Breaking News
light_mode

(Khutbah) Eratkan Persaudaraan Tingkatkan Nilai Kebangsaan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 4 Des 2020
  • visibility 883
  • comment 0 komentar

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أخْرَجَ نَتَائِجَ أفْكاَرِنَا لِإِبْرَازِ أَيَاتِهِ وَالَّذِيْ أفْضَلَنَا بِالْعِلْمِ وَاْلعَمَلِ عَلَى سَائِرِ مَخْلُوْقَاتِهِ ، أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ يُمْلَئُ بِجَمِيْعِ اْلفَضَائِلِ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَعِتْرَتِهِ الطَّاهِرِيْنَ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hadirin Jama’ah Jum’ah rohimakumullah…

Pada kesempatan khotbah ini saya mengajak hadirin sekalian terutama pada diri saya sendiri khususnya untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah swt. dan terus menerus berusaha meningkatkan ketakwaan itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta mensyukuri semua kenikmatan dan karunia yang diberikan kepada kita dengan menggunakan dan menyalurkannya pada jalan yang diridhai oleh-Nya. Dengan demikian semoga kita senantiasa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah…

Kali ini saya ingin mengajak saudara seiman setaqwa dan sebangsa senegara untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Negara tercinta Republik Indonesia. Sejatinya Indonesia bukanlah bangsa baru yang tiba-tiba ada semenjak 17 Agustus 1945. Bukan pula sebuah negara yang tiba-tiba ada begitu saja dengan nama Indonesia. Akan tetapi, negara ini merupakan negara yang dibangun di atas sejarah panjang, sejarah kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan juga Kerajaan Islam yang terbentang dari Samudra pasai, Demak hingga Mataram Islam.

Dengan demikian sudah berabad-abad Indonesia di bangun oleh nenek moyang kita. Sudah cukup panjang tinta sejarah mengukir Indonesia. Sejarah itu pula yang akhirnya menuntun para kyai, pejuang dan juga rakyat ini memilih Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Kedudukan Pancasila bagi bangsa ini, khususnya umat Muslim Indonesia hanyalah sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bukan pedoman hidup beragama. Sekali lagi bukan pedoman beragama. Akan tetapi saudara-saudara, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai agama. Khusunya al-qur’an yang menjadi pedoman umat Islam.

Oleh karena itu, para hadirin jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah, wajar bila para kyai dan ulama ikut menyepakati dan menyetujui sebuah semboyan yang mendasari Pancasila yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang secara  lughawi berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Mengapa ini disetujui oleh ulama dan kyai? bukankah ini sama artinya membuka peluang bagi agama lain untuk berkembang di Indonesia? Bukankah sama dengan memberikan senjata bagi musuh agama kita? Tidak begitu… Allah swt sendiri telah berfirman dalam surat an-Nahl ayat 93 yang bunyinya:

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Yang artinya:

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (agama) saja, tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang Telah kamu kerjakan.

Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin al-Syuyuthi dalam tafsir Jalalain menjabarkan bahwa arti kata Ummatan Wahidatan adalah Ahla dinin wahidin satu agama. Ini artinya bahwa perbedaan agama dan perbedaan suku-bangsa merupakan sunnah Ilahi. Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, karena merupakan kehendak-Nya.

Maka dengan demikian para hadirin Jamaah Jum’ah seiman dan setaqwa, janganlah kita memandang bahwa perbedaan adalah sebuah musibah, akan tetapi pandanglah perbedaan sebagai sebuah ni’mat. Jika semua orang kaya, kepada siapa zakat kita berikan, jika semua orang pintar kepada siapa kita mengajar, jika semua orang ber-uang kepada siapa kita bersedekah? Dan jika semua orang beriman kepada siapa kita berdakwah? Mari kita renungkan bersama. Bukankah dengan demikian sebenarnya Allah memberikan peluang kepada kita untuk banyak berbuat, Beibadah, berdakwah, saling mengingatkan karena yang demikian itu banyak sekali pahala menanti. Karena itu ayat di atas diakhiri dengan sebuah pernyataan yang bernada mengingatkan;

وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Yang artinya:

Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang Telah kamu kerjakan.

Nanti Allah akan bertanya kepada kita semua, apa yang telah kita perbuat dengan perbedaan itu. Apakah kita hanya diam, atau kita telah berbuat banyak,  atau malah kita menyumpahi perbedaan itu dan menistakannya. Bukankah perbedaan itu disediakan oleh Allah swt sebagai ruang kita untuk berdakwah… sudahkan kita menggunakannya sebaik mungkin? Sudahkan kita memanfaatkannya untuk memperbanyak amal kita?

Para hadirin jama’ah jum’ah yang di sayangi Allah…

Marilah kita renungkan bersama. Berbagai kejadian yang terjadi baru-baru ini di Indonesia. Mulai dari munculnya Ahmadiyah, munculnya nabi-nabi palsu, munculnya aliran-aliran sesat, hingga pengrusakan terhadap gereja. Adalah fenomena perbedaan. Janganlah kita memandang semua itu sebagai sebuah masalah, tapi mari kita memandang itu semua sebagai sebuah peluang. Peluang kita untuk berdakwah. Tentunya berdakwah dengan cara-cara yang luwes seperti yang diserukan Allah kepada kita semua dalam surat an-Nahl 125:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Yang artinya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Allah Tuhan-mu lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Mari kita bersama-sama merangkul mereka dan mengajaknya untuk kembali pada Islam yang sempurna, Islam yang Kaffah. Jangan kita lempari batu mereka, tapi mari kita rangkul dan nasehati bahwa Islam itu begini tidak begitu. Kita ajak mereka berdiskusi, kita sapa mereka, kita bujuk mereka untuk bersama-sama masuk ke mushalla dan masjid yang penuh berkah ini.

Kepada umat nasrani, jangan kita bakar gereja mereka tapi, marilah kita rangkul mereka kita ajak mereka menuju masjid yang indah dan penuh berkah seperti masjid ini. Tentunya dengan cara yang baik pula. Jangan sampai dakwah kita mengoyak Bhineka Tunggal Ika yang telah disepakati bersama oleh para kyai, ulama dan umara’. Jangan sampai pula perbedaan yang penuh hikmah itu berubah menjadi musibah bagi bangsa ini. Karena itu sama artinya kita telah tidak amanah menjaga titipan nenek moyang kita yaitu ‘Indonesia’ dan secara otomatis menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah swt.

Para sidang jum’at rohimakumullah…

Inilah cita-cita Bhinneka Tunggal Ika, dan juga semangat dasar dari persaudaraan. Pasalnya, pengalaman pahit bangsa kita selama ini yang ditimpa berbagai konflik dan kerusuhan, mengisyaratkan bahwa keragaman bangsa Indonesia, apabila tidak disikapi secara jernih dan bijak, akan menjadi bom waktu yang bisa meledak setiap saat.

Untuk itu, kaum muslimin sebagai umat terbanyak di Indonesia, haruslah memberikan teladan dalam mewujudkan persatuan, kesatuan dan kedamaian di tengah-tengah kemajemukan bangsa ini. Rujukan asasi yang harus dipegangi adalah teladan Nabi Saw. sepanjang hayatnya. Pengalaman Rasulullah saw. menunjukkan betapa bahayanya pencampuradukan antara kepentingan politik dan isu-isu agama. Agama memang bukan faktor pemicu berbagai peselisihan antarumat. Tetapi isu-isu agama sangat sensitif dan mudah tersulut.

Karena itu sejarah pernah mencatat pesan Nabi Muhammad saw kepada para sahabatnya bahwa jika suatu saat nanti umat Islam berhasil mencapai Mesir dalam futuhat kelak, yang harus diperhatikan adalah memperlakukan masyarakat Mesir dengan baik tanpa terkecuali. Sikap simpatik ini disampaikan Nabi Muhammad ketika menerima hadiah persahabatan dari Gubernur Mesir, Muqaiqis, yang notabene seorang non-muslim. Ramalan Nabi terbukti, dan Khalifah Umar ibn al-Khattab berpesan kepada Amr ibn Ash yang berhasil menguasai Mesir agar memperlakukan rakyat Mesir secara manusiawi.

Para jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah…

Sekali lagi marilah dalam kesempatan ini kita benar-benar memegangi ajaran dan dan sunnah Rasulullah saw. Semoga Allah swt. senantiasa memberikan kepada kita petunjuk dan hidayahnya dalam menjaga amanah bangsa dan memberikan kemampuan kepada kita untuk mengelola perbedaan menjadi hikmah dan ni’mah. Amin.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Sumber: nu.or.id

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Permintaan Gus Irsyad Kepada ISNU Pasuruan

    Ini Permintaan Gus Irsyad Kepada ISNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    Kota Pasuruan, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan silaturahmi kepada Bupati Pasuruan, Gus M Irsyad Yusuf di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kota Pasuruan, Rabu (11/1/2023). Ketua PC ISNU Ahmad Adip Muhdi menyebutkan, Gus Dr Irsyad menjadi salah satu Dewan Penasehat PC ISNU Kabupaten Pasuruan periode 2022-2026. “Kami silaturahmi dan […]

  • Halal Bihalal dengan Alumni IPNU-IPPNU, Bupati Irsyad Bentuk Koperasi

    Halal Bihalal dengan Alumni IPNU-IPPNU, Bupati Irsyad Bentuk Koperasi

    • calendar_month Sen, 31 Mei 2021
    • visibility 864
    • 0Komentar

    Minggu (30/5/21) pagi Bupati Irsyad Yusuf menggelar halal bihalal dengan alumni IPNU-IPPNU di gedung serbaguna Pemkab Pasuruan, jl. Hayam Wuruk 1 kota Pasuruan. Ratusan alumni IPNU-IPPNU sejak masa kepengurusan 2009 hingga 2019 hadir dalam agenda rutin tersebut. Dalam sambutannya, bupati Irsyad menegaskan, selain halal bihalal, agenda tersebut juga dalam rangka membentuk koperasi Dadi Maslahat yang […]

  • Ziarah Muassis NU, Jadi Cara Konsolidasi Ansor Sukorejo

    Ziarah Muassis NU, Jadi Cara Konsolidasi Ansor Sukorejo

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan menggelar ziarah makam Muassis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai langkah pertama konsolidasi organisasi, Sabtu (16/07/2022). Ketua PAC GP Ansor Sukorejo Mohammad Khoiruddin menyampaikan, tujuan ziarah makam muassis NU. Yakni memperkuat spirit baru berkhidmah di GP Ansor Sukorejo. “Kegiatan ini sebagai konsolidasi awal […]

  • pelantikan fatayat

    Resmi Dilantik, PC Fatayat Punya Sitta Priorita

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Pohjentrek, nupasuruan or.id.Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan Pelantikan Pengurus periode 2019-2024. Kegiatan bertempat di Aula KH. Ahmad Jufri, Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Pohjentrek, Sabtu (3/4/2021). Kegiatan itu sekaligus memperingati Harlah Fatayat NU ke-71. Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU, Hj. Anik Asnawati mengucapkan rasa terima kasih kepada semua […]

  • Pendangkalan Sungai, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan dan Warga Gelar Bersih-bersih

    Pendangkalan Sungai, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan dan Warga Gelar Bersih-bersih

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    Gempol, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan bersama warga di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, membersihkan Sungai Bekacak, Ahad (30/7/2023). “Ini bagian dari mitigasi bencana. Karena sejumlah sungai di sini mengalami sedimentasi hingga pendangkalan. Salah satu faktornya adalah arus air yang deras […]

  • RSNU Pasuruan Segera Dibuka, Ayo Daftar! Banyak Lowongan untuk Tenaga Medis dan Nonmedis

    RSNU Pasuruan Segera Dibuka, Ayo Daftar! Banyak Lowongan untuk Tenaga Medis dan Nonmedis

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • visibility 5.196
    • 23Komentar

    Kejayaan, NU Pasuruan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Pasuruan membuka rekrutmen tenaga profesional untuk mendukung pelayanan kesehatan yang terletak di Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan. Perlu diketahui RSNU Kabupaten Pasuruan akan diresmikan mulai awal Bulan Juni 2025. Ketua Yayasan Kesehatan Nahdliyyin, Ahmad Farid Syauqi mengajak masyarakat yang berminat untuk mengikuti proses rekrutmen secara resmi melalui […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca