Ketua MWCNU Sukorejo Ajak Warga NU Sukseskan Muktamar dan Perkuat Madrasah Diniyah
- account_circle Imam Muzakki
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukorejo bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar rutinan Istighosah Jumat Legi di Masjid Besar Al Mukhlisin, Kecamatan Sukorejo, Jumat (03/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga Nahdliyin, jajaran pengurus PCNU, MWCNU, pengurus ranting, badan otonom, serta masyarakat se-Kecamatan Sukorejo.
Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Sukorejo, Ustadz Anjumil Azharu, menyampaikan dua pesan utama kepada jamaah. Pertama, mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menyukseskan Muktamar NU melalui ikhtiar lahir dan batin. Kedua, mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan agar memperkuat kembali program wajib Madrasah Diniyah (Madin).
“Kesuksesan Muktamar NU tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia maupun pengurus di tingkat pusat, melainkan seluruh warga Nahdliyin hingga tingkat ranting,” ujarnya.
Menurutnya, ranting merupakan garda terdepan dalam menguatkan jam’iyah. Karena itu, pengurus ranting diminta terus merawat tradisi, menjaga kekompakan, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan warga NU.
“Mari kita sukseskan Muktamar NU dengan ikhtiar lahir dan batin. Ikhtiar batinnya dengan istighosah dan doa bersama seperti hari ini,” terangnya.
Selain itu, Anjumil juga menyoroti kondisi Madrasah Diniyah yang dinilainya mulai mengalami penurunan di sejumlah desa. Padahal, program wajib Madin yang pernah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan generasi muda.
“Kami mendorong pemerintah untuk menguatkan kembali program wajib Madin. Jangan sampai hanya menjadi formalitas. Madin adalah benteng akidah anak-anak kita. Kalau Madin mulai pudar, kita berisiko kehilangan generasi Aswaja,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengusulkan beberapa langkah strategis, di antaranya memperkuat regulasi dan dukungan anggaran bagi guru serta operasional Madin, membangun sinergi antara sekolah formal dan Madrasah Diniyah agar jadwal pembelajaran tidak berbenturan, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan diniyah bagi anak.
“Kami mohon pengawalnya karena kami sering di tanyai terkait halini,”tutupnya.
- Penulis: Imam Muzakki
- Editor: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar