Jelang Ramadhan, KH Imron Mutamkkin Minta Takmir Evaluasi Imam Sholat
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan seluruh takmir masjid untuk melakukan evaluasi terhadap imam sholat. Pasalnya, masih banyak imam yang bacaan sholatnya dinilai belum memenuhi standar, sehingga berpotensi memengaruhi keabsahan sholat makmum.
Hal tersebut disampaikan saat Istighotsah Rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Sunan Kalijaga, Kecamatan Grati, Jumat (9/1/2026).
“Ketika bacaan imam tidak sesuai, maka yang menjadi korban adalah makmum. Oleh karena itu, LTMNU harus bisa menata permasalahan ini,” ujarnya.
Menurutnya, di setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) terdapat LTMNU, JQHNU, serta para guru yang berkompeten di bidang Al-Qur’an. Karena itu, pembinaan imam sholat harus dilakukan secara terstruktur.
“Daripada menyuruh anak-anak kecil menjadi imam, lebih baik yang tua belajar dan memperbaiki bacaan. Anak kecil memang wajib sholat, tapi orang tua lebih wajib belajar karena sholat adalah kewajibannya,” terangnya.
Ia juga mengingatkan para jamaah untuk berhati-hati dalam menggunakan mukena yang terpotong (pedotan), karena berpotensi tidak menutup aurat secara sempurna.
“Ibu-ibu yang punya mukena pedotan, kalau bisa dihindari dan jangan dipakai lagi. Gunakan mukena yang utuh dan tersambung,” pesannya.
Gus Ipong, sapaan akrab Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, menegaskan pentingnya setoran bacaan Al-Fatihah di masjid-masjid besar agar bacaan imam benar dan sesuai kaidah.
“Kami mohon LTMNU dan JQHNU segera melakukan program setoran Al-Fatihah. Sederhana, tapi ini menentukan sah tidaknya sholat kita, khususnya bagi imam,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam mengoreksi bacaan Al-Fatihah harus ditentukan guru yang benar-benar kompeten dan memiliki sanad yang jelas.
“Minimal yang mentashih Al-Fatihah memiliki sanad yang jelas sampai Rasulullah SAW. Jangan sungkan untuk mentashih bacaan,” jelasnya.
Selain itu, Gus Ipong juga mengingatkan agar kegiatan khataman Al-Qur’an di musala dan masjid dipimpin oleh orang yang fasih bacaannya.
“Kalau ada yang kurang fasih harus diingatkan. Jika tidak mau diingatkan, maka kita semua bisa terkena imbasnya,” tuturnya.
Ia pun mengimbau bagi jamaah yang belum lancar membaca Al-Qur’an agar lebih banyak menyimak.
“Cukup menyimak, karena pahala orang yang mendengarkan sama dengan orang yang membaca. Dengan sering menyimak, bacaan kita akan bagus dengan sendirinya,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar