KH Imron Mutamakkin: ISHARI Warisan Para Sepuh yang Harus Dilestarikan
- account_circle NU Pasuruan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lailatul Hadrah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) dalam rangka memperingati Hari Lahir 1001 NU Pasuruan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/9/2026).
Lailatul Hadrah ISHARI diikuti sekitar 1.000 peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISHARI se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan berlangsung dengan lantunan hadrah sebagai bagian dari seni keagamaan yang menjadi tradisi Nahdlatul Ulama.
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, ISHARI merupakan salah satu warisan para kiai sepuh yang perlu terus dilestarikan oleh generasi penerus.
“Ini merupakan salah satu tinggalan para sepuh kita. ISHARI dibentuk di Pasuruan oleh KH Abdul Rohim, kemudian disahkan oleh KH Wahab Hasbullah yang selanjutnya ditetapkan sebagai Bapak ISHARI,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian ISHARI tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisinya, tetapi juga perlu dilakukan melalui regenerasi. Ia mengapresiasi banyaknya anak-anak yang ikut dalam kegiatan Lailatul Hadrah kali ini.
“Alhamdulillah, ISHARI kali ini dihadiri banyak anak-anak kecil. Sehingga tidak terkesan ISHARI hanya untuk orang tua,” katanya.
Ia menambahkan, ISHARI merupakan kesenian keagamaan yang memiliki kekhasan tersendiri. Seni hadrah tersebut menjadi salah satu media untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Ini merupakan kesenian keagamaan dengan tetap cinta kepada Rasulullah dengan seni yang khas,” jelasnya.
Gus Ipong sapaan akrabnya berharap ISHARI dapat dikembangkan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, khususnya lembaga pendidikan Ma’arif maupun sekolah negeri.
“Saya berharap ini menjadi ekstrakurikuler di sekolah Ma’arif dan negeri, karena ini warisan para sepuh kita yang harus kita jaga,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori berharap ISHARI dapat menjadi bekal kebaikan bagi para pelakunya dalam kehidupan.
“Mudah-mudahan ISHARI menjadi sangu untuk menghadap Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk bersyukur atas keberadaan ISHARI yang terus dilestarikan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kata dia, akan terus mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Kami Pemerintah Kabupaten Pasuruan harus bersyukur karena acara ini. Semoga istiqamah,” ujarnya.
Gus Shobi sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencana kembali menggelar ISHARI secara kolosal untuk memperingati hari jadi kabupaten Pasuruan.
“Nanti di Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan ada ISHARI kolosal, sebagaimana tahun kemarin,” pungkasnya.
- Penulis: NU Pasuruan

Saat ini belum ada komentar