Breaking News
light_mode

Terungkap! Gus Dur Pernah Tercatat Sebagai Orang Terkaya di Asia

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 31 Des 2018
  • visibility 1.008
  • comment 0 komentar

KH. Abdul Ghofar Mistar, sahabat almarhum KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, mengungkapkan cerita tentang Gus Dur yang pernah tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Asia yang bersumber dari salah satu Surat Kabar di Mesir.

“Itu ada surat Kabar, keliru. Ada surat kabar keliru, terbitannya Mesir. Gus Dur ini masuk dalam daftarnya orang terkaya di Asia. Karena kekayaannya sekian milyard dolar. Waktu itu,” tuturnya saat memberikan ceramah di kegiatan Ngaji Gus Dur & Politik dalam memperingati Haul Gus Dur yang ke-9 oleh Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan yang bertempat di Panggung Ekspresi Yayasan Stapa Center Bangil Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/12/2018).

Lebih lanjut, Cak Ghofar sapaan akrabnya, akhirnya bertanya langsung mengenai surat kabar tersebut kepada Gus Dur. Gus Dur pun bercerita bahwa pernah dimintai pertolongan oleh Negara Swedia untuk melakukan negosiasi kepada Irak dan Iran agar tetap melakukan penjualan minyak ke Eropa saat terjadi Krisis Teluk Persi pada waktu itu. Berkat kelihaian & kebesaran hati Gus Dur, pihak Irak dan Iran menyetujui permintaan Gus Dur tersebut dengan syarat yang menjadi broker atau makelarnya adalah Gus Dur. Menjadi satu-satunya broker minyak dunia, tentu mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

“Tapi, Gus Dur, mau membantu, asalkan tidak mendapatkan fee tersebut. Akhirnya, fee untuk Gus Dur tersebut diberikan semuanya kepada Robithoh al-Islami dan OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Wong rekeningnya wes kadung nama Gus Dur sebagai broker minyak, surat kabar di mesir tersebut mengira Gus Dur menerima fee dari broker minyak tersebut. Padahal nggak mau dia. Itu sosok gus dur,” jelas staf khusus Gus Dur di bidang kuburan tersebut sewaktu Gus Dur sebelum dan setelah menjadi Presiden.

Nyambut gawe seberat itu, tanggung jawab seberat itu, bahasa e wong jowo, kerjo nganingoyo koyok ngunu, sama sekali gak onok hubungane sama kepentingan dirinya. Itu Gus Dur,”

pungkas Alumni PMII dalam kegiatan Haul Gus Dur ke-9 di Pasuruan tersebut. (Makhfud).

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan Dampingi UMKM Jatirejo Urus Sertifikasi Halal dan NIB

    Mahasiswa PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan Dampingi UMKM Jatirejo Urus Sertifikasi Halal dan NIB

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Upaya mendorong UMKM naik kelas terus dilakukan oleh mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan menggelar sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal serta pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Koordinator PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan, M. Ubaidillah Abdi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh […]

  • Kepala LBM Santri Al-Yasini: Bahtsul Masail Ciri Pesantren Salaf

    Kepala LBM Santri Al-Yasini: Bahtsul Masail Ciri Pesantren Salaf

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanKepala Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA) Ustadz Anasul Hakim menyampaikan, penerapan Bahtsul Masail menjadi salah satu ciri dari Tradisi Pondok Pesantren (Ponpes) Salaf. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Bahtsul Masail Kubro (BMK). Sebuah acara dalam rangka penutupan aktivitas LBM dan Pengembangan Intelektual Berbasis Kepesantrenan oleh Ikatan Kader Mahasiswa Al-Yasini […]

  • Lebih Mengenal Tokoh Sufi: Syekh Abdur Rauf Singkel

    Lebih Mengenal Tokoh Sufi: Syekh Abdur Rauf Singkel

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • visibility 2.106
    • 0Komentar

    Mayoritas agama di Indonesia adalah agama Islam, sebagian besar perkembangan Islam di Indonesia merupakan jasa para tokoh sufi, hal tersebut dikarenakan tokoh sufi cenderung terbuka, dan lebih kompromis sehingga ajarannya mudah diterima di kalangan masyarakat. Syekh Abdurrauf as-Singkel memiliki nama lengkap yakni Abdurrauf bin al-Jawiy al-Fansuri, kemudian beliau dikenal dengan sebutan Syeikh Abdurrauf As-Singkel. Nama […]

  • Mahasiswa UNU STAI Salahuddin dan PKK Randupitu Latih Warga Olah Cake Mocaf

    Mahasiswa UNU STAI Salahuddin dan PKK Randupitu Latih Warga Olah Cake Mocaf

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan bersama Tim Penggerak (TP) PKK Desa Randupitu menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan cake slice berbahan dasar tepung mocaf di Balai Desa Randupitu, Ahad (20/07/2025). Kegiatan ini mengangkat tema ‘Pemberdayaan UMKM Berbasis Pangan Lokal’. Koordinator pelaksanaan, Pipit Novita, menjelaskan bahwa kegiatan […]

  • Peduli Kesehatan, Rijalul Ansor Pasuruan Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sel, 7 Agu 2018
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Pengurus Rijalul Ansor Kabupaten Pasuruan, gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dalam rangkaian kegiatan Rutin Hotmil Qur’an bertempat di Kantor Koperasi Sahabat Maslahat Kejayan, Senin (6/8/2018) Menurut Muhamad Farid Sauqi, Rijalul Ansor tidak hanya menjadi tempat kader untuk melestarikan dan mengaplikasikan ajaran Ahlussunnah An-Nahdliyah, seperti Hotmil Qur’an, Sholawatan dan Istighosah. Dalam kegiatan kali ini diadakan pula sosialisasi […]

  • KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

    KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan warga NU agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan, termasuk isu yang mempertentangkan antarkelompok dan tokoh agama. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri istighosah Jumat Legi yang digelar PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Nurul Islam Capang, Kecamatan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca