Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar

Purwodadi, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan warga NU agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan, termasuk isu yang mempertentangkan antarkelompok dan tokoh agama.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri istighosah Jumat Legi yang digelar PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Nurul Islam Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat kerap dihadapkan pada berbagai isu yang berpotensi mengadu kelompok satu dengan lainnya. Karena itu, warga NU diminta tetap menjaga hubungan baik dan tidak mudah memberikan penilaian secara generalisasi.

“Kalau salah satu Gus NU melakukan sesuatu, kemudian NU dianggap rusak semua, kan tidak. Begitu juga kalau salah satu Gus melakukan sesuatu, kemudian seluruh keturunannya dianggap rusak, kan tidak,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong sapaan akrabnya mengatakan persoalan yang dilakukan seseorang merupakan tanggung jawab personal dan tidak semestinya dibebankan kepada kelompok atau komunitas secara keseluruhan.

” Para pengurus NU harus3 lebih bijak dalam menyikapi perkembangan media sosial,” tambahnya.

Menurutnya, popularitas seorang tokoh di media sosial tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika mengundang penceramah.“Kalau mengundang orang jangan hanya melihat viralnya saja. Dampaknya juga harus dilihat seluruhnya,” tegasnya.Dirinya menekankan, pengajian seharusnya menjadi ruang untuk memberikan pemahaman keagamaan dan membentuk masyarakat agar menjadi lebih baik. Bukan sekadar menghadirkan hiburan atau membuat masyarakat tertawa.

“Perlunya kita mengadakan pengajian itu untuk menerangkan hukum-hukum Allah dan menjadikan orang lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pengasuh Pondok pesantren besuk tersebut juga mengingatkan pentingnya menempatkan budaya dan kesenian secara proporsional dalam kehidupan masyarakat.Menurutnya, budaya dan kesenian dapat dikembangkan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Kalau tidak bertentangan dengan syariat, tidak apa-apa. Tetapi kalau bertentangan dengan syariat, tidak bisa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat agar tidak hanya memperoleh kemaslahatan kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.Karena itu, setiap program dan gerakan NU harus tetap diarahkan pada visi dan misi organisasi, yakni menyebarluaskan syariat Islam berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kalau syariat menjadi masalah, seharusnya pengurus yang pertama bereaksi,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tujuan yang baik tetap ditempuh melalui cara-cara yang baik. Jangan sampai upaya memperjuangkan kebaikan justru dilakukan dengan tindakan yang tidak baik.

“Kalau kita ingin menargetkan sesuatu yang baik, maka digunakan dengan cara-cara yang baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mendorong MWCNU agar semakin aktif mengembangkan dakwah di wilayah masing-masing.Menurutnya, MWCNU memiliki peran penting dalam mengoordinasikan potensi tokoh agama, kader, dan lulusan pesantren yang berada di lingkungan setempat.

“Tidak usah terlalu banyak (mendatangkan dari luar), kita manfaatkan orang-orang di sekitar. Untuk pengajian-pengajian rutin yang ada di ranting, mari kita manfaatkan potensi yang ada di sini,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Jatim Ajak Warga NU Kembali ke Khitah dan Perkuat Tradisi Silaturahmi

    PWNU Jatim Ajak Warga NU Kembali ke Khitah dan Perkuat Tradisi Silaturahmi

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Pohjenterk, NU Pasuruan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar silaturahmi dan penguatan organisasi zona Pasuruan Raya di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/12/2025). Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi dan penguatan organisasi yang dilakukan PWNU melalui program turun ke bawah (turba) bukan sekadar agenda struktural. Lebih dari […]

  • Warga Pasuruan Sambut Hangat Peresmian RSNU, Akses Berobat Kini Lebih Dekat

    Warga Pasuruan Sambut Hangat Peresmian RSNU, Akses Berobat Kini Lebih Dekat

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Peresmian Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Pasuruan disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Salah satunya disampaikan oleh Almainah, warga Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku bersyukur atas hadirnya rumah sakit baru yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Almainah menyampaikan apresiasinya saat menghadiri acara peresmian RSNU Pasuruan, Senin (26/01/2026). Dirinya merasa terhormat karena turut diundang dalam […]

  • Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan, Gelar Pelatihan Budidaya Magot

    Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan, Gelar Pelatihan Budidaya Magot

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdaltul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan mengelar pelatihan budidaya magot di Balai Desa Kayukebek, Kabupaten Pasuruan Saptu (8/08/2023). Ketua kelompak 1 M Nabil Hafidz mengatakan, kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan warga desa tentang pentingnya budidaya magot. “Warga kami tugaskan untuk memilah […]

  • LFNU Pasuruan Selaraskan Kalender 1448 H untuk Kurangi Perbedaan Penentuan Awal Bulan

    LFNU Pasuruan Selaraskan Kalender 1448 H untuk Kurangi Perbedaan Penentuan Awal Bulan

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Penyelarasan Kalender Hijriyah 1448 di ruang rapat PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (17/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan acuan penyusunan kalender 1448 Hijriyah yang akan digunakan pada tahun-tahun mendatang, sehingga lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan tidak menerbitkan kalender sendiri-sendiri […]

  • Tiga Kecamatan Banjir, NU Peduli Kab. Pasuruan Penuhi Kebutuhan 8 Dapur Umum

    Tiga Kecamatan Banjir, NU Peduli Kab. Pasuruan Penuhi Kebutuhan 8 Dapur Umum

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Terjadi peningkatan intensitas hujan di kabupaten Pasuruan, sehingga membuat beberapa daerah di kawasan hilir sungai Rejoso dilanda Banjir. Pada Senin, 14 Desember 2020, tiga kecamatan terdampak banjir, yakni kecamatan Winongan, kecamatan Grati dan Kecamatan Rejoso. Dari data yang diperoleh Tim Satgas NU Peduli Kabupaten Pasuruan, banjir terjadi di 8 titik dan telah didirikan 8 dapur […]

  • Kolaborasi Publikasi Ilmiah, UNU Pasuruan & UB Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen

    Kolaborasi Publikasi Ilmiah, UNU Pasuruan & UB Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerjasama di bidang riset, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah dosen. Upaya itu dibuktikan dengan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Penulisan Karya Ilmiah Terpublikasi di Jurnal Internasional Bereputasi, Senin […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca