Di Tahlil IKA PMII Pasuruan, Gus Hakim Refleksikan Sosok Cak Lim dan Indikator Keberhasilan Kader
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Sukorejo, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Pasuruan menggelar kegiatan perdana berupa Tahlil dan Doa Bersama secara daring, Selasa (27/10/2026) malam. Majelis ini digelar untuk mengenang dan mendoakan almarhum H. Fatkhan Subchi (Ketua Umum PB IKA PMII) serta almarhum H. Muslim Mustajab (Perintis PMII Pasuruan).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Gus H. Ahmad Hakim Jayli, menyampaikan pemikirannya mengenai sosok H. Muslim Mustajab atau yang akrab disapa Cak Lim. Menurutnya, Cak Lim adalah contoh konkret dari kesuksesan seorang kader PMII.
Gus Hakim, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa ukuran kesuksesan seorang kader pergerakan tidak boleh hanya ditakar dari tingginya jabatan struktural atau posisi politik yang diraih.
“Suksesnya kader tidak diukur dari jabatannya saja. Alat ukur kader yang sukses adalah ketika ia mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” ujar Doktor Ilmu Lingkungan itu.
Selain kebermanfaatan sosial, tolok ukur kedua terletak pada kerelaan kader senior untuk menjadi pendorong atau penyokong lahirnya generasi penerus.
“Kader sukses adalah mereka yang bisa menjadi ‘anak tangga’ bagi proses kaderisasi kader-kader PMII berikutnya, baik untuk berjam’iyyah di Nahdlatul Ulama maupun dalam pengabdian di tengah masyarakat,” tambah mantan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan itu.
Pendorong Generasi Muda di PCNU
Gus Hakim kemudian menceritakan pengalamannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Pasuruan Tahun 2021. Saat itu, Cak Lim menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi Sekretaris PCNU. Namun, Cak Lim memilih tidak bersedia dan mendorong figur lain, hingga akhirnya amanah besar tersebut diserahkan kepada Gus Hakim yang saat itu masih berusia 29 tahun.
“Awalnya saya merasa berat (mangkel). Namun dari berbagai kesulitan saat menjadi Sekretaris PCNU, saya justru bisa belajar banyak hal. Proses ini menjadi salah satu bagian yang paling bermakna dalam hidup saya,” ungkapnya mengenang dorongan para seniornya.
Rekam jejak khidmah Cak Lim di PCNU Kabupaten Pasuruan juga tercatat kuat di bidang pemberdayaan ekonomi. Menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Bidang Ekonomi selama dua periode, Cak Lim mempelopori berbagai program strategis, mulai dari penguatan agribisnis hingga penggalangan Dana Abadi Umat bersama almarhum Pak Unggul (pemilik Bakpao Telo).
Kesadaran Cak Lim akan vitalnya kemandirian ekonomi menjadi pilar utama perjuangan. Kemandirian ekonomi dinilai sebagai fondasi penting agar warga Nahdliyin mampu mengakses pendidikan terbaik hingga mencapai kedaulatan di bidang politik. Gagasan ini pun sejalan dengan arah perjuangan PCNU Kabupaten Pasuruan pada Konfercab 2026, yang menempatkan Program Kemandirian Ekonomi sebagai salah satu agenda prioritas utama.
Dua Usulan Strategis untuk PC IKA PMII Pasuruan
Menutup pemaparannya, Gus Hakim menyampaikan dua usulan konkret bagi perjalanan PC IKA PMII Pasuruan ke depan agar spirit perjuangan para senior tetap menyala: 1) Pembukuan Rekam Jejak: Menyusun dan menerbitkan kumpulan tulisan serta kesaksian tentang gagasan dan perjuangan almarhum Cak Muslim Mustajab dalam bentuk buku; 2) Ruang Diskusi Rutin: Menyelenggarakan forum diskusi berkala yang membedah isu-isu strategis daerah sebagai bentuk pengawalan alumni PMII terhadap pembangunan di Pasuruan.
“Siap laksanakan Gus”, jawab Jauharul Lutfi, Ketua Umum PC IKA PMII Pasuruan terpilih di chat zoom.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar