Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin: Bahtsul Masail Merupakan Ciri Khas NU yang Harus Dipertahankan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Kejayaan, NU Pasuruan 

 Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan salah satu ciri khas Nahdlatul Ulama (NU) yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri kegiatan Bahtsul Masail di Masjid Sentono, Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, Bahtsul Masail menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan NU. Karena itu, hampir setiap kegiatan besar NU, mulai dari Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga Muktamar NU, selalu terdapat komisi Bahtsul Masail.

“Acara NU bukan hanya pidato, tetapi juga membahas tentang hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), memang dapat membantu seseorang menemukan dan mengumpulkan informasi. Namun, AI tidak dapat menggantikan proses keilmuan dalam Bahtsul Masail.

“Untuk sekadar menjawab, AI juga bisa. Tetapi, apakah itu benar, itu yang harus dipertanggungjawabkan. Yang menjadi permasalahan utama, kalau peserta Bahtsul Masail semuanya mengandalkan AI, ini justru tambah bahaya,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong, sapaan akrab KH Imron Mutamakkin, dalam Bahtsul Masail para peserta tidak cukup hanya mengandalkan informasi yang tersedia, tetapi membutuhkan **malakah fiqhiyah**, yakni kemampuan dan kecakapan dalam memahami serta menganalisis persoalan fikih.

“Di Bahtsul Masail kita mengandalkan malakah fiqhiyah. Sedangkan AI hanya mengumpulkan informasi berdasarkan panduan yang kita instruksikan kepada AI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipong menceritakan salah satu sejarah masuknya KH Muhammad Subadar dalam NU. Menurutnya, salah satu hal yang menarik KH Muhammad Subadar untuk bergabung dengan NU adalah tradisi NU dalam membahas persoalan hukum melalui Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU).

“KH Muhammad Subadar masuk NU karena di dalam NU membahas hukum, di antaranya melalui LBMNU,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan ketika KH Muhammad Subadar pernah diminta menjadi peserta dalam pembahasan persoalan hukum mengenai bunga bank. Dalam pembahasan tersebut, hasilnya berstatus **mauquf**, yakni pembahasan belum menghasilkan keputusan hukum yang final.

Bagi Gus Ipong, tradisi tersebut menunjukkan bahwa Bahtsul Masail membutuhkan orang-orang yang memiliki kompetensi keilmuan fikih.

Karena itu, ia mendorong adanya kaderisasi di lingkungan LBMNU melalui program khusus seperti Madrasah Bahtsul Masail, terutama bagi jajaran Syuriyah.

“Harus ada kaderisasi di LBMNU, namanya bisa Madrasah Bahtsul Masail, khususnya untuk Syuriyah. Sebab, di jajaran Syuriyah harus diisi orang-orang yang kompeten dalam hal hukum,” katanya.

Ia berharap ke depan dapat disiapkan metode pembelajaran Bahtsul Masail yang secara khusus diperuntukkan bagi jajaran Syuriyah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipong juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir memenuhi undangan Bahtsul Masail.

Menurutnya, kehadiran peserta tetap memiliki arti penting meskipun tidak semuanya menyampaikan pendapat dalam forum.

“Kehadiran panjenengan semua sudah kami apresiasi. Tidak harus ikut bicara,” tuturnya.

Ia mengingatkan peserta agar tidak asal menyampaikan pendapat dalam forum Bahtsul Masail. Sebab, pendapat yang tidak didasarkan pada landasan keilmuan justru dapat menambah persoalan.

“Kalau peserta Bahtsul Masail asal bicara, nanti akan menambah masalah,” tegasnya.

Gus Ipong menambahkan, para ulama tidak menciptakan hukum baru dalam forum Bahtsul Masail. Tugas mereka adalah menggali dan menemukan hukum dari persoalan yang berkembang di masyarakat berdasarkan sumber dan metode keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Semua hukum itu sudah ada. Tugas kita hanya menggali. Namanya menggali, kadang ketemu, kadang tidak. Kita tidak membuat hukum, tetapi menemukan hukum,” pungkasnya.

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Khidmat LTMNU Pasuruan Lengkapi Prasarana Masjid

    Begini Khidmat LTMNU Pasuruan Lengkapi Prasarana Masjid

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanKetua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Ustadz Mundir Muslih, menyampaikan komitmennya untuk terus berupaya dalam melengkapi prasana Masjid yang dinaungi oleh LTMNU. “Kemarin telah selesai membagikan Lemari. Sementara untuk 32 Masjid dulu,” ujarnya kepada NU Pasuruan, Senin (10/01/2022). Ia juga menjelaskan terkait tips menciptakan magnet […]

  • Dari Koin NU, PRNU Kayukebek Santuni Anak Yatim

    Dari Koin NU, PRNU Kayukebek Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Tutur, NU PasuruanPengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kayukebek, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tutur, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, menyantuni Yatim Piatu setempat. Dana santunan berasal dari KOIN (Kotak Infak) NU. “Tanpa adanya Koin NU kegiatan ini tidak akan jalan (Secara maksimal). Ayo maksimalkan Koin NU. Manfaatnya juga ke Jamiyyah dan Jamaah […]

  • Akhirnya, Pagar Kompleks Perkantoran NU Pasuruan Diresmikan

    Akhirnya, Pagar Kompleks Perkantoran NU Pasuruan Diresmikan

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • visibility 1.228
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanAkhirnya, gapura dan pagar kompleks perkantoran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Desa Warung Dowo, Kecamatan Pohjentrek, diresmikan, Ahad (17/9/2023). Gapura dan pagar kantor yang dibangun sejak Bulan Juni itu, akhirnya diresmikan dan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pasuruan ke 1094. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyebutkan, pagar […]

  • Melalui Istighosah Rutin, NU Care Pasuruan Galang Dana Sosial

    • calendar_month Jum, 11 Jan 2019
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    NU Care LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, & Sedekah), istiqomah melakukan galang dana sosial dalam kegiatan Istigosah Rutin Jumat Legi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. Menurut Abd. Karim, Wakil Ketua PC NU Care Lazisnu Kabupaten Pasuruan, tim galang dana, yang kemudian dikenal dengan sebutan Pasukan Syurban, memanfaatkan kegiatan Istighosah Rutin dan kegiatan keagamaan […]

  • Dilantik, JQHNU Pasuruan Diminta Kawal Standarisasi Kompetensi Guru TPQ

    Dilantik, JQHNU Pasuruan Diminta Kawal Standarisasi Kompetensi Guru TPQ

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Pasuruan dilantik di Aula KH Ahmad Djufri, Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek, Senin (18/04/2022). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menjelaskan, agar JQHNU mampu melaksanakan 3 M. Yakni menyampaikan, mengembangkan dan mengamalkan Al-Qur’an. “JQHNU harus mampu […]

  • Di Kajian Kopri Pasuruan Ungkap Cara Melawan Stigma

    Di Kajian Kopri Pasuruan Ungkap Cara Melawan Stigma

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pasuruan menggelar Kajian Kopri Pasuruan secara online, Selasa (28/6/2022). Kali ini, mengambil topik “Menjadi Berani Versi Diri Kita Sendiri”. Sekretaris Kaderisasi PC Kopri Fatimatuz Zahro menuturkan, sering kali perempuan dihadapkan pada standar-standar yang berkembang di masyarakat. Dari bentuk tubuh, penampilan, dan kecerdasan. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca