Breaking News
light_mode

Belajar dari Para Wisudawan Berprestasi STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 4 Des 2025
  • visibility 560
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Momentum wisuda menjadi tanda berakhirnya sebuah perjuangan dalam jenjang pendidikan tertentu. Di prosesnya, ada bentuk-bentuk perjuangan yang beragam. Namun terdapat garis merah atas perjuangan itu; kerja keras dan pantang menyerah. Bagi seorang pejuang, tentu berharap setiap akhirnya adalah happy ending.

Bagi Akhmad Saifulloh Azzamzuri yang tumbuh dari keluarga petani di Dusun Sumbersari, Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, perjuangannya di kampus dapat dilihat dari upayanya memperkuat kapasitas dan jejaring dengan aktif berorganisasi.

“Organisasi menjadi ruang belajar terbesar saya. Dari PMII, saya mulai berani mengambil keputusan dan memahami realita kehidupan,” ujar mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI itu.

Minatnya terhadap wirausaha, membuat hari-harinya akrab dengan berbagai eksperimen bisnis. Ia pun beberapa kali terlibat dalam kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek RI.

“Pernah tas saya itu isinya bukan buku, tapi susu semua (Pesanan teman di kelas),” kenangnya sambil tertawa.

Kisah dramatis Azzam terlihat saat Ia jatuh sakit. Muntah darah. Harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Setelah lulus, Azzam memilih fokus mengembangkan bisnisnya; Percetakan Asprint. Dirinya juga menyiapkan langkah akademik berikutnya.

“Menurut saya, S1 belum cukup. Yang saya kejar bukan hanya gelar, tapi pola pikir, pengalaman, dan relasi,” tandas Presiden Mahasiswa STAI Salahuddin & UNU Pasuruan 2023-2024 tersebut.

Perihal berwirausaha, Mukhammad Naufal pun mengaku telah melakukannya sejak Sekolah Dasar. Sewaktu mahasiswa hingga lulus, Ia bekerja di PT Mayora Indah Tbk. Ia juga lolos P2MW dan Wirausaha Merdeka (WMK) Universitas Airlangga (Unair).

“Saya pernah galau selama seminggu sebab tidak lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM),” ungkap Ketua HMPS Teknik Kimia itu.

Alumni Pondok Pesantren Al Falah Lebak, Kecamatan Winongan itu pun akan berjuang untuk mendapatkan beasiswa S2 dan bekerja di perusahaan internasional.

Prestasi wirausaha mahasiswa pun diraih oleh Dini Ananda Yusti. Ia lolos WMK UNAIR. Anak pasangan driver ojek online dan buruh pabrik itu mengaku fokus kuliah. Mengingat jarak rumahnya, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, cukup jauh dengan kampus.

“Ada pengalaman lucu sekaligus sedih. Sewaktu sangat bersemangat datang ke kampus meski hujan, ternyata kelas mendadak dibatalkan. Kami ngakak sekaligus sedih sih. Hehehe,” kata mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual itu.

Penyuka olahan dada ayam itu berharap, setelah lulus dapat bekerja di luar negeri dan sukses. Tujuannya agar mampu memberi kado tiket ibadah haji kepada kedua orang tua.

Upaya merintis usaha pun ada dalam rencana Risa Dewi Hajar setelah lulus. Pehobi membuat roti (Baking) itu ingin membangun karir sembari terus mempelajari hal-hal baru serta menambah pengalaman dalam pengolahan pangan dan kualitas sebuah produk.

“Salah satu pengalaman berkesan adalah saat praktikum hasil nabati. Kami membuat roti hingga maghrib. Suasana praktik itu begitu hangat dan penuh canda tawa. Momen itu tidak akan pernah saya lupakan,” kesan mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) tersebut.

Perihal berorganisasi, Ilvi Nur Oktavia tak kalah. Mahasiswa Teknik Industri ini pun berprestasi di bidang matematika, bahasa inggris, hingga pencak silat. Tercatat, anak kuli bangunan itu pun juara 2 dalam kejuaraan nasional di Banyuwangi dan UNUSIA.

Relawan Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan itu mengaku tak memiliki pengalaman sedih di kampus. Artinya, semua pazel kehidupannya dapat ia hadapi, terima, dan syukuri.

“Saya ingin bekerja dan menjadi dosen. Sebab saya termotivasi dengan Kaprodi TI. Saya ingin menjadi perempuan tangguh, cekatan, dan bertanggungjawab saat bekerja dan mengajar,” kesan penikmat Nasi Padang itu.

Begitu juga dengan Iradatus Sholiha, Ia pun aktif berorganisasi. Penikmat Korean Food itu pernah menjadi Duta Ekonomi Syariah hingga mewakili kampus dalam lomba Karya Ilmiah tingkat Internasional.

“Sangat menegangkan pada waktu presentasi di UiTM Malaysia. Alhamdulillah mendapatkan Winners 1st Best Presentation Category,” kata Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan periode 2025-2026 tersebut.

Aktivisme pun dijalani oleh Ifatul Jannah. Mahasiswa Pendidikan Matematika itu aktif dan berkhidmat di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU); Dari ranting, anak cabang, dan komisariat.

“Saya akan menjadi guru. Saya akan menggunakan metode pengajaran yang membuat peserta didik tidak lagi membenci matematika,” harap Alumnus MA Abu Amar Pasrepan itu.

Perihal ingin melanjutkan S2, disampaikan juga oleh Izzatun Nuriyah. Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Bangil itu pernah membiakkan Droshophila, lalat buah, untuk praktikum Mata Kuliah Genetika.

“Melihat bagaimana siklus hidupnya dari telur, larva, pupa, hingga dewasa itu benar-benar meneguhkan serunya belajar biologi,” kesan mahasiswa yang pernah menjadi Asisten Dosen itu.

Catatan perjuangan ini ditutup kisah Farkhah Kholidah. Mahasiswa Pendidikan Fisika itu memulai kuliah tanpa Hp dan laptop. Lalu kuliah sambil kerja. Kisah lengkapnya dapat dibaca di Media Massa Nasional, TimesIndonesia. Dengan judul “HP Hadiah dari Ayah Stroke Jadi Nyala Kecil yang Antar Farkhah Jadi Wisudawan Terbaik.”

Sembilan nama di atas dan semua wisudawan STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan telah berjuang di satu titik kehidupannya. Mereka semua tahu betul tentang kerja keras orang tua. Semuanya pun telah menjalani sebuah pernyataan, sebuah realitas, sebuah lirik lagu, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti.

Hingga tulisan ini ditulis, kita semuanya tetap berjuang dengan caranya masing-masing, menghadapi kegagalannya masing-masing, menerima hasil yang dicapai masing-masing. Namun ada satu garis merah; doa orang tua atau orang terdekat, saling mendukung dan berkolaborasi, serta pantang menyerah.

Untuk diketahui, sembilan nama di atas adalah wisudawan terbaik dan berprestasi di prodinya masing-masing.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Kegiatan Vaksinasi Tahap Kedua dilaksanalan di PCNU Kab. Pasuruan

    PCNU Kabupaten Pasuruan Lakukan Vaksinasi Tahap Kedua

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Pasuruan, nupasuruan.or.idPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melakukan vaksinasi kedua untuk kiai, ibu nyai, pengurus Badan Otonom (Banom), dan kader, Senin (22/03/2021). Kegiatan ini bertempat di kompleks Graha PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Vaksinasi ini diikuti sebanyak 269 peserta. KH Saiful Anam Chalim, selaku Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa vaksinasi kedua yang dilaksanakan […]

  • Agar Beternak Secara Praktis & Ramah Lingkungan, LPPNU Pasuruan Lakukan Pembinaan

    Agar Beternak Secara Praktis & Ramah Lingkungan, LPPNU Pasuruan Lakukan Pembinaan

    • calendar_month Sen, 27 Des 2021
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanLembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melakukan pembinaan kepada peternak kambing dan sapi di Desa Mulyorejo Kecamatan Kraton, Ahad (26/12/2021). Kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Ketua LPPNU PCNU Kabupaten Pasuruan Syamsul Maarif, menjelaskan fokus pembinaan terkait penggunaan pakan […]

  • Terpilih! Kader IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan Ikut Program Youcan Millenial Mengabdi di Malaysia

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Ket. Foto (kiri): Marta, Mr. Abdifatah Mohamed Abdulle (Founder Somali Community School In Malays For Urban Youth Children School, Kuala Lumpur), Farchan. Pasuruan – Nur Ali Farchan (Wakil Ketua II PC IPNU Kabupaten Pasuruan) dan Dwi Marta Marwatul Warda (Sekretaris PC IPPNU Kabupaten Pasuruan) berhasil membawa nama Kabupaten Pasuruan di forum internasional, pasalnya 2 kader […]

  • Tanggap Bencana Banjir, PMII Pasuruan Galang Dana di 8 Titik

    • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pasuruan kembali gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir di Pasuruan, Senin (21/1) di 8 titik tempat jalan raya kabupaten dan kota Pasuruan. Dilaporkan kepada tim media nupasuruan.or.id, bahwa 8 (tujuh) titik tempat diantaranya adalah Alun-alun Bangil, Perempatan Taman Dayu Pandaan, Pertigaan Purwosari, Perempatan Semeru, Perempatan Krampyangan, Perempatan Penjara, Perempatan Kebonagung, […]

  • Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi, PCNU Pasuruan Gelar Muskercab V

    Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi, PCNU Pasuruan Gelar Muskercab V

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) V di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (15/02/2026). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menyampaikan bahwa Muskercab V menjadi momentum strategis untuk menyusun program kerja satu tahun ke depan sekaligus sebagai langkah awal menuju Konferensi Cabang […]

  • Ratusan Warga Nahdiyin Hadiri Tahlil Kenang 40 Hari Wafatnya KH Muzakki Birul Alim

    Ratusan Warga Nahdiyin Hadiri Tahlil Kenang 40 Hari Wafatnya KH Muzakki Birul Alim

    • calendar_month Rab, 29 Nov 2023
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Ratusan warga nahdiyin menghadiri 40 hari wafatnya almarhum Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Muzakki Birul Alim di Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung, Selasa (28/11/2023). Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullaj Kiai Muzakki tentu menjadi pukulan keras bagi semua keluarga, kerabat, jamaahnya khususnya di kalangan PCNU Kabupaten Pasuruan dan kini sejarah hidup […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca