Breaking News
light_mode

Pentingnya Pendidikan tentang Cinta

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Des 2020
  • visibility 1.284
  • comment 1 komentar

Cinta itu minnah, anugerah dari Allah, yang datangnya “Min Haitsu La Yahtasib,” tanpa diduga-duga. Bisa di detik ini, satu jam kemudian, esok ataupun lusa, bahkan tidak dalam hitungan apapun. Dalam hal ini, pepatah jawa “Witing trisno jalaran soko kulino,” tak berlaku.

Meskipun, dalam realitanya, sangat sering terjadi, bahwa ketika kita sering berinteraksi dengan seseorang, akan timbul perasaan cinta. Tapi, sekali lagi, tumbuhnya rasa cinta hanya Allah yang menentukan, karena Allah adalah Dzat yang Maha membolak-balikkan hati.

Sehingga, bukan suatu kesalahan ketika kita memiliki rasa cinta, khususnya kepada lawan jenis. Namun, secara idealis penulis berani berujar, bahwa dengan mencintai makhluk terlebih dahulu sebelum mencintai Sang Pencipta dan memahami ajaran-Nya tentang cinta kepada makhluk-Nya, akan melahirkan kekecewaan, patah hati, dan hal-hal yang lebih mengerikan, namun semoga tidak sampai terjadi, seperti bunuh diri dan/atau menteror, terjadinya kekerasan seksual, hingga pembunuhan terhadap sang kekasih.

Tahun 2020 saja, dari Januari hingga Juli, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat sudah terjadi 4.116 kasus kekerasan pada anak di Indonesia. 3.296 korban berjenis kelamin perempuan dan 1.319 korban berjenis kelamin laki-laki.

Oleh karenanya, menjadi penting bagi kita untuk belajar mencintai Sang Pencipta terlebih dahulu dan mengerti bagaimana ajaran-Nya tentang Cinta. Minimal, kita bisa memahami ajaran-Nya tentang cinta. Dengan begitu, hati kita akan mendapatkan jaminan garansi dari Sang Pencipta, yakni menjadi biasa-biasa saja ketika mencintai makhluknya. Sehingga, patah hati dan seterusnya di atas akan dapat diminimalisir.

Berbicara tentang ajaran Islam tentang cinta, terdapat salah satu prinsip yang terkait, yakni “”خيرالامور اوسطها (paling baiknya suatu perkara adalah yang tengah-tengah). Maka, dalam mencintai kita agar selalu biasa-biasa saja dan menghindari mubhalaghoh atau ekstrem terhadap sesuatu dan dalam hal apapun. Hemat penulis, Islam tidak ingin hambanya merasakan kekecewaan sebab cinta yang berlebihan terhadap sesuatu, termasuk mencintai seseorang (Baca: dia, “d” kecil).

Salah satu yang lainnya, seperti dalam kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyah, karangan Syaikh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Rahimahullah, menerangkan sebuah hadits:

احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما.

وابغض بغيضك هوناما، عسى ان يكون حبيبك يوماما. رواه الترمذى

“Cintailah Kekasihmu sedang-sedang Saja, karena bukan tidak mungkin kau Akan membencinya. Bencilah musuhmu sedang-sedang saja, karena bukan tidak mungkin kau akan mencintainya.”

(Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi)

So, jangan lebay dalam mencintai sesuatu, pun dalam hal membenci. Oleh karenanya, mencintailah dengan kritis. Sedangkan ketika harus membenci, arahkan kepada perilakunya, bukan pada orangnya.

Penulis: Alisa Setyawati, Aktivis PMII dan Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • LPBINU  Pasuruan Ikut Giat Bersih Lokasi Longsor di Tlogosari Tutur, Satu Warga Tewas Saat Selamatkan Ternak

      LPBINU Pasuruan Ikut Giat Bersih Lokasi Longsor di Tlogosari Tutur, Satu Warga Tewas Saat Selamatkan Ternak

      • calendar_month Kam, 11 Des 2025
      • visibility 532
      • 0Komentar

      Tutur, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan melaksanakan giat bersih-bersih di lokasi terdampak tanah longsor di Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu pemulihan lingkungan pascalongsor serta memastikan area kembali aman bagi warga. Musibah longsor yang terjadi pada Jumat malam (5/12/2025) […]

    • NU Rejoso Bagi 2000 Masker & 600 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

      NU Rejoso Bagi 2000 Masker & 600 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

      • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
      • visibility 316
      • 0Komentar

      Satgas Pencegahan Covid-19 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rejoso beserta Banomnya menggelar pembagian masker dan sembako sebagai aksi kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi di tengah pandemi covid-19. Sebanyak 2000 masker dan 600 paket sembako dibagikan dalam kegiatan tersebut. Meliputi tukang becak,pedagang kecil, dan lain-lain. Kegiatan tersebut juga didukung oleh berbagai pihak dan […]

    • Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

      Gotri Ala Gotri Nogosari Pasuruan 2020: Kampanye Unik Meningkatkan Imun

      • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
      • visibility 352
      • 0Komentar

      Sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 dan tata kehidupan normal baru terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan kegiatan-kegiatan yang unik, kreatif, kekinian, dan berbasis kearifan lokal, serta melibatkan para kiai dan gawagis. Kali ini, sosialisasi tersebut dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati 1 Muharram 1442 H, hari Kemerdekaan ke-75, dan hari jadi kabupaten Pasuruan ke-1091, yakni Gotri […]

    • Jaga Kualitas Ibadah Ramadhan & Cegah Covid-19, PCNU Kab. Pasuruan Bagi 13.363 Masker

      Jaga Kualitas Ibadah Ramadhan & Cegah Covid-19, PCNU Kab. Pasuruan Bagi 13.363 Masker

      • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
      • visibility 1.052
      • 0Komentar

      Pandemi covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, mengakibatkan dampak yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakat. Baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan bahkan kegiatan keagamaan. Terutama kegiatan keagamaan dalam bulan suci Ramadhan. Demi mendukung kekhusukan dengan tetap adanya upaya pencegahan Covid-19 di Wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan, selain sudah mengeluarkan pedoman beribadah di bulan ramadhan di tengah […]

    • Terus Berinovasi untuk Madrasah, PC LP Maarif NU Pasuruan Luncurkan ASIK NU

      Terus Berinovasi untuk Madrasah, PC LP Maarif NU Pasuruan Luncurkan ASIK NU

      • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
      • visibility 495
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan sukses melaunching Aplikasi Sistem Informasi Kemaarifan NU (ASIK NU), Sabtu (03/09/2022) kemarin. Kegiatan itu dipusatkan di Aula KH Achmad Djufri, Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Ketua PC LP Maarif NU, Akhmad Farid menyampaikan, […]

    • Syaikh Nawawi Banten, Gurunya Ulama Pesantren

      • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
      • visibility 997
      • 0Komentar

      Pada penghujung abad ke-18 lahir seorang yang bernama Nawawi di Banten, Jawa Barat. Setelah dia menuntut ilmu yang sangat banyak, mensyarah kitab-kitab klasik bahasa Arab dalam pelbagai disiplin ilmu. Sungguhpun Syeikh Nawawi al-Bantani diakui alim dalam semua bidang ilmu keislaman, namun dalam dunia at-thariqah ash-shufiyah, gurunya Syeikh Ahmad Khathib Sambas tidak melantik beliau sebagai seorang […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca