Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin : Zakat Fitrah Wujud Kepedulian Sosial dan Penyempurna Puasa

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 453
  • comment 0 komentar

Kejayan, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa kewajiban zakat fitrah merupakan bentuk kepedulian sosial dan empati umat Islam terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum fakir dan miskin.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngaji Tafsir Ayatul Ahkam di Pondok Pesantren Besuk, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/02/2026).

Menurutnya, golongan fakir dan miskin menjadi penerima zakat yang harus lebih diutamakan dibandingkan golongan lainnya. Zakat fitrah tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga memiliki nilai spiritual karena menjadi salah satu sebab diterimanya ibadah puasa di bulan Ramadhan.

“Zakat fitrah adalah wujud kepedulian dan sikap empati kepada orang-orang fakir miskin. Mereka menjadi penerima yang paling utama untuk didahulukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa orang yang tidak menunaikan zakat akan mendapatkan konsekuensi berat di akhirat. Bahkan digambarkan bahwa harta zakat yang tidak dikeluarkan akan menjadi azab bagi pemiliknya.

“Ada riwayat yang mengatakan orang yang tidak membayar zakat besok zakatnya berubah menjadi ular,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula penjelasan dari Sayidah Aisyah bahwa harta yang tidak ditunaikan zakatnya dapat merusak keberkahan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka akan rusak.”

KH Imron juga menyampaikan bahwa sebagian ulama menafsirkan kerusakan tersebut dapat berupa hilangnya keberkahan rezeki, seperti gagal panen atau musibah lainnya. Ia mencontohkan zakat pertanian, di mana zakat hasil panen padi mencapai 10 persen dari hasilnya dan tidak bergantung pada kondisi untung maupun rugi.

“Ini memang terasa berat, namun zakat tidak melihat untung atau rugi, melainkan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan perbedaan antara fakir dan miskin. Orang fakir adalah mereka yang sangat sengsara dan hampir tidak memiliki harta maupun tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan orang miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan, tetapi belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memastikan Integritas Penyelenggaraan Pemilu, Mempertahankan Dasar Demokrasi

    Memastikan Integritas Penyelenggaraan Pemilu, Mempertahankan Dasar Demokrasi

    • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Pemilihan umum merupakan pilar fundamental dalam sistem demokrasi, di mana rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan negara. Integritas penyelenggaraan pemilu menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik, keadilan, dan keabsahan hasil pemilihan. Dalam konteks ini, integritas pemilu mengacu pada proses yang adil, transparan, bebas dari manipulasi, dan menghormati hak-hak dasar setiap […]

  • Perdana, IPNU-IPPNU Purwodadi Bentuk Pengurus di Pondok Pesantren

    Perdana, IPNU-IPPNU Purwodadi Bentuk Pengurus di Pondok Pesantren

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Purwodadi bentuk Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP), Ahad (14/08/2022). PKPP itu merupakan yang pertama terbentuk se Kabupaten Pasuruan. Pembentukan tersebut disasarkan pada Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang berada di Dusun Sawiran Desa Dawuhan Sengon Kecamatan Purwodadi, Kabupaten […]

  • Bantu Peningkatan Mutu Pendidikan, PCNU Kabupaten Pasuruan Bangun Ruang Kelas di SMK Shalahuddin

    • calendar_month Kam, 13 Des 2018
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melalui Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif), resmikan 2 (dua) Ruang Kelas Baru (RKB) Lantai II di SMK Shalahudin Pasuruan, Rabu kemarin (12/12). Dalam acara peresmian tersebut, Ketua LP Ma’arif PCNU kabupaten Pasuruan KH. A. Mujib Imron, SH., MH berharap agar bantuan ini mampu meningkatkan kinerja lembaga dalam mengawal […]

  • Lagi, NU Peduli Pasuruan Salurkan Air Bersih di Kecamatan Lumbang

    Lagi, NU Peduli Pasuruan Salurkan Air Bersih di Kecamatan Lumbang

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2024
    • visibility 1.378
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan NU Peduli Kabupaten Pasuruan distribusikan air bersih di desa Bulu Kandang dan Karang Jati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (17/10/2024). Kordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan Gus M Nawawi mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan sosial untuk kemaslahatan umat yang terdampak kekeringan khusus di daerah Kecamatan Lumbang. “Alhamdulillah banyak masyarakat yang menerima bantuan air […]

  • Silaturahmi Alim Ulama, PCNU Kabupaten Pasuruan Siap Sukseskan Tiga Agenda Unggulan

    • calendar_month Ming, 10 Jun 2018
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Melalui Kegiatan Silaturahmi Alim Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan memohon doa restu dan bantuan kerjasama semua pengurus NU, agar komitmen PCNU dalam mensukseskan tiga agenda unggulan terdekatnya bisa berjalan dengan lancar.

  • Kiai Imron Mutamakkin : Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut Luar Bulan Ramadhan

    Kiai Imron Mutamakkin : Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut Luar Bulan Ramadhan

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan. Hal tersebut diungkapkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan KH […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca