Breaking News
light_mode

Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
  • visibility 864
  • comment 0 komentar

Tosari, NU Pasuruan

Menghadapi lahan kritis di Desa Kandangan, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memberi peningkatan kapasitas petani dalam pembenahan kualitas tanah melalui pembuatan pupuk organik.

Kegiatan itu sebagai bagian dari pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2023 di Desa Kandangan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Koordinator Program Novita Safitri menyatakan, kondisi tanah kritis menjadi salah satu penyebab yang menghambat perkembangan pertanian di Desa Kandangan.

“Dalam riset kami, Ph tanah mencapai 6,9 dan Fosfatnya lebih dari 0,006. Sedangkan untuk hama yang kami temukan diladang berupa Nematoda, Ulat, Lalat Buah, dan Antraknosa,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Kamis (5/10/2023).

Untuk itu, Tim PPK Ormawa bersama Dosen Pembimbing Lapang Endik Deni Nugroho memutuskan menggelar Pelatihan Benah Tanah dan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik di Balai Desa Kandangan, Senin (11/9/2023).

“Usai sosialisasi dilakukan pendampingan. Alhamdulillah sosialisasi dihadiri para petani dari 3 kelompok tani di Desa Kandangan,” tandasnya.

Senada dengan itu, Narasumber Pelatihan Handik Hendratama menyatakan, kondisi tanah sangat kritis di Desa Kandangan disebabkan adanya pemberian pupuk berbahan kimia secara berkala dan terus menerus.

“Tanah di desa ini harus diperbaiki dengan cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahan yang mudah didapat. Dari limbah pertanian,” kata Kepala Prodi (Kaprodi) Teknik Kimia UNU Pasuruan itu.

Sementara itu, Narasumber Pelatihan Kedua Reza Ardiansyah menjelaskan, cara pembuatan pestisida organik untuk mengatasi hama tanaman kentang. Yakni dengan membuat  larutan  dasar pestisida dari limbah batang Tembakau Virginia.

“Komposisinya 4  konsentrasi  yang berbeda  yaitu 100, 200, 300 dan 400 gram bahan  batang  tembakau  yang  telah  dicacah per liter air. Bahan perekat yang digunakan adalah detergen sebayak 1 sendok. Kemudian larutan yang diperoleh disimpan dalam botol aqua selama paling sedikit 1-2 malam sebelum digunakan,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan, optimalisasi penggunaan pestisida organik perlu memperhatikan jenis hama yang dihadapi. Beda hama beda bahan baku.

“Untuk hama Kubis bisa menggunakan Tanaman Daun Kersen atau Serai Wangi. Bisa juga pakai Daun Kecubung,” tutup Dosen Pendidikan Biologi UNU Pasuruan itu.

Atas upaya itu, Ketua Kelompok Tani 3 Desa Kandangan Rudy mengucapkan terima kasih. Menurutnya, materi pelatihan dapat menjadi modal utama petani dalam melakukan perbaikan dan perkembangan pertanian di desa.

Untuk diketahui, Untuk diketahui, berdasar Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek RI) Nomor 694/E/O/2023 tertanggal 28 Agustus 2023. Institut Teknologi & Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan resmi menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan.

Penulis: Fingko Ade Renata

Editor: Abi Alissa

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua ISNU Pasuruan  Jelaskan Tiga Prinsip Dasar yang Harus Dimiliki Pendidik

    Ketua ISNU Pasuruan Jelaskan Tiga Prinsip Dasar yang Harus Dimiliki Pendidik

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • visibility 1.284
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adib Muhdi mengatakan, ada tiga prinsip yang dasar yang harus dipegang pendidik. Ketiga prinsip tersebut adalah berprilaku religius, beradaptasi dan cermat. Penegasan itu disampaikan pada saat dialog interaktif di Pondok Pesantren Roudlotul Mutaalimin Mutaalimat desa Raci kecamatan Bangil kabupaten Pasuruan, […]

  • Raker Fatayat NU Rejoso: Rumuskan Program Adaptif untuk Pemberdayaan Perempuan

    Raker Fatayat NU Rejoso: Rumuskan Program Adaptif untuk Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rejoso menggelar Rapat Kerja (Raker) di Aula MWCNU Rejoso, Ahad (4/5/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun program kerja yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan muda di wilayah Rejoso. Ketua PAC Fatayat NU Rejoso, Dewi Alfiah, menyampaikan bahwa Raker ini menjadi […]

  • Ini Sari Belimbing Wuluh dan Teh Daun Kelor Ala Mahasiswa KKN STAIS-ITSNU Pasuruan

    Ini Sari Belimbing Wuluh dan Teh Daun Kelor Ala Mahasiswa KKN STAIS-ITSNU Pasuruan

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung di kelompok 12 mendampingi ibu-ibu di Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, membuat minuman dari sari Buah Belimbing Wuluh dan teh Daun Kelor. Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Sladi, Kecamatan […]

  • Kisah Cintanya Saudagar Kaya Kepada Nabi SAW

    Kisah Cintanya Saudagar Kaya Kepada Nabi SAW

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    Jika Maulid adalah acara maka akan terlihat pada bulan dan euforianya, jika Maulid adalah keteladanan ia akan terlihat pada perilaku setiap harinya, namun cinta akan melakukan semuanya. Dimoment bulan Maulud ini penulis ceritakan kisah nyata dizaman Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Kisah tentang saudagar kaya raya yang harta bendanya habis buat acara Maulid hingga didatangi Rasulullah SAW […]

  • Inovatif, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Bikin Keripik dari Limbah Bonggol Pisang

    Inovatif, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Bikin Keripik dari Limbah Bonggol Pisang

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • visibility 859
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) berhasil memberikan inovasi dalam mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang di Desa Logowok, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan menjadi keripik. Penanggung jawab kegiatan, Hamdan Robbani menyampaikan, sebagian besar kebun dan pekarangan di Desa Logowok banyak […]

  • Perkuat Koordinasi Mitigasi Bencana, LPBI NU Pasuruan Bentuk LPBI MWCNU

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • visibility 798
    • 0Komentar

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar sosialisasi dan pembentukan LPBI di tingkat MWCNU. Setelah sebelumnya dilakukan pembentukan di MWCNU Sidogiri, kali ini dilakukan pembentukan di MWCNU Puspo, Tosari, dan Tutur. “Peran NU itu tidak hanya tanggap darurat bencana, tapi lebih penting sebelum terjadinya bencana ini harus […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca