Breaking News
light_mode

Belajar dari Para Wisudawan Berprestasi STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 4 Des 2025
  • visibility 545
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Momentum wisuda menjadi tanda berakhirnya sebuah perjuangan dalam jenjang pendidikan tertentu. Di prosesnya, ada bentuk-bentuk perjuangan yang beragam. Namun terdapat garis merah atas perjuangan itu; kerja keras dan pantang menyerah. Bagi seorang pejuang, tentu berharap setiap akhirnya adalah happy ending.

Bagi Akhmad Saifulloh Azzamzuri yang tumbuh dari keluarga petani di Dusun Sumbersari, Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, perjuangannya di kampus dapat dilihat dari upayanya memperkuat kapasitas dan jejaring dengan aktif berorganisasi.

“Organisasi menjadi ruang belajar terbesar saya. Dari PMII, saya mulai berani mengambil keputusan dan memahami realita kehidupan,” ujar mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI itu.

Minatnya terhadap wirausaha, membuat hari-harinya akrab dengan berbagai eksperimen bisnis. Ia pun beberapa kali terlibat dalam kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek RI.

“Pernah tas saya itu isinya bukan buku, tapi susu semua (Pesanan teman di kelas),” kenangnya sambil tertawa.

Kisah dramatis Azzam terlihat saat Ia jatuh sakit. Muntah darah. Harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Setelah lulus, Azzam memilih fokus mengembangkan bisnisnya; Percetakan Asprint. Dirinya juga menyiapkan langkah akademik berikutnya.

“Menurut saya, S1 belum cukup. Yang saya kejar bukan hanya gelar, tapi pola pikir, pengalaman, dan relasi,” tandas Presiden Mahasiswa STAI Salahuddin & UNU Pasuruan 2023-2024 tersebut.

Perihal berwirausaha, Mukhammad Naufal pun mengaku telah melakukannya sejak Sekolah Dasar. Sewaktu mahasiswa hingga lulus, Ia bekerja di PT Mayora Indah Tbk. Ia juga lolos P2MW dan Wirausaha Merdeka (WMK) Universitas Airlangga (Unair).

“Saya pernah galau selama seminggu sebab tidak lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM),” ungkap Ketua HMPS Teknik Kimia itu.

Alumni Pondok Pesantren Al Falah Lebak, Kecamatan Winongan itu pun akan berjuang untuk mendapatkan beasiswa S2 dan bekerja di perusahaan internasional.

Prestasi wirausaha mahasiswa pun diraih oleh Dini Ananda Yusti. Ia lolos WMK UNAIR. Anak pasangan driver ojek online dan buruh pabrik itu mengaku fokus kuliah. Mengingat jarak rumahnya, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, cukup jauh dengan kampus.

“Ada pengalaman lucu sekaligus sedih. Sewaktu sangat bersemangat datang ke kampus meski hujan, ternyata kelas mendadak dibatalkan. Kami ngakak sekaligus sedih sih. Hehehe,” kata mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual itu.

Penyuka olahan dada ayam itu berharap, setelah lulus dapat bekerja di luar negeri dan sukses. Tujuannya agar mampu memberi kado tiket ibadah haji kepada kedua orang tua.

Upaya merintis usaha pun ada dalam rencana Risa Dewi Hajar setelah lulus. Pehobi membuat roti (Baking) itu ingin membangun karir sembari terus mempelajari hal-hal baru serta menambah pengalaman dalam pengolahan pangan dan kualitas sebuah produk.

“Salah satu pengalaman berkesan adalah saat praktikum hasil nabati. Kami membuat roti hingga maghrib. Suasana praktik itu begitu hangat dan penuh canda tawa. Momen itu tidak akan pernah saya lupakan,” kesan mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) tersebut.

Perihal berorganisasi, Ilvi Nur Oktavia tak kalah. Mahasiswa Teknik Industri ini pun berprestasi di bidang matematika, bahasa inggris, hingga pencak silat. Tercatat, anak kuli bangunan itu pun juara 2 dalam kejuaraan nasional di Banyuwangi dan UNUSIA.

Relawan Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan itu mengaku tak memiliki pengalaman sedih di kampus. Artinya, semua pazel kehidupannya dapat ia hadapi, terima, dan syukuri.

“Saya ingin bekerja dan menjadi dosen. Sebab saya termotivasi dengan Kaprodi TI. Saya ingin menjadi perempuan tangguh, cekatan, dan bertanggungjawab saat bekerja dan mengajar,” kesan penikmat Nasi Padang itu.

Begitu juga dengan Iradatus Sholiha, Ia pun aktif berorganisasi. Penikmat Korean Food itu pernah menjadi Duta Ekonomi Syariah hingga mewakili kampus dalam lomba Karya Ilmiah tingkat Internasional.

“Sangat menegangkan pada waktu presentasi di UiTM Malaysia. Alhamdulillah mendapatkan Winners 1st Best Presentation Category,” kata Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan periode 2025-2026 tersebut.

Aktivisme pun dijalani oleh Ifatul Jannah. Mahasiswa Pendidikan Matematika itu aktif dan berkhidmat di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU); Dari ranting, anak cabang, dan komisariat.

“Saya akan menjadi guru. Saya akan menggunakan metode pengajaran yang membuat peserta didik tidak lagi membenci matematika,” harap Alumnus MA Abu Amar Pasrepan itu.

Perihal ingin melanjutkan S2, disampaikan juga oleh Izzatun Nuriyah. Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Bangil itu pernah membiakkan Droshophila, lalat buah, untuk praktikum Mata Kuliah Genetika.

“Melihat bagaimana siklus hidupnya dari telur, larva, pupa, hingga dewasa itu benar-benar meneguhkan serunya belajar biologi,” kesan mahasiswa yang pernah menjadi Asisten Dosen itu.

Catatan perjuangan ini ditutup kisah Farkhah Kholidah. Mahasiswa Pendidikan Fisika itu memulai kuliah tanpa Hp dan laptop. Lalu kuliah sambil kerja. Kisah lengkapnya dapat dibaca di Media Massa Nasional, TimesIndonesia. Dengan judul “HP Hadiah dari Ayah Stroke Jadi Nyala Kecil yang Antar Farkhah Jadi Wisudawan Terbaik.”

Sembilan nama di atas dan semua wisudawan STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan telah berjuang di satu titik kehidupannya. Mereka semua tahu betul tentang kerja keras orang tua. Semuanya pun telah menjalani sebuah pernyataan, sebuah realitas, sebuah lirik lagu, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti.

Hingga tulisan ini ditulis, kita semuanya tetap berjuang dengan caranya masing-masing, menghadapi kegagalannya masing-masing, menerima hasil yang dicapai masing-masing. Namun ada satu garis merah; doa orang tua atau orang terdekat, saling mendukung dan berkolaborasi, serta pantang menyerah.

Untuk diketahui, sembilan nama di atas adalah wisudawan terbaik dan berprestasi di prodinya masing-masing.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPNU IPPNU Pasuruan Luncurkan Beasiswa Kader NU dan MoU Literasi Keagamaan Bersama Kemenag

    IPNU IPPNU Pasuruan Luncurkan Beasiswa Kader NU dan MoU Literasi Keagamaan Bersama Kemenag

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar memorandum of understanding dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan di Ascent Premiere Hotel Pasuruan, Jum’at (28/02/2026) Ketua PC IPPNU Kabupaten Pasuruan, Siti Julaiha, mengatakan bahwa program beasiswa tersebut merupakan program kontinyu […]

  • Peduli Banjir Kota Batu, Pelajar NU Rejoso Galang Dana

    Peduli Banjir Kota Batu, Pelajar NU Rejoso Galang Dana

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanDewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corp Brigade Pembangunan (CBP)-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Korp Pelajar Putri (KPP)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Rejoso melakukan penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Kota Batu dan beberapa titik di Kota Malang, Minggu (07/11/2021). Penggalangan dana itu di pusatkan di perempatan Rejoso yang diikuti […]

  • Santri Bucin Menurut Gus Sirajjuddin Sidogiri

    Santri Bucin Menurut Gus Sirajjuddin Sidogiri

    • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
    • visibility 875
    • 0Komentar

    Perwosari, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kajian milenial dengan tema ‘Santri Bucin Gak Bahaya Ta’ di caffe K-Naya Kamis (2/10/2023). Pendakwah Milenial Pasuruan Gus M Sirajjuddin mengatakan, mengatakan santri merupakan orang yang berpegang teguh kepada syariat, menjalankan sunah Rasulullah dan bisa bergaul dengan baik kepada sesama. “Santri […]

  • KH Ma’shum Hasyim Jelaskan Makna Tiga Huruf  Lambang NU

    KH Ma’shum Hasyim Jelaskan Makna Tiga Huruf Lambang NU

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Lambang Nahdlatul Ulama terdiri dari susunan gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh sembilan bintang, dengan tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri. Dalam acara Haul KH Abdurahman Syakur di Halaman pondok setempat, Ahad (3/12/2023). Pejabat (PJ) Rais Syuriyah Pengurus Cabang […]

  • Bantu Ekonomi Warga, GUSDURian Pasuruan Libatkan NUJEK dalam Penyaluran Bantuan

    Bantu Ekonomi Warga, GUSDURian Pasuruan Libatkan NUJEK dalam Penyaluran Bantuan

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2020
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti ini sangat banyak sekali warga yang terdampak secara ekonomi seperti para pedagang kecil, pekerja informal, pekerja rumahan atau pegawai pabrik yang dirumahkan hingga menerima PHK. Hal tersebut direspon cepat oleh Relawan GUSDURian Peduli Covid-19 Pasuruan yang memiliki Posko Bersama Saling Jaga Hadapi Corona di jalan Kecamatan No. 71 Kolursari […]

  • ANSOR Tutur Resmi Dilantik, Sahabat Abdul Karim Sampaikan Pentingnya Literasi Digital

    ANSOR Tutur Resmi Dilantik, Sahabat Abdul Karim Sampaikan Pentingnya Literasi Digital

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2020
    • visibility 976
    • 0Komentar

    Sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh berhenti bergerak dalam melaksanakan setiap tugas yang diembankan terhadap setiap kader Nahdlatul Ulama (NU) serta Badan Otonom (Banom) di bawah naungannya. Maka, untuk menjaga eksistensi gerakan perlu adanya penyegaran dalam melanjutkan estafet kepengurusan sebuah organisasi. Pada tahun 2020 ini, Pimpinan Cabang Gerakan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca