Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin Soroti Pergeseran Pendidikan: Dari Ilmu ke Industri

  • account_circle Mokh Fasiol
  • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di masyarakat tidak lepas dari perkembangan teknologi global. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa prinsip dasar tetap tidak boleh berubah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Istighosah Jum’at Legi PCNU Kabupaten Pasuruan yang digelar di Masjid Al Hidayah, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Jumat (24/04/2026).

Menurutnya, dinamika sosial menunjukkan adanya pergeseran peran dalam masyarakat. Ia mencontohkan bahwa tidak sedikit orang yang bukan kiai justru memiliki anak yang menjadi kiai, dan sebaliknya, ada kiai yang anaknya menekuni profesi lain seperti insinyur, dokter, dan sebagainya.

Ia juga menyinggung perubahan besar dalam dunia industri global pada rentang tahun 1900 hingga 2000, khususnya saat China mulai masuk dengan kekuatan teknologi dan berhasil menguasai pasar, hingga mampu menggeser dominasi produk Jepang pada masanya.

“Prinsip China sederhana, mereka memahami bahwa produk akan ditinggalkan ketika orang bosan. Maka dibuatlah produk yang cepat rusak dalam kurun waktu tertentu, berbeda dengan Jepang yang masih mengedepankan garansi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipong sapaan akrabnya mengkritisi kondisi dunia pendidikan saat ini yang dinilai lebih menonjolkan aspek administratif dibanding substansi keilmuan. Ia menyoroti program Wajib Madin di Kabupaten Pasuruan yang dalam praktiknya kerap disalahgunakan, serta adanya kecenderungan pendidikan dipandang sebagai sektor bisnis.

“Yang ditampilkan seringkali hanya kemasangratis ini, gratis itupadahal dalam tradisi keilmuan, ada proses dan pengorbanan, termasuk biaya, sebagai bagian dari kesungguhan mencari ilmu,” tegasnya.

Ia menambahkan, jarang sekali lembaga pendidikan menampilkan kualitas substansi yang dimilikinya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi Nahdlatul Ulama untuk turut masuk dalam perubahan paradigma tersebut, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang telah diajarkan para ulama.

“Kita harus mampu mengikuti paradigma yang berkembang, tetapi tetap berpegang teguh pada prinsip,” imbuhnya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya manajemen dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Ia menyebutkan bahwa lemahnya manajemen dapat menyebabkan banyak pondok pesantren mengalami kemunduran.Dalam konteks kekinian, ia menilai bahwa pendidikan kini mulai dikemas sebagai industri, sementara dakwah telah bergeser menjadi bagian dari industri informasi.

“Siapa yang menguasai media sosial, dia yang akan unggul, terlepas dari benar atau tidaknya isi yang disampaikan,” ujarnya.

Ia membandingkan dengan kondisi masa lalu, di mana para penceramah NU di tingkat ranting menjadi rujukan utama masyarakat karena telah melalui proses seleksi dan filter yang ketat. Namun saat ini, menurutnya, ukuran rujukan justru sering ditentukan oleh banyaknya pengikut di media sosial.

  • Penulis: Mokh Fasiol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

    Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • visibility 782
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Kabupaten PasuruanMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukorejo secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada calon Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Sukorejo masa khidmah 2021-2024. “Alhamdulillah, rekomendasi sudah kami terima. Besok, akan kami tindak lanjuti ke PC ISNU Kabupaten Pasuruan,” ujar Abdul Ghoni selaku calon Sekretaris PAC ISNU Sukorejo […]

  • Ngaji Muharraman KGSKR GUSDURian Pasuruan, Baca Puisi Gus Mus

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Kegiatan Ngaji Muharraman yang dilaksanakan oleh Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan, Jumat (6/9/2019), bertempat di Aula SMAN 1 Bangil, dalam sesi pembacaan puisi, membacakan puisi karya KH. A. Mustofa Bisri, yang berjudul “Selamat Tahun Baru Kawan”. Adapun yang membaca puisi tersebut adalah Dita Febrianti, siswi SMAN 1 Purwosari. Berikut puisi tersebut: Selamat […]

  • Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan Masa Khidmah 2016-2021

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan Masa Khidmah 2016-2021

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2017
    • visibility 1.610
    • 2Komentar

    SUSUNAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN PASURUAN MASA KHIDMAH 2016-2021   MUSTASYAR : 1.       Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf 2.       KH. AD. Rohman Syakur 3.       KH. Muhammad Subadar 4.       KH. Nawawi Abd. Jalil 5.       KH. Fuad Nurhasan 6.       KH. Abdulloh Siroj 7.       KH. Masyhudi Nawawi 8.       KH. Abd. Hayyi Abdulloh 9.       KH. Chasbulloh Mun’im […]

  • KH Imron Mutamakkin : Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Bersama 

    KH Imron Mutamakkin : Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Bersama 

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • visibility 646
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan  Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya  ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun individu. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat. Untuk itu manusia memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan sumber daya pangan yang ada secara […]

  • Berikut Bacaan Bilal  dan Jawabannya Serta Doa Shalat Tarawih dan Witir

    Berikut Bacaan Bilal dan Jawabannya Serta Doa Shalat Tarawih dan Witir

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Salah satu ibadah yang hanya dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan adalah shalat Tarawih. Ketika Ramadhan tiba, hampir di setiap masjid dipadati jamaah yang melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah sebagai bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat Tarawih menjadi amalan malam yang memiliki kedudukan istimewa dalam rangkaian ibadah Ramadhan. Selain menghadirkan suasana spiritual […]

  • 10.000 Santri Madin Kecamatan Grati Ikut Pawai Ta’aruf Tahun Baru 1441 H

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • visibility 584
    • 0Komentar

    10.000 Santri Madin Kecamatan Grati Ikut Pawai Ta’aruf Tahun Baru 1441 H Dalam rangka memperingati Hari Besar Islam, Tahun Baru Islam 1441 H, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Grati bekerja sama dengan LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Pawai Ta’aruf (22/09/2019). Adapun rute pawai, start di Pendopo Wisata Ranu Grati dan berakhir di lapangan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca