Breaking News
light_mode

Gus Kikin: NU Lahir di Bawah Tekanan, Kini Jadi Penentu Arah Keagamaan Dunia

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa arah gerakan NU hari ini harus kembali pada orientasi spiritual, yakni mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada yang berkuasa.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Organisasi Zona Pasuruan Raya PWNU Jawa Timur yang digelar di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/12/2025).

“Jika kita hanya mendekat kepada yang berkuasa, maka kita akan melemah. Namun jika mendekat kepada Yang Maha Kuasa, Allah akan membimbing perjuangan kita,” ujarnya.

Gus Kikin, sapaan akrabnya, mengajak seluruh warga NU untuk kembali pada khitah perjuangan serta memegang teguh prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).

“Prinsip ini telah menjadi pegangan NU dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.

NU Lahir dalam Tekanan Kolonial

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menekankan pentingnya memahami sejarah NU. Menurutnya, NU lahir pada masa penjajahan Belanda sehingga perjuangannya tak pernah terlepas dari tekanan kolonial.

“Kita sulit membayangkan bagaimana para ulama mendirikan NU di tengah penjajahan Belanda pada waktu itu,” tuturnya.

NU tumbuh sebagai organisasi yang mandiri, dipimpin langsung oleh para ulama tanpa campur tangan pemerintah kolonial. Tidak mengherankan jika Belanda kemudian memusuhi NU.

Sejak awal, NU kerap berhadapan dengan kebijakan kolonial yang merugikan umat. Gus Kikin mencontohkan sikap tegas NU terhadap pemerintah Belanda, di antaranya penolakan Undang-Undang Pernikahan pada 1 April 1937 yang kemudian mendorong lahirnya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).

Selain itu, NU juga pernah mengeluarkan fatwa pada 1938 yang melarang umat menggunakan kapal Belanda untuk berhaji serta melarang donor darah untuk kepentingan kolonial.

“Sikap-sikap ini menunjukkan konsistensi NU dalam menjaga martabat dan kedaulatan umat, baik pada masa Belanda, Jepang, maupun setelah Indonesia merdeka,” tegasnya.

Dua Misi Besar NU: Mencerdaskan Bangsa dan Berkiprah Global

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut menjelaskan bahwa sejak awal NU membawa misi mencerdaskan kehidupan bangsa serta memperluas peran di tingkat internasional.

“NU bahkan pernah menjadi rujukan Raja Saudi dalam urusan keagamaan. Karena itu, NU perlu terus membangun sinergi dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi,” ungkapnya.

Pesantren sebagai Penjaga Khazanah Keilmuan

Di akhir penyampaian, Gus Kikin menekankan pentingnya pondok pesantren dalam perjalanan bangsa. Banyak naskah perjuangan para kiai ditulis dalam aksara Pegon, sehingga perlu dikaji dan dituliskan ulang agar tidak hilang dari khazanah Nusantara.

“Jika ada buku yang kurang sesuai dengan sejarah, maka tugas kita adalah menuliskan kembali kajian tentang pesantren,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Jajanan Tradisional Bentuk Kenalkan Makanan Khas Indonesia

    Festival Jajanan Tradisional Bentuk Kenalkan Makanan Khas Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • visibility 1.208
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar festival kuliner jajanan tradisional di area perkantoran PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (20/10/2024). Ketua pelaksana Gus Nasih Nashor mengatakan, festival jajanan tradisional merupakan cara dari PCNU Kabupaten Pasuruan untuk mengenalkan jajanan khas indonesia kepada anak anak muda. “Dalam festival tersebut banyak sekali jajanan yang dapat […]

  • KH Tamimuddin Hamzah : Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

    KH Tamimuddin Hamzah : Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • visibility 1.416
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Wakil Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH. Tamimuddin Hamzah, mengatakan bahwasanya hidup itu harus mempunyai pegangan dunia dan akhirat karena tidak selamanya kita kekal. Hal itu diungkapkan pada saat Safari Ramadhan PCNU Kabupaten Pasuruan, di Masjid Rahmat, Dusun Ngempit Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan Jum’at (7/04/2025). “Maksimal hidup enam […]

  • LPBH NU Kab. Pasuruan Beri Bantuan Hukum Konflik Masjid Hidayatullah

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama’ (LPBHNU) Kabupaten Pasuruan diminta bantuan oleh PCNU Kota Pasuruan terkait konflik di Masjid Hidayatullah Kota Pasuruan. “Konflik bermula dari kejadian meninggalnya dr. Hendra Romadlon yang disholatkan jenazahnya di masjid hidayatullah, pun pihak keluarga meminta di bacakan yasin dan tahlil. Tetapi di tolak oleh kelompok wahabi salafi yang sudah […]

  • Terwujudnya Mimpi 25 Tahun Silam Miliki Graha Pergerakan, Kader & Alumni PMII Pasuruan Gelar Tasyakuran

    Terwujudnya Mimpi 25 Tahun Silam Miliki Graha Pergerakan, Kader & Alumni PMII Pasuruan Gelar Tasyakuran

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    Rembang, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Pasuruan menggelar Halal Bihalal dan Tasyakuran untuk menempati Graha Pergerakan PMII Pasuruan, Dusun Pekebo, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Jum’at (17/05/2022). “Alhamdulillah. Acara bisa terlaksana dengan lancar dan dihadiri ratusan alumni dan kader PMII se- Pasuruan Raya. Acara […]

  • Kepala LBM Santri Al-Yasini: Bahtsul Masail Ciri Pesantren Salaf

    Kepala LBM Santri Al-Yasini: Bahtsul Masail Ciri Pesantren Salaf

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanKepala Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA) Ustadz Anasul Hakim menyampaikan, penerapan Bahtsul Masail menjadi salah satu ciri dari Tradisi Pondok Pesantren (Ponpes) Salaf. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Bahtsul Masail Kubro (BMK). Sebuah acara dalam rangka penutupan aktivitas LBM dan Pengembangan Intelektual Berbasis Kepesantrenan oleh Ikatan Kader Mahasiswa Al-Yasini […]

  • Bersama Mahasiswa UNU, Kejapanan Luncurkan Perpustakaan dan Pameran Karya Anak untuk Wujudkan Desa Literasi

    Bersama Mahasiswa UNU, Kejapanan Luncurkan Perpustakaan dan Pameran Karya Anak untuk Wujudkan Desa Literasi

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Pemerintah Desa Kejapanan bersama mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar peresmian Perpustakaan Desa serta pameran karya anak, Rabu (23/07). Acara yang berlangsung di Taman Lumbung ini turut dirangkaikan dengan pelantikan Forum Anak dan Forum Perempuan Kepala Keluarga masa bakti 2025–2027. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca