Breaking News
light_mode

Pentingnya Pendidikan tentang Cinta

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Des 2020
  • visibility 1.175
  • comment 1 komentar

Cinta itu minnah, anugerah dari Allah, yang datangnya “Min Haitsu La Yahtasib,” tanpa diduga-duga. Bisa di detik ini, satu jam kemudian, esok ataupun lusa, bahkan tidak dalam hitungan apapun. Dalam hal ini, pepatah jawa “Witing trisno jalaran soko kulino,” tak berlaku.

Meskipun, dalam realitanya, sangat sering terjadi, bahwa ketika kita sering berinteraksi dengan seseorang, akan timbul perasaan cinta. Tapi, sekali lagi, tumbuhnya rasa cinta hanya Allah yang menentukan, karena Allah adalah Dzat yang Maha membolak-balikkan hati.

Sehingga, bukan suatu kesalahan ketika kita memiliki rasa cinta, khususnya kepada lawan jenis. Namun, secara idealis penulis berani berujar, bahwa dengan mencintai makhluk terlebih dahulu sebelum mencintai Sang Pencipta dan memahami ajaran-Nya tentang cinta kepada makhluk-Nya, akan melahirkan kekecewaan, patah hati, dan hal-hal yang lebih mengerikan, namun semoga tidak sampai terjadi, seperti bunuh diri dan/atau menteror, terjadinya kekerasan seksual, hingga pembunuhan terhadap sang kekasih.

Tahun 2020 saja, dari Januari hingga Juli, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat sudah terjadi 4.116 kasus kekerasan pada anak di Indonesia. 3.296 korban berjenis kelamin perempuan dan 1.319 korban berjenis kelamin laki-laki.

Oleh karenanya, menjadi penting bagi kita untuk belajar mencintai Sang Pencipta terlebih dahulu dan mengerti bagaimana ajaran-Nya tentang Cinta. Minimal, kita bisa memahami ajaran-Nya tentang cinta. Dengan begitu, hati kita akan mendapatkan jaminan garansi dari Sang Pencipta, yakni menjadi biasa-biasa saja ketika mencintai makhluknya. Sehingga, patah hati dan seterusnya di atas akan dapat diminimalisir.

Berbicara tentang ajaran Islam tentang cinta, terdapat salah satu prinsip yang terkait, yakni “”خيرالامور اوسطها (paling baiknya suatu perkara adalah yang tengah-tengah). Maka, dalam mencintai kita agar selalu biasa-biasa saja dan menghindari mubhalaghoh atau ekstrem terhadap sesuatu dan dalam hal apapun. Hemat penulis, Islam tidak ingin hambanya merasakan kekecewaan sebab cinta yang berlebihan terhadap sesuatu, termasuk mencintai seseorang (Baca: dia, “d” kecil).

Salah satu yang lainnya, seperti dalam kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyah, karangan Syaikh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Rahimahullah, menerangkan sebuah hadits:

احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما.

وابغض بغيضك هوناما، عسى ان يكون حبيبك يوماما. رواه الترمذى

“Cintailah Kekasihmu sedang-sedang Saja, karena bukan tidak mungkin kau Akan membencinya. Bencilah musuhmu sedang-sedang saja, karena bukan tidak mungkin kau akan mencintainya.”

(Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi)

So, jangan lebay dalam mencintai sesuatu, pun dalam hal membenci. Oleh karenanya, mencintailah dengan kritis. Sedangkan ketika harus membenci, arahkan kepada perilakunya, bukan pada orangnya.

Penulis: Alisa Setyawati, Aktivis PMII dan Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Sambut Ramadhan, NU Pasuruan Kirim Dai di Wilayah Terpencil

      Sambut Ramadhan, NU Pasuruan Kirim Dai di Wilayah Terpencil

      • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
      • visibility 950
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Jelang Ramadhan 1443 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan bersama alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri di Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) menggelar Safari Pesantren di Kecamatan Tosari, Kecamatan Lumbang, dan Kecamatan Tutur. Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ahmad Syarofuddin Alkuwaity menyampaikan, pemberangkatan 16 dai […]

    • Wakil Bendahara NU Pasuruan : Hidupkan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

      Wakil Bendahara NU Pasuruan : Hidupkan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

      • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
      • visibility 944
      • 0Komentar

      Puspo, NU Pasuruan Wakil Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus H. Abdulloh Fahmi Salam, menegaskan bahwa Al-Qur’an akan menjadi penolong di akhirat. Hal itu disampaikan dalam Safari Ramadhan di Masjid Aisyah Alamadiyah, Punjul, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, pada Ahad (9/04/2025). “Mari ajarkan anak-anak untuk mencintai dan membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan,” […]

    • Tentukan Konsep Organisasi, Ansor Pasuruan Gelar Konfrancab Serentak

      Tentukan Konsep Organisasi, Ansor Pasuruan Gelar Konfrancab Serentak

      • calendar_month Sel, 30 Jul 2024
      • visibility 841
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar Konfrensi Anak Cabang (Konfrancab) serentak. Acara tersebut dilakukan di Kecamatan Puspo, perwodadi, kejayaan dan winongan, Ahad (29/07/2024). Ketua GP Ansor Kabupaten Pasuruan Abdul Karim mengatakan, konferensi ini diadakan untuk memilih pemimpin baru dan juga menentukan konsep organisasi yang tertuang dalam amanat konferensi. […]

    • Optimalkan Taman, Mahasiswa STAI Salahuddin & UNU Pasuruan Tanam Toga

      Optimalkan Taman, Mahasiswa STAI Salahuddin & UNU Pasuruan Tanam Toga

      • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
      • visibility 1.112
      • 0Komentar

      Kejayan, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung kelompok 12, optimalkan fungsi taman di sepanjang jalan depan Balai Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, dengan menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga). Penanggungjawab Program Hikmatul Jannah menjelaskan, tujuan penanaman Toga. Yakni membuat wahana pembelajaran dalam […]

    • KH Imron Mutamakkin Tekankan Makna Santri dalam Haul KH Abdurrahman Syakur

      KH Imron Mutamakkin Tekankan Makna Santri dalam Haul KH Abdurrahman Syakur

      • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
      • visibility 478
      • 0Komentar

      Kraton, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa makna santri tidak hanya terbatas pada mereka yang pernah mondok di pesantren. Menurutnya, siapa pun yang memegang teguh agamanya Allah dan berakhlak baik, layak disebut santri. Hal itu disampaikan KH Imron Mutamakkin dalam acara Haul ke-6 KH Abdurrahman Syakur […]

    • Pompa Semangat Kader, IPNU Pasuruan Gelar Turnamen E Spot

      Pompa Semangat Kader, IPNU Pasuruan Gelar Turnamen E Spot

      • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
      • visibility 1.067
      • 0Komentar

      Kraton, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan mengelar lomba mobile legends di Kampoeng Gedang, Ahad (29/10/2023). Ketua Pelaksana Saipul Akbar mengatakan bahwasanya kegiatan dalam rangka mewadahi minat yang dimiliki oleh seluruh kader yang ada di kecamatan setempat. “Lomba ini merupakan bagian dari peringatan hari santri yang dikemas dengan santri […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca