Breaking News
light_mode

Gus Kikin: NU Lahir di Bawah Tekanan, Kini Jadi Penentu Arah Keagamaan Dunia

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa arah gerakan NU hari ini harus kembali pada orientasi spiritual, yakni mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada yang berkuasa.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Organisasi Zona Pasuruan Raya PWNU Jawa Timur yang digelar di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/12/2025).

“Jika kita hanya mendekat kepada yang berkuasa, maka kita akan melemah. Namun jika mendekat kepada Yang Maha Kuasa, Allah akan membimbing perjuangan kita,” ujarnya.

Gus Kikin, sapaan akrabnya, mengajak seluruh warga NU untuk kembali pada khitah perjuangan serta memegang teguh prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).

“Prinsip ini telah menjadi pegangan NU dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.

NU Lahir dalam Tekanan Kolonial

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menekankan pentingnya memahami sejarah NU. Menurutnya, NU lahir pada masa penjajahan Belanda sehingga perjuangannya tak pernah terlepas dari tekanan kolonial.

“Kita sulit membayangkan bagaimana para ulama mendirikan NU di tengah penjajahan Belanda pada waktu itu,” tuturnya.

NU tumbuh sebagai organisasi yang mandiri, dipimpin langsung oleh para ulama tanpa campur tangan pemerintah kolonial. Tidak mengherankan jika Belanda kemudian memusuhi NU.

Sejak awal, NU kerap berhadapan dengan kebijakan kolonial yang merugikan umat. Gus Kikin mencontohkan sikap tegas NU terhadap pemerintah Belanda, di antaranya penolakan Undang-Undang Pernikahan pada 1 April 1937 yang kemudian mendorong lahirnya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).

Selain itu, NU juga pernah mengeluarkan fatwa pada 1938 yang melarang umat menggunakan kapal Belanda untuk berhaji serta melarang donor darah untuk kepentingan kolonial.

“Sikap-sikap ini menunjukkan konsistensi NU dalam menjaga martabat dan kedaulatan umat, baik pada masa Belanda, Jepang, maupun setelah Indonesia merdeka,” tegasnya.

Dua Misi Besar NU: Mencerdaskan Bangsa dan Berkiprah Global

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut menjelaskan bahwa sejak awal NU membawa misi mencerdaskan kehidupan bangsa serta memperluas peran di tingkat internasional.

“NU bahkan pernah menjadi rujukan Raja Saudi dalam urusan keagamaan. Karena itu, NU perlu terus membangun sinergi dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi,” ungkapnya.

Pesantren sebagai Penjaga Khazanah Keilmuan

Di akhir penyampaian, Gus Kikin menekankan pentingnya pondok pesantren dalam perjalanan bangsa. Banyak naskah perjuangan para kiai ditulis dalam aksara Pegon, sehingga perlu dikaji dan dituliskan ulang agar tidak hilang dari khazanah Nusantara.

“Jika ada buku yang kurang sesuai dengan sejarah, maka tugas kita adalah menuliskan kembali kajian tentang pesantren,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berikut Wisudawan Terbaik Wisuda ke-18 STAI Salahuddin Pasuruan

    Berikut Wisudawan Terbaik Wisuda ke-18 STAI Salahuddin Pasuruan

    • calendar_month Rab, 29 Nov 2023
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Pasuruan, NU Pasuruan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-18 di Hotel Ascent Premire, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (25/11/23). Terdapat 2 wisudawan terbaik berdasar Keputusan Ketua STAI Salahuddin Pasuruan Nomor: Nomor : ST.056/K/PP.00.1/2654/2023 Tentang Lulusan Terbaik Program Pendidikan Sarjana STAI Salahuddin Pasuruan Tahun Akademik 2022/2023. Wisudawan […]

  • Obat Buatan LPPNU Pasuruan Bantu Petani Lele

    Obat Buatan LPPNU Pasuruan Bantu Petani Lele

    • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Budi daya lele saat ini menjadi salah satu peluang usaha yang banyak dijalankan orang. Menjalankan usaha budi daya lele sebenarnya tidaklah sulit. Dibutuhkan pemahaman yang benar dalam budi daya lele agar memberikan keuntungan. Dalam hal ini Pengurus Cabang (PC) Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pasuruan membantau mengatasi permasalahan budidaya lele di […]

  • Korps PMII Putri Pasuruan Dukung Presiden Percepat Pengesahan RUU TPKS

    Korps PMII Putri Pasuruan Dukung Presiden Percepat Pengesahan RUU TPKS

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Gondang Wetan, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan Nur Rizky Amania, mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam upaya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). “Kita tunggu pengesahan tersebut. Kita sama-sama mendukung langkah Presiden agar segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” ujarnya kepada NU Pasuruan, Kamis (06/01/2022). Ia […]

  • Mahasiswa PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan Dampingi UMKM Jatirejo Urus Sertifikasi Halal dan NIB

    Mahasiswa PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan Dampingi UMKM Jatirejo Urus Sertifikasi Halal dan NIB

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Upaya mendorong UMKM naik kelas terus dilakukan oleh mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan menggelar sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal serta pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Koordinator PMM UNU STAI Salahudin Pasuruan, M. Ubaidillah Abdi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh […]

  • Divisitasi, ITSNU Pasuruan Layak Menjadi UNU Pasuruan

    Divisitasi, ITSNU Pasuruan Layak Menjadi UNU Pasuruan

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Perubahan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). “Jumat-Sabtu lalu (7-8/7/2023), sudah dilaksanakan visitasi dan evaluasi secara luring. Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar Muhammad Muhlis selaku Koordinator Tim Percepatan UNU Pasuruan kepada NU […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Turunkan Bantuan Tahap I Gerakan 50.000 Masker Melalui 19 MWCNU

    PCNU Kab. Pasuruan Turunkan Bantuan Tahap I Gerakan 50.000 Masker Melalui 19 MWCNU

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Gerakan 50.000 Masker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyalurkan bantuan tahap pertama melalui 19 MWCNU. “19 MWCNU, meliputi Rejoso, Lekok, Nguling, Grati, Lumbang, Winongan, Gondangwetan, Pasrepan, Puspo, dan Tosari,” ujar Sugeng Hariyadi selaku Komandan Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut usai koordinasi di posko satgas PCNU, Sabtu (18/4/2020). “Tahal awal ini, dibagikan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca