Breaking News
light_mode

Pentingnya Pendidikan tentang Cinta

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Des 2020
  • visibility 1.155
  • comment 1 komentar

Cinta itu minnah, anugerah dari Allah, yang datangnya “Min Haitsu La Yahtasib,” tanpa diduga-duga. Bisa di detik ini, satu jam kemudian, esok ataupun lusa, bahkan tidak dalam hitungan apapun. Dalam hal ini, pepatah jawa “Witing trisno jalaran soko kulino,” tak berlaku.

Meskipun, dalam realitanya, sangat sering terjadi, bahwa ketika kita sering berinteraksi dengan seseorang, akan timbul perasaan cinta. Tapi, sekali lagi, tumbuhnya rasa cinta hanya Allah yang menentukan, karena Allah adalah Dzat yang Maha membolak-balikkan hati.

Sehingga, bukan suatu kesalahan ketika kita memiliki rasa cinta, khususnya kepada lawan jenis. Namun, secara idealis penulis berani berujar, bahwa dengan mencintai makhluk terlebih dahulu sebelum mencintai Sang Pencipta dan memahami ajaran-Nya tentang cinta kepada makhluk-Nya, akan melahirkan kekecewaan, patah hati, dan hal-hal yang lebih mengerikan, namun semoga tidak sampai terjadi, seperti bunuh diri dan/atau menteror, terjadinya kekerasan seksual, hingga pembunuhan terhadap sang kekasih.

Tahun 2020 saja, dari Januari hingga Juli, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat sudah terjadi 4.116 kasus kekerasan pada anak di Indonesia. 3.296 korban berjenis kelamin perempuan dan 1.319 korban berjenis kelamin laki-laki.

Oleh karenanya, menjadi penting bagi kita untuk belajar mencintai Sang Pencipta terlebih dahulu dan mengerti bagaimana ajaran-Nya tentang Cinta. Minimal, kita bisa memahami ajaran-Nya tentang cinta. Dengan begitu, hati kita akan mendapatkan jaminan garansi dari Sang Pencipta, yakni menjadi biasa-biasa saja ketika mencintai makhluknya. Sehingga, patah hati dan seterusnya di atas akan dapat diminimalisir.

Berbicara tentang ajaran Islam tentang cinta, terdapat salah satu prinsip yang terkait, yakni “”خيرالامور اوسطها (paling baiknya suatu perkara adalah yang tengah-tengah). Maka, dalam mencintai kita agar selalu biasa-biasa saja dan menghindari mubhalaghoh atau ekstrem terhadap sesuatu dan dalam hal apapun. Hemat penulis, Islam tidak ingin hambanya merasakan kekecewaan sebab cinta yang berlebihan terhadap sesuatu, termasuk mencintai seseorang (Baca: dia, “d” kecil).

Salah satu yang lainnya, seperti dalam kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyah, karangan Syaikh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Rahimahullah, menerangkan sebuah hadits:

احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما.

وابغض بغيضك هوناما، عسى ان يكون حبيبك يوماما. رواه الترمذى

“Cintailah Kekasihmu sedang-sedang Saja, karena bukan tidak mungkin kau Akan membencinya. Bencilah musuhmu sedang-sedang saja, karena bukan tidak mungkin kau akan mencintainya.”

(Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi)

So, jangan lebay dalam mencintai sesuatu, pun dalam hal membenci. Oleh karenanya, mencintailah dengan kritis. Sedangkan ketika harus membenci, arahkan kepada perilakunya, bukan pada orangnya.

Penulis: Alisa Setyawati, Aktivis PMII dan Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Resmi Dilantik, Pergunu Pasuruan Diminta Jadi Teladan dan Perjuangkan Hak Guru

      Resmi Dilantik, Pergunu Pasuruan Diminta Jadi Teladan dan Perjuangkan Hak Guru

      • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
      • visibility 888
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Pasuruan masa khidmat 2021-2026 resmi dilantik di Aula KH Ahmad Jufri Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Jl Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Senin (28/02/2022). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyampaikan, selamat dan sukses untuk pengurus Pergunu. Ia juga mengingatkan, bahwa peran […]

    • PAC IPNU-IPPNU Sukorejo Peringati Harlah IPNU ke 65 & IPPNU ke 64 tahun

      • calendar_month Ming, 31 Mar 2019
      • visibility 1.013
      • 0Komentar

      Pimipinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Sukorejo peringati Hari Lahir IPNU ke 65 dan IPPNU ke 64 tahun, Minggu (31/3) di Balai Desa Lecari Kecamatan Sukorejo. Menurut Imam Muzakki salah satu Kader IPNU, tujuan kegiatan ini adalah selain menjadi ajang silaturrahim juga sebagai upaya penguatan komitmen […]

    • Perdana, IPNU Gondangwetan Gelar Lakmud Secara Terpisah

      Perdana, IPNU Gondangwetan Gelar Lakmud Secara Terpisah

      • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
      • visibility 339
      • 0Komentar

      Gondangwetan, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Gondangwetan mengelar Latihan Kader Muda (Lakmud) di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gondangwetan, Jum’at – Ahad (25/09/2023). Ketua PAC IPNU Kecamatan Gondangwetan Fathur Rozi mengatakan, perbedaan Lakmud tahun ini adalah tanpa ada Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Sebagai mana […]

    • Makna Surat Al-‘Ashr Menurut KH Imron Mutamakkin

      Makna Surat Al-‘Ashr Menurut KH Imron Mutamakkin

      • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
      • visibility 1.285
      • 0Komentar

      Paserpan, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya makna dari surat Al-‘Ashr merupakan peringatan dari Allah kepada manusia tentang pentingnya waktu. Menurutnya waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia tidak boleh disia-siakan.Hal itu diungkapkan pada saat Safari Ramadhan PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid […]

    • KH Ma’sum Hasyim : Iman Harus Kuat dan Tertanam Dalam Hati Seorang Mukmin

      KH Ma’sum Hasyim : Iman Harus Kuat dan Tertanam Dalam Hati Seorang Mukmin

      • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
      • visibility 684
      • 0Komentar

      Purwosari, NU Pasuruan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan KH Ma’sum Hasyim mengatakan bahwasanya iman merupakan salah hal yang harus dimiliki oleh seseorang mukmin. Hal itu diungkapkan pada saat Safari Ramadhan di Masjid 10 November, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Ahad (9/04/2025). “Seorang muslim harus memiliki iman yang kuwat dan itu […]

    • PCNU Kab. Pasuruan Beri Penyuluhan & Desinfeksi Santri Pasuruan Asal Daerah Lain yang Pulang

      PCNU Kab. Pasuruan Beri Penyuluhan & Desinfeksi Santri Pasuruan Asal Daerah Lain yang Pulang

      • calendar_month Sel, 31 Mar 2020
      • visibility 996
      • 0Komentar

      Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, kembali menyambut santri Pasuruan dari asal daerah lain yang pulang, Selasa (31/3/2020), khususnya santri pasuruan yang mondok di pondok pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. “Sebagaimana sebelumnya, santri yang pulang, yang nyantri di luar Pasuruan, sebelum sampai di rumah diarahkan ke kantor PCNU untuk dilakukan penyemprotan […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca