Breaking News
light_mode

Mengenal KH Abdurrahman Rais Syuriah NU Pasuruan Ke II

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
  • visibility 2.089
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar ziarah muasis NU Pasuruan, Kamis (16/1/2024).

Adapun Rute ziarah dimulai dari maqbarah Pondok Pesantren Sidogiri  dan Pondokkaton selanjutnya ke Kota Pasuruan, yakni ke makam KH Abdurrahman di Kecamatan Bugul Kidul dan Mbah Hamid di belakang Masjid Al-Anwar.Dari beberapa makam tersebut banyak orang yang tidak mengenal sosok KH Abdurrahman Bugul Kota Pasuruan, padahal beliau merupakan Rais Syuriah Pasuruan ke II.

“Tidak banyak orang yang tau tentang KH Abdurrahman karena silsilahnya dibakar agar tidak dimanfaatkan oleh anak cucunya nanti,” ujar Gus Ridwan Kholil selaku perwakilan keluarga.

Cucu KH Abdurrahman tersebut mengatakan, khidmah mengurus PCNU Pasuruan KH Abdurrahman dimulai karena kedekatannya dengan KH Wahab Hasbullah ketika ada di Makkah kurang lebih lima belas tahun.

“Sebelum berangkat ke Makkah beliau mondok di Panjen asuhan KH Abdul Latif  kemudian menikah dengan nyai Khodijah bin Yasin Kebonsari,” tambahnya.

Semasa hidupnya KH Abdurrahman juga pernah menjadi  Mahkamah Islam Tinggi di Jakarta yang di utus oleh KH Hasyim Asy’ari.

“Selain menjadi Mahkamah Islam Tinggi beliau pernah menjadi anggota Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang terbentuk pada 21 September 1937,” jelasnya.

KH Abdurrahman wafat  11 Robiul Akhir 1364 H.Beliau wafat dalam perjalanan naik kereta api dari Jakarta menuju Pasuruan namun takdir berkata lain, beliau menghembuskan nafasnya di Solo.

“Wafatnya KH Abdurrahman hanya diketahui oleh Nyai Khodijah dan cruw kereta api,” terangnya.

Namun Cruw Kereta api melarang untuk memberi tahu orang orang karena jika diketahui oleh tentara jepang maka akan di turunkan di stasiun selanjutnya .

“Jika ada yang bertanya katakan tidur. Karena kalau diketahui meninggal, akan diturunkan paksa oleh Pasukan Jepang,” tutupnya 

Pada waktu KH Abdurrahman wafat itu gejolak perang masih terjadi Surabaya sehingga kereta api yang di tunggangi oleh nyai Khodijah mengambil arah ke Malang sehingga turun di malang dan di makamkan di Pasuruan.

Penulis : Mokh Faisol 

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Ekonomi Kreatif, Mahasiswa  STAI Al-Yasini Bekali Warga Pekangkungan Strategi Digital

    Dorong Ekonomi Kreatif, Mahasiswa STAI Al-Yasini Bekali Warga Pekangkungan Strategi Digital

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al-Yasini menggelar seminar ekonomi kreatif sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pekangkungan, di Balai Desa Pekangkungan, beberapa hari yang lalu. Kegiatan yang melibatkan warga dari empat dusun tersebut bertujuan membangun ekosistem usaha desa yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan era digital. Nur Shofa Ulfiyati selaku […]

  • Lestarikan Tradisi Seni Shalawat Khas Indonesia, PCNU Kab. Pasuruan Gelar Hadrah Ishari Kolosal

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2020
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Momentum Harlah NU Ke-97, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan kebudayaan, khususnya tradisi seni shalawat Ishari, yakni kegiatan Tahlil Akbar & Hadrah Ishari Kolosal, Selasa malam Rabu, 10 Maret 2020. Selain kegiatan tersebut, sebelumnya PCNU melaksanakan kegiatan Ziarah Muassis NU (5/3) dan Gerak Jalan NU Tempoe Doloe (8/3). Informasi lebih lanjut, lihat […]

  • Jelang Ramadhan, Istighosah Jumat Legi Terakhir Bertempat di SMA Putri Shalahuddin

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2019
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Pasuruan kembali laksanakan rutinan Istighosah Juma’t Legi, Jum’at (26/4) di SMA Putri Shalahuddin Pasuruan. Bertepatan menjelang bulan Ramadhan, rutinan ini menjadi penanda penutupan sementara istighosah jum’at legi. Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat yang dibawakan oleh Lesbumi NU. Setelah berlangsungnya pembacaan istighosah, dilanjut dengan pembacaan hasil keputusan Bahtsul Masail oleh Gus […]

  • Status Keabsahan Konsep KHGT Dalam Pandangan Fikih

    Status Keabsahan Konsep KHGT Dalam Pandangan Fikih

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang meniadakan ru’yatul hilal sebagai dasar penetapan awal bulan Hijriah dan menjadikan hisab sebagai satu-satunya landasan penetapan awal bulan tidak dapat diterima menurut pendapat mu‘tamad dalam fikih Syafi’iyyah. Sebab, penetapan awal bulan Hijriah secara syar‘i dilakukan melalui ru’yatul hilal atau istikmal (menyempurnakan bulan menjadi 30 hari). Selain itu, pelaksanaan […]

  • Begini Ngaji Muharram ala GUSDURian Pasuruan Bareng Siswa

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan gelar Ngaji Muharraman bertema “Yuk Hijrah… Menjadi Muslim Indonesia Seutuhnya” bersama Gus H.A. Hakim Jayli, M.Si. bertempat di Aula SMAN 1 Bangil, Jumat (6/9/2019). Kegiatan ini juga di dukung oleh Cabang Dinas Pendidikan Prov. Jatim Wilayah Kota/Kab. Pasuruan. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. Menurut Aji […]

  • Menuju 23 Madrasah Inovatif, Ma’arif NU Pasuruan Gelar Program Pendampingan

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • visibility 955
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan mutu Pendidikan dan Merintis Sekolah/Madrasah Unggulan, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC. LP. Ma’arif NU) Kabupaten Pasuruan gelar Program Pendampingan Sekolah/Madrasah Inovasi Unggulan, Jum’at-Sabtu, 29-30 Juni 2018 bertempat di SMA Excellent Al-Yasini Kompleks Pondok Pesantren Al-Yasini Areng-Areng Wonorejo Pasuruan.

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca