Breaking News
light_mode

Kala Forum Rektor PTNU Bertemu Sekjen Kemendiktisaintek: Merajut Afirmasi, Kemandirian, dan Mimpi PTNU Mendunia

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Ada suasana yang berbeda ketika jajaran Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR-PTNU) memasuki ruang pertemuan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta. Audiensi itu bukan sekadar agenda seremonial atau pertemuan rutin antara perguruan tinggi dan pemerintah. Di balik percakapan yang berlangsung hangat, tersimpan harapan besar tentang masa depan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama sebagai bagian penting dari pembangunan pendidikan tinggi Indonesia.

Di hadapan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, para pimpinan PTNU membawa satu pesan yang sama: perguruan tinggi NU telah tumbuh menjadi kekuatan besar yang siap mengambil peran lebih luas dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Dewan Pembina FR-PTNU, Prof. Ainun Naim, membuka dialog dengan menyampaikan apresiasi atas berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini memberikan ruang berkembang bagi PTNU. Baginya, pemerintah telah menunjukkan keberpihakan terhadap pendidikan tinggi swasta, termasuk perguruan tinggi yang tumbuh dari rahim Nahdlatul Ulama.

Namun, menurutnya, tantangan ke depan tidak lagi hanya soal bertahan, melainkan bagaimana PTNU mampu melompat menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Saat ini terdapat 43 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang berada di bawah badan perkumpulan dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 234 ribu orang. Angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi menggambarkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kampus-kampus NU yang sebagian besar hadir di daerah, dekat dengan pesantren, dan melayani kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Karena itulah, Forum Rektor PTNU menilai sudah saatnya kebijakan afirmatif terus diperkuat. Mulai dari perluasan akses beasiswa, dukungan pembukaan program studi baru yang sesuai kebutuhan pembangunan nasional, hingga penguatan kapasitas kelembagaan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pertemuan itu, hadir pula Dr. rer. Faishal Aminuddin, Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi PBNU, yang menegaskan bahwa penguatan PTNU harus diarahkan menuju kemandirian.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat belajar mengajar. Kampus harus berkembang menjadi pusat produksi pengetahuan, riset aplikatif, sekaligus laboratorium inovasi sosial yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menghasilkan solusi, bukan hanya lulusan,” menjadi semangat yang mewarnai pembahasan mengenai arah pengembangan PTNU.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari Dr. Abu Amar Bustomi, Sekretaris Forum Rektor PTNU yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan. Ia mengingatkan bahwa masa depan PTNU tidak hanya ditentukan oleh kualitas tata kelola di dalam negeri, tetapi juga oleh kemampuan membangun jejaring internasional.

Menurutnya, internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, visiting professor, hingga publikasi internasional harus menjadi bagian dari strategi besar pengembangan PTNU.

Meski demikian, internasionalisasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan identitas. Sebaliknya, PTNU justru diharapkan hadir di panggung global dengan membawa karakter khasnya: nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan tradisi kepesantrenan.

Percakapan kemudian berkembang pada makna kemandirian perguruan tinggi. Bagi FR-PTNU, kemandirian bukan sekadar kemampuan mengelola administrasi kampus secara profesional. Lebih dari itu, kemandirian berarti kemampuan membangun ekosistem inovasi, mengembangkan riset terapan, memperkuat kewirausahaan kampus, melakukan hilirisasi hasil penelitian, hingga menjalin kemitraan yang produktif dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.

Paradigma perguruan tinggi pun terus berubah. Kampus tidak lagi cukup menjadi ruang kuliah dan laboratorium. Ia dituntut menjadi simpul pembangunan daerah, pusat inovasi sosial, sekaligus penggerak transformasi masyarakat.

Harapan tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek. Pemerintah, menurutnya, tetap berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.

Salah satu kabar yang paling dinantikan adalah mengenai Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Di tengah penyesuaian anggaran nasional, pemerintah memastikan peluang peningkatan penerima KIP Kuliah di lingkungan PTNU tetap terbuka.

Kebijakan terbaru yang memprioritaskan mahasiswa dari kelompok desil 1 hingga desil 4 dinilai akan membuat bantuan pendidikan semakin tepat sasaran sekaligus memperluas kesempatan generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Bagi banyak kampus NU, kabar tersebut bukan hanya soal bertambahnya jumlah penerima bantuan. Lebih dari itu, KIP Kuliah menjadi jembatan yang memungkinkan ribuan anak bangsa tetap memiliki kesempatan mengubah masa depan melalui pendidikan.

Audiensi itu akhirnya tidak hanya menghasilkan daftar aspirasi maupun tanggapan pemerintah. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara pemerintah dan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama bergerak menuju kemitraan yang semakin strategis.

Di tengah tantangan revolusi teknologi, perubahan dunia kerja, dan kompetisi global, PTNU berupaya menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga aktif melahirkan inovasi, memperkuat daya saing bangsa, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Barangkali, itulah makna paling penting dari pertemuan tersebut. Bukan semata tentang afirmasi, beasiswa, atau kerja sama luar negeri, melainkan tentang bagaimana kampus-kampus Nahdlatul Ulama sedang menata langkah agar semakin berdampak, semakin mandiri, dan semakin siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan tetap berpijak pada akar keislaman, keindonesiaan, dan kepesantrenan.

Untuk diketahui, pertemuan itu terlaksana pada Senin (08/06/2026).

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innalillahi, Ustadz H Saifulloh Rais Syuriyah PRNU Jetis Wafat

    Innalillahi, Ustadz H Saifulloh Rais Syuriyah PRNU Jetis Wafat

    • calendar_month Sab, 28 Mei 2022
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sidogiri, NU Pasuruan Kabar duka datang dari Dusun Jetis, Desa Dhompo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Musabbabnya, Ustadz H Saifulloh, Rais Syuriyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jetis, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidogiri, wafat pada Jumat (13/05/2022) dini hari. “Jam 1.30 pagi, kamis malam jumat Beliau wafat. Kami ini ditinggalkan Pak Haji Saiful suasananya […]

  • Makesta III PKPT IPNU-IPPNU Universitas Yudharta usung tema “Kader Bestari, Untuk NU Masa Depan”

    Makesta III PKPT IPNU-IPPNU Universitas Yudharta usung tema “Kader Bestari, Untuk NU Masa Depan”

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) merupakan tahap kaderisasi tingkat pertama dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU). Artinya, untuk menjadi kader dari organisasi ini harus mengikuti kegiatan Makesta yang diadakan oleh pengurus IPNU-IPPNU. Dalam perjalanannya, pada tahun 2020 ini. PKPT IPNU IPPNU Universitas Yudharta Pasuruan, mengadakan kegiatan Makesta ke-3. Kegiatan tersebut berlangsung […]

  • Ingin Jihad? Ketua PBNU: Mari Lawan Korupsi

    Ingin Jihad? Ketua PBNU: Mari Lawan Korupsi

    • calendar_month Rab, 9 Des 2020
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan, jihad dengan pedang itu sudah kuno. Jihad hari ini adalah melawan korupsi. Kita dinilai sedang berjihad jika memperjuangkan negara ini bersih dari korupsi.  “Karena itu, NU melalui Lakpesdam PBNU sangat fokus dengan gerakan anti korupsi,” kata Robikin saat membuka lokakarya Pesantren Kader Penggerak (PKP) NU […]

  • Tentukan Konsep Organisasi, Ansor Pasuruan Gelar Konfrancab Serentak

    Tentukan Konsep Organisasi, Ansor Pasuruan Gelar Konfrancab Serentak

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2024
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar Konfrensi Anak Cabang (Konfrancab) serentak. Acara tersebut dilakukan di Kecamatan Puspo, perwodadi, kejayaan dan winongan, Ahad (29/07/2024). Ketua GP Ansor Kabupaten Pasuruan Abdul Karim mengatakan, konferensi ini diadakan untuk memilih pemimpin baru dan juga menentukan konsep organisasi yang tertuang dalam amanat konferensi. […]

  • Penguatan Karakter Kolaborasi NU & Pemda, Guru: Terima Kasih Mengawal Anak-Anak

    Penguatan Karakter Kolaborasi NU & Pemda, Guru: Terima Kasih Mengawal Anak-Anak

    • calendar_month Jum, 18 Jun 2021
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Nguling, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) kembali menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada Rabu dan Kamis (16-17/06/2021). Kegiatan PPK dilaksanakan secara serentak di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se Kabupaten Pasuruan. Untuk peserta hanya kelas VII dan VIII. Koordinator Pemateri, […]

  • Mahasiswa ITSNU Pasuruan Ajak Anak-Anak Pesisir Semangat Belajar Hingga Kuliah

    Mahasiswa ITSNU Pasuruan Ajak Anak-Anak Pesisir Semangat Belajar Hingga Kuliah

    • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Kraton, NU PasuruanMahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam Kelompok 12 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) membantu peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung anak-anak pesisir di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Penanggung jawab kegiatan Maria Zulfa menjelaskan, kegiatan itu sebagai bentuk motivasi dan dukungan kepada anak-anak usia sekolah agar […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca