Breaking News
light_mode

Pesan Gus Ipong di Harlah IPPNU ke 69

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
  • visibility 1.004
  • comment 0 komentar

Phojentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamkkin bahwasanya momentum Harlah IPPNU kita patut bersyukur karena hati kita digerakkan oleh Allah untuk melakukan sesuatu hal yang baik hal itu adalah suatu kenikmatan yang besar.

Hal itu diungkapkan pada saat Talkshow Ngaji Wanita Milenial di Aula KH Ahmad Jufri PCNU Kabupaten Pasuruan pada Jum’at (01/3/2024).

” Orang hatinya digerakkan untuk melakukan sesuatu kebaikan, itu sudah merupakan suatu kenikmatan,” ujarnya.

Menurutnya ad sesuatu itu bisa dikatakan baik menurut pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah itu harus berdasaran tuntunan dari Allah. Artinya akal kita secara murni tidak mampu untuk kita melihat sesuatu, kalaupun ada itu hanya sebatas hukum sosial. Menurut kita baik itu belum tentu baik menurut Allah menurut aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Apa yang ditunjukkan baik oleh Allah kadang-kadang akal kita atau budaya masyarakat itu menganggap itu tidak baik dalam konteks keadaan yang seperti ini apa yang harus dimenangkan tetap itu harus kepada Allah,” tambahnya.

Melakukan sesuatu yang baik itu adalah suatu kenikmatan kemudian kita dijadikan menjadi orang yang bisa melaksanakan sesuatu yang baik itu adalah juga suatu kenikmatan yang lain yang keduanya harus bisa kita syukur.

” Suatu kenikmatan yang diberikan oleh Allah merupakan anugerah yang patut kita syukuri,”tendasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan tersebut mengapresiasi kajian milenial karena berdakwah itu harus ala sesuai dengan audiennya. Kalau mungkin saya suruh ngaji sama sampeyan adik-adik repot generasinya sudah generasi muda sesuai dengan kapasitas saya pengalaman saya jadi cara penyampaiannya jadi agak sulit oleh adik-adik yang milenial.

“Kalau kita berdakwah maka kita harus mengerti terhadap apa yang menjadi kebudayaan dari audiens tersebut sehingga pesan yang kita ingin sampaikan itu lebih mudah untuk bisa di cerna dan bisa diterima,” tambahnya.

Dirinya berharap agar kajian wanita milenial terus dilakukan dengan narasumber narusmber yang ada di Pasuruan khusunya agar kita bisa mengetahui dan memecahkan masalah masalah wanita milenial.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini terus lakukan kajian kajian keperempuanan karena banyak sekali masalah masalah yang di hadapi perempuan,” tutupnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Masa Pendemi, P3M STAIS Pasuruan Luncurkan KKN TAHAN COVID-19

    Masih Masa Pendemi, P3M STAIS Pasuruan Luncurkan KKN TAHAN COVID-19

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Dalam situasi pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19), berbagai perguruan tinggi melakukan terobosan dan inovasi baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut, termasuk inovasi KKN dari STAI Salahuddin Pasuruan. “Penguruan tinggi biasanya memilih pelaksanaan KKN di tengah pandemi ini dengan dua model, penyetaraan kegiatan setara KKN dan KKN berbasis domisili mahasiswa. Tentu, semuanya menerapkan protokol […]

  • 1500 Undangan Hadir di Haul KH. Muhammad Kholilurrahman bin KH. Abdul Alim

    • calendar_month Kam, 3 Jan 2019
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    Tepat pada hari Rabu 02 Januari 2019 atau 25 Robiul Tsani 1440 Pondok Pesantren Sidogiri memperingati Haul KH. Muhammad Kholilurrahman bin KH. Abdul Alim dan Mas Moch. Daqiqiyah bin KH. Abdul Alim. Acara haul yang dilaksanakan di kediaman KH. Abdul Alim bin Abdul Jalil tersebut, diiringi dengan pembacaan Sholawat Burdah oleh tim sholawat Ponpes Sidogiri. […]

  • PP Darumafatihil Ulum Berduka, Kiai Nur Ismail Djasim yang Istiqamah Membina Warga dan Santri, Wafat

    PP Darumafatihil Ulum Berduka, Kiai Nur Ismail Djasim yang Istiqamah Membina Warga dan Santri, Wafat

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Kabar duka datang dari keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Darumafatihil Ulum Podokaton (DMU), Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/9/2026). Salah satu pengasuh pesantren, Kiai Nur Ismail Djasim telah wafat. Kepergian Almaghfurlah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, alumni, dan masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya. Salah seorang alumni, Ustadz Samsul Arifin, mengenang Almaghfurlah […]

  • Ziarah Muassis NU, Jadi Cara Konsolidasi Ansor Sukorejo

    Ziarah Muassis NU, Jadi Cara Konsolidasi Ansor Sukorejo

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan menggelar ziarah makam Muassis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai langkah pertama konsolidasi organisasi, Sabtu (16/07/2022). Ketua PAC GP Ansor Sukorejo Mohammad Khoiruddin menyampaikan, tujuan ziarah makam muassis NU. Yakni memperkuat spirit baru berkhidmah di GP Ansor Sukorejo. “Kegiatan ini sebagai konsolidasi awal […]

  • Turba ISNU Pasuruan Bahas Percepatan Organisasi

    Turba ISNU Pasuruan Bahas Percepatan Organisasi

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan mengelar Turun Kebawah (Turba) di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan Jum’at (1/11/2023). Dalam turba tersebut PC ISNU Kabupaten Pasuruan mengintruksikan kepada PAC yang untuk mengejar mengejar ketertinggalan dengan membuat progam Amati Tiru Modifikasi (ATM). “Apabila PAC tidak bisa membuat program bisa […]

  • Inovatif, Neem Oil Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek oleh Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan

    Inovatif, Neem Oil Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek oleh Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan membuat inovasi Neem Oil dari Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek. Hal itu dilakukan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi yang tergabung dalam kelompok 15 di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Penanggungjawab Kegiatan Karomatul Iqliyah menyebutkan, ekstrak Daun Mimba […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca