Di Yudisium UNU Pasuruan, Kiai Karim Akan Ijazahi Calon Wisudawan
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 169
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memberikan Ijazah Amalan kepada calon wisudawan. Ijazah Kurbo itu menjadi rangkaian kegiatan Yudisium yang dilaksanakan di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jumat (28/11/2025).
Masyayikh yang memberikan Ijazah Amalan kali ini adalah KH Abd Karim Djasim, Pengasuh Pondok Pesantren Darumafatihil Ulum (DMU) Pondokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Kiai Karim juga menjadi Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan.
Ijazah Amalan yang pertama dengan membaca Surat Al-Fatihah 70 kali.
Tata caranya dimulai dengan bertawassul. Yakni kepada Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, Kanjeng Khalilullah Nabi Ibrahim Aalaihissalam, Kanjeng Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Para Wali Songo, dan Muassis Nahdlatul Ulama. Kemudian membaca Surat Al-Fatihah 70 kali. Di pembacaan Surat Al-Fatihah terakhir, di ayat ke 5, iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in, dibaca 11 kali. Ditutup doa dengan membaca Shalawat Ibrahimiyah (Teks Sholawat dapat dibaca di NU Online).
Ijazah yang pertama ini dapat diamalkan di waktu kapan pun dan yang penting dilaksanakan secara istiqamah. Namun yang lebih utama menurut Kiai Karim dibaca di atas pukul 00.00 WIB atau jam dua belas malam dan secara istiqamah. Amalan ini dapat memudahkan rezeki, disegerakan mampu menunaikan ibadah haji, dan hajat pribadi lainnya bagi pembacanya.
Kemudian Ijazah Amalan yang kedua dengan membaca Lafal Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) 55 kali. Ijazah ini dapat dibaca ketika hendak mengikuti ujian atau wawancara kerja atau menghadap pimpinan. Dengan harapan pertemuan tersebut dapat membuahkan hasil yang terbaik dan maksimal.
Sedangkan Ijazah Amalan yang terakhir dengan membaca Surat Al-Insyirah 11 kali dengan menggunakan media air putih dan dibaca di tempat terbuka. Sehingga tidak ada penghalang antara media air dengan langit. Diamalkan setiap sore (Setelah Sholat Ashar hingga sebelum matahari tenggelam) di Hari Kamis.
Air itu diminumkan kepada anak yang mengalami kesulitan atau rewel/tidak mudah ketika hendak mengaji dan/atau bersekolah. Ijazah ini lebih utama dibaca oleh ibu.
Urutan membacanya dimulai dengan bertawassul. Yakni kepada Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam dan Kanjeng Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Kemudian membaca Surat Al-Fatihah yang ditujukan untuk anak yang dimaksudkan. Misalnya “Al-Fatihah untuk Fulan (Nama Anak yang hendak didoakan)”.
Pemberian Ijazah Kubro secara khusus untuk calon wisudawan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan dan mengabdi di masyarakat. Secara umum, siapa pun dapat mengamalkannya. Kiai Karim berpesan yang penting istiqamah diamalkan.
“Damel sinten mawon ingkang kerso. Seng penting Istiqamah,” pungkas Kiai Karim Djasim kepada NU Pasuruan, Kamis (27/11/2025).
Untuk diketahui, Ijazah Kubro menjadi ciri khas dari pelaksanaan Yudisium di kampus STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar