Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Bahtsul Masail Merupakan Ciri Khas NU yang Harus Dipertahankan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month 9 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar

Kejayaan, NU Pasuruan 

 Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan salah satu ciri khas Nahdlatul Ulama (NU) yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri kegiatan Bahtsul Masail di Masjid Sentono, Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, Bahtsul Masail menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan NU. Karena itu, hampir setiap kegiatan besar NU, mulai dari Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga Muktamar NU, selalu terdapat komisi Bahtsul Masail.

“Acara NU bukan hanya pidato, tetapi juga membahas tentang hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), memang dapat membantu seseorang menemukan dan mengumpulkan informasi. Namun, AI tidak dapat menggantikan proses keilmuan dalam Bahtsul Masail.

“Untuk sekadar menjawab, AI juga bisa. Tetapi, apakah itu benar, itu yang harus dipertanggungjawabkan. Yang menjadi permasalahan utama, kalau peserta Bahtsul Masail semuanya mengandalkan AI, ini justru tambah bahaya,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong, sapaan akrab KH Imron Mutamakkin, dalam Bahtsul Masail para peserta tidak cukup hanya mengandalkan informasi yang tersedia, tetapi membutuhkan **malakah fiqhiyah**, yakni kemampuan dan kecakapan dalam memahami serta menganalisis persoalan fikih.

“Di Bahtsul Masail kita mengandalkan malakah fiqhiyah. Sedangkan AI hanya mengumpulkan informasi berdasarkan panduan yang kita instruksikan kepada AI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipong menceritakan salah satu sejarah masuknya KH Muhammad Subadar dalam NU. Menurutnya, salah satu hal yang menarik KH Muhammad Subadar untuk bergabung dengan NU adalah tradisi NU dalam membahas persoalan hukum melalui Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU).

“KH Muhammad Subadar masuk NU karena di dalam NU membahas hukum, di antaranya melalui LBMNU,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan ketika KH Muhammad Subadar pernah diminta menjadi peserta dalam pembahasan persoalan hukum mengenai bunga bank. Dalam pembahasan tersebut, hasilnya berstatus **mauquf**, yakni pembahasan belum menghasilkan keputusan hukum yang final.

Bagi Gus Ipong, tradisi tersebut menunjukkan bahwa Bahtsul Masail membutuhkan orang-orang yang memiliki kompetensi keilmuan fikih.

Karena itu, ia mendorong adanya kaderisasi di lingkungan LBMNU melalui program khusus seperti Madrasah Bahtsul Masail, terutama bagi jajaran Syuriyah.

“Harus ada kaderisasi di LBMNU, namanya bisa Madrasah Bahtsul Masail, khususnya untuk Syuriyah. Sebab, di jajaran Syuriyah harus diisi orang-orang yang kompeten dalam hal hukum,” katanya.

Ia berharap ke depan dapat disiapkan metode pembelajaran Bahtsul Masail yang secara khusus diperuntukkan bagi jajaran Syuriyah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipong juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir memenuhi undangan Bahtsul Masail.

Menurutnya, kehadiran peserta tetap memiliki arti penting meskipun tidak semuanya menyampaikan pendapat dalam forum.

“Kehadiran panjenengan semua sudah kami apresiasi. Tidak harus ikut bicara,” tuturnya.

Ia mengingatkan peserta agar tidak asal menyampaikan pendapat dalam forum Bahtsul Masail. Sebab, pendapat yang tidak didasarkan pada landasan keilmuan justru dapat menambah persoalan.

“Kalau peserta Bahtsul Masail asal bicara, nanti akan menambah masalah,” tegasnya.

Gus Ipong menambahkan, para ulama tidak menciptakan hukum baru dalam forum Bahtsul Masail. Tugas mereka adalah menggali dan menemukan hukum dari persoalan yang berkembang di masyarakat berdasarkan sumber dan metode keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Semua hukum itu sudah ada. Tugas kita hanya menggali. Namanya menggali, kadang ketemu, kadang tidak. Kita tidak membuat hukum, tetapi menemukan hukum,” pungkasnya.

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 200 Mobil Hias Ikut Pawai Harlah & Kirab Koin Muktamar NU di Pasuruan

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan beberapa kegiatan dalam memperingati Harlah NU ke-97. Ahad pagi (15 Maret 2020) adalah kegiatan Pawai Harlah & Kirab Koin Muktamar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus NU, mulai tingkat cabang, mwcnu, dan ranting, serta masyarakat umum dan pemerintah daerah, termasuk Bupati & Wakil Bupati Pasuruan hadir dalam […]

  • Festival Jajanan Tradisional Bentuk Kenalkan Makanan Khas Indonesia

    Festival Jajanan Tradisional Bentuk Kenalkan Makanan Khas Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar festival kuliner jajanan tradisional di area perkantoran PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (20/10/2024). Ketua pelaksana Gus Nasih Nashor mengatakan, festival jajanan tradisional merupakan cara dari PCNU Kabupaten Pasuruan untuk mengenalkan jajanan khas indonesia kepada anak anak muda. “Dalam festival tersebut banyak sekali jajanan yang dapat […]

  • ISNU Kab. Pasuruan Beri Penghargaan Para Wisudawan Terbaik STAI Salahuddin

    ISNU Kab. Pasuruan Beri Penghargaan Para Wisudawan Terbaik STAI Salahuddin

    • calendar_month Sel, 5 Jan 2021
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi terhadap wisudawan terbaik 1, 2, dan 3 dalam kegiatan Wisuda ke-XV Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Shalahuddin (STAIS) Pasuruan, Minggu, 3 Januari 2021. Kegiatan wisuda bertempat di Aula Hotel BJ Perdana Purworejo Kota Pasuruan tersebut, diikuti oleh 101 wisudawan dengan menerapkan protokol kesehatan. […]

  • Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

    Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • visibility 785
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Menghadapi lahan kritis di Desa Kandangan, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memberi peningkatan kapasitas petani dalam pembenahan kualitas tanah melalui pembuatan pupuk organik. Kegiatan itu sebagai bagian dari pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2023 di […]

  • Ini Cara Dosen Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah

    Ini Cara Dosen Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanDosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan mendampingi penyusunan karya ilmiah bagi guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gondangwetan. Pendampingan dimulai dengan sosialisasi di Gedung Laboratorium Fisika, SMAN 1 Gondangwetan, Selasa (20/12/2022). Adapun penutupan pendampingan akan dilakukan pada Selasa mendatang […]

  • H Machrus Solikin, Kader NU Pasuruan Sekaligus Pegiat Pertanian dan Lingkungan

    H Machrus Solikin, Kader NU Pasuruan Sekaligus Pegiat Pertanian dan Lingkungan

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    H Machrus Solikin, kader Nahdlatul Ulama (NU) yang sering kali hanya membawa tas totebag atau draw string bag dari karung goni atau bahkan kresek ketika menghadiri rapat, menjadi narasumber, hingga ketika berkeliling dunia. Setidaknya, lebih dari 30 Negara telah mengundangnya sebagai pembicara dan/atau peserta kegiatan dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca