Breaking News
light_mode

Pentingnya Pendidikan tentang Cinta

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Des 2020
  • visibility 1.173
  • comment 1 komentar

Cinta itu minnah, anugerah dari Allah, yang datangnya “Min Haitsu La Yahtasib,” tanpa diduga-duga. Bisa di detik ini, satu jam kemudian, esok ataupun lusa, bahkan tidak dalam hitungan apapun. Dalam hal ini, pepatah jawa “Witing trisno jalaran soko kulino,” tak berlaku.

Meskipun, dalam realitanya, sangat sering terjadi, bahwa ketika kita sering berinteraksi dengan seseorang, akan timbul perasaan cinta. Tapi, sekali lagi, tumbuhnya rasa cinta hanya Allah yang menentukan, karena Allah adalah Dzat yang Maha membolak-balikkan hati.

Sehingga, bukan suatu kesalahan ketika kita memiliki rasa cinta, khususnya kepada lawan jenis. Namun, secara idealis penulis berani berujar, bahwa dengan mencintai makhluk terlebih dahulu sebelum mencintai Sang Pencipta dan memahami ajaran-Nya tentang cinta kepada makhluk-Nya, akan melahirkan kekecewaan, patah hati, dan hal-hal yang lebih mengerikan, namun semoga tidak sampai terjadi, seperti bunuh diri dan/atau menteror, terjadinya kekerasan seksual, hingga pembunuhan terhadap sang kekasih.

Tahun 2020 saja, dari Januari hingga Juli, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat sudah terjadi 4.116 kasus kekerasan pada anak di Indonesia. 3.296 korban berjenis kelamin perempuan dan 1.319 korban berjenis kelamin laki-laki.

Oleh karenanya, menjadi penting bagi kita untuk belajar mencintai Sang Pencipta terlebih dahulu dan mengerti bagaimana ajaran-Nya tentang Cinta. Minimal, kita bisa memahami ajaran-Nya tentang cinta. Dengan begitu, hati kita akan mendapatkan jaminan garansi dari Sang Pencipta, yakni menjadi biasa-biasa saja ketika mencintai makhluknya. Sehingga, patah hati dan seterusnya di atas akan dapat diminimalisir.

Berbicara tentang ajaran Islam tentang cinta, terdapat salah satu prinsip yang terkait, yakni “”خيرالامور اوسطها (paling baiknya suatu perkara adalah yang tengah-tengah). Maka, dalam mencintai kita agar selalu biasa-biasa saja dan menghindari mubhalaghoh atau ekstrem terhadap sesuatu dan dalam hal apapun. Hemat penulis, Islam tidak ingin hambanya merasakan kekecewaan sebab cinta yang berlebihan terhadap sesuatu, termasuk mencintai seseorang (Baca: dia, “d” kecil).

Salah satu yang lainnya, seperti dalam kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyah, karangan Syaikh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Rahimahullah, menerangkan sebuah hadits:

احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما.

وابغض بغيضك هوناما، عسى ان يكون حبيبك يوماما. رواه الترمذى

“Cintailah Kekasihmu sedang-sedang Saja, karena bukan tidak mungkin kau Akan membencinya. Bencilah musuhmu sedang-sedang saja, karena bukan tidak mungkin kau akan mencintainya.”

(Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi)

So, jangan lebay dalam mencintai sesuatu, pun dalam hal membenci. Oleh karenanya, mencintailah dengan kritis. Sedangkan ketika harus membenci, arahkan kepada perilakunya, bukan pada orangnya.

Penulis: Alisa Setyawati, Aktivis PMII dan Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Gus Saiful Anam Chalim Ingatkan Pentingnya Arsip untuk Estafet Kepengurusan NU

      Gus Saiful Anam Chalim Ingatkan Pentingnya Arsip untuk Estafet Kepengurusan NU

      • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
      • visibility 86
      • 0Komentar

      Winongan, NU Pasuruan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengingatkan pentingnya pengarsipan dokumen dalam menjalankan organisasi NU. Menurutnya, arsip menjadi bagian penting agar kepengurusan berikutnya dapat mengetahui dan melanjutkan kegiatan yang telah dilakukan pengurus sebelumnya. Hal itu disampaikan saat asesmen PCNU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Winongan, Selasa (22/9/2026). Ia […]

    • Refleksi Perjuangan Ketua IPPNU Kabupaten Pasuruan dari Masa ke Masa

      Refleksi Perjuangan Ketua IPPNU Kabupaten Pasuruan dari Masa ke Masa

      • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
      • visibility 792
      • 0Komentar

      Ketua memegang peranan sentral dengan menjadi kepala pada tubuh sebuah organisasi. Buku ini menceritakan kisah perjuangan para ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan dari masa ke masa. Di mana keputusan dan langkahnya dapat membawa kemajuan serta memperbaiki stigma negatif di masyarakat terkait dengan aktifis perempuan. Buku berjudul ‘The Journey […]

    • IASS Nguling Sukses Gelar Halal Bihalal & Haul Masyayikh Sidogiri

      • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
      • visibility 360
      • 0Komentar

      Pengurus Komisariat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Nguling, sukses menggelar Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri yang bertempat di Masjid Nurul Qodiri Desa Sebalong Kecamatan Nguling, Ahad, 10 Syawal 1439 (24/6/2018). Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH. Fuad Nur Hasan mewakili Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz. Nahdhor Sanai sebagai penceramah, Para Sesepuh Desa, Tokoh […]

    • Sukses! Peresmian & Pembentukan Pengurus TPQ Al-Musthofa Sidogiri

      • calendar_month Kam, 17 Jan 2019
      • visibility 469
      • 0Komentar

      Usai diresmikan, Taman Pendidikan al-Qur’an Al-Musthofa Sidogiri bentuk Pengurus TPQ pada hari Selasa, (15/1) di Sidogiri Pasuruan. Tujuan dari pembentukan pengurus tersebut adalah sebagai restrukturisasi dalam sebuah lembaga. “Selain itu, setelah terbentuknya pengurus, diharapkan mampu mendidik anak-anak membaca al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah”. imbuh salah satu Pengurus TPQ Al-Musthofa. Dalam waktu bersamaan, Kepala Desa Sidogiri […]

    • Nanti Malam Final Trofeo Turnamen Futsal Sarungan, Ini Ulasan & Prediksinya

      Nanti Malam Final Trofeo Turnamen Futsal Sarungan, Ini Ulasan & Prediksinya

      • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
      • visibility 1.104
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU PasuruanTurnamen Futsal Sarungan (TFS) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan memasuki babak final. Terdapat tiga tim yang akan bertanding. Yakni Tim Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Winongan, MWCNU Kejayan, dan MWCNU Pohjentrek. Final Trofeo itu digelar di King Futsal, Jalan Raya Warungdowo Nomor 11, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jumat […]

    • Pentingnya Memilih Teman yang Baik

      Pentingnya Memilih Teman yang Baik

      • calendar_month Ming, 19 Jun 2022
      • visibility 1.551
      • 0Komentar

      Memilih teman yang sefrekuensi  menjadi semangat tersendiri dalam melakukan berbagai aktifitas. Namun, tidak melulu tentang kecocokan dalam hal merasa nyaman, memilih teman yang bermanfaat juga harus diutamakan. Bermanfaat disini memiliki arti bisa membawa kita dalam kebaikan sebagaimana yang dikatakan Abi Musa Al-Asy’ariy, Nabi Muhammad SAW bersabda وعن أَبي موسى الأَشعَرِيِّ : أَن النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: إِنَّما مثَلُ […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca