Breaking News
light_mode

Berikut Tradisi Lebaran Ketujuh di Pasuruan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
  • visibility 1.430
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum bahagia bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia khususnya di Indonesia. Tak hanya religius, Lebaran juga menyimpan budaya dan tradisi unik di seluruh Indonesia. Kearifan lokal ini diwariskan secara turun temurun sebagai ciri khas masing-masing

Berbagai tradisi unik dan penuh makna muncul untuk menandai dan menambah semarak lebaran di berbagai daerah di Indonesia diantaranya di Pasuruan.

Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Budayaman dan Seniman Muslim Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Kabupaten Pasuruan Gus Haidar Hafidz mengatakan, tradisi hari raya ketujuh di Pasuruan adalah berbondong bondong ke tengah kelautan bersama keluarga, kedua pergi ke kolam renang dan ketiga Ski Lot.

“Nenek moyang kita dahulu ketika harus raya ke tujuh budaya pergi ke pemandian suci dan berbondong bondong kelaut,” ujarnya , Kamis (18/04/2024)

Lebih lanjut dirinya mengatakan seiring berkembangnya zaman budaya tersebut menjadi destinasi wisata sehingga, banyak yang tidak menyadari bahwa ini adalah budaya.

“Budaya masyarakat pasuruan ketika hari raya ketujuh sejak dulu adalah pergi ke laut dan ke pemandian saya pernah diajak waktu kecil,” tambahnya.

Menurutnya masyarakat Pasuruan ketika hari raya Idul Fitri ketujuh sangat suka makan makan di tengah laut diatas perahu.

“Ketika memasuki hari raya ke tujuh pasti pemandian dan laut di Pasuruan ramai dikunjungi oleh masyarakat,” tendasnya.

Diantara yang dipadati warga Pasuruan lusa depan adalah lautan Kota Pasuruan tepatnya di Pelabuhan Kota Pasuruan. Hal itu guna untuk menikmati suasana laut dengan menaiki perahu milik para nelayan yang berada di Pelabuhan Kota Pasuruan.

“Jika ingin menikmati suasana lau bisa menaiki perahu para nelayan di sana,” paparnya.

Adapun budaya masyarakat Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan yang di kenal dunia adalah Ski Lot. Tradisi ini merupakan tradisi bermain ski di atas lumpur dengan menggunakan papan kayu, saat perayaan Lebaran Ketupat dan ini merupakan tradisi turun.

“Cara memainkannya dengan berpegangan pada papan seluncur itu. Salah satu kaki pemain ski dalam posisi menumpu pada papan seluncur. Sedangkan kaki yang satunya menjejakkan kaki pada lumpur sebagai tenaga penggerak yang berpadu dengan kekuatan tangan untuk meluncurkan papan ski,” imbuhnya.

Dirinya berpesan jika ingin menikmati suasana hari raya ketujuh Idul Fitri bisa mendatangi Pelabuhan Kota Pasuruan, Pantai Lekok, Kabupaten Pasuruan dan pemandian yang berbeda di Pasuruan.

“Bagi anda yang ingin melihat budaya Pasuruan bisa melihat di lokasi tersebut,” tutupnya.

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sore Ini, LFNU Pasuruan Lakukan Rukyatul Hilal Awal Syawal di Pondok Dalwa dan Bayt Al Hikmah

    Sore Ini, LFNU Pasuruan Lakukan Rukyatul Hilal Awal Syawal di Pondok Dalwa dan Bayt Al Hikmah

    • calendar_month Sel, 9 Apr 2024
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lokasi Rukyatul Hilal di Kabupaten Pasuruan untuk penentuan Awal Bulan Syawal 1445 H/2024 M akan digelar di dua tempat pertama Pondok Pesantren Dalwa, Bangil Pasuruan kedua Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan, Selasa (9/04/2024). Sekertaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan Ustad M Rusdi mengatakan bahwasanya penentuan bulan […]

  • Manfaat Istighosah Rutin Menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan

    Manfaat Istighosah Rutin Menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sen, 23 Des 2024
    • visibility 2.592
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah Jum’at Legi di Masjid Al Mukaromah, Jum’at (20/12/2024). Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan Gus M Nawawi mengatakan, Istighosah rutin setiap Jumat Legi ini merupakan program yang sudah dilaksanakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. “Istighosah Jum’at Legi merupakan program yang sudah dijalankan oleh PCNU […]

  • LPBINU Pasuruan Mendampingi Penyusunan SOP Bencana di Rumah Sakit

    LPBINU Pasuruan Mendampingi Penyusunan SOP Bencana di Rumah Sakit

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan mendorong dan mendampingi peningkatan kapasitas dan implementasi Hospital Disaster Plan di Rumah Sakit (RS) setempat. Kegiatan itu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan. Rabu kemarin (11/1/2023), kegiatan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kecamatan Gempol. “Dimulai […]

  • Cegah Stunting dengan Nugget Ikan Kembung Karya Mahasiswa ITSNU Pasuruan

    Cegah Stunting dengan Nugget Ikan Kembung Karya Mahasiswa ITSNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 20 Feb 2022
    • visibility 885
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanMahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 12 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) olah Ikan Kembung jadi Nugget di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Penanggung Jawab Kegiatan Diversifikasi Pangan Khurin In menjelaskan, melimpahnya hasil laut Ikan Kembung, dijual tanpa diolah. Sehingga belum sepenuhnya memberikan nilai tambah […]

  • Gus Nukman Jelaskan Dalil Istighosah dalam Tradisi NU

    Gus Nukman Jelaskan Dalil Istighosah dalam Tradisi NU

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Nguling, NU Pasuruan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Nukman Abdul Majid, menegaskan bahwa amalan istighosah yang rutin dilaksanakan merupakan praktik ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai bentuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Istighosah rutin Jum’at Legi PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Ad […]

  • Bikin Logo, Cara Mahasiswa ITSNU Pasuruan Kenalkan Tape Khas Desa Kenduruan

    Bikin Logo, Cara Mahasiswa ITSNU Pasuruan Kenalkan Tape Khas Desa Kenduruan

    • calendar_month Sen, 28 Feb 2022
    • visibility 802
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanMahasiswa Institut teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membantu warga dalam membranding produk Tape Khas Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Koordinator Kegiatan Lailatul maulidiyah menjelaskan, mayoritas masyarakat adalah pembuat tape. Sehingga Desa Kenduruan disebut Kampung Tape. Hanya saja, belum ada logo produk […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca