Breaking News
light_mode

Jelang Ramadhan, KH Imron Mutamkkin Minta Takmir Evaluasi Imam Sholat

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan seluruh takmir masjid untuk melakukan evaluasi terhadap imam sholat. Pasalnya, masih banyak imam yang bacaan sholatnya dinilai belum memenuhi standar, sehingga berpotensi memengaruhi keabsahan sholat makmum.

Hal tersebut disampaikan saat Istighotsah Rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Sunan Kalijaga, Kecamatan Grati, Jumat (9/1/2026).

“Ketika bacaan imam tidak sesuai, maka yang menjadi korban adalah makmum. Oleh karena itu, LTMNU harus bisa menata permasalahan ini,” ujarnya.

Menurutnya, di setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) terdapat LTMNU, JQHNU, serta para guru yang berkompeten di bidang Al-Qur’an. Karena itu, pembinaan imam sholat harus dilakukan secara terstruktur.

“Daripada menyuruh anak-anak kecil menjadi imam, lebih baik yang tua belajar dan memperbaiki bacaan. Anak kecil memang wajib sholat, tapi orang tua lebih wajib belajar karena sholat adalah kewajibannya,” terangnya.

Ia juga mengingatkan para jamaah untuk berhati-hati dalam menggunakan mukena yang terpotong (pedotan), karena berpotensi tidak menutup aurat secara sempurna.

“Ibu-ibu yang punya mukena pedotan, kalau bisa dihindari dan jangan dipakai lagi. Gunakan mukena yang utuh dan tersambung,” pesannya.

Gus Ipong, sapaan akrab Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, menegaskan pentingnya setoran bacaan Al-Fatihah di masjid-masjid besar agar bacaan imam benar dan sesuai kaidah.

“Kami mohon LTMNU dan JQHNU segera melakukan program setoran Al-Fatihah. Sederhana, tapi ini menentukan sah tidaknya sholat kita, khususnya bagi imam,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam mengoreksi bacaan Al-Fatihah harus ditentukan guru yang benar-benar kompeten dan memiliki sanad yang jelas.

“Minimal yang mentashih Al-Fatihah memiliki sanad yang jelas sampai Rasulullah SAW. Jangan sungkan untuk mentashih bacaan,” jelasnya.

Selain itu, Gus Ipong juga mengingatkan agar kegiatan khataman Al-Qur’an di musala dan masjid dipimpin oleh orang yang fasih bacaannya.

“Kalau ada yang kurang fasih harus diingatkan. Jika tidak mau diingatkan, maka kita semua bisa terkena imbasnya,” tuturnya.

Ia pun mengimbau bagi jamaah yang belum lancar membaca Al-Qur’an agar lebih banyak menyimak.

“Cukup menyimak, karena pahala orang yang mendengarkan sama dengan orang yang membaca. Dengan sering menyimak, bacaan kita akan bagus dengan sendirinya,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Pesantren, Gus Bupati Pasuruan Raih Penghargaan dari NU Online Jatim

    Peduli Pesantren, Gus Bupati Pasuruan Raih Penghargaan dari NU Online Jatim

    • calendar_month Jum, 26 Nov 2021
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanBupati Pasuruan H Muhammad Irsyad Yusuf mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Peduli Pesantren tahun 2021 dari NU Online Jawa Timur. Penghargaan itu serahkan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dalam kegiatan Webinar dan Puncak Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke 2 NU Online Jatim di Studio UBTV Universitas […]

  • Download E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 6 Tahun 2022

    Download E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 6 Tahun 2022

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • visibility 468
    • 0Komentar

    E-Buletin An-Nahdliyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan edisi 6 tahun 2022 mengambil tema “Kisah Mbah KH Zahri & Perjuangan Jejaring Santri Mbah Cholil Bangkalan”. Daftar isi e-buletin edisi 6 tahun 2022: Rubrik Judul Penulis/Sumber Dawuh Kiai Pasuruan KH Nawawi bin Noerhasan Buku Mutiara Nasihat: Manakib Kiai-Kiai Sepuh Pasuruan Keislaman Lupa Tidak Meminta Perlindungan […]

  • Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah kepada masyarakat umum sebelum adanya penetapan resmi (itsbat) pemerintah tidak diperbolehkan apabila hal tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan kebingungan di tengah umat. Larangan ini didasarkan pada pertimbangan sadd adz-dzarî‘ah (menutup pintu kerusakan) dan menjaga persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, meskipun seseorang memiliki hasil hisab yang […]

  • Dies Maulidiyah Pertama, ITSNU Pasuruan Bersholawat Bersama Veve Zulfikar

    • calendar_month Sel, 26 Feb 2019
    • visibility 768
    • 1Komentar

    Genap usia 1 (satu) tahun, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan bakal selenggarakan Majelis Sholawat bersama Ustadz Zulfikar dan Veve Zulfikar, besok hari Rabu (27/02/2019) di Aula KH. A. Jufri PCNU kabupaten Pasuruan. Menurut Amidatus Shollihat Jamil selaku panitia, dalam Dies Maulidiyah pertama ini, juga akan ada penandatanganan MoU ITSNU Pasuruan dengan beberapa […]

  • Diklat Pagar Nusa Al-Yasini Diisi Sistem Ketabiban Hingga Keorganisasian

    Diklat Pagar Nusa Al-Yasini Diisi Sistem Ketabiban Hingga Keorganisasian

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanPimpinan Rayon (PR) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PS NU) Pagar Nusa Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA) Kabupaten Pasuruan, melaksanakan kaderisasi dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Kegiatan dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Yasini, Dusun Areng-areng, Desa Sambisirah, Kec. Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (7/7/2023). Ketua Panitia M Faizin Syauki Hikami menyampaikan, diklat diikuti […]

  • Kisah Ibu Zaenab Pernah Menangis, Saat Memperkenalkan Muslimat di Pelosok Lumbang

    Kisah Ibu Zaenab Pernah Menangis, Saat Memperkenalkan Muslimat di Pelosok Lumbang

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sampai sekarang saja, letak geografis Kecamatan Lumbang cukup menantang bagi aktifitas perempuan. Lebih-lebih di tahun 90 an. Pernah suatu hari, Ibu Zaenab bersama Ibu Zainab Zaki, Ketua PC Muslimat NU waktu itu, menuju Desa Welulang untuk memperkenalkan Muslimat NU dan berbagi mukenah pada masyarakat setempat. “Saya sampai nangis waktu ke sana. Banyak perempuan yang mandi […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca