terkecuali. Sikap simpatik ini disampaikan Nabi Muhammad ketika menerima hadiah persahabatan dari Gubernur Mesir, Muqaiqis, yang notabene seorang non-muslim. Ramalan Nabi terbukti, dan Khalifah Umar ibn al-Khattab berpesan kepada Amr ibn Ash yang berhasil menguasai Mesir agar memperlakukan rakyat Mesir secara manusiawi.

Para jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah…

Sekali lagi marilah dalam kesempatan ini kita benar-benar memegangi ajaran dan dan sunnah Rasulullah saw. Semoga Allah swt. senantiasa memberikan kepada kita petunjuk dan hidayahnya dalam menjaga amanah bangsa dan memberikan kemampuan kepada kita untuk mengelola perbedaan menjadi hikmah dan ni’mah. Amin.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Sumber: nu.or.id

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovatif, Fatayat NU Pohjentrek Bagikan Takjil Pagi Hari untuk Kemudahan Ibu-Ibu

    Inovatif, Fatayat NU Pohjentrek Bagikan Takjil Pagi Hari untuk Kemudahan Ibu-Ibu

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • visibility 1.215
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Pohjentrek menggelar program Berbagi Menu Takjil Gratis di Desa Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, pada Ahad (16/3/2025). Tahun ini, PAC Fatayat NU Pohjentrek menyiapkan 100 porsi untuk masyarakat. Ketua PAC Fatayat NU Pohjentrek, Neng Ida, menjelaskan bahwa konsep berbagi tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika […]

  • Sound Horeg Jadi Sorotan, PCNU Pasuruan Siap Fasilitasi Pertemuan dengan Bupati

    Sound Horeg Jadi Sorotan, PCNU Pasuruan Siap Fasilitasi Pertemuan dengan Bupati

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyatakan komitmennya mengawal aspirasi para ulama, pengasuh pesantren, dan tokoh masyarakat terkait fenomena sound horeg dalam kegiatan karnaval yang dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. “Hari ini kita berkumpul di Pondok Pesantren Ar-Riyadh untuk menyikapi hal yang meresahkan, […]

  • Di Lailatul Ijtima, Sebelas Lembaga MWCNU Kejayan Dilantik

    Di Lailatul Ijtima, Sebelas Lembaga MWCNU Kejayan Dilantik

    • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
    • visibility 1.507
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kejayan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melantik kepengurusan Lembaga MWCNU setempat, Ahad (29/10/2023). Kegiatan itu dipusatkan di Masjid Al-Hidayah, Dusun Kedungsari, Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Pelantikan itu sekaligus pelaksanaan Lailatul Ijtima rutin MWCNU. Ketua MWCNU HM Fahmin Nabil mengucapkan selamat dan terima […]

  • Harus Seimbang Antara Semangat Membangun Masjid dengan Memakmurkan Masjid

    • calendar_month Kam, 13 Des 2018
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Ketua Lembaga Takmir Masjid Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LTM PCNU) Kabupaten Pasuruan, Moh. Mundzir Muslih, mengatakan bahwa semangat kita tidak berimbang antara membangun masjid dengan meramaikan masjid. “Mengapa Masjid kita sepi?Pertama, kita tidak seimbang antara semangat membangun masjid dengan semangat mengisi kegiatan masjid,” tuturnya saat memberikan pembinaan kepada 100 Pengurus Masjid Nahdlatul Ulama dengan tema […]

  • Hukum Iuran Desa Untuk Agustusan : Berikut Penjelasan LBMNU Pasuruan

    Hukum Iuran Desa Untuk Agustusan : Berikut Penjelasan LBMNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • visibility 2.346
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 80, masyarakat di salah satu desa kembali dihadapkan pada kewajiban membayar iuran sebesar Rp100.000 per kepala keluarga.Iuran tersebut dicicil selama lima bulan dan diperuntukkan bagi seluruh rangkaian kegiatan Agustusan di desa. Adapun susunan kegiatan diantaranya pertama khataman Al-Qur’an di balai desa, kedua jalan […]

  • Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

    Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Kabupaten PasuruanMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukorejo secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada calon Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Sukorejo masa khidmah 2021-2024. “Alhamdulillah, rekomendasi sudah kami terima. Besok, akan kami tindak lanjuti ke PC ISNU Kabupaten Pasuruan,” ujar Abdul Ghoni selaku calon Sekretaris PAC ISNU Sukorejo […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca