Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin Soroti Pergeseran Pendidikan: Dari Ilmu ke Industri

  • account_circle Mokh Fasiol
  • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di masyarakat tidak lepas dari perkembangan teknologi global. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa prinsip dasar tetap tidak boleh berubah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Istighosah Jum’at Legi PCNU Kabupaten Pasuruan yang digelar di Masjid Al Hidayah, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Jumat (24/04/2026).

Menurutnya, dinamika sosial menunjukkan adanya pergeseran peran dalam masyarakat. Ia mencontohkan bahwa tidak sedikit orang yang bukan kiai justru memiliki anak yang menjadi kiai, dan sebaliknya, ada kiai yang anaknya menekuni profesi lain seperti insinyur, dokter, dan sebagainya.

Ia juga menyinggung perubahan besar dalam dunia industri global pada rentang tahun 1900 hingga 2000, khususnya saat China mulai masuk dengan kekuatan teknologi dan berhasil menguasai pasar, hingga mampu menggeser dominasi produk Jepang pada masanya.

“Prinsip China sederhana, mereka memahami bahwa produk akan ditinggalkan ketika orang bosan. Maka dibuatlah produk yang cepat rusak dalam kurun waktu tertentu, berbeda dengan Jepang yang masih mengedepankan garansi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipong sapaan akrabnya mengkritisi kondisi dunia pendidikan saat ini yang dinilai lebih menonjolkan aspek administratif dibanding substansi keilmuan. Ia menyoroti program Wajib Madin di Kabupaten Pasuruan yang dalam praktiknya kerap disalahgunakan, serta adanya kecenderungan pendidikan dipandang sebagai sektor bisnis.

“Yang ditampilkan seringkali hanya kemasangratis ini, gratis itupadahal dalam tradisi keilmuan, ada proses dan pengorbanan, termasuk biaya, sebagai bagian dari kesungguhan mencari ilmu,” tegasnya.

Ia menambahkan, jarang sekali lembaga pendidikan menampilkan kualitas substansi yang dimilikinya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi Nahdlatul Ulama untuk turut masuk dalam perubahan paradigma tersebut, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang telah diajarkan para ulama.

“Kita harus mampu mengikuti paradigma yang berkembang, tetapi tetap berpegang teguh pada prinsip,” imbuhnya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya manajemen dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Ia menyebutkan bahwa lemahnya manajemen dapat menyebabkan banyak pondok pesantren mengalami kemunduran.Dalam konteks kekinian, ia menilai bahwa pendidikan kini mulai dikemas sebagai industri, sementara dakwah telah bergeser menjadi bagian dari industri informasi.

“Siapa yang menguasai media sosial, dia yang akan unggul, terlepas dari benar atau tidaknya isi yang disampaikan,” ujarnya.

Ia membandingkan dengan kondisi masa lalu, di mana para penceramah NU di tingkat ranting menjadi rujukan utama masyarakat karena telah melalui proses seleksi dan filter yang ketat. Namun saat ini, menurutnya, ukuran rujukan justru sering ditentukan oleh banyaknya pengikut di media sosial.

  • Penulis: Mokh Fasiol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Santri, Pelajar NU Pasuruan Gelar Lomba Gerak Jalan

    Hari Santri, Pelajar NU Pasuruan Gelar Lomba Gerak Jalan

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdaltul Ulama (IPPNU) Kecamatan Rejoso menggelar lomba gerak jalan di lapangan bringin sakti Desa Kawisrejo Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuiruan, Sabtu (28/10/2023). Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rejoso Gus Lutfi Adnan mengapresiasi giat IPNU IPPNU Rejoso yang sudah […]

  • Belum Ada Peta Desa, Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan Bantu Membuat

    Belum Ada Peta Desa, Mahasiswa STAIS UNU Pasuruan Bantu Membuat

    • calendar_month Rab, 20 Sep 2023
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Kejayan, NU PasuruanMahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi kelompok 14, membantu Pemerintah Desa (Pemdes) Randugong membuat peta desa setempat. Penanggung jawab kegiatan Nur Amalia menyebutkan, alur pelaksanaan Pembuatan Peta Administrasi Desa Randugong. Pembuatan peta dilakukan selama 5 hari (14-18/8/2023) bertempat […]

  • PAC se Pasuruan Raya Ikuti Akreditasi PW Ansor Jatim, Ini Hasilnya

    PAC se Pasuruan Raya Ikuti Akreditasi PW Ansor Jatim, Ini Hasilnya

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Beji, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Bangil, Kota dan Kabupaten Pasuruan menggelar ‘Visitasi Assesor Akreditasi’ di Aula Anisah Foundation, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Ahad (04/09/2022). Kegiatan visitasi diikuti ketua dan sekretaris atau tim akrediasi yang berasal dari dua puluh delapan (28) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor […]

  • Perdana & Sukses, Forum Darusan PMII Pasuruan Teguhkan Sinergi dengan Pesantren

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pasuruan angkat tema “PMII dan Pesantren” dalam acara rutinan perdananya yang disebut Dakwah Rutin Santri Pergerakan (DARUSAN), Jum’at (16/11) di STAI Al Yasini Pasuruan. Kegiatan yang dikemas dengan dialog terbuka tersebut dihadiri oleh 2 (dua) pembicara dari Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini yang diwakili oleh Ir. Moch. […]

  • Kala Forum Rektor PTNU Bertemu Sekjen Kemendiktisaintek: Merajut Afirmasi, Kemandirian, dan Mimpi PTNU Mendunia

    Kala Forum Rektor PTNU Bertemu Sekjen Kemendiktisaintek: Merajut Afirmasi, Kemandirian, dan Mimpi PTNU Mendunia

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Ada suasana yang berbeda ketika jajaran Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR-PTNU) memasuki ruang pertemuan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta. Audiensi itu bukan sekadar agenda seremonial atau pertemuan rutin antara perguruan tinggi dan pemerintah. Di balik percakapan yang berlangsung hangat, tersimpan harapan besar tentang masa depan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama […]

  • Giliran Wisudawan STAI Al-Yasini Diberi Reward ISNU Pasuruan

    Giliran Wisudawan STAI Al-Yasini Diberi Reward ISNU Pasuruan

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    Gadingrejo, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan secara konsisten memberikan reward kepada sarjana yang lulus dengan predikat terbaik dari perguruan tinggi setempat. “Salah satu program unggulan kami memberi apresiasi dan reward kepada lulusan sarjana dan pascasarjana terbaik,” ujar Ahmad Adip Muhdi selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan kepada NU Pasuruan, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca