Breaking News
light_mode

Nyai Sinta Nuriyah : Persatuan dan Kesatuan Merupakan Pilar Indonesia

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
  • visibility 733
  • comment 0 komentar

Prigen, NU Pasuruan

Nyai Hj Sinta Nuriyah istri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan pilar utama tegaknya Republik Indonesia. Menurutnya dengan hidup rukun dan saling menghargai bangsa kita tidak akan terpecah belah.

“Kunci dari persatuan adalah saling menghargai dan tolong-menolong di antara sesama bangsa,” ujarnya dalam acara buka bersama Gusdurian Pasuruan, Jum’at (29/04/2024).

Menurutnya keberagaman suku dan agama di satukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di rangkum dengan semboyan bhinneka tunggal Ika.

“Cakar cakaran tidak boleh namun berebut kursi boleh asalkan tidak memecah belah bangsa Indonesia,” tendasnya.

Salah satu cara yang dilakukan untuk membantu saudara seiman adalah sahur bersama. Karena didalamnya terdapat nilai-nilai kemanusiaan diantaranya tolong menolong dan saling membantu.

“Saya akan mengajak komponen untuk menyelenggarakan sahur bersama agar orang Islam khusunya anak anak jalanan agar bisa melaksanakan ibadah puasanya,” jelasnya.

Menurutnya seluruh rakyat indonesia yang tidak mampu layak mendapatkan bantuan namun ada golongan yang sering di lupakan yakni waria padahal tidak ada bedanya semuanya saudara.

“Marilah kita ajak dan arahkan suadara kita agar menuju jalan yang benar karena banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasa,”tendasnya.

Ia juga menyampaikan pesan jika setiap warga adalah bangsa Indonesia yang diberikan keistimewaan dengan perbedaan dan keanekaragaman adat dan budaya.

“Jadi aneka perbedaan harus tetap dijaga kerukunan dan persatuannya agar bangsa Indonesia tidak terpecah belah,” ungkap Ibu negara bergelar Honoris Cousa itu.

Termasuk juga, warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun keterbatasan ekonomi. Kondisi demikian mengharuskan setiap warga negara Indonesia untuk mengedepankan toleransi.

“Kita adalah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Sebab, kaum disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk mendapat perhatian dari negara,” tutupnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • visibility 1.224
    • 0Komentar

    Sebagai sebuah organisasi masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama (NU), salah satu bidang yang dikawal adalah bidang pendidikan. Kaitannya dengan itu, NU memiliki perangkat yakni lembaga pendidikan ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) . Secara institusional, LP Ma’arif NU mendirikan satuan-satuan pendidikan berupa sekolah dan madrasah, mulai tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Selanjutnya, tugas organisasi menjadi […]

  • Turba ISNU Pasuruan Bahas Percepatan Organisasi

    Turba ISNU Pasuruan Bahas Percepatan Organisasi

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan mengelar Turun Kebawah (Turba) di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan Jum’at (1/11/2023). Dalam turba tersebut PC ISNU Kabupaten Pasuruan mengintruksikan kepada PAC yang untuk mengejar mengejar ketertinggalan dengan membuat progam Amati Tiru Modifikasi (ATM). “Apabila PAC tidak bisa membuat program bisa […]

  • KH. M. Sholeh Bahruddin: NU Tidak Punya Sejarah Benturan dengan Pemerintah

    • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
    • visibility 884
    • 0Komentar

    KH. M. Sholeh Bahruddin, pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Jawa Timur, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak punya sejarah berbenturan dengan Pemerintah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “NU tidak pernah benturan dengan pemerintah NKRI, mulai berdiri sampai sakniki (sekarang). Siapapun presidennya,” jelasnya saat memberikan Mauidhotul Hasanah dalam acara rutin minggu pagi Manaqib dan Dzikrul […]

  • LFNU Pasuruan: Hilal Tak Terlihat, Hari Raya Idul Adha 1443 H Jatuh Pada 10 Juli 2022

    LFNU Pasuruan: Hilal Tak Terlihat, Hari Raya Idul Adha 1443 H Jatuh Pada 10 Juli 2022

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • visibility 993
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rukyatul Hilal guna menentukan awal Dzulhijjah 1443 H di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pasuruan, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Rabu (29/06/2022). Sekretaris LFNU Ustadz M Rusdi menyampaikan, pengamatan rukyatul hilal dilakukan dari pukul 17.23 hingga 17.38 WIB. “Di Lapan tidak berhasil melihat hilal. […]

  • Cegah Keretakan Keluarga, KKN UNU STAIS Pasuruan Edukasi Literasi Keuangan

    Cegah Keretakan Keluarga, KKN UNU STAIS Pasuruan Edukasi Literasi Keuangan

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 16 menggelar Edukasi Literasi Keuangan Keluarga. Kegiatan itu dipusatkan di Balai Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan Rabu (9/8/2023). Diikuti 30 peserta dari Muslimat, Fatayat, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan […]

  • Innalilahi, KH Muzakki Birul Alim Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan Wafat

    Innalilahi, KH Muzakki Birul Alim Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan Wafat

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Inalillahi wa inalillahi rojun telah pulang ke rahmatullah Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Muzakki Birul Alim. Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung Mengembuskan napas di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Bangil pada pukul 20. 45 WIB, Jum’at (20/10/2023). “Inalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang ke rahmatullah KH Muzakki Birul […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca