Lantik 408 Pengurus Ranting NU, PCNU Pasuruan Tekankan Literasi dan Loyalitas Berorganisasi
- account_circle Imam Muzakki
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukorejo melantik 408 pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sukorejo di Graha Al-Mukhlasin, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Ahad (12/07/2026).
Ketua MWCNU Sukorejo, Ustadz H Anjumil Azhari, mengatakan pelantikan merupakan momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus dalam menjalankan amanah jam’iyah.
“Pelantikan ini untuk memperkokoh barisan dan meningkatkan sumber daya pengurus. Tujuannya demi kemaslahatan umat, khususnya warga Nahdlatul Ulama di Sukorejo,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan pentingnya pengurus NU memiliki literasi yang baik terhadap perkembangan organisasi, terutama di tengah derasnya arus informasi di media digital.
Menurutnya, pengurus tidak boleh mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang mengandung fitnah terhadap para masyayikh Nahdlatul Ulama.
“Sebagai pengurus Nahdlatul Ulama harus pandai menyerap informasi tentang perkembangan NU. Mengingat banyak sekali peristiwa yang terjadi dan bertujuan untuk memfitnah para masyayikh. Hal ini berpotensi memecah belah masyarakat yang ada di naungan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan organisasi ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan loyalitas, soliditas, dan sinergi seluruh pengurus, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.
“Harapan besar dalam kegiatan ini, pengurus ranting memiliki loyalitas dan menjadikan prioritas organisasi. Selebihnya mari bersinergi dalam mewujudkan kemajuan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
Melalui pelantikan ini, MWCNU Sukorejo berharap seluruh pengurus ranting dapat semakin aktif menjalankan program-program ke-NU-an, memperkuat kaderisasi, serta mengembangkan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat.
- Penulis: Imam Muzakki
- Editor: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar