Breaking News
light_mode

Pesan Gus Ipong di Harlah IPPNU ke 69

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
  • visibility 1.023
  • comment 0 komentar

Phojentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamkkin bahwasanya momentum Harlah IPPNU kita patut bersyukur karena hati kita digerakkan oleh Allah untuk melakukan sesuatu hal yang baik hal itu adalah suatu kenikmatan yang besar.

Hal itu diungkapkan pada saat Talkshow Ngaji Wanita Milenial di Aula KH Ahmad Jufri PCNU Kabupaten Pasuruan pada Jum’at (01/3/2024).

” Orang hatinya digerakkan untuk melakukan sesuatu kebaikan, itu sudah merupakan suatu kenikmatan,” ujarnya.

Menurutnya ad sesuatu itu bisa dikatakan baik menurut pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah itu harus berdasaran tuntunan dari Allah. Artinya akal kita secara murni tidak mampu untuk kita melihat sesuatu, kalaupun ada itu hanya sebatas hukum sosial. Menurut kita baik itu belum tentu baik menurut Allah menurut aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Apa yang ditunjukkan baik oleh Allah kadang-kadang akal kita atau budaya masyarakat itu menganggap itu tidak baik dalam konteks keadaan yang seperti ini apa yang harus dimenangkan tetap itu harus kepada Allah,” tambahnya.

Melakukan sesuatu yang baik itu adalah suatu kenikmatan kemudian kita dijadikan menjadi orang yang bisa melaksanakan sesuatu yang baik itu adalah juga suatu kenikmatan yang lain yang keduanya harus bisa kita syukur.

” Suatu kenikmatan yang diberikan oleh Allah merupakan anugerah yang patut kita syukuri,”tendasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan tersebut mengapresiasi kajian milenial karena berdakwah itu harus ala sesuai dengan audiennya. Kalau mungkin saya suruh ngaji sama sampeyan adik-adik repot generasinya sudah generasi muda sesuai dengan kapasitas saya pengalaman saya jadi cara penyampaiannya jadi agak sulit oleh adik-adik yang milenial.

“Kalau kita berdakwah maka kita harus mengerti terhadap apa yang menjadi kebudayaan dari audiens tersebut sehingga pesan yang kita ingin sampaikan itu lebih mudah untuk bisa di cerna dan bisa diterima,” tambahnya.

Dirinya berharap agar kajian wanita milenial terus dilakukan dengan narasumber narusmber yang ada di Pasuruan khusunya agar kita bisa mengetahui dan memecahkan masalah masalah wanita milenial.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini terus lakukan kajian kajian keperempuanan karena banyak sekali masalah masalah yang di hadapi perempuan,” tutupnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dulu Rekanita, Sekarang Istri Tercinta

    Dulu Rekanita, Sekarang Istri Tercinta

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • visibility 1.154
    • 1Komentar
  • Melalui MDS Rijalul Ansor, Banser Perkuat Sinergi dengan Kepolisian

    Melalui MDS Rijalul Ansor, Banser Perkuat Sinergi dengan Kepolisian

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    Kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor NU Kabupaten Pasuruan kembali di gelar dan bertempat di Aula KH. A. Jufri Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Ponjentrek, Sabtu Malam (29/8/2020). Majelis Rijalul Ansor kali ini sangat istimewa, karena dihadiri oleh Kasatkorwil Banser Jawa Timur, yakni Gus Irsyad Yusuf dan Ketua MDS Rijalul Ansor Jawa Timur, […]

  • Profil Siti Julaikha, Berkiprah dari Komisariat Kini Ketua IPPNU Pasuruan

    Profil Siti Julaikha, Berkiprah dari Komisariat Kini Ketua IPPNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 834
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Siti Julaikha resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Pasuruan Masa khidmah  2025–2027 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XX yang digelar di Aula KH Ahmad Djufri, Sabtu (31/05/2025).  Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruanmenegaskan arah gerak IPPNU ke depan harus memperkuat dua sisi sekaligus yakni sebagai jama’ah dan sebagai jam’iyah. “IPPNU bukan sekadar […]

  • KH Wahid Hasyim, Potret Santri Milenial

    KH Wahid Hasyim, Potret Santri Milenial

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Era milenial ditandai dengan pola perilaku dan pola pikir yang berbeda seiring dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang pesat. Bahkan dalam dunia industri, karya dan produk berupaya disesuaikan dengan karakter generasi milenial yang salah satunya menyukai sesuatu yang serba cepat dan instan. Meski demikian, generasi milenial juga memiliki sifat kritis terhadap fenomena dan perubahan […]

  • LPBINU Pasuruan Komitmen Tingkatkan Kinerja Penanggulangan Bencana

    LPBINU Pasuruan Komitmen Tingkatkan Kinerja Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
    • visibility 970
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk memaksimalkan kinerja dalam pencegahan dan penanganan bencana daerah. Jumat (26/08/2022) kemarin, LPBINU menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan topik ‘Revitalisasi Pengurus dan Relawan LPBINU dalam Membangun Ketangguhan Terhadap Bencana Melalui adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten […]

  • Inovatif, Neem Oil Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek oleh Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan

    Inovatif, Neem Oil Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek oleh Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan membuat inovasi Neem Oil dari Daun Mimba dan Stik Ikan Jenggelek. Hal itu dilakukan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi yang tergabung dalam kelompok 15 di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Penanggungjawab Kegiatan Karomatul Iqliyah menyebutkan, ekstrak Daun Mimba […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca