LPTNU Awards 2026, Ajang Apresiasi Ilmuwan hingga Mahasiswa NU Berprestasi
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar

Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi NU 2026 pada Selasa (10/03/2026) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi strategis bagi pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), tetapi juga menjadi momentum pemberian LPTNU Awards 2026 yang ditujukan untuk mengapresiasi berbagai capaian sivitas akademika di lingkungan PTNU.
Ketua LPT PBNU Ainun Na’im menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama dalam 15 tahun ke depan agar mampu merespons berbagai perubahan global.
“Perguruan tinggi saat ini menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Karena itu PTNU perlu memiliki tingkat respons dan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai perubahan,” ujarnya, Kamis (05/03/2026).
Tujuan kedua adalah memberikan apresiasi kepada sivitas akademika yang telah menunjukkan kinerja dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan lembaga.
Enam Kategori Penghargaan
Sementara itu, Sekretaris LPT PBNU Faishal Aminuddin menjelaskan bahwa LPTNU Awards 2026 terdiri dari sejumlah kategori penghargaan yang mencerminkan berbagai bidang kontribusi di lingkungan PTNU.
Beberapa kategori utama di antaranya Ilmuwan Muslim Berpengaruh dalam bidang kedokteran, sains terapan, teknologi, ekonomi, dan lingkungan hidup.
Selain itu terdapat kategori Pengabdian Sepanjang Hayat bagi tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan pendidikan tinggi, baik dalam kebijakan, filantropi, maupun pembangunan infrastruktur.
Kategori lainnya adalah Dosen dengan Karya Ilmiah Terbaik yang mencakup bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, ilmu agama, serta karya kemasyarakatan. Secara keseluruhan kategori ini mencakup 18 bidang ilmu.
Penghargaan juga diberikan kepada Tenaga Kependidikan Terbaik atas kontribusi dalam layanan dan pengabdian institusi, serta Lembaga atau Pusat Studi Terbaik dalam bidang inovasi, kerja sama, dan pengembangan komunitas.
Tidak hanya itu, kategori Mahasiswa Berprestasi juga disiapkan untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki capaian di bidang akademik, olahraga, keagamaan, serta kategori Duta PTNU.
“Anugerah ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan capaian sivitas akademika yang terus berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.
Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi NU
Selain penganugerahan penghargaan, kegiatan ini juga akan diawali dengan seminar nasional yang menghadirkan Muhammad Nuh sebagai keynote speaker. Ia dijadwalkan memaparkan tantangan perguruan tinggi dalam sepuluh tahun mendatang serta peran PTNU dalam menjawab dinamika tersebut.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah rektor dari berbagai PTNU untuk membahas pembaruan kurikulum, metode pembelajaran, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
Melalui rangkaian seminar dan penghargaan ini, LPT PBNU berharap PTNU dapat semakin adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan di masa depan.
Untuk diketahui, Keynote Speaker Seminar Nasional ini adalah Prof Muhammad Nuh, yang akan memaparkan tema tentang tantangan perguruan tinggi dalam sepuluh tahun mendatang serta peran PTNU dalam menjawab dinamika tersebut.
Untuk sesi pertama bertema Pembaruan Kurikulum dan Metode Pembelajaran akan menghadirkan Rektor Universitas Islam Makassar Muammar Bakry, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Fatkul Anam, dan Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA) Junadi Mistar. Sesi ini akan dimoderatori oleh Baiq Mulianah dari UNU Nusa Tenggara Barat.
Sementara sesi kedua bertema Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi akan menghadirkan Rektor UNU Kalimantan Timur Hamdani, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang Helmy Purwanto, dan Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono. Sesi ini dimoderatori oleh Ali Formen.
Usai seminar, seluruh pimpinan PTNU juga diminta menyampaikan pandangan tertulis yang akan dikompilasi dan dibahas dalam sesi perumusan rekomendasi yang dipimpin oleh Abu Amar Bustomi, Rektor UNU Pasuruan.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar