Breaking News
light_mode

Kala Forum Rektor PTNU Bertemu Sekjen Kemendiktisaintek: Merajut Afirmasi, Kemandirian, dan Mimpi PTNU Mendunia

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
  • visibility 236
  • comment 0 komentar

Ada suasana yang berbeda ketika jajaran Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR-PTNU) memasuki ruang pertemuan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta. Audiensi itu bukan sekadar agenda seremonial atau pertemuan rutin antara perguruan tinggi dan pemerintah. Di balik percakapan yang berlangsung hangat, tersimpan harapan besar tentang masa depan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama sebagai bagian penting dari pembangunan pendidikan tinggi Indonesia.

Di hadapan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, para pimpinan PTNU membawa satu pesan yang sama: perguruan tinggi NU telah tumbuh menjadi kekuatan besar yang siap mengambil peran lebih luas dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Dewan Pembina FR-PTNU, Prof. Ainun Naim, membuka dialog dengan menyampaikan apresiasi atas berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini memberikan ruang berkembang bagi PTNU. Baginya, pemerintah telah menunjukkan keberpihakan terhadap pendidikan tinggi swasta, termasuk perguruan tinggi yang tumbuh dari rahim Nahdlatul Ulama.

Namun, menurutnya, tantangan ke depan tidak lagi hanya soal bertahan, melainkan bagaimana PTNU mampu melompat menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Saat ini terdapat 43 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang berada di bawah badan perkumpulan dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 234 ribu orang. Angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi menggambarkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kampus-kampus NU yang sebagian besar hadir di daerah, dekat dengan pesantren, dan melayani kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Karena itulah, Forum Rektor PTNU menilai sudah saatnya kebijakan afirmatif terus diperkuat. Mulai dari perluasan akses beasiswa, dukungan pembukaan program studi baru yang sesuai kebutuhan pembangunan nasional, hingga penguatan kapasitas kelembagaan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pertemuan itu, hadir pula Dr. rer. Faishal Aminuddin, Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi PBNU, yang menegaskan bahwa penguatan PTNU harus diarahkan menuju kemandirian.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat belajar mengajar. Kampus harus berkembang menjadi pusat produksi pengetahuan, riset aplikatif, sekaligus laboratorium inovasi sosial yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menghasilkan solusi, bukan hanya lulusan,” menjadi semangat yang mewarnai pembahasan mengenai arah pengembangan PTNU.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari Dr. Abu Amar Bustomi, Sekretaris Forum Rektor PTNU yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan. Ia mengingatkan bahwa masa depan PTNU tidak hanya ditentukan oleh kualitas tata kelola di dalam negeri, tetapi juga oleh kemampuan membangun jejaring internasional.

Menurutnya, internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, visiting professor, hingga publikasi internasional harus menjadi bagian dari strategi besar pengembangan PTNU.

Meski demikian, internasionalisasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan identitas. Sebaliknya, PTNU justru diharapkan hadir di panggung global dengan membawa karakter khasnya: nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan tradisi kepesantrenan.

Percakapan kemudian berkembang pada makna kemandirian perguruan tinggi. Bagi FR-PTNU, kemandirian bukan sekadar kemampuan mengelola administrasi kampus secara profesional. Lebih dari itu, kemandirian berarti kemampuan membangun ekosistem inovasi, mengembangkan riset terapan, memperkuat kewirausahaan kampus, melakukan hilirisasi hasil penelitian, hingga menjalin kemitraan yang produktif dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.

Paradigma perguruan tinggi pun terus berubah. Kampus tidak lagi cukup menjadi ruang kuliah dan laboratorium. Ia dituntut menjadi simpul pembangunan daerah, pusat inovasi sosial, sekaligus penggerak transformasi masyarakat.

Harapan tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek. Pemerintah, menurutnya, tetap berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.

Salah satu kabar yang paling dinantikan adalah mengenai Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Di tengah penyesuaian anggaran nasional, pemerintah memastikan peluang peningkatan penerima KIP Kuliah di lingkungan PTNU tetap terbuka.

Kebijakan terbaru yang memprioritaskan mahasiswa dari kelompok desil 1 hingga desil 4 dinilai akan membuat bantuan pendidikan semakin tepat sasaran sekaligus memperluas kesempatan generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Bagi banyak kampus NU, kabar tersebut bukan hanya soal bertambahnya jumlah penerima bantuan. Lebih dari itu, KIP Kuliah menjadi jembatan yang memungkinkan ribuan anak bangsa tetap memiliki kesempatan mengubah masa depan melalui pendidikan.

Audiensi itu akhirnya tidak hanya menghasilkan daftar aspirasi maupun tanggapan pemerintah. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara pemerintah dan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama bergerak menuju kemitraan yang semakin strategis.

Di tengah tantangan revolusi teknologi, perubahan dunia kerja, dan kompetisi global, PTNU berupaya menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga aktif melahirkan inovasi, memperkuat daya saing bangsa, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Barangkali, itulah makna paling penting dari pertemuan tersebut. Bukan semata tentang afirmasi, beasiswa, atau kerja sama luar negeri, melainkan tentang bagaimana kampus-kampus Nahdlatul Ulama sedang menata langkah agar semakin berdampak, semakin mandiri, dan semakin siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan tetap berpijak pada akar keislaman, keindonesiaan, dan kepesantrenan.

Untuk diketahui, pertemuan itu terlaksana pada Senin (08/06/2026).

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pelantikan fatayat

    Resmi Dilantik, PC Fatayat Punya Sitta Priorita

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Pohjentrek, nupasuruan or.id.Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan Pelantikan Pengurus periode 2019-2024. Kegiatan bertempat di Aula KH. Ahmad Jufri, Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Pohjentrek, Sabtu (3/4/2021). Kegiatan itu sekaligus memperingati Harlah Fatayat NU ke-71. Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU, Hj. Anik Asnawati mengucapkan rasa terima kasih kepada semua […]

  • Sosialisasi Kombel Cara LP Ma’arif NU Pasuruan Tingkatkan Pendidikan

    Sosialisasi Kombel Cara LP Ma’arif NU Pasuruan Tingkatkan Pendidikan

    • calendar_month Ming, 23 Jun 2024
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar menggelar sosialisasi Kelompok Belajar (Kombel) di aula LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/06/2024). Ketua Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Ahmad Farid mengatakan bahwa acara ini memiliki dua tujuan pertama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kedua untuk memperkuat soliditas lembaga pendidikan […]

  • Kumpulan Doa Masuk Bulan Rajab Lengkap Beserta Artinya

    Kumpulan Doa Masuk Bulan Rajab Lengkap Beserta Artinya

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • visibility 1.570
    • 0Komentar

    Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT, termasuk memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah sunnah. Salah satu doa yang masyhur dibaca saat memasuki bulan Rajab adalah doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini […]

  • Cegah Covid-19, PCNU Kab. Pasuruan Kembali Lakukan Edukasi & Pembagian Masker

    Cegah Covid-19, PCNU Kab. Pasuruan Kembali Lakukan Edukasi & Pembagian Masker

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2020
    • visibility 995
    • 0Komentar

    Melihat perkembangan kasus covid-19 di kabupaten Pasuruan, upaya pencegahan dan penanggulanggan covid-19 terus dilakukan oleh Satgas Pencegahan Covid-19 PCNU kabupaten Pasuruan. Mulai dari penyemprotan disinfektan tempat ibadah dan fasilitas umum, hingga berkali-kali melakukan pembagian masker. Rabu, 6 Mei 2020 bertepat di Aula KH. A Jufri Graha PCNU kabupaten Pasuruan diadakan kegiatan sosialisasi pencegahan covid-19 di […]

  • Cegah Kekerasan Seksual Via Internet, PMII Pasuruan Gelar Seminar Literasi Digital

    Cegah Kekerasan Seksual Via Internet, PMII Pasuruan Gelar Seminar Literasi Digital

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
    • visibility 977
    • 0Komentar

    Purworejo, NU PasuruanKetua Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pasuruan Fatimatuz Zahro mengungkapkan, Generasi Alpha menjadi kelompok rentan yang mendapatkan kekerasan seksual di dunia digital. Hal itu ditegaskan di Seminar Literasi Digital oleh KOPRI Pasuruan bersama Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, […]

  • Mahasiswa ITSNU Pasuruan Bantu Penanganan Banjir Selama Seminggu, Dari Terpeleset Hingga Dijodohkan

    Mahasiswa ITSNU Pasuruan Bantu Penanganan Banjir Selama Seminggu, Dari Terpeleset Hingga Dijodohkan

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanMahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan Mukhammad Fery Ardiansyah menceritakan, pengalamannya saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. “Seminggu lebih di lokasi KKN hanya membantu penanganan banjir. Luar biasa,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Kamis (24/02/2022). Ia lalu menjelaskan, bahwa teman-teman kelompoknya terbagi menjadi […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca