Breaking News
light_mode

Belajar dari Para Wisudawan Berprestasi STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 4 Des 2025
  • visibility 559
  • comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan

Momentum wisuda menjadi tanda berakhirnya sebuah perjuangan dalam jenjang pendidikan tertentu. Di prosesnya, ada bentuk-bentuk perjuangan yang beragam. Namun terdapat garis merah atas perjuangan itu; kerja keras dan pantang menyerah. Bagi seorang pejuang, tentu berharap setiap akhirnya adalah happy ending.

Bagi Akhmad Saifulloh Azzamzuri yang tumbuh dari keluarga petani di Dusun Sumbersari, Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, perjuangannya di kampus dapat dilihat dari upayanya memperkuat kapasitas dan jejaring dengan aktif berorganisasi.

“Organisasi menjadi ruang belajar terbesar saya. Dari PMII, saya mulai berani mengambil keputusan dan memahami realita kehidupan,” ujar mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI itu.

Minatnya terhadap wirausaha, membuat hari-harinya akrab dengan berbagai eksperimen bisnis. Ia pun beberapa kali terlibat dalam kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek RI.

“Pernah tas saya itu isinya bukan buku, tapi susu semua (Pesanan teman di kelas),” kenangnya sambil tertawa.

Kisah dramatis Azzam terlihat saat Ia jatuh sakit. Muntah darah. Harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Setelah lulus, Azzam memilih fokus mengembangkan bisnisnya; Percetakan Asprint. Dirinya juga menyiapkan langkah akademik berikutnya.

“Menurut saya, S1 belum cukup. Yang saya kejar bukan hanya gelar, tapi pola pikir, pengalaman, dan relasi,” tandas Presiden Mahasiswa STAI Salahuddin & UNU Pasuruan 2023-2024 tersebut.

Perihal berwirausaha, Mukhammad Naufal pun mengaku telah melakukannya sejak Sekolah Dasar. Sewaktu mahasiswa hingga lulus, Ia bekerja di PT Mayora Indah Tbk. Ia juga lolos P2MW dan Wirausaha Merdeka (WMK) Universitas Airlangga (Unair).

“Saya pernah galau selama seminggu sebab tidak lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM),” ungkap Ketua HMPS Teknik Kimia itu.

Alumni Pondok Pesantren Al Falah Lebak, Kecamatan Winongan itu pun akan berjuang untuk mendapatkan beasiswa S2 dan bekerja di perusahaan internasional.

Prestasi wirausaha mahasiswa pun diraih oleh Dini Ananda Yusti. Ia lolos WMK UNAIR. Anak pasangan driver ojek online dan buruh pabrik itu mengaku fokus kuliah. Mengingat jarak rumahnya, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, cukup jauh dengan kampus.

“Ada pengalaman lucu sekaligus sedih. Sewaktu sangat bersemangat datang ke kampus meski hujan, ternyata kelas mendadak dibatalkan. Kami ngakak sekaligus sedih sih. Hehehe,” kata mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual itu.

Penyuka olahan dada ayam itu berharap, setelah lulus dapat bekerja di luar negeri dan sukses. Tujuannya agar mampu memberi kado tiket ibadah haji kepada kedua orang tua.

Upaya merintis usaha pun ada dalam rencana Risa Dewi Hajar setelah lulus. Pehobi membuat roti (Baking) itu ingin membangun karir sembari terus mempelajari hal-hal baru serta menambah pengalaman dalam pengolahan pangan dan kualitas sebuah produk.

“Salah satu pengalaman berkesan adalah saat praktikum hasil nabati. Kami membuat roti hingga maghrib. Suasana praktik itu begitu hangat dan penuh canda tawa. Momen itu tidak akan pernah saya lupakan,” kesan mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) tersebut.

Perihal berorganisasi, Ilvi Nur Oktavia tak kalah. Mahasiswa Teknik Industri ini pun berprestasi di bidang matematika, bahasa inggris, hingga pencak silat. Tercatat, anak kuli bangunan itu pun juara 2 dalam kejuaraan nasional di Banyuwangi dan UNUSIA.

Relawan Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan itu mengaku tak memiliki pengalaman sedih di kampus. Artinya, semua pazel kehidupannya dapat ia hadapi, terima, dan syukuri.

“Saya ingin bekerja dan menjadi dosen. Sebab saya termotivasi dengan Kaprodi TI. Saya ingin menjadi perempuan tangguh, cekatan, dan bertanggungjawab saat bekerja dan mengajar,” kesan penikmat Nasi Padang itu.

Begitu juga dengan Iradatus Sholiha, Ia pun aktif berorganisasi. Penikmat Korean Food itu pernah menjadi Duta Ekonomi Syariah hingga mewakili kampus dalam lomba Karya Ilmiah tingkat Internasional.

“Sangat menegangkan pada waktu presentasi di UiTM Malaysia. Alhamdulillah mendapatkan Winners 1st Best Presentation Category,” kata Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan periode 2025-2026 tersebut.

Aktivisme pun dijalani oleh Ifatul Jannah. Mahasiswa Pendidikan Matematika itu aktif dan berkhidmat di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU); Dari ranting, anak cabang, dan komisariat.

“Saya akan menjadi guru. Saya akan menggunakan metode pengajaran yang membuat peserta didik tidak lagi membenci matematika,” harap Alumnus MA Abu Amar Pasrepan itu.

Perihal ingin melanjutkan S2, disampaikan juga oleh Izzatun Nuriyah. Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Bangil itu pernah membiakkan Droshophila, lalat buah, untuk praktikum Mata Kuliah Genetika.

“Melihat bagaimana siklus hidupnya dari telur, larva, pupa, hingga dewasa itu benar-benar meneguhkan serunya belajar biologi,” kesan mahasiswa yang pernah menjadi Asisten Dosen itu.

Catatan perjuangan ini ditutup kisah Farkhah Kholidah. Mahasiswa Pendidikan Fisika itu memulai kuliah tanpa Hp dan laptop. Lalu kuliah sambil kerja. Kisah lengkapnya dapat dibaca di Media Massa Nasional, TimesIndonesia. Dengan judul “HP Hadiah dari Ayah Stroke Jadi Nyala Kecil yang Antar Farkhah Jadi Wisudawan Terbaik.”

Sembilan nama di atas dan semua wisudawan STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan telah berjuang di satu titik kehidupannya. Mereka semua tahu betul tentang kerja keras orang tua. Semuanya pun telah menjalani sebuah pernyataan, sebuah realitas, sebuah lirik lagu, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti.

Hingga tulisan ini ditulis, kita semuanya tetap berjuang dengan caranya masing-masing, menghadapi kegagalannya masing-masing, menerima hasil yang dicapai masing-masing. Namun ada satu garis merah; doa orang tua atau orang terdekat, saling mendukung dan berkolaborasi, serta pantang menyerah.

Untuk diketahui, sembilan nama di atas adalah wisudawan terbaik dan berprestasi di prodinya masing-masing.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asnuter Pasuruan Perkuat Pemahaman Aswaja Pelajar Lewat Lomba Cerdas Cermat

    Asnuter Pasuruan Perkuat Pemahaman Aswaja Pelajar Lewat Lomba Cerdas Cermat

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Aswaja NU Center (Asnuter) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Cerdas Cermat Ahlussunnah wal Jamaah di Pondok Pesantren Assholach, Kejeron, Kecamatan Gondangwetan, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dan santri se-Pasuruan Raya dengan semangat memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di kalangan generasi muda. Ketua PC Aswaja NU Center Kabupaten […]

  • ISNU Pasuruan Siapkan Duta Budaya dan Pariwisata Religi di Jawa Timur

    ISNU Pasuruan Siapkan Duta Budaya dan Pariwisata Religi di Jawa Timur

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menggelar workshop dalam rangka generasi muda NU menjadi duta budaya dan pariwisata religi di Alienta Hotel Kota Malang. Merespon hal tersebut Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Pasuruan menyiapkan empat delegasi untuk menjadi duta budaya dan pariwisata di Kabupaten Pasuruan dan Jawa Timur. […]

  • KH Imron Mutamakkin Soroti Pergeseran Pendidikan: Dari Ilmu ke Industri

    KH Imron Mutamakkin Soroti Pergeseran Pendidikan: Dari Ilmu ke Industri

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di masyarakat tidak lepas dari perkembangan teknologi global. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa prinsip dasar tetap tidak boleh berubah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Istighosah Jum’at Legi PCNU Kabupaten Pasuruan yang digelar di Masjid Al Hidayah, […]

  • Nanti Malam Final Trofeo Turnamen Futsal Sarungan, Ini Ulasan & Prediksinya

    Nanti Malam Final Trofeo Turnamen Futsal Sarungan, Ini Ulasan & Prediksinya

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanTurnamen Futsal Sarungan (TFS) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan memasuki babak final. Terdapat tiga tim yang akan bertanding. Yakni Tim Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Winongan, MWCNU Kejayan, dan MWCNU Pohjentrek. Final Trofeo itu digelar di King Futsal, Jalan Raya Warungdowo Nomor 11, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jumat […]

  • Bank Sampah dan Digitalisasi UMKM Jadi Program Unggulan, PMM UNU Pasuruan

    Bank Sampah dan Digitalisasi UMKM Jadi Program Unggulan, PMM UNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan. Melalui program unggulan berupa penguatan Bank Sampah “Semar”, digitalisasi UMKM, serta pemetaan potensi desa berbasis QR Code, mahasiswa diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat di bidang lingkungan dan ekonomi. Ketua PMM Kelompok 02, Umrotun […]

  • Ada Peluang Ekspor Talas Beneng, LPPNU Pasuruan Gelar Studi Riset

    Ada Peluang Ekspor Talas Beneng, LPPNU Pasuruan Gelar Studi Riset

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanLembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan telah melaksanakan Studi Riset kepada CV Maju Unggas Jombang, Selasa (04/01/2022). Ketua LPPNU PCNU Kabupaten Pasuruan Syamsul Maarif, menjelaskan tujuan kegiatan adalah untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan budi daya Bebek Potong dan Talas Beneng hingga strategi pemasarannya. “Kami belajar teknis […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca