KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan agar Muktamar Nahdlatul Ulama tidak direduksi menjadi arena memilih ketua umum.
Pandangan tersebut disampaikan saat membuka Majelis Muhasabah di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8/2026).
“Forum permusyawaratan tertinggi NU justru harus menjadi ruang untuk merumuskan arah organisasi,” ujarnya.
Gus Ipong sapaan akrabnya mengaku kegelisahan itu muncul setelah mengikuti sejumlah forum koordinasi menjelang Muktamar. Ia menilai pembahasan yang berkembang lebih banyak berkutat pada figur calon ketua umum daripada substansi yang akan dibawa ke forum Muktamar.
“Ketika kami diundang dalam rapat koordinasi Muktamar, yang kami harapkan adalah pembahasan mengenai materi yang akan dibawa ke Muktamar,” terangnya.
Menurutnya muktamar NU adalah ajang untuk memperkuat konstitusi jam’iyah, serta meneguhkan kembali kepemimpinan ulama sebagai ruh Nahdlatul Ulama.Namun yang banyak muncul justru pembicaraan mengenai calon.
“Padahal, semestinya ada rumusan-rumusan penting yang menjadi bekal peserta Muktamar,” jelasnya.
Menurutnya, setiap pengurus cabang seharusnya datang ke Muktamar dengan membawa usulan konkret, baik berupa program organisasi maupun penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Kita datang ke Muktamar jangan hanya untuk memilih atau sekadar meramaikan suasana. Kita harus membawa pemikiran baru demi kemajuan Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Baginya, kualitas Muktamar ditentukan oleh kualitas gagasan yang dibawa peserta, bukan semata-mata oleh dinamika kontestasi kepemimpinan.
“Keputusan lima tahun kedepan tergantung muktamar yang akan datang,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar