Breaking News
light_mode

Difitnah, Ketum PMII Pasuruan Akan Tempuh Jalur Hukum

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
  • visibility 748
  • comment 1 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan Nur Rizky Amania menyatakan, kecewa atas fitnah yang menimpa diri dan organisasi yang dipimpinnya.

“Informasi yang beredar di media online itu tidak benar. Fitnah,” tegasnya kepada NU Pasuruan, Selasa (3/10/2023).

Dirinya juga menjelaskan kronologi kejadian. Ia tiba di Graha Pergerakan PMII setelah rapat persiapan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) di rumah salah satu penggerak Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) di Dusun Kedanten, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji.

“Misalnya, disebut berada di graha sejak sore. Padahal saya tiba di graha pukul 23.30 WIB setelah rapat GUSDURian,” imbuhnya.

Alumni Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum Brambang itu juga menjelaskan tujuan datang ke graha pergerakan. Yakni membeli token listrik kantor dan mempersiapkan beberapa agenda kegiatan.

“Saya menginap di graha karena pagi harus menyebar proposal Sekolah Kader Kopri (SKK) kepada alumni di Bangil. Siangnya ada acara di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), juga di Bangil,” ujarnya.

Ketika Ketua RT 001 RW 005 Desa Oro-oro Ombo Kulon Desa Rembang Sumitro datang ke graha, dirinya sedang menyusun konsep Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) KPG dan persiapan rencana agenda PC PMII Pasuruan.

“Pak RT bertanya dan sudah saya jawab dengan baik. Beres. Tiba-tiba senin pagi ada berita beredar penggerebekan di graha. Saya kaget sekali,” kesannya.

Ia menambahkan, akan melakukan usaha-usaha untuk menyelesaikan fitnah itu. Agar nama baik pribadi dan organisasi PMII Pasuruan pulih kembali.

“Kami akan meminta media itu untuk menghapus berita dan meminta penyebar KTP tanpa seizin saya untuk minta maaf. Bila perlu, kami akan menempuhnya melalui jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Oro-oro Ombo Hariono mendukung upaya PMII untuk menempuh jalur hukum. Sebab ada unsur pencemaran nama baik seseorang, organisasi, dan penyebaran dokumen pribadi tanpa seizin pemilik.

“Kalau memang ada kejadian sebagaimana yang diberitakan, mestinya saya tahu,” imbuh Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Bangil itu.

Diketahui, Sumitro bukan Ketua RT tempat berdirinya Graha Pergerakan PMII Pasuruan. Graha berada dalam wilayah RT 003 RW 005.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (1)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Fest IPNU Pasuruan Dibuka Berikut Rangkain Acaranya

    Santri Fest IPNU Pasuruan Dibuka Berikut Rangkain Acaranya

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • visibility 1.623
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan resmi membuka agenda Santri Fest lewat tabuhan rebana Ishari oleh Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/10/2023). Sekertaris IPNU Pasuruan Murthado menjelaskan, bahwa […]

  • UNU Pasuruan, Mempercepat Upaya Peningkatan SDM NU dan Pesantren

    UNU Pasuruan, Mempercepat Upaya Peningkatan SDM NU dan Pesantren

    • calendar_month Kam, 31 Agu 2023
    • visibility 2.568
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanRektor Institut Teknologi & Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan Abu Amar Bustomi mengungkapkan, menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan untuk mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia NU dan Pesantren. “Karena sejak awal didirikan pada 31 Januari 2018, ITSNU kini UNU, memiliki konsep sinergi-kolaborasi dengan pesantren salaf dan modern se Pasuruan Raya,” imbuhnya kepada […]

  • Inisiasi Mading Madin, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dukung Wak Muqidin

    Inisiasi Mading Madin, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dukung Wak Muqidin

    • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Purwosari, NU PasuruanMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) menginisiasi pembuatan Majalah Dinding (Mading) di Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum Pager, Kecamatan Purwosari. Koordinator Program Mading Madin, Siti Wanuro menjelaskan, pembuatan mading itu bertujuan untuk meningkatkan literasi baca dan tulis sekaligus menumbuhkan kreatifitas para […]

  • Optimis, Ini Cara NU Pasuruan Targetkan RSNU sebagai Hadiah 1 Abad NU

    Optimis, Ini Cara NU Pasuruan Targetkan RSNU sebagai Hadiah 1 Abad NU

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk penguatan ‘Gerakan Ayo Urunan Mbangun Rumah Sakit NU Pasuruan’, Rabu (27/07/2022). Kegiatan dipusatkan di Aula KH Ahmad Djufri, Graha PCNU, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Peserta Rakor meliputi Ketua, Sekretaris, Bendahara lembaga dan Badan Otonom (Banom) tingkat PCNU serta […]

  • Aset NU Harus Bersertifikat, LWPNU Pasuruan Tancap Gas Bersama BPN

    Aset NU Harus Bersertifikat, LWPNU Pasuruan Tancap Gas Bersama BPN

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Kabupaten Pasuruan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/04/2025). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan pentingnya mengoptimalkan program percepatan sertifikasi aset wakaf milik NU. Ia menyebutkan bahwa hingga kini […]

  • Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

    Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

    • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanH. Ahmad Taufiq, wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan bahwa banyak dari masyarakat yang salah dalam memahami ajaran agamanya. Sehingga marak terjadi kekerasan atas nama agama. “Mereka yang keluar rel aswaja, memiliki kerentanan terpapar ekstrimisme,” ujarnya saat memberikan materi dalam kegiatan pembekalan Pemateri Pesantren Ramadlan, Senin (19/4/2021). Ia juga […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca