Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Bahtsul Masail Merupakan Ciri Khas NU yang Harus Dipertahankan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Kejayaan, NU Pasuruan 

 Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan salah satu ciri khas Nahdlatul Ulama (NU) yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri kegiatan Bahtsul Masail di Masjid Sentono, Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, Bahtsul Masail menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan NU. Karena itu, hampir setiap kegiatan besar NU, mulai dari Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga Muktamar NU, selalu terdapat komisi Bahtsul Masail.

“Acara NU bukan hanya pidato, tetapi juga membahas tentang hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), memang dapat membantu seseorang menemukan dan mengumpulkan informasi. Namun, AI tidak dapat menggantikan proses keilmuan dalam Bahtsul Masail.

“Untuk sekadar menjawab, AI juga bisa. Tetapi, apakah itu benar, itu yang harus dipertanggungjawabkan. Yang menjadi permasalahan utama, kalau peserta Bahtsul Masail semuanya mengandalkan AI, ini justru tambah bahaya,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong, sapaan akrab KH Imron Mutamakkin, dalam Bahtsul Masail para peserta tidak cukup hanya mengandalkan informasi yang tersedia, tetapi membutuhkan **malakah fiqhiyah**, yakni kemampuan dan kecakapan dalam memahami serta menganalisis persoalan fikih.

“Di Bahtsul Masail kita mengandalkan malakah fiqhiyah. Sedangkan AI hanya mengumpulkan informasi berdasarkan panduan yang kita instruksikan kepada AI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipong menceritakan salah satu sejarah masuknya KH Muhammad Subadar dalam NU. Menurutnya, salah satu hal yang menarik KH Muhammad Subadar untuk bergabung dengan NU adalah tradisi NU dalam membahas persoalan hukum melalui Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU).

“KH Muhammad Subadar masuk NU karena di dalam NU membahas hukum, di antaranya melalui LBMNU,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan ketika KH Muhammad Subadar pernah diminta menjadi peserta dalam pembahasan persoalan hukum mengenai bunga bank. Dalam pembahasan tersebut, hasilnya berstatus **mauquf**, yakni pembahasan belum menghasilkan keputusan hukum yang final.

Bagi Gus Ipong, tradisi tersebut menunjukkan bahwa Bahtsul Masail membutuhkan orang-orang yang memiliki kompetensi keilmuan fikih.

Karena itu, ia mendorong adanya kaderisasi di lingkungan LBMNU melalui program khusus seperti Madrasah Bahtsul Masail, terutama bagi jajaran Syuriyah.

“Harus ada kaderisasi di LBMNU, namanya bisa Madrasah Bahtsul Masail, khususnya untuk Syuriyah. Sebab, di jajaran Syuriyah harus diisi orang-orang yang kompeten dalam hal hukum,” katanya.

Ia berharap ke depan dapat disiapkan metode pembelajaran Bahtsul Masail yang secara khusus diperuntukkan bagi jajaran Syuriyah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipong juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir memenuhi undangan Bahtsul Masail.

Menurutnya, kehadiran peserta tetap memiliki arti penting meskipun tidak semuanya menyampaikan pendapat dalam forum.

“Kehadiran panjenengan semua sudah kami apresiasi. Tidak harus ikut bicara,” tuturnya.

Ia mengingatkan peserta agar tidak asal menyampaikan pendapat dalam forum Bahtsul Masail. Sebab, pendapat yang tidak didasarkan pada landasan keilmuan justru dapat menambah persoalan.

“Kalau peserta Bahtsul Masail asal bicara, nanti akan menambah masalah,” tegasnya.

Gus Ipong menambahkan, para ulama tidak menciptakan hukum baru dalam forum Bahtsul Masail. Tugas mereka adalah menggali dan menemukan hukum dari persoalan yang berkembang di masyarakat berdasarkan sumber dan metode keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Semua hukum itu sudah ada. Tugas kita hanya menggali. Namanya menggali, kadang ketemu, kadang tidak. Kita tidak membuat hukum, tetapi menemukan hukum,” pungkasnya.

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTMNU dan LAZISNU Pasuruan Gelar MoU : Kelola ZIS dan Peduli Lingkungan

    LTMNU dan LAZISNU Pasuruan Gelar MoU : Kelola ZIS dan Peduli Lingkungan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), di Kediaman Ketua PC LTMNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (17/8/2025). Ketua PC LTMNU Kabupaten Pasuruan, Mundzir  menyampaikan kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam mengoptimalkan […]

  • PCNU Pasuruan Gelar Fahmil Perkum Berikut Juaranya

    PCNU Pasuruan Gelar Fahmil Perkum Berikut Juaranya

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • visibility 895
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasuruan menggelar Musabaqah Fahmil Perkum di Aula PCNU Sabtu-Ahad (25-26/01/2025). Sekertaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengatakan, Musabaqah Fahmil Perkum bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang diterbitkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). “Musabaqoh fahmil perkum merupakan bagian agenda […]

  • Halalbihalal Santri Sidogiri, Pesan Gus Labib: Rendah Hati Adalah Kunci Mencari Ilmu

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2019
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    Pondok Pesantren Sidogiri Syaikhona Kholil sukses gelar Halalbihalal Asatidz dan Para Santri, Sabtu (29/6/2019) di Pondok Pesantren Sidogiri Syaikhona Kholil. Dalam sambutannya, Ustadz Mahmud Syah yang mewakili para guru menyampaikan mohon maaf kepada para santri. Beliau juga mengatakan bahwa semua santri itu pintar, tidak ada yang bodoh. “Tidak ada santri yang bodoh, yang ada hanya […]

  • Harlah ke 90 Ansor Pasuruan launching Prakonfercab XI, Berikut Agendanya

    Harlah ke 90 Ansor Pasuruan launching Prakonfercab XI, Berikut Agendanya

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Hari Lahir (Harlah) ke 90 Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar Majelis Sholawat Al Maslahah di Area Badan Usaha Milik Desa (Bumbdes) Dewarama, Desa Ranggeh Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (24/04/2024). Dalam acara tersebut Ansor Kabupaten Pasuruan melaunching rangkaian acara Prakonfreancab ke XI. Ketua PC GP Ansor Kabupaten […]

  • Benarkah Tidur Saat Puasa Bernilai Ibadah? Ini Penjelasannya

    Benarkah Tidur Saat Puasa Bernilai Ibadah? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • visibility 1.343
    • 1Komentar

    tidur di bulan puasa bernilai ibadah Hadits tentang tidur sebagai ibadah bagi orang yang berpuasa sering dikutip di kalangan masyarakat, terutama saat Ramadan. Banyak yang beranggapan bahwa memperbanyak tidur tetap bernilai ibadah karena berpuasa. Berikut hadits yang menjelaskan tentang hal ini: نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ “Tidurnya orang puasa […]

  • Menuju Konfercab XVIII IPNU Kab. Pasuruan, Khoirul Anam Sampaikan Perihal Konsolidasi Organisasi & Gagasan Kader

    Menuju Konfercab XVIII IPNU Kab. Pasuruan, Khoirul Anam Sampaikan Perihal Konsolidasi Organisasi & Gagasan Kader

    • calendar_month Kam, 12 Nov 2020
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan, akan menggelar Konferensi Cabang XVIII pada tanggal 15 November 2020 di Aula KH. Ahmad Djufri Graha NU Kabupaten Pasuruan. Kegiatan dengan mengangkat tema “Mewujudkan Kaderisasi Inklusif dan Kolaboratif” ini, akan menjadi sarana memperkuat gagasan kader dan konsolidasi organisasi kedepan. “Selain suksesi kepemimpinan, Konfercab XVIII ini juga […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca