LKNU dan RMINU Pasuruan Targetkan 47 Poskestren melalui Pelatihan Santri Husada
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama Robithoh Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Pasuruan menggelar Pelatihan Santri Husada selama tiga hari, Senin-Rabu (10-12/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Aula LP Ma’arif NU Pasuruan, Balai Desa Karangpandan, dan Gedung Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis pesantren.
Selain membekali peserta dengan pengetahuan dasar kesehatan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal pembentukan Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren).
Ketua PC LKNU Kabupaten Pasuruan, Dwijo Widodo, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi tiga zona, yakni wilayah tengah, timur, dan barat agar pembinaan peserta lebih efektif dan menjangkau seluruh pesantren.
“Pelaksanaan di tiga lokasi ini agar pembinaan lebih maksimal. Setelah pelatihan ini akan ada tindak lanjut berupa pendampingan pembentukan Poskestren di masing-masing pondok pesantren,” ujarnya.
Menurut Dwijo, Poskestren nantinya akan dibina oleh puskesmas sesuai wilayah kecamatan masing-masing sehingga pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami menargetkan pendirian 47 Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren) di wilayah kerja PCNU Kabupaten Pasuruan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Poskestren sangat dibutuhkan mengingat lingkungan pesantren memiliki aktivitas yang padat dan melibatkan banyak santri yang tinggal bersama dalam satu kawasan.
“Jika di sekolah ada Unit Kesehatan Sekolah (UKS), maka di pondok pesantren juga harus ada Poskestren. Nantinya para santri yang telah mengikuti pelatihan ini dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada teman-temannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus H. Abdullah Nasih Nashor, mengajak seluruh peserta bersyukur karena mendapat amanah sebagai perwakilan pondok pesantren untuk mengembangkan Poskestren.
“Ini merupakan bentuk perhatian Nahdlatul Ulama dalam memfasilitasi kebutuhan kesehatan pesantren. Jumlah pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan sangat banyak sehingga perlu didukung dengan sistem pelayanan kesehatan yang baik,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran penyakit di lingkungan pesantren dapat berlangsung dengan cepat apabila tidak diantisipasi sejak dini.Pencegahan menjadi langkah yang paling penting untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit.
“Karena itu, Poskestren diharapkan menjadi garda terdepan dalam edukasi dan pelayanan kesehatan di pesantren,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus Saiful Anam Chalim, menekankan pentingnya membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.
“Yang bersih belum tentu sehat, dan yang sehat belum tentu bersih. Keduanya harus berjalan beriringan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan yang telah diajarkan dalam ajaran Islam. Dari sisi kesehatan, kebiasaan tersebut menjadi lebih efektif apabila dilakukan menggunakan sabun sehingga mampu menghilangkan kuman yang menempel di tangan.
“Jika budaya hidup bersih dan sehat diterapkan di pesantren, maka ketika para santri kembali ke rumah mereka dapat menjadi teladan dan mengedukasi masyarakat di lingkungannya,” katanya.
Gus Ipul sapaan akrabnya berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang menularkan pengetahuan kepada santri lainnya.
“Dengan mengikuti kegiatan ini, kalian diharapkan dapat menularkan ilmu kepada santri lain, mempraktikkannya di pondok pesantren, kemudian mengembangkannya kembali di tengah masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar