Breaking News
light_mode

Nyai Sinta Nuriyah : Persatuan dan Kesatuan Merupakan Pilar Indonesia

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
  • visibility 764
  • comment 0 komentar

Prigen, NU Pasuruan

Nyai Hj Sinta Nuriyah istri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan pilar utama tegaknya Republik Indonesia. Menurutnya dengan hidup rukun dan saling menghargai bangsa kita tidak akan terpecah belah.

“Kunci dari persatuan adalah saling menghargai dan tolong-menolong di antara sesama bangsa,” ujarnya dalam acara buka bersama Gusdurian Pasuruan, Jum’at (29/04/2024).

Menurutnya keberagaman suku dan agama di satukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di rangkum dengan semboyan bhinneka tunggal Ika.

“Cakar cakaran tidak boleh namun berebut kursi boleh asalkan tidak memecah belah bangsa Indonesia,” tendasnya.

Salah satu cara yang dilakukan untuk membantu saudara seiman adalah sahur bersama. Karena didalamnya terdapat nilai-nilai kemanusiaan diantaranya tolong menolong dan saling membantu.

“Saya akan mengajak komponen untuk menyelenggarakan sahur bersama agar orang Islam khusunya anak anak jalanan agar bisa melaksanakan ibadah puasanya,” jelasnya.

Menurutnya seluruh rakyat indonesia yang tidak mampu layak mendapatkan bantuan namun ada golongan yang sering di lupakan yakni waria padahal tidak ada bedanya semuanya saudara.

“Marilah kita ajak dan arahkan suadara kita agar menuju jalan yang benar karena banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasa,”tendasnya.

Ia juga menyampaikan pesan jika setiap warga adalah bangsa Indonesia yang diberikan keistimewaan dengan perbedaan dan keanekaragaman adat dan budaya.

“Jadi aneka perbedaan harus tetap dijaga kerukunan dan persatuannya agar bangsa Indonesia tidak terpecah belah,” ungkap Ibu negara bergelar Honoris Cousa itu.

Termasuk juga, warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun keterbatasan ekonomi. Kondisi demikian mengharuskan setiap warga negara Indonesia untuk mengedepankan toleransi.

“Kita adalah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Sebab, kaum disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk mendapat perhatian dari negara,” tutupnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banom Perempuan NU Kabupaten Pasuruan Tutup Ngaos Ramadhan dengan Kajian Fiqh Wanita

    Banom Perempuan NU Kabupaten Pasuruan Tutup Ngaos Ramadhan dengan Kajian Fiqh Wanita

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Banom Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menutup rangkaian Ngaos Ramadhan pada Ahad (23/03/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula KH Ahmad Djufri, Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. Mengangkat tema Fiqh Wanita, acara ini menghadirkan KH Nukman Madjid sebagai narasumber. Dalam tausiyahnya, KH Nukman Madjid menekankan pentingnya pemahaman fiqh bagi […]

  • NU Peduli Pasuruan Saluran Bantuan Nasi Bungkus Kepada Korban Banjir 

    NU Peduli Pasuruan Saluran Bantuan Nasi Bungkus Kepada Korban Banjir 

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Hujan lebat di Kabupaten Pasuruan menyebabkan bencana banjir di beberapa kecamatan diantaranya adalah winongan, grati dan rejoso.  Merespon hal tersebut NU Peduli Kabupaten Pasuruan memberikan lima ribu nasi bungkus untuk diedarkan di beberapa kecamatan yang terdampak banjir. Adapaun banjir yang terjadi di Kabupaten Pasuruan sudah sejak Sabtu-Senin (7-9/12/2024). Kordinator NU Peduli Kabupaten […]

  • Muslimat dan Fatayat Lumbang Gelar Konferancab Serentak

    Muslimat dan Fatayat Lumbang Gelar Konferancab Serentak

    • calendar_month Sen, 24 Jun 2024
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat dan Muslimat Kecamatan Lumbang menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan Ahad (23/06/2024). Dalam acara tersebut Siti Zainab terpilih menjadi ketua PAC Muslimat, sementara Hidayati terpilih sebagai Ketua PAC Fatayat Kecamatan Lumbang secara aklamasi masa khidmat 2024-2029. […]

  • Fasilitator Program YESS: Materi Motivasi Bisnis dari ITSNU Pasuruan Mudah dan Menarik

    Fasilitator Program YESS: Materi Motivasi Bisnis dari ITSNU Pasuruan Mudah dan Menarik

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanProgram Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Pasuruan melibatkan Dosen Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) setempat sebagai pemateri pelatihan. Fasilitator Program YESS di Kecamatan Kraton, Wahyu Kurniawan, menyatakan bahwa materi yang disampaikan oleh Dosen […]

  • Dipercaya Pemda, NU Pasuruan Kirim Pemateri Pesantren Ramadhan di SDN Hingga SMAN

    Dipercaya Pemda, NU Pasuruan Kirim Pemateri Pesantren Ramadhan di SDN Hingga SMAN

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Bangil, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kembali dipercaya Dinas Pendidikan setempat untuk membekali Sekolah Dasar Negeri (SDN) dalam penyelenggaran Pesantren Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi. Kegiatan Pembekalan Pemateri Pesantren Ramadhan dipusatkan di Gedung Pertemuan Lantai 2 Dinas Pendidikan, Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya […]

  • MANDIRMATHO Hanya Gunakan Kitab Kuning sebagai Literasinya

    • calendar_month Ming, 16 Des 2018
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    KH. Abd. Syakur, Wakil Ketua Bidang Madin PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa sebutan Hududul Funun mulai tahun pelajaran 1440 hijriyah diubah menjadi Manhaj Al Dirosah Madin Wustho yang disingkat MANDIRMATHO. “Mulai tahun pelajaran 1440 hijriyah, hududul funun diubah menjadi manhaj al dirosah dan tinggal merefleksikan 5 (lima) tahun ke depan,” tuturnya dalam […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca