Breaking News
light_mode

Prinsip Kesuksesan Hakiki – Khutbah Idul Fitri

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
  • visibility 529
  • comment 0 komentar

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ. وَأَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ُوَالله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد.

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ. أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيُ خَصَّنَا بِخَيْرِ كِتَابٍ أُنْزِلَ وَأَكْرَمَنَا بِخَيْرِ نَبِىٍّ أُرْسِلَ وَأَتَمَّ عَلَيْنَا النٍّعْمَةَ بِأَعْظَمِ دِيْنِ شَرْعٍ دِيْنِ اْلإسْلاَمِ ، أليَوْمَ أكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإسْلَمَ دِيْنًا

وَ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَتَرَكَنَا عَلىَ اْلمَحَجَّةِ اْلبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا ، لاَيَزِيْغُ عَنْهَا إلاَّ هَالِكٌ, أللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الطَّاهِرِيْنِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُواْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ, أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ وَتَمْجِيْدٍ فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ وَعَظِّمُوْاهُ وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْاهُ.

Saudaraku, kaum Muslimin yang dirahmati Allah swt. Ramadhan telah meninggalkan kita. Ada rasa haru dalam hati kita ketika meninggalkan Ramadhan yang penuh berkah. Kata pepatah, idza zuqta halawat al-washilah la ‘arafta murrat al-qathi’ah – jika engkau pernah merasakan nikmatnya bersatu, niscaya engkau akan merasakan pahitnya berpisah. Kita sedih ditinggalkan Ramadhan, dan kita berharap agar Allah panjangkan umur kita sampai Ramadhan yang akan datang, dalam keadaan yang lebih baik, sehat, dan penuh curahan rahmat Allah swt.

الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ ْ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Hadirin Jama’ah Shalat ‘Ied Yang Dirahmati Allah. Hari ini kita basahi lidah kita dengan takbir, tahmid, dan tahlil. Kita gemakan kebesaran Allah swt ke segala penjuru angkasa dengan penuh sukacita – kadang dengan tetesan air mata – sebagai ekspresi rasa harap kita akan rahmat-Nya, sebagai ekspresi rasa takut kita akan azab-Nya, dan sebagai ekspresi rasa syukur kita atas nikmat-nikmat-Nya. Kita bersyukur bahwa Allah swt masih mempertemukan kita dengan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri bersama-sama. Padahal, banyak saudara kita yang tidak bisa hadir di sini bersama kita, lantaran sakit, terhalang, atau karena telah mendahului kita.

Saudaraku, kaum Muslimin yang dirahmati Allah swt. Shalat Id yang baru saja kita lakukan merupakan simbolisasi dari kesuksesan kita menghidupkan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, pelajaran berharga dari Idul Fitri yang kita rayakan hari ini merupakan akumulasi dari dari pelajaran-pelajaran ibadah puasa, shalat, dan zakat kita di bulan Ramadhan. Selama 720 jam, Ramadhan sebagai suatu madrasah ruhaniah, spiritual training, telah menggembleng kita untuk memahami prinsip kesuksesan hidup yang hakiki dan cara meraih kesuksesan itu.

Apakah 3 prinsip kesuksesan hakiki yang telah diberikan oleh Ramadhan kepada kita dan semua akan kita pelajari dari kisah-kisah rasulullah dan para sahabat Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia

Kisah dan pelajaran yang pertama. Salah seorang sahabat Rasulullah ada yang bernama Said al-Khudri. Suatu hari ia mendatangi Rasulullah, lalu berkata,

يا رسول الله، رأيت الليلة رؤيا عجيبة، رأيتنى أصلي خلف شجرة، وأقرأ القرآن فتخشع الشجرةُ لصلاتى حتى جاءت آيةُ سجدة – أي سجدة تلاوة – فسجدت، فرأيت الشجرةَ تسجد لسجودى، فسمعتها تقول وهي ساجدة: اللهم اغفر لى بها وزرا، واكتب لى بها أجرا، واجعلْها لى عندك لى ذخرا، وتقبّلْها منى كما تقبّلتها من عبدك داود عليه السلام.

‘Duhai Rasulullah, semalam aku bermimpi aneh. Aku melihat diriku shalat di belakang sebuah pohon. Lalu aku membaca al-Quran dalam shalatku dan pohon itu menjadi merunduk. Ketika aku sampai pada satu ayat sajdah, yaitu ayat sujud tilawah, maka aku pun melakukan sujud. Lalu, aku melihat pohon itu juga ikut bersujud lantaran sujudku. Ketika pohon itu bersujud, aku mendengar ia berkata, ‘Ya Allah, ampunilah dosaku dengan sebab sujudku ini. Tuliskan pahala bagiku dengan sebab sujudku ini. Jadikanlah sujudku ini sebagai tabungan akhiratku. Terimalah amalku ini sebagaimana Engkau telah menerima amal hamba-Mu Dawud alayhissalam’.

Begitu mimpi Said al-Khudry. Subhanallah, sebuah pohon yang tumbuh di masa Rasulullah ternyata mengetahui ketaatan Nabi Dawud alayhissalam. Padahal, jarak antara Rasulullah dengan Nabi Dawud adalah ribuan tahun. Begitulah, hadirin rahimakumullah, pelajaran pertama adalah jika kita membiasakan diri untuk menyesuaikan kehendak kita dengan kehendak Allah, melalui ketaatan kepada-Nya, maka nama kita akan harum sepanjang masa melintasi zaman dan alam, dikenang oleh makhluk Allah swt.

Yang pertama, kita disebut sukses manakala kita bisa menyesuaikan kehendak kita dengan kehendak Allah swt. Selama kita berpuasa, sejak Subuh hingga Maghrib, kita rela menahan lapar, haus, dan hal-hal lain yang mengurangi nilai ibadah puasa kita. Kita teguh memegang prinsip. Kita tidak berani melanggar pantangan puasa sampai datang waktu berbuka.

Waktu berbuka, yaitu Maghrib dan Idul Fitri sebagai akhir puasa, adalah simbol datangnya kesuksesan jangka pendek, yaitu kesuksesan dunia. Sedangkan kesuksesan jangka panjang adalah di saat hari Akhir berjumpa dengan Allah, dan kita mendapatkan ganjaran masuk surga melalui pintu ar-Rayyan, yang tidak akan masuk surga melalui pintu itu kecuali buat orang-orang yang berpuasa.

Kesuksesan yang sejati adalah manakala kita bisa melakukan ketaatan kepada Allah. Hati kita akan merasa damai di saat kita melakukan ketaatan. Buat seorang muslim, sukses akan datang dengan sendirinya manakala ia sabar menjalani ketaatan itu, meskipun dihadapkan pada rintangan-rintangan.

الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ ْ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Saudaraku, kaum Muslimin yang dirahmati Allah swt. Kisah dan pelajaran yang kedua, suatu hari Sayyiduna Umar bin Khattab r.a. datang ke rumah Rasulullah. Setelah Umar mengucapkan salam dan diizinkan masuk, ia melihat Rasulullah sedang berbaring di atas tikar kasar yang terbuat dari pelepah kurma, dan tikar itu menimbulkan bekas pada punggung Rasulullah. Melihat keadaan yang mengharukan itu, Umar bin Khattab menangis. Lalu terjadilah dialog antara Rasulullah dengan Umar.

ما يبكيك، يا ابن الخطاب؟ يا نبي الله، ومالى لا أبكي، هذا الحصير قد أثّر فى جنبك، وهذه خزانتك لا أرى فيها إلا ما أرى، أنت نبي الله ، وذاك كسرى وقيصر على سرير الذهب وفرش الحرير. فقال: أولئك عجلت لهم طيباتهم وهي وشيكة الإنقطاع، وإنا قوم أخرت لنا طيباتنا فى آخرتنا… ما مثلي ومثل الدنيا إلا كراكب سار فى يوم صائف فاستظل فى شجرة ساعة ثم راح وتركها.

‘Mengapa engkau menangis, wahai putra al-Khattab?’, tanya Rasulullah. Umar menjawab, ‘Duhai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis. Tikar kasar ini sudah membuat punggungmu berbekas. Dan aku lihat hanya ini saja perabotan rumahmu. Padahal, engkau adalah Nabi Allah dan manusia pilihan-Nya. Sementara di sana, yang namanya Kisra dan Kaisar duduk bertatahkan permata, tidur berbantalkan sutra’.

Lalu Rasulullah berkata, ‘Orang-orang yang kau sebutkan barusan adalah mereka yang disegerakan kesenangannnya oleh Allah, padahal itu adalah kesenangan yang akan berakhir. Sementara kita adalah kaum yang Allah tunda kesenangannya untuk kesenangan akhirat kita. Perumpamaanku dengan dunia adalah seumpama seorang musafir yang berjalan di musim panas. Lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon barang sejenak. Dia istirahat di bawahnya, lalu pergi meninggalkan pohon itu, melanjutkan perjalanannya’.

Hadirin Jama’ah Shalat ‘Ied Yang Dirahmati Allah Yang kedua, kesuksesan tidak boleh membuat kita eforia, lupa diri, dan kebablasan. Di saat kita menjalankan ibadah puasa, di saat rasa lapar dan haus mendera, rasanya terbersit hasrat dalam hati kita untuk memuaskan nafsu makan dan minum kita nanti di saat berbuka. Namun, di saat segala hidangan sudah dihamparkan dan datang waktu berbuka, seteguk minuman dan sesuap makanan sudah melenyapkan hasrat kita itu.

Sebutir kurma sudah mengenyangkan perut kita. Seteguk dua teguk teh hangat-manis sudah menghangatkan tubuh kita. Kita pun menjadi kembali perkasa dan energik. Kita tidak punya hasrat lagi untuk menghabiskan segala hidangan yang tersedia, kecuali sekedar kebutuhan. Subhanallah… Itulah sunnatullah..

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia Seorang Muslim yang sukses, jika ia kaya, maka kekayaaannya tidak membuat ia lupa berzakat, bersedekah, dan berbagi dengan orang-orang yang nasibnya berada di bawahnya. Ia menjadi orang dermawan. Jika ia pengusaha atau pebisnis, maka bisnisnya tidak membuatnya lupa mengingat Allah. Ia menjadi pebisnis islami.

Jika ia penguasa, maka kekuasannya tidak membuat ia bertindak zalim, sewenang-wenang, dan mengkhianati kekuasaannya di hadapan Allah dan masyarakat. Ia menjadi penguasa yang amanah. Seorang Muslim yang sukses tidak bersikap eforia, lupa diri, dan kebablasan.

Hadirin Jama’ah Shalat ‘Ied Yang Dirahmati Allah Kisah dan pelajaran yang terakhir. Suatu hari, Abdullah bin Umar (anaknya Umar bin Khattab) melakukan perjalanan. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang penggembala ternak. Maka terjadilah dialog di antara mereka.

قال أبن عمر: تبيع من هذه الغنم واحدة؟ قال الغلام: إنها ليست لي فقال: قل لصاحبها أن الذئب أخذ منها واحدة قال الغلام: إذن، فأين الله؟

Ibnu Umar berkata, ‘Maukah engkau menjual satu kambing saja?’ Penggembala itu menjawab, ‘Kambing-kambing ini bukan milikku’ Ibnu Umar berkata, ‘Katakan saja kepada pemiliknya bahwa satu ekor sudah dimakan serigala’. Penggembala itu menjawab, ‘Kalau begitu, di manakah Allah?’ Mendengar jawaban penggembala kambing itu, Abdullah bin Umar menjadi kagum. Sepanjang perjalanan ia mengulang-ulang ucapan, ‘Lalu dimanakah Allah?’ Saudaraku, kaum Muslimin yang dirahmati Allah swt.

Yang ketiga, sukses adalah manakala kita mampu bersikap jujur. Puasa membuat kita jujur, karena kita merasa diawasi oleh Allah swt. Itulah yang disebut muraqabatullah. Orang lain bisa kita bohongi dengan puasa kita, namun Allah tidak. Dalam surat al-Hadid: 4, Allah swt berfirman,

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ، وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Dia selalu bersamamu di manapun kamu berada, dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ ْ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia Itulah potret muslim yang jujur. Ia sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang ia lakukan. Dalam jangka panjang, orang jujur akan mendapatkan kesuksesan. Tidakkah terbayang dalam ingatan kita, bahwa Rasulullah saw, sebelum diangkat menjadi Rasul, sudah terkenal dengan kejujurannya? Jauh sebelum Rasulullah diangkat menjadi Rasul, masyarakat sudah menyebutnya sebagai al-Amin (orang yang dapat dipercaya).

Semoga Allah swt menerima amal puasa kita dan amal-amal lain yang kita lakukan dalam bulan Ramadhan, sehingga kita termasuk hamba-Nya yang kembali kepada kesucian fitrah kita, yaitu kembali kepada Allah, dan berhasil memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى بارك الله لي و لكم في القران العظيم و نفعني و إياكم بما فيه من الايات و الذكر الحكيم ,جعلنا الله واياكم من العائدين والفائزين والمقبو لين وادخلنا وايّاكم في زمرة عباده الصّالحين واقول قولي هذا واستغفر لي ولكم ولوالدي ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفره إنّه هو الغفور الرّحيم

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ «سبعا»، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِهَذِهِ الصَّبِيْحَةِ الْمُبَارَكَةِ اللاَّمِعَةِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي اْلأَنْوَارِ السَّاطِعَةِ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صّلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ، صَلاَةً وَسَلاَمًا كَامِلَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أمّا بعد: فَيَا عِبَادَ اللهِ، (فاتقوا الله ما استطعتم (اتَّقُوا اللهَ رَبَّكُمْ، وَاعْبُدُوْهُ وَأَطِيْعُوْهُ وَوَحِّدُوْهُ، فَلاَ إِلَهَ غَيْرُهُ، إِنْ أَرَضْتُمْ دُخُوْلَ الْجِنَانِ، وَرُمْتُمْ رِضَى الرَّحْمَنِ، وَطَلَبْتُمُ السَّلاَمَةَ مِنَ النِّيْرَانِ، فَعَلَيْكُمْ بِتَوْحِيْدِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَسَلاَمَةِ الْعَقِيْدَةِ مِنَ اْلأَدْرَانِ، وَتَحْقِيْقِ الْعُبُوْدِيَّةِ وَاْلإِيْمَانِ. أَلاَ وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَكُمُ اللهُ – عَلَى الْهَادِى الْبَشِيْرِ، وَالسِّرَاجِ الْمُنِيْرِ، كَماَ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ الْمَوْلَى اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ، فَقَالَ تَعَالَى قَوْلاً كَرِيْمًا: (إن الله وملائكته يصلون على النبي، يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِ قُلُوْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِيْدَنَا سَعِيْدًا، وَعَمَلَنَا صَالِحًا رَشِيْدًا،اللَّهُمَّ كَمَا جَمَعْتَنَا فِى هَذَا الْمَكَانِ فَاجْمَعْ قُلُوْبَنَا عَلَى كِتَابِكَ وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله يذكركم، اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ تقبل الله منا ومنكم. كُلُ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْر .والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Oleh : Ahda Arafat – Ketua LDNU PCNU Kabupaten Pasuruan

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Publikasi Ilmiah, UNU Pasuruan & UB Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen

    Kolaborasi Publikasi Ilmiah, UNU Pasuruan & UB Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerjasama di bidang riset, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah dosen. Upaya itu dibuktikan dengan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Penulisan Karya Ilmiah Terpublikasi di Jurnal Internasional Bereputasi, Senin […]

  • PCNU Kabupaten Pasuruan Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Bersama, Perkuat Sinergi dengan Pemda

    PCNU Kabupaten Pasuruan Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Bersama, Perkuat Sinergi dengan Pemda

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • visibility 863
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar khotmil Qur’an dan buka bersama di Aula KH Ahmad Djufri pada Kamis (27/03/2025). Acara ini dihadiri pengurus NU, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa pengurus NU harus berkhidmah kepada agama dan negara. Mereka bertanggung jawab […]

  • Manfaat Belajar Jurnalistik di Tengah Derasnya Informasi Hoax

    Manfaat Belajar Jurnalistik di Tengah Derasnya Informasi Hoax

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Lutfi Hidayat menyampaikan, manfaat belajar jurnalistik di tengah derasnya penyebaran informasi hoax atau berita bohong. “Karena pemahaman tentang jurnalistik sejatinya juga perlu untuk setiap individu agar tidak mudah terjebak dan terprovokasi berita hoax dan dapat memilah berita yang berpotensi […]

  • Mempertahankan Negara adalah Ajaran Agama Islam

    Mempertahankan Negara adalah Ajaran Agama Islam

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Muhib Aman Aly menjelaskan, tentang misi Islam dan alasan dalam menjaga keutuhan Negara. Khususnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Karena Islam menginginkan perdamaian. Islam itu sedikitpun tidak akan mendorong pada pertikaian. Maka bangsa-bangsa ini harus duduk berdampingan dengan baik,” imbuhnya saat mengampu […]

  • Perkuat Konsolidasi Kepemudaan, Rijalul Ansor Rejoso Gandeng Pagar Nusa

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Perkuat Konsolidasi Kepemudaan, Rijalul Ansor Rejoso Gandeng Pagar Nusa Pasca bulan suci Ramadhan, Rutinan Rijalul Ansor Kecamatan Rejoso kembali digelar. Dalam giat kali ini, terdapat sesi acara Halalbihalal. Kegiatan kali juga istimewa karena dihadiri oleh Pengurus Perguruan Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa. “Ini bagian dari konsolidasi kepemudaan di Rejoso. Acaranya juga dikemas sangat santai sembari […]

  • Di Ngarak Catin LKKNU Pasuruan, Peserta Dibekali 10 S

    Di Ngarak Catin LKKNU Pasuruan, Peserta Dibekali 10 S

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Pasuruan gelar Ngaji Pranikah Bagi Calon Pengantin (Ngarak Catin), Rabu (06/07/2022). Kegiatan dipusatkan di Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejoso, Jl. Raya Pantura No.23, Desa Rejoso Lor. Ketua LKKNU Ustadz Nur Khotib menuturkan, tujuan Ngarak Catin untuk membekali […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca