UNU Pasuruan Siap Jadi Host Pusat Riset Agroindustri PTNU
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Abu Amar Bustomi, menyambut positif atas kepercayaan yang diberikan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). UNU Pasuruan diminta menjadi tuan rumah pusat riset agroindustri, Center for Value-Added Agroindustry and Utilization Engineering (C-VALUE).
“UNU Pasuruan melalui C-VALUE siap mengambil peran dalam penguatan agroindustri bernilai tambah, hilirisasi komoditas lokal, inovasi pengolahan, serta penguatan UMKM berbasis riset terapan,” ujarnya kepada nupasuruan, Jumat (05/06/2026).
Doktor Ilmu Sosial itu juga menambahkan, sebelum launching para Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) diundang untuk membahas tata kelola pusat riset, mekanisme koordinasi, agenda riset prioritas, pola kolaborasi, serta rencana implementasi program ke depan, Senin (08/06/2026).
“Tidak hanya menjadi pusat riset unggulan, upaya LPT PBNU sekaligus membangun instrumen kerja bersama kampus PTNU. Setiap PTNU mendapatkan mandat untuk mengembangkan riset sesuai kekuatan wilayahnya, membangun kolaborasi lintas kampus, dan menghasilkan dampak bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal LPT PBNU, H M Faishal Aminuddin menyebutkan, peluncuran tujuh Pusat Riset Unggulan PTNU akan dilaksanakan bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung PBNU, Selasa (9/6/2026).
“Pusat Riset Unggulan itu akan memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan PTNU melalui platform Collaborative Network for Knowledge, Innovation, and Transformation (CONNECT) LPTNU,” imbuhnya.
Dosen Universitas Brawijaya itu menegaskan, pembentukan tujuh pusat riset unggulan menjadi langkah strategis untuk mengonsolidasikan potensi akademik PTNU di berbagai daerah.
“PTNU memiliki kekayaan akademik, sosial, geografis, dan kultural yang sangat besar. Melalui tujuh pusat riset unggulan ini, kami ingin memastikan bahwa riset yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi mampu menjadi inovasi terapan, rekomendasi kebijakan, penguatan masyarakat, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” tutupnya.
Untuk diketahui, tujuh pusat riset unggulan PTNU meliputi: 1) C-MARIS (Center for Maritime, Coastal and Blue Economy Innovation Studies) di UNU Sumatera Barat; 2) C-SHARE (Center for Socio-Religious Studies, Humanity and Public Ethics) di UNUSIA Jakarta; 3) C-DICE (Center for Digital Innovation, Creative Economy and Social Enterprise) di UNU Yogyakarta; 4) C-VALUE (Center for Value-Added Agroindustry and Utilization Engineering) di UNU Pasuruan; 5) C-GREAT (Center for Green Infrastructure and Applied Engineering Technology) di UNU Kalimantan Timur; 6) C-BEST (Center for Biomedical, Community Health and Medical Support Technology) di UNU Nusa Tenggara Barat; dan 7). CARED (Center for Eastern Indonesia Development and Island Region Studies) di UNU Sulawesi Tenggara.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar