Breaking News
light_mode

Takut Kewalahan Penuhi Pesanan, Pengrajin Batik Randupitu Belum Mau Buka Toko Online

  • account_circle Nasuchah
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

Program digitalisasi UMKM yang diinisiasi mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, menghadapi tantangan yang tidak biasa. Seorang pengrajin batik setempat memilih belum memasarkan produknya melalui toko online karena khawatir tidak mampu memenuhi lonjakan pesanan.

Hal tersebut terungkap saat mahasiswa PMM Kelompok 2 UNU Pasuruan bersama mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti pelatihan membatik di Dusun Gesing, Kamis (23/7/2026).

Sebanyak 14 mahasiswa yang terdiri atas tujuh mahasiswa UNU Pasuruan dan tujuh mahasiswa UM mempelajari proses pembuatan batik tulis, mulai dari membuat sketsa motif, mencanting, hingga pewarnaan kain bersama pengrajin batik, Leli.

Dalam kesempatan itu, Leli menceritakan perjalanan kariernya sebagai pengrajin batik. Ia mulai membatik sejak 2010 dan mengembangkan kegiatan tersebut di Desa Randupitu sejak 2018. Selain memproduksi batik, ia juga aktif menjadi pemateri berbagai pelatihan.

“Kalau produk saya pernah sampai India. Kalau untuk pelatihan, saya pernah sampai Malaysia. Sampai sekarang hubungan dengan peserta di sana masih baik, meskipun mereka sekarang sudah berkeluarga,” ujarnya.

Di Desa Randupitu, Leli juga aktif memberdayakan ibu-ibu PKK hingga lahir produk batik khas desa bernama Sekar Randu.

Meski produknya telah dikenal hingga mancanegara, Leli mengaku kapasitas produksinya masih terbatas karena kekurangan tenaga pembatik.

“Kemarin ada pesanan sampai 100 lembar. Namanya batik tulis, prosesnya memang lama. Kendalanya sekarang masih kekurangan tenaga,” katanya.

Keterbatasan tersebut membuatnya belum berminat mengembangkan pemasaran melalui toko online, meskipun digitalisasi UMKM menjadi salah satu program kerja PMM UNU Pasuruan.

“Kalau dibuatkan toko online, saya takut nanti pesanan terlalu banyak. Soalnya satu kain saja bisa dikerjakan sampai satu minggu,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, anggota PMM UNU Pasuruan, Nanik, menawarkan penerapan sistem pre-order (PO) agar jumlah pesanan dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi.

“Tidak apa-apa, Bu. Nanti bisa dibuatkan sistem pre-order sehingga jumlah pesanan tetap bisa disesuaikan dengan kemampuan produksi,” ujarnya.

Meski demikian, Leli mengaku untuk saat ini lebih memilih fokus pada pelatihan dan edukasi membatik. Menurutnya, langkah tersebut lebih sesuai dengan kondisi usahanya saat ini.

Ia menambahkan, harga batik tulis relatif lebih tinggi karena seluruh proses dikerjakan secara manual, mulai dari membuat pola, mencanting, hingga pewarnaan kain.

“Batik tulis memang lebih mahal karena semuanya dikerjakan secara manual. Di sini semua proses dilakukan di satu tempat. Berbeda dengan sentra batik seperti Yogyakarta atau Pekalongan yang sudah memiliki pembagian tenaga kerja dan proses produksi yang lebih terstruktur,” pungkasnya.

  • Penulis: Nasuchah
  • Editor: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 33 Pesantren Se-Pasuruan Raya Ikuti Lomba Panahan Santri 2020

    33 Pesantren Se-Pasuruan Raya Ikuti Lomba Panahan Santri 2020

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Santri 2020, yang dalam masa pandemi Covid-19, Robithoh Ma’had Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Panahan Santri 2020. Rabu (21/10/2020). Lomba ini sukses di gelar di Lapangan Pondok pesantren Alyasini Kab. Pasuruan. Lomba ini bekerja sama dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Dinas Pemuda dan Olahraga […]

  • Begini Rasanya Upacara Bendera Raksasa di Dam Pleret

    Begini Rasanya Upacara Bendera Raksasa di Dam Pleret

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Bagi warga kota dan Kabupaten Pasuruan, seperti sudah tidak asing dengan destinasi wisata Dam Pleret 1904. Destinasi wisata air yang terletak di Dusun Magersari, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Di sana, juga sedang dibudidayakan Labu Madu untuk menunjang pengembangan wisata. Lebih dari itu, sudah sejak tahun 2012, setiap tanggal 17 Agustus, […]

  • Peringati Muharroman & Kemerdekaan, Banser Rejoso Gelar Gedruk Bumi Hubbul Wathan Minal Iman

    Peringati Muharroman & Kemerdekaan, Banser Rejoso Gelar Gedruk Bumi Hubbul Wathan Minal Iman

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati tahun baru Islam dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75, Satkoryon Banser Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan gelar Gedruk Bumi, Tasyakuran dalam semangat Hubbulwaton Minal Iman, bertempat di Desa Kawisrejo Kecamatan Rejoso Kabuapten Pasuruan, Minggu Malam (22/08/20). Acara yang digelar dalam nuansa bersholawat bersama tersebut, juga dalam rangka bermunajat dan memohon agar pandemi segera […]

  • Peduli Lingkungan, Pemdes Gunting Fasilitasi Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik

    Peduli Lingkungan, Pemdes Gunting Fasilitasi Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanPemerintah Desa (Pemdes) Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan ‘Program Hibah Bina Desa’ di Dusun Betiting Rukun Tetangga (RT) 001 Rukun Warga (RW) 001, Senin (05/09/2022). Ketua RW, Purnomo menyampaikan, Program Hibah Bina Desa itu berfokus memberikan fasilitas kepada warga setempat untuk terbiasa dalam memilah sampah rumah tangga. “Edukasi sekaligus praktik memilah sampah […]

  • Cegah Bullying di Sekolah, Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan Gelar Pembinaan

    Cegah Bullying di Sekolah, Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan Gelar Pembinaan

    • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Kejayan, NU PasuruanMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi kelompok 12 mendukungGerakan Stop Bullying di sekolah. Hal itu diwujudkan dalam kegiatan pembinaan bertajuk “Gerakan Stop Bullying” di Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Tsamrotul Afkar, Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, […]

  • Meriah dalam Masa Pandemi, Begini Peringatan Harlah NU, IPNU, IPPNU di Al-Yasini

    Meriah dalam Masa Pandemi, Begini Peringatan Harlah NU, IPNU, IPPNU di Al-Yasini

    • calendar_month Rab, 3 Mar 2021
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Yasini (STAI Al-Yasini) memperingati Hari Lahir (Harlah) PKPT yang ke-4 sekaligus memperingati Harlah NU ke-98, IPNU ke-67 dan IPPNU ke-66. Kegiatan yang mengangkat tema “Bersua Dalam Mahabbah, Berdedikasi Penuh Barokah” ini diadakan selama sepekan, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca