Breaking News
light_mode

Kawal Pesantren di Tengah Pandemi, RMI NU Kab. Pasuruan Dorong Pembentukan Santri Husada

  • account_circle BAM Yusuf
  • calendar_month Ming, 7 Jun 2020
  • visibility 1.312
  • comment 1 komentar

Pasuruan menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki Pondok Pesantren dengan jumlah yang besar, setidaknya tercatat lebih dari 200-an lebih Pondok Pesantren. Semenjak masa pandemi berlangsung, berdampak pada hampir seluruh santri di Pondok Pesantren dipulangkan lebih awal. Meskipun proses penanganan pemulangan santri di Pasuruan dan santri asal Pasuruan yang pulang dari berbagai daerah dapat berjalan dengan lancar, kini perlu dipikirkan terkait proses kembalinya santri ke Pondok Pesantren.

Menyikapi hal tersebut, Sabtu (6/6) Pimpinan Cabang Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan merespon arahan RMI PBNU dan Surat Edaran Bupati Pasuruan tentang pengembalian santri dan santri baru di tengah pandemi. Dalam pertemuan yang diadakan di Ruang Rapat Graha PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut, ketua PC RMI NU Kabupaten Pasuruan, KH. Badrus Salam Amiri menyampaikan bahwa RMI NU sudah siap bergerak membantu Pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren dalam hal penerimaan kembali para santri.

“Kami akan mencari data dengan mendatangi secara langsung pondok pesantren tersebut serta menanyakan kesiapan mereka dalam menerima kedatangan para santri terutama mengenai protokol kesehatan untuk kembalinya para santri yang menjadi anjuran pamerintah,” ujar pria yang lebih akrab dipanggil Mas Yus tersebut.

Mas Yus juga menambahkan bahwa nantinya data yang didapat oleh tim gugus tugas Covid-19 RMI NU bersama Tim Satgas Covid-19 PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut akan dilaporkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Sehingga sebelum santri kembali dapat diadakan penyemprotan disinfektan dan probiotik pada pondok pesantren seckabupaten Pasuruan.

“Kami berharap nantinya tim Satgas Covid-19 PCNU Kabupaten Pasuruan serta Dinas Kesehatan dapat mengedukasi para santri, sehingga setelah santri dipondok pesantren, dapat dibentuk Santri Husada terutama dalam kesiapan penanganan Covid-19,” imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Imron Mutamakkin. Beliau menyampaikan bahwa NU wajib hadir dalam segala permasalahan di masyarakat termasuk dalam hal pengembalian santri pondok pesantren di tengah pendemi.

Gus Ipong, sapaan akrabnya, juga berharap agar saat pencarian data baru, RMI juga sekaligus mensosialisasikan Protokol Kesehatan untuk di Pondok Pesantren, baik kepada para santri maupun kepada warga sekitar Pondok Pesantren. Sehingga santri benar-benar tangguh menghadapi wabah Covid-19 ini.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: M. Fahrizal Yusuf

  • Penulis: BAM Yusuf

Komentar (1)

  • Moh sahlan

    Diluar ini saya ingin mempublikasikan Ishari jika ada kegiatan yang penting lewat pcnu

    Balas9 Juni 2020 03:07

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Imron Mutamakkin: Pentingnya Silaturahmi kepada Kiai Sepuh

    KH Imron Mutamakkin: Pentingnya Silaturahmi kepada Kiai Sepuh

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan para kiai sepuh. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dijaga, terutama sebagai bentuk perhatian terhadap anak putu. Hal itu disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri Haul ke-26 KH Abdul Ghofur di Kota Pasuruan, Kamis (10/9/2026). “Pentingnya kita […]

  • Momen Harlah ke-99 NU, Banser Sidogiri Ziarah Muassis NU di Pasuruan Hingga Bangkalan

    Momen Harlah ke-99 NU, Banser Sidogiri Ziarah Muassis NU di Pasuruan Hingga Bangkalan

    • calendar_month Rab, 23 Feb 2022
    • visibility 1.335
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanSatuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser (Barisan Ansor Serbaguna Sidogiri menggelar Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama. Mulai dari Maqbarah Masyayikh Sidogiri Pasuruan hingga ke Syaikhona Kholil di Bangkalan, Senin (21/2/2022). Kepala Satuan Rayon (Kasatkoryon) Banser Sidogiri H Ahmad Nawawi Abdulloh menyebutkan, rute dalam ziarah tersebut. Meliputi Maqbarah Masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri. Lalu ke KH Abdul […]

  • Hadir Resepsi 1 Abad NU, Gus Nasih: Semoga Diakui Santri Muassis Nahdlatul Ulama

    Hadir Resepsi 1 Abad NU, Gus Nasih: Semoga Diakui Santri Muassis Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Puncak Resepsi 1 Abad Nahdlatul Ulama (1 Abad NU) akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023). Gelaran harlah ke-100 tahun NU (perhitungan hijriyah) itu akan berlangsung selama 24 jam tanpa henti. Dimulai pukul 00.00 dinihari (7/2/2023) hingga pukul 00.00 di hari berikutnya, Rabu (8/2/2023). Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) […]

  • 3 Kecamatan Kembali Banjir, NU Peduli Pasuruan Salurkan Bantuan Logistik

    3 Kecamatan Kembali Banjir, NU Peduli Pasuruan Salurkan Bantuan Logistik

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Winongan, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melalui Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Pasuruan menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban terdampak bencana banjir di Kecamatan Winongan, Kecamatan Rejoso, dan Kecamatan Grati, Sabtu (09/03/2024). Koordinator NU Peduli Pasuruan Gus Muhammad Nawawi menyampaikan, NU Peduli telah menyalurkan kebutuhan logistik. Berupa telur 6 peti, mie instan 30 […]

  • Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali?

    Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali?

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Niat merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan setiap Muslim yang hendak berpuasa. Dalam puasa wajib seperti puasa Ramadhan, qada, dan nazar, seseorang harus berniat di malam hari sebelum terbit fajar.Berbeda halnya puasa sunnah, yang lebih longgar, seseorang boleh baru berniat di siang harinya. Ulama mazhab empat sepakat bahwa puasa Ramadhan wajib dimulai dengan niat. […]

  • Pembacaan Puisi Perjuangan “KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI”, Memukau Ratusan Peserta Kolokium

    • calendar_month Sab, 25 Agu 2018
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Pembukaan Kegiatan Kolokium “Jejak Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa” oleh PC LAKPESDAM NU Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Pengurus Pusat HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) di Aula Gedung IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), menampilkan pembacaan Puisi Perjuangan “KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI” oleh Haidar Hafeez, Pendiri Rumah Sastra dan Sastrawan Pesantren disambut tepuk tangan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca