Breaking News
light_mode

Di Haul ke-4, Gus Lutfi Ungkap Kisah Teladan Kiai Muzayyin

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
  • visibility 1.023
  • comment 0 komentar

Gondangwetan, NU Pasuruan
Pondok Pesantren (Ponpes) Assholach Kejeron, Dusun Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menggelar Haul ke-4 pendiri ponpes, Almaghfurlah KH Achmad Muzayyin Zein, Jumat (7/4/2023).

Pengasuh Ponpes, Gus Lutfil Hakim menyampaikan, kegiatan haul ini sebagai bentuk kecintaan kepada Almaghfurlah KH Achmad Muzayyin Zein.

“Kita hadir di haul karena cinta kepada almaghfurlah. Di akhirat nanti, insyaallah kita semua akan bersama dengan orang yang kita cintai,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu sebagaimana dialog antara Rasulullah dengan seorang Badui. Dimulai dengan pertanyaan perihal kapan hari kiamat tiba.

Hingga ditanya tiga kali, Rasulullah tidak menjawab. Malah bertanya. Apa yang kamu persiapkan di hari kiamat nanti?

“Amal saya biasa-biasa saja. Saya mengandalkan perasaan cinta kepada Allah dan Rasullullah. Jawab Badui. Rasulullah membalas, anta maaman ahbabta,” kata ketua Aswaja NU Center NU Kabupaten Pasuruan itu.

Gus Lutfi juga menceritakan, beberapa teladan Almaghfurlah semasa hidup. Seperti suka menolong, dermawan, dan selalu berhasil menyenangkan hati orang lain.

“Beliau juga sering dawuh. Senengo gampangno wong (Suka atau bahagia lah dalam mempermudah atau membantu orang) dan ojo jalu’an, senengo nguwehi (Jangan suka meminta, senanglah memberi),” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan, alasan kenapa harus mencintai para ulama. Sebab para ulama dapat membimbing umat menuju surga kelak di akhirat.

“Semoga kita semua bisa selamat di dunia dan di akhirat dengan mencintai Almaghfurlah KH Achmad Muzayyin Zein,” tandas mantan ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Kabupaten Pasuruan itu.

Penulis: Mukhammad Nur Zakariya
Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Harlah Ansor Kayu Kebek Tutur, KH. Marzuki Mustamar Tegaskan Dalil Amaliah NU

    Melalui Harlah Ansor Kayu Kebek Tutur, KH. Marzuki Mustamar Tegaskan Dalil Amaliah NU

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2020
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) dan satkorpok Banser Kayu Kebek Kecamatan Tutur yang ke-3, digelar kegiatan tasyakuran, Minggu Pagi (11/10/2020). Tasyakuran yang bertempat di Dusun Taman Desa Kayu kebek Kecamatan Tutur, bentuk acara sebagaimana kegiatan Rijalul Ansor. Tak hanya MWC NU TUTUR, Pengurus PAC GP Ansor […]

  • LPNU Pasuruan: Dua MWCNU Siap Membangun NUmbasmart

    LPNU Pasuruan: Dua MWCNU Siap Membangun NUmbasmart

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan telah menggelar ‘Sosialisasi Pembangunan NUmbasmart’ di 15 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat. Ketua Pengurus Cabang (PC) LPNU, Ustadz Samsul Arifin menargetkan, akhir bulan September terselesaikan kegiatan ‘Sosialisasi Pembangunan NUmbasmart’ di seluruh MWCNU di wilayah PCNU Kabupaten Pasuruan. “Minggu (14/09/2022) […]

  • Lahir dari Musyawarah Kiai Lokal, NU Pasuruan Jadi Cabang Unik dalam Sejarah

    Lahir dari Musyawarah Kiai Lokal, NU Pasuruan Jadi Cabang Unik dalam Sejarah

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar tasyakuran satu abad NU Pasuruan di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/09/2025). Faunder Komunitas Pegon Ayung Notonegoro mengatakan keunikan pendirian NU Pasuruan adalah berdasarkan keputusan atau musyawarah kiai kiai Pasuruan sendiri bukan dari PBNU. “Dari 8 cabang yang berada di naungan PBNU hanya Pasuruan […]

  • Gus Kikin Ceritakan Masuknya Aswaja di Indonesia

    Gus Kikin Ceritakan Masuknya Aswaja di Indonesia

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar acara halal bihalal di area Rumah Sakit Nahdlatul Ulama RSNU Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/05/2024). Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz menceritakan bahwasanya masuknya ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah  (Aswaja) di Indonesia  menurut catatan sejak zaman Wali […]

  • Pesan KH Imron Mutamakkin Kepada Jama’ah Haji KBIHU An Nahdliyah

    Pesan KH Imron Mutamakkin Kepada Jama’ah Haji KBIHU An Nahdliyah

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (KBIHU NU) An-Nahdliyah Kabupaten Pasuruan menggelar penyambutan kepulangan jamaah haji tahun 2026. Proses penyambutan kepulangan haji dilaksanakan di Aula KH Ahmad Djufri Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/06/2026). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Imron Mutamakkin, mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk […]

  • Berikut Dua Tugas Guru Menurut KH Imron Mutamakkin

    Berikut Dua Tugas Guru Menurut KH Imron Mutamakkin

    • calendar_month Sen, 2 Des 2024
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, tugas utama seorang guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga mengajak murid untuk mencintai ilmu. Hal itu diungkapkan pada saat Bimtek Pengembangan Menejemen Madrasah Diniyah di rumah inovasi LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Ahad (1/12/2024). “Terus ajak murid muridmu […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca