Breaking News
light_mode

Belajar dari Para Wisudawan Berprestasi STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 4 Des 2025
  • visibility 443
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Momentum wisuda menjadi tanda berakhirnya sebuah perjuangan dalam jenjang pendidikan tertentu. Di prosesnya, ada bentuk-bentuk perjuangan yang beragam. Namun terdapat garis merah atas perjuangan itu; kerja keras dan pantang menyerah. Bagi seorang pejuang, tentu berharap setiap akhirnya adalah happy ending.

Bagi Akhmad Saifulloh Azzamzuri yang tumbuh dari keluarga petani di Dusun Sumbersari, Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, perjuangannya di kampus dapat dilihat dari upayanya memperkuat kapasitas dan jejaring dengan aktif berorganisasi.

“Organisasi menjadi ruang belajar terbesar saya. Dari PMII, saya mulai berani mengambil keputusan dan memahami realita kehidupan,” ujar mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI itu.

Minatnya terhadap wirausaha, membuat hari-harinya akrab dengan berbagai eksperimen bisnis. Ia pun beberapa kali terlibat dalam kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek RI.

“Pernah tas saya itu isinya bukan buku, tapi susu semua (Pesanan teman di kelas),” kenangnya sambil tertawa.

Kisah dramatis Azzam terlihat saat Ia jatuh sakit. Muntah darah. Harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Setelah lulus, Azzam memilih fokus mengembangkan bisnisnya; Percetakan Asprint. Dirinya juga menyiapkan langkah akademik berikutnya.

“Menurut saya, S1 belum cukup. Yang saya kejar bukan hanya gelar, tapi pola pikir, pengalaman, dan relasi,” tandas Presiden Mahasiswa STAI Salahuddin & UNU Pasuruan 2023-2024 tersebut.

Perihal berwirausaha, Mukhammad Naufal pun mengaku telah melakukannya sejak Sekolah Dasar. Sewaktu mahasiswa hingga lulus, Ia bekerja di PT Mayora Indah Tbk. Ia juga lolos P2MW dan Wirausaha Merdeka (WMK) Universitas Airlangga (Unair).

“Saya pernah galau selama seminggu sebab tidak lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM),” ungkap Ketua HMPS Teknik Kimia itu.

Alumni Pondok Pesantren Al Falah Lebak, Kecamatan Winongan itu pun akan berjuang untuk mendapatkan beasiswa S2 dan bekerja di perusahaan internasional.

Prestasi wirausaha mahasiswa pun diraih oleh Dini Ananda Yusti. Ia lolos WMK UNAIR. Anak pasangan driver ojek online dan buruh pabrik itu mengaku fokus kuliah. Mengingat jarak rumahnya, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, cukup jauh dengan kampus.

“Ada pengalaman lucu sekaligus sedih. Sewaktu sangat bersemangat datang ke kampus meski hujan, ternyata kelas mendadak dibatalkan. Kami ngakak sekaligus sedih sih. Hehehe,” kata mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual itu.

Penyuka olahan dada ayam itu berharap, setelah lulus dapat bekerja di luar negeri dan sukses. Tujuannya agar mampu memberi kado tiket ibadah haji kepada kedua orang tua.

Upaya merintis usaha pun ada dalam rencana Risa Dewi Hajar setelah lulus. Pehobi membuat roti (Baking) itu ingin membangun karir sembari terus mempelajari hal-hal baru serta menambah pengalaman dalam pengolahan pangan dan kualitas sebuah produk.

“Salah satu pengalaman berkesan adalah saat praktikum hasil nabati. Kami membuat roti hingga maghrib. Suasana praktik itu begitu hangat dan penuh canda tawa. Momen itu tidak akan pernah saya lupakan,” kesan mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) tersebut.

Perihal berorganisasi, Ilvi Nur Oktavia tak kalah. Mahasiswa Teknik Industri ini pun berprestasi di bidang matematika, bahasa inggris, hingga pencak silat. Tercatat, anak kuli bangunan itu pun juara 2 dalam kejuaraan nasional di Banyuwangi dan UNUSIA.

Relawan Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan itu mengaku tak memiliki pengalaman sedih di kampus. Artinya, semua pazel kehidupannya dapat ia hadapi, terima, dan syukuri.

“Saya ingin bekerja dan menjadi dosen. Sebab saya termotivasi dengan Kaprodi TI. Saya ingin menjadi perempuan tangguh, cekatan, dan bertanggungjawab saat bekerja dan mengajar,” kesan penikmat Nasi Padang itu.

Begitu juga dengan Iradatus Sholiha, Ia pun aktif berorganisasi. Penikmat Korean Food itu pernah menjadi Duta Ekonomi Syariah hingga mewakili kampus dalam lomba Karya Ilmiah tingkat Internasional.

“Sangat menegangkan pada waktu presentasi di UiTM Malaysia. Alhamdulillah mendapatkan Winners 1st Best Presentation Category,” kata Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan periode 2025-2026 tersebut.

Aktivisme pun dijalani oleh Ifatul Jannah. Mahasiswa Pendidikan Matematika itu aktif dan berkhidmat di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU); Dari ranting, anak cabang, dan komisariat.

“Saya akan menjadi guru. Saya akan menggunakan metode pengajaran yang membuat peserta didik tidak lagi membenci matematika,” harap Alumnus MA Abu Amar Pasrepan itu.

Perihal ingin melanjutkan S2, disampaikan juga oleh Izzatun Nuriyah. Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Bangil itu pernah membiakkan Droshophila, lalat buah, untuk praktikum Mata Kuliah Genetika.

“Melihat bagaimana siklus hidupnya dari telur, larva, pupa, hingga dewasa itu benar-benar meneguhkan serunya belajar biologi,” kesan mahasiswa yang pernah menjadi Asisten Dosen itu.

Catatan perjuangan ini ditutup kisah Farkhah Kholidah. Mahasiswa Pendidikan Fisika itu memulai kuliah tanpa Hp dan laptop. Lalu kuliah sambil kerja. Kisah lengkapnya dapat dibaca di Media Massa Nasional, TimesIndonesia. Dengan judul “HP Hadiah dari Ayah Stroke Jadi Nyala Kecil yang Antar Farkhah Jadi Wisudawan Terbaik.”

Sembilan nama di atas dan semua wisudawan STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan telah berjuang di satu titik kehidupannya. Mereka semua tahu betul tentang kerja keras orang tua. Semuanya pun telah menjalani sebuah pernyataan, sebuah realitas, sebuah lirik lagu, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti.

Hingga tulisan ini ditulis, kita semuanya tetap berjuang dengan caranya masing-masing, menghadapi kegagalannya masing-masing, menerima hasil yang dicapai masing-masing. Namun ada satu garis merah; doa orang tua atau orang terdekat, saling mendukung dan berkolaborasi, serta pantang menyerah.

Untuk diketahui, sembilan nama di atas adalah wisudawan terbaik dan berprestasi di prodinya masing-masing.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lulusan Pesantren Punya Soft Skill dan Ketahanan Hidup yang Kuat

    Lulusan Pesantren Punya Soft Skill dan Ketahanan Hidup yang Kuat

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) menyebut bahwa sistem pendidikan pesantren telah lama menanamkan apa yang kini disebut soft skill education, jauh sebelum istilah itu populer di dunia akademik modern. Hal tersebut ia sampaikan dalam Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Pasuruan di RSNU […]

  • Waspada Risiko Longsor, LPBI NU Kabupaten Pasuruan Turun Lapang

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kemarin (10/1/2020), Tim Relawan NU Tanggap Bencana akan melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan kesolidan dan efektifitas dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, LPBI PCNU Kabupaten Pasuruan dan MWC NU Tutur bersama Camat melakukan survei terkait adanya potensi bencana longsor di Dusun Gerdu Desa Gendro […]

  • BKNU Pasuruan: Saksikan Besok, Serunya Balap Kapal di Pantai Lekok

    BKNU Pasuruan: Saksikan Besok, Serunya Balap Kapal di Pantai Lekok

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanBadan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan ‘Lomba Balap Kapal’ di Pantai Lekok, Sabtu (13/08/2022). Kegiatan ‘Lomba Balap Kapal’ itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 dan menyongsong 1 Abad NU. Sekretaris BKNU, Gus Nanang Chafidz Faqih menuturkan, lomba itu dilaksanakan […]

  • Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H / 2020

    Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H / 2020

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • visibility 1.372
    • 0Komentar

    Untuk lebih memudahkan dalam menentukan Waktu Sholat, silahkan download Aplikasi Waktu sholat di google playstore Digital Falak, karya Kader Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan Ust. Tolhah Ma’ruf, selaku Ketua LFNU Kabupaten Pasuraun. Link download: http://s.id/Imsakiyah1441Pasuruan

  • Mahasiswa ITSNU Pasuruan Ubah Limbah Kerang Jadi Pupuk Organik

    Mahasiswa ITSNU Pasuruan Ubah Limbah Kerang Jadi Pupuk Organik

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Mahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) memanfaatkan limbah kulit kerang di Dusun Gumeng, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan menjadi pupuk organik. Koordinator Kegiatan M. Nasih menceritakan, bahwa selama ini masyarakat setempat hanya membuang begitu saja limbah kulit kerang. […]

  • Harlah NU, JQHNU Rejoso Gelar Khotmil Qur’an

    Harlah NU, JQHNU Rejoso Gelar Khotmil Qur’an

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • visibility 619
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jam’iyah Qurro’ Wal Huffadh NU (JQHNU) Kecamatan Rejoso menggelar Khotmil Quran, di MWCNU Kecamatan Rejoso, Rabu (15/01/2025). Ketua PAC JQHNU Rejoso, Ustad Zainuddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan swadaya guru guru TPQ yang ingin ikut memeriahkan harlah NU yang ke 102 dan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca