KH Imron Mutamakkin Imtihan Harus Jadi Ajang Pembentukan Akhlak
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah rutin Jumat Legi PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Sunan Kalijaga, Kecamatan Grati, Jumat (9/1/2026).
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak seluruh pengelola pondok pesantren dan madrasah diniyah untuk bersama-sama menjaga akhlak para santri dan anak didik, khususnya di musim imtihan yang tengah berlangsung.
“Imtihan pada hakikatnya adalah bentuk rasa syukur dan perayaan kelulusan anak didik kita. Maka sudah sepatutnya ditampilkan dengan cara yang baik dan sesuai adab,” ujarnya.
Menurutnya, momentum imtihan seharusnya menjadi ajang pembentukan akhlak dan adab yang baik, bukan sebaliknya.
“Jangan sampai dalam acara imtihan justru menampilkan hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat. Ini adalah slametan, bukan hiburan yang melanggar nilai agama,” tegasnya.
Gus Ipong juga menekankan bahwa meskipun pelaksanaan imtihan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun tetap harus menjaga marwah lembaga pendidikan, terlebih jika membawa nama Ma’arif.
“Saya tidak melarang imtihan dengan biaya berapapun, tetapi jangan sampai melanggar syariat dan mencoreng nama madrasah,” ujarnya.
Ia juga mewanti-wanti agar tidak ada santri usia remaja, khususnya di atas 15 tahun, yang diminta tampil berjoget di depan umum, terutama di hadapan laki-laki.
“Itu bukan slametan, melainkan bisa menjadi musibah. Perbuatan maksiat itu tidak terjadi seketika, tetapi melalui tahapan-tahapan sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Gus Ipong berharap LP Ma’arif NU dan RMI NU dapat melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan imtihan agar tetap berjalan sesuai dengan visi dan misi Nahdlatul Ulama.
“Visi misi kita adalah mengenalkan Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah kepada generasi muda,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar