Breaking News
light_mode

Takut Kewalahan Penuhi Pesanan, Pengrajin Batik Randupitu Belum Mau Buka Toko Online

  • account_circle Nasuchah
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar

Program digitalisasi UMKM yang diinisiasi mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, menghadapi tantangan yang tidak biasa. Seorang pengrajin batik setempat memilih belum memasarkan produknya melalui toko online karena khawatir tidak mampu memenuhi lonjakan pesanan.

Hal tersebut terungkap saat mahasiswa PMM Kelompok 2 UNU Pasuruan bersama mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti pelatihan membatik di Dusun Gesing, Kamis (23/7/2026).

Sebanyak 14 mahasiswa yang terdiri atas tujuh mahasiswa UNU Pasuruan dan tujuh mahasiswa UM mempelajari proses pembuatan batik tulis, mulai dari membuat sketsa motif, mencanting, hingga pewarnaan kain bersama pengrajin batik, Leli.

Dalam kesempatan itu, Leli menceritakan perjalanan kariernya sebagai pengrajin batik. Ia mulai membatik sejak 2010 dan mengembangkan kegiatan tersebut di Desa Randupitu sejak 2018. Selain memproduksi batik, ia juga aktif menjadi pemateri berbagai pelatihan.

“Kalau produk saya pernah sampai India. Kalau untuk pelatihan, saya pernah sampai Malaysia. Sampai sekarang hubungan dengan peserta di sana masih baik, meskipun mereka sekarang sudah berkeluarga,” ujarnya.

Di Desa Randupitu, Leli juga aktif memberdayakan ibu-ibu PKK hingga lahir produk batik khas desa bernama Sekar Randu.

Meski produknya telah dikenal hingga mancanegara, Leli mengaku kapasitas produksinya masih terbatas karena kekurangan tenaga pembatik.

“Kemarin ada pesanan sampai 100 lembar. Namanya batik tulis, prosesnya memang lama. Kendalanya sekarang masih kekurangan tenaga,” katanya.

Keterbatasan tersebut membuatnya belum berminat mengembangkan pemasaran melalui toko online, meskipun digitalisasi UMKM menjadi salah satu program kerja PMM UNU Pasuruan.

“Kalau dibuatkan toko online, saya takut nanti pesanan terlalu banyak. Soalnya satu kain saja bisa dikerjakan sampai satu minggu,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, anggota PMM UNU Pasuruan, Nanik, menawarkan penerapan sistem pre-order (PO) agar jumlah pesanan dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi.

“Tidak apa-apa, Bu. Nanti bisa dibuatkan sistem pre-order sehingga jumlah pesanan tetap bisa disesuaikan dengan kemampuan produksi,” ujarnya.

Meski demikian, Leli mengaku untuk saat ini lebih memilih fokus pada pelatihan dan edukasi membatik. Menurutnya, langkah tersebut lebih sesuai dengan kondisi usahanya saat ini.

Ia menambahkan, harga batik tulis relatif lebih tinggi karena seluruh proses dikerjakan secara manual, mulai dari membuat pola, mencanting, hingga pewarnaan kain.

“Batik tulis memang lebih mahal karena semuanya dikerjakan secara manual. Di sini semua proses dilakukan di satu tempat. Berbeda dengan sentra batik seperti Yogyakarta atau Pekalongan yang sudah memiliki pembagian tenaga kerja dan proses produksi yang lebih terstruktur,” pungkasnya.

  • Penulis: Nasuchah
  • Editor: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Kaderisasi, PAC IPNU-IPPNU Rejoso Gelar Latihan Kader Muda (LAKMUD)

    • calendar_month Sen, 4 Feb 2019
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan gelar Latihan Kader Muda (Lakmud), Jum’at-Ahad (1-3/2/2019) di SMK darul Murtadlo Dusun Krandonlor Desa Rejosokidul Rejoso. Mukhammad Yahya, selaku ketua PAC IPNU Rejoso, berharap dengan terlaksananya kegiatan tersebut, dapat mengbangkan kader kader IPNU-IPPNU di tingkatan ranting sehingga jenjang pengkaderan NU berjalan masif. ”Kami menekankan kepada peserta […]

  • Medsos Aktif Hingga Bekali Desain, IPNU IPPNU Gondang Wetan Diminati Pelajar

    Medsos Aktif Hingga Bekali Desain, IPNU IPPNU Gondang Wetan Diminati Pelajar

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Gondang Wetan, NU PasuruanKetua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gondang Wetan Siti Julaikha mengungkapkan, bahwa kebanyakan pelajar setempat tertarik menjadi anggota berawal dari melihat aktifnya media sosial organisasi. “Ada juga yang awalnya hanya ingin belajar desain. Lama-lama ingin tahu tentang IPNU IPPNU,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Senin (24/01/2022). Ia […]

  • Download E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 4 Tahun 2022

    Download E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 4 Tahun 2022

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • visibility 581
    • 0Komentar

    E-Buletin An-Nahdliyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan edisi 3 tahun 2022 mengambil tema “Nasihat dan Kisah Santri Putri KH Ahmad Yusuf Cholil, Ayahanda Sekjen PBNU dan Gus Bupati Pasuruan”. Daftar isi e-buletin edisi 4 tahun 2022: Rubrik Judul Penulis/Sumber Dawuh Kiai Pasuruan Mbah Hamid Pasuruan Twitter: Generasi_MudaNU Keislaman Menyambut Muharam, Bulan Syahrullah Fajar […]

  • Pelajar NU Pasuruan Bersih-bersih Sampah di Pantai Lekok

    Pelajar NU Pasuruan Bersih-bersih Sampah di Pantai Lekok

    • calendar_month Kam, 24 Feb 2022
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanDewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan ‘Bersih Pantai’ di Pantai Lekok, Kecamatan Lekok, Ahad (20/02/2022). Komandan DKC CBP M Imam Muzakki menuturkan, kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-68 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Harlah ke-67 Ikatan Pelajar Putri […]

  • Istiqomah & Sukses, LAZISNU Gelar Baksos & Pengobatan Gratis di 24 Titik se-Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Kam, 13 Des 2018
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Pasuruan, Istiqomah menggelar Baksos Pemeriksaan & Pengobatan Gratis untuk pada Dhuafa. Kali ini, Kamis pagi (13/12/2018), Lazisnu Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan RS BAZNAS Sidoarjo bertempat di SMP DARUL ULUM Karangpandan Rejoso. Untuk kepanitiaan teknis, dilaksanakan oleh PAC GP ANSOR REJOSO. Menurut […]

  • Ustadz Muhlis Muslih & Ustadz H Mas’ud Salim Terpilih Pimpin MWCNU Purwodadi 2022-2027

    Ustadz Muhlis Muslih & Ustadz H Mas’ud Salim Terpilih Pimpin MWCNU Purwodadi 2022-2027

    • calendar_month Sen, 10 Jan 2022
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanKonferensi ke-9 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Purwodadi telah dilaksanakan, Ahad (09/01/2022). Konferensi yang dilaksanakan di Cafe & Resto Scoopy, Desa Cowek itu menetapkan Ustadz Muhlis Muslih sebagai Rais Syuriyah dan Ustadz H Mas’ud Salim sebagai Ketua Tanfiziyah masa khidmat 2022-2027. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten yang menjadi […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca