Bahtsul Masail Tanda Tradisi Diskusi NU Tetap Hidup
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PC LBMNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Bahtsul Masail di Desa Plososari, Kecamatan Grati, Ahad (21/12/2025).
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Grati, Ahmad Baihaqi, menegaskan bahwa Bahtsul Masail bukanlah tanda NU sedang menghadapi masalah. Menurutnya, forum ini justru menjadi bukti bahwa tradisi intelektual NU terus hidup dan berkembang.
“Seolah-olah NU itu selalu ada masalah. Padahal bukan begitu. Bahtsul Masail bukan berarti NU bermasalah, melainkan forum untuk membahas persoalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, maraknya diskusi dan perbedaan pandangan di lingkungan NU menandakan bahwa warga Nahdliyin semakin cerdas dan gemar berdialog. Tradisi tersebut, kata dia, sudah ada sejak NU berdiri.
“Perbedaan di NU itu sudah ada sejak dulu. Silakan membaca sejarah NU dari tahun ke tahun. Bedanya, dulu belum ada media sosial,” jelasnya.
Ahmad Baihaqi juga menuturkan bahwa para ulama terdahulu memiliki cara tersendiri dalam menyikapi perbedaan, sehingga dinamika organisasi tetap terjaga dengan baik.
“NU itu dinamis, selalu berdiskusi. Hanya saja, kita terkadang kurang piawai membaca sejarah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PC LBMNU Kabupaten Pasuruan, M. Masykur, mengutip dawuh KH Muhammad Subadar yang menganalogikan NU sebagai sebuah kendaraan.
“NU itu ibarat kendaraan, sedangkan pengurusnya adalah sopir. Kendaraan yang bagus akan berjalan dengan mulus jika dikemudikan oleh sopir yang ahli,” tuturnya.
Menurutnya, sebaik apa pun kendaraan tidak akan maksimal tanpa pengemudi yang cakap. Sebaliknya, meskipun kendaraannya sederhana, jika sopirnya ahli, perjalanan tetap dapat dilalui dengan baik.
“Insya Allah, dengan pengurus yang amanah dan berkompeten, NU akan terus berjalan,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar