Breaking News
light_mode

Mengenal KH Abdurrahman Rais Syuriah NU Pasuruan Ke II

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
  • visibility 2.078
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar ziarah muasis NU Pasuruan, Kamis (16/1/2024).

Adapun Rute ziarah dimulai dari maqbarah Pondok Pesantren Sidogiri  dan Pondokkaton selanjutnya ke Kota Pasuruan, yakni ke makam KH Abdurrahman di Kecamatan Bugul Kidul dan Mbah Hamid di belakang Masjid Al-Anwar.Dari beberapa makam tersebut banyak orang yang tidak mengenal sosok KH Abdurrahman Bugul Kota Pasuruan, padahal beliau merupakan Rais Syuriah Pasuruan ke II.

“Tidak banyak orang yang tau tentang KH Abdurrahman karena silsilahnya dibakar agar tidak dimanfaatkan oleh anak cucunya nanti,” ujar Gus Ridwan Kholil selaku perwakilan keluarga.

Cucu KH Abdurrahman tersebut mengatakan, khidmah mengurus PCNU Pasuruan KH Abdurrahman dimulai karena kedekatannya dengan KH Wahab Hasbullah ketika ada di Makkah kurang lebih lima belas tahun.

“Sebelum berangkat ke Makkah beliau mondok di Panjen asuhan KH Abdul Latif  kemudian menikah dengan nyai Khodijah bin Yasin Kebonsari,” tambahnya.

Semasa hidupnya KH Abdurrahman juga pernah menjadi  Mahkamah Islam Tinggi di Jakarta yang di utus oleh KH Hasyim Asy’ari.

“Selain menjadi Mahkamah Islam Tinggi beliau pernah menjadi anggota Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang terbentuk pada 21 September 1937,” jelasnya.

KH Abdurrahman wafat  11 Robiul Akhir 1364 H.Beliau wafat dalam perjalanan naik kereta api dari Jakarta menuju Pasuruan namun takdir berkata lain, beliau menghembuskan nafasnya di Solo.

“Wafatnya KH Abdurrahman hanya diketahui oleh Nyai Khodijah dan cruw kereta api,” terangnya.

Namun Cruw Kereta api melarang untuk memberi tahu orang orang karena jika diketahui oleh tentara jepang maka akan di turunkan di stasiun selanjutnya .

“Jika ada yang bertanya katakan tidur. Karena kalau diketahui meninggal, akan diturunkan paksa oleh Pasukan Jepang,” tutupnya 

Pada waktu KH Abdurrahman wafat itu gejolak perang masih terjadi Surabaya sehingga kereta api yang di tunggangi oleh nyai Khodijah mengambil arah ke Malang sehingga turun di malang dan di makamkan di Pasuruan.

Penulis : Mokh Faisol 

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan SDM Menulis, Media NU Pasuruan Gelar Tadarus Digital

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2019
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Pasuruan – Tim Cyber NU Kabupaten Pasuruan menggelar acara Tadarus Digital. Acara ini digelar di ruang rapat Kantor PCNU kabupaten setrmpat, jalan raya Warungdowo. Acara yang digelar perdana di wilayah Pasuruan ini membahas seputar dunia digital khas milenial. Rabu, 15 Mei 2019. Para peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari perwakilan badan otonom (Banom) […]

  • Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah kepada masyarakat umum sebelum adanya penetapan resmi (itsbat) pemerintah tidak diperbolehkan apabila hal tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan kebingungan di tengah umat. Larangan ini didasarkan pada pertimbangan sadd adz-dzarî‘ah (menutup pintu kerusakan) dan menjaga persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, meskipun seseorang memiliki hasil hisab yang […]

  • Cegah Pernikahan Usia Anak, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Sosialisasi

    Cegah Pernikahan Usia Anak, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Sosialisasi

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Gempol, NU PasuruanMahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi kelompok 11 memberikan penyadaran untuk mencegah terjadinya pernikahan usia anak atau usia sekolah. Sosialisasi “Merencanakan Kehidupan dengan Katakan Tidak pada Pernikahan Dini” digelar di Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Baitul Ulum, Desa […]

  • Dorong Mahasiswa Berkarya, PKPT IPNU-IPPNU STAIS-ITSNU Pasuruan Gelar NGIDAM

    Dorong Mahasiswa Berkarya, PKPT IPNU-IPPNU STAIS-ITSNU Pasuruan Gelar NGIDAM

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) selalu memberikan pengabdian pada lingkungannya, tidak hanya pengabdian dalam bidang keilmuan dan keagamaan saja, namun juga melingkupi bidang sosial. Begitu pula Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) yang berada di lingkungan kampus, khususnya Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan […]

  • LBH Ansor Pasuruan Siap Kawal Kasus Pembegalan Ketua IPPNU Rejoso

    LBH Ansor Pasuruan Siap Kawal Kasus Pembegalan Ketua IPPNU Rejoso

    • calendar_month Sel, 21 Jan 2025
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Kasus pembegalan yang menimpa Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Rejoso Rosyidatul Ilmiah beberapa hari yang lalu. Merespon hal itu  Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) GP Ansor Kabupaten Pasuruan akan melakukan pendampingan agar kasus ini sampai selesai. Ketua PC LBH Ansor Kabupaten Pasuruan Soleh mengatakan, kasus […]

  • Pesan KH Imron Mutamakkin Pada Penutupan Safari Ramadhan

    Pesan KH Imron Mutamakkin Pada Penutupan Safari Ramadhan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar penutupan Safari Ramadhan di Masjid Taufiqurrahman, Kecamatan Gondangwetan, Selasa (11/04/2025). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menyampaikan bahwa setiap orang membutuhkan taufiq dari Allah SWT. Menurutnya, meskipun seseorang memahami kebaikan, tanpa taufiq dari Allah, akan sulit bagi mereka untuk mengamalkannya, bahkan dalam hal […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca