Melalui Istighosah Jum’at Legi, Gus Nawawi Ajak Wujudkan Digdaya NU
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar rutinan Istighosah Jum’at Legi di Masjid Al Mukhlisin, Kecamatan Sukorejo, Jumat (03/07/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda rutin bulanan itu dihadiri jajaran pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), badan otonom, serta ratusan warga Nahdliyin.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus M. Nawawi, mengajak seluruh jamaah untuk terus istiqamah menghadiri majelis istighosah. Menurutnya, kehadiran dalam majelis dzikir merupakan bagian dari amal saleh dan amal jariyah yang akan membawa keberkahan bagi kehidupan.
“Mugi-mugi kita sedaya tansah diparingi sehat walafiat, dipunparingi umur ingkang berkah. Kehadiran kita di majelis ini semoga menjadi amal saleh dan amal jariyah yang menambah keberkahan hidup kita beserta keluarga,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Nawawi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas dukungan yang selama ini diberikan. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan NU telah menghadirkan banyak kemudahan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
” Berbagai program pemerintah sangat dirasakan manfaatnya oleh warga NU, termasuk kemudahan dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada MWCNU Sukorejo yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Istighosah Jumat Legi. Menurutnya, antusiasme warga Nahdliyin di Kecamatan Sukorejo menjadi bukti bahwa semangat berkhidmah dan menghidupkan tradisi keagamaan masih terjaga dengan baik.
“Terima kasih kepada MWCNU Sukorejo yang telah menjadi tuan rumah dan mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena NU di Sukorejo tetap ramai dan semangat dalam menghidupkan kegiatan-kegiatan jam’iyah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Nawawi mengingatkan bahwa istighosah bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT. Melalui pembacaan Yasin, tahlil, dzikir, dan doa bersama, warga NU mendoakan para muassis, masyayikh, serta keselamatan bangsa dan negara.
“Kita berkumpul untuk mendoakan para guru, para sesepuh, para muassis Nahdlatul Ulama, sekaligus memohon agar Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan,” ungkapnya.
Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama pada Agustus mendatang, Gus Nawawi mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk turut bermunajat agar agenda lima tahunan tersebut berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat.
“Kami mohon doa kepada seluruh jamaah agar Muktamar Nahdlatul Ulama diberikan kelancaran, keberkahan, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang maslahat bagi umat, bangsa, dan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” harapnya.
Di akhir sambutannya, ia juga meminta seluruh pengurus MWCNU untuk segera menindaklanjuti program budaya persuratan yang menjadi salah satu penguatan tata kelola organisasi di lingkungan PCNU Kabupaten Pasuruan. Bagi MWCNU yang masih mengalami kendala, ia mempersilakan untuk berkoordinasi dengan sekretariat PCNU.
“Digdaya Persuratan NU sudah masuk ke tingkat MWCNU jadi mohon di tata betul betul organisasinya,” tutupnya
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar