Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Bahtsul Masail Merupakan Ciri Khas NU yang Harus Dipertahankan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Kejayaan, NU Pasuruan 

 Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan salah satu ciri khas Nahdlatul Ulama (NU) yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri kegiatan Bahtsul Masail di Masjid Sentono, Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, Bahtsul Masail menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan NU. Karena itu, hampir setiap kegiatan besar NU, mulai dari Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga Muktamar NU, selalu terdapat komisi Bahtsul Masail.

“Acara NU bukan hanya pidato, tetapi juga membahas tentang hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), memang dapat membantu seseorang menemukan dan mengumpulkan informasi. Namun, AI tidak dapat menggantikan proses keilmuan dalam Bahtsul Masail.

“Untuk sekadar menjawab, AI juga bisa. Tetapi, apakah itu benar, itu yang harus dipertanggungjawabkan. Yang menjadi permasalahan utama, kalau peserta Bahtsul Masail semuanya mengandalkan AI, ini justru tambah bahaya,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong, sapaan akrab KH Imron Mutamakkin, dalam Bahtsul Masail para peserta tidak cukup hanya mengandalkan informasi yang tersedia, tetapi membutuhkan **malakah fiqhiyah**, yakni kemampuan dan kecakapan dalam memahami serta menganalisis persoalan fikih.

“Di Bahtsul Masail kita mengandalkan malakah fiqhiyah. Sedangkan AI hanya mengumpulkan informasi berdasarkan panduan yang kita instruksikan kepada AI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipong menceritakan salah satu sejarah masuknya KH Muhammad Subadar dalam NU. Menurutnya, salah satu hal yang menarik KH Muhammad Subadar untuk bergabung dengan NU adalah tradisi NU dalam membahas persoalan hukum melalui Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU).

“KH Muhammad Subadar masuk NU karena di dalam NU membahas hukum, di antaranya melalui LBMNU,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan ketika KH Muhammad Subadar pernah diminta menjadi peserta dalam pembahasan persoalan hukum mengenai bunga bank. Dalam pembahasan tersebut, hasilnya berstatus **mauquf**, yakni pembahasan belum menghasilkan keputusan hukum yang final.

Bagi Gus Ipong, tradisi tersebut menunjukkan bahwa Bahtsul Masail membutuhkan orang-orang yang memiliki kompetensi keilmuan fikih.

Karena itu, ia mendorong adanya kaderisasi di lingkungan LBMNU melalui program khusus seperti Madrasah Bahtsul Masail, terutama bagi jajaran Syuriyah.

“Harus ada kaderisasi di LBMNU, namanya bisa Madrasah Bahtsul Masail, khususnya untuk Syuriyah. Sebab, di jajaran Syuriyah harus diisi orang-orang yang kompeten dalam hal hukum,” katanya.

Ia berharap ke depan dapat disiapkan metode pembelajaran Bahtsul Masail yang secara khusus diperuntukkan bagi jajaran Syuriyah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipong juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir memenuhi undangan Bahtsul Masail.

Menurutnya, kehadiran peserta tetap memiliki arti penting meskipun tidak semuanya menyampaikan pendapat dalam forum.

“Kehadiran panjenengan semua sudah kami apresiasi. Tidak harus ikut bicara,” tuturnya.

Ia mengingatkan peserta agar tidak asal menyampaikan pendapat dalam forum Bahtsul Masail. Sebab, pendapat yang tidak didasarkan pada landasan keilmuan justru dapat menambah persoalan.

“Kalau peserta Bahtsul Masail asal bicara, nanti akan menambah masalah,” tegasnya.

Gus Ipong menambahkan, para ulama tidak menciptakan hukum baru dalam forum Bahtsul Masail. Tugas mereka adalah menggali dan menemukan hukum dari persoalan yang berkembang di masyarakat berdasarkan sumber dan metode keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Semua hukum itu sudah ada. Tugas kita hanya menggali. Namanya menggali, kadang ketemu, kadang tidak. Kita tidak membuat hukum, tetapi menemukan hukum,” pungkasnya.

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    Tingkatkan Kinerja Kepala Madrasah, Maarif NU Kota Pasuruan Gelar Visitasi ke MI Roudlatus Salafiyah

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Sebagai sebuah organisasi masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama (NU), salah satu bidang yang dikawal adalah bidang pendidikan. Kaitannya dengan itu, NU memiliki perangkat yakni lembaga pendidikan ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) . Secara institusional, LP Ma’arif NU mendirikan satuan-satuan pendidikan berupa sekolah dan madrasah, mulai tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Selanjutnya, tugas organisasi menjadi […]

  • Pesan Kiai Imron Pada Istighosah Rutin NU Pasuruan

    Pesan Kiai Imron Pada Istighosah Rutin NU Pasuruan

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2024
    • visibility 1.326
    • 0Komentar

    Perwosari, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan orang tua harus terus mengawasi anak anak ketika main smartphone. Terus terang saat ini jika anak tidak di beri smartphone akan nangis dikasih uangpun akan nangis. “Mengontrol anak main smartphone sangat sulit tetapi kita harus terus memantaunya,”ujarnya pada saat Istighosah […]

  • Visitasi ITSNU Jadi UNU, Ketua PCNU Pasuruan Ungkap Landasan Berdirinya Kampus

    Visitasi ITSNU Jadi UNU, Ketua PCNU Pasuruan Ungkap Landasan Berdirinya Kampus

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengungkapkan, landasan PCNU mendirikan Perguruan Tinggi (PT). Tak lain upaya menjalan perintah para muasis Jam’iyah NU setempat. Hal itu ditegaskan dalam Visitasi usul Perubahan Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan di Ruang Rapat Gedung […]

  • Istighotsah Jumat Legi, Gus Ipong Ungkap Hubungan Berjamiyyah dengan Doa Sapu Jagat

    Istighotsah Jumat Legi, Gus Ipong Ungkap Hubungan Berjamiyyah dengan Doa Sapu Jagat

    • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kembali menggelar Istighotsah Rutin Jumat Legi, Jumat (31/12/2021). Kali ini, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lekok menjadi tuan rumah. Kegiatan itu bertempat di Masjid An-Nur Dusun Krajan Utara, Desa Rowogempol. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, menceritakan perihal pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama […]

  • Ngaos Ramadhan: Kajian Islam Perempuan, Simak Jadwalnya

    Ngaos Ramadhan: Kajian Islam Perempuan, Simak Jadwalnya

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • visibility 1.074
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Banom Perempuan Nahdlatul Ulama (Muslimat NU, Fatayat NU, dan IPPNU) Kabupaten Pasuruan akan menggelar kegiatan Ngaos Ramadhan sebagai bentuk penguatan spiritual dan keilmuan bagi perempuan. Kegiatan ini akan berlangsung di Aula KH. Ahmad Djufri, Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan dengan agenda utama Khotmil Qur’an, kajian Tasawuf, Fiqih, dan Aswaja, serta diskusi interaktif. Acara […]

  • Ingat! Nanti Malam Turnamen Futsal Sarungan NU Pasuruan Digelar

    Ingat! Nanti Malam Turnamen Futsal Sarungan NU Pasuruan Digelar

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Turnamen Futsal Sarungan di Futsal King Warungdowo, Jumat (17/01/2025). Acara itu menjadi rangkaian acara dalam memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU. “Nanti malam dimulai. Futsal diikuti 20 Tim. Yakni 1 Tim PCNU dan 19 tim dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Karena nanti […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca