Breaking News
light_mode

Demi Content, Indonesia Dibakar

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 19 Des 2020
  • visibility 611
  • comment 0 komentar

Setelah banyak yang tahu jika Mbah Gugel begitu loman alias dermawan, berbodong-bondonglah rakyat negara Cak Manap melamar menjadi buruh. Dulunya ada yang bekerja menjadi blogger, pengelola fanspage atau semacamnya. Setelah viral, jika Pak Lik Youtube lebih dermawan daripada Mbah Gugel, bersuka citalah para kreator video untuk membuat akun Youtube demi mendapatkan dolar.


Ya memang lumayan. Hanya duduk di warung wi-fi gratisan dan sesekali eksplor konten, kalau beruntung bisa mendapat “surat cinta” dari negera Paman Sam sana. Bahkan, bermodal video curian dari channel anu kemudian diedit sedemikan rupa dan diberi judul yang aneh-aneh apalagi provokatif, bisa ditonton dan di-subscribe ribuan orang.

Lalu bagaimana dengan fakta, kejujuran informasi, kode etik, tanggung jawab ilmiah, dampak terhadap opini masyarakat serta efek brain washing-nya terhadap umat? Santai saja. Kreator video kan bukan jurnalis, jadi kenapa harus ribet memikirkan hal-hal seperti itu? Yang penting viewer dan subscriber terus bertambah, dan monetasi sebagai tujuan utama tercapai.


Maka, kian hari semakin menjamur kreator konten dari negara Cak Manap. Sebagian kecil memang kreatif dan begitu idealis mencerdaskan bangsa melalui konten-konten bermutu.

Namun, karena di negara Cak Manap channel-channel begitu kurang laku, banyak di antara mereka yang senewen. Ada yang tetap kukuh mempertahankan idealisme namun channelnya mandeg. Lebih banyak pula yang akhirnya ikut arus, berubah haluan membikin konten-konten picisan bahkan membahayakan.


Firman Murtado, adalah salah satu kreator video yang bosan dengan idealisme dan kemudian mengisi channelnya dengan konten tak jelas. Dulu ia kukuh membikin konten-konten sejarah, keramat para wali bahkan pengajian. Namun sebagus serta seserius apapun konten yang ia buat, hanya dilihat oleh beberapa gelintir orang, itupun setelah ia menjajakan link videonya di berbagai media sosial dengan intensitas ngotot seperti tim sukses caleg menjelang pemilu.


Iseng, ia melirik beberapa channel yang dalam sekejap mendapat ribuan pelanggan dan video-videonya dilihat oleh jutaan viewer. “Ternyata, semakin picisan, provokatif dan berbahaya sebuah konten, akan disenangi oleh banyak orang,” katanya kepada Arif ketika ngopi di warung Cak Manap.


“Coba lihat, berapa viewer dan subscriber channel ini?” ujarnya kepada Arif seraya menunjukkan sebuah channel.

“Isinya kan cuma misuh-misuh, melaknat, mencaci dan memprovokasi? Coba lihat, sudah jutaan, kan? Enak juga jadi kreator konten di negeri ini. Hanya misuh-misuh dan menghujat lawan politik sudah dapat dolar.”


Firman Murtado kemudian membuka channel dengan konten-konten berisi pem-bully-an terhadap setan. Dalam channel tersebut, setan benar-benar tidak ada harganya dan – kata iklan – mati gaya.

“Coba lihat, masa pocong dan kuntilanak tidak ada harganya sama sekali. Mbok ya buka literasi sedikit, agar tahu kalau setan tidak semudah itu mau nampang di depan kamera. Mbok ya juga, settingan dan editan videonya diperhalus agar viewer tidak merasa dilecehkan kecerdasannya.”


“Halah, sampeyan bilang begitu kan karena sampeyan iri,” jawab Arif.

“Channel sampeyan seperti kuburan karena sok idealis,” goda Arif seraya menyeruput kopi milik Firman Murtado.

Firman Murtado pura-pura tak peduli dan terus mencari channel-channel “sukses”. Akhirnya ia temukan beberapa channel dengan subscriber sebanyak kerumunan di Monas dalam sebuah reuni entah apa. Ia putar salah satu videonya, ternyata berisi orasi politik dengan gaya bicara ala vokalis group band black metal, namun oratornya mengenakan kostum ala para sunan dalam film Wali Sanga.


Video berdurasi pendek dengan kualitas 3gp dan sepertinya curian itu, sebenarnya tak menarik dalam sisi apapun. Hanya saja isinya memang bombastis, subtitle-nya memancing amarah, dan judulnya membuat orang-orang “beriman” akan merasa terbakar untuk melakukan kudeta atau berjihad dengan memerangi saudaranya sendiri.


“Kalau saya simpulkan, jika kepingin sukses menjadi kreator konten, sebaiknya sampeyan membikin video provokasi, menghujat pemerintah, mengkafirkan suadara tak sepaham atau sekalian, membikin video settingan setan nampang di depan kamera,” usul Arif.


“Saya tak tega membohongi umat dengan informasi menyesatkan, apalagi jika harus membakar Indonesia,” jawab Firman Murtado seraya menerawang.


“Itu kan hanya hiburan, cak?” sanggah Arif.


“Bukankah di negara Cak Manap, hiburan sering dijadikan tuntunan? Dan kalau saya diborgol oleh polisi siber, siapa yang akan mentraktir kopi sampeyan?” balas Firman Murtado cengengesan.

Penulis: Abdur Rozaq, Youtuber, Pemilik IBRA FATIH 18 Channel

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Gus Ipong di Harlah IPPNU ke 69

    Pesan Gus Ipong di Harlah IPPNU ke 69

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    Phojentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamkkin bahwasanya momentum Harlah IPPNU kita patut bersyukur karena hati kita digerakkan oleh Allah untuk melakukan sesuatu hal yang baik hal itu adalah suatu kenikmatan yang besar. Hal itu diungkapkan pada saat Talkshow Ngaji Wanita Milenial di Aula KH Ahmad Jufri PCNU […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Terima Bantuan Peduli Covid-19 dari Stapa Center

    PCNU Kab. Pasuruan Terima Bantuan Peduli Covid-19 dari Stapa Center

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2020
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Ditetapkannya Kabupaten Pasuruan sebagai zona merah penyebaran virus corona memantik Stapa Center Bangil untuk memberikan bantuan penanggulangan Covid-19 tersebut. Organisasi nirlaba yang didukung Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) melalui program “Reducing the risk of spread and transmissiom of Covid-19” itu menyerahkan bantuan kepada PCNU Kabupaten Pasuruan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menerima bantuan 500 […]

  • Konfrancab Ansor, Kiai Imron Inginkan Pembrantasan Narkoba di Pasuruan

    Konfrancab Ansor, Kiai Imron Inginkan Pembrantasan Narkoba di Pasuruan

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2024
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan salah satu program yang harus di miliki oleh GP Ansor Kabupaten Pasuruan adalah memberantas pengedaran narkoba di Kabupaten Pasuruan karena saat ini narkoba sedang marak di pasuruan. “Narkoba saat ini sudah menyasar anak-anak kecil seperti halnya sekolah dasar,” ujarnya pada […]

  • Kepala LBM Santri Al-Yasini: Bahtsul Masail Ciri Pesantren Salaf

    Kepala LBM Santri Al-Yasini: Bahtsul Masail Ciri Pesantren Salaf

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanKepala Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA) Ustadz Anasul Hakim menyampaikan, penerapan Bahtsul Masail menjadi salah satu ciri dari Tradisi Pondok Pesantren (Ponpes) Salaf. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Bahtsul Masail Kubro (BMK). Sebuah acara dalam rangka penutupan aktivitas LBM dan Pengembangan Intelektual Berbasis Kepesantrenan oleh Ikatan Kader Mahasiswa Al-Yasini […]

  • Perkuat Syiar & Dakwah Islam di Medsos, IPNU-IPPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Workshop Desain

    Perkuat Syiar & Dakwah Islam di Medsos, IPNU-IPPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Workshop Desain

    • calendar_month Sen, 28 Des 2020
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Saat ini, media sosial sudah menjadi garda terdepan sebagai sarana syiar dan dakwah Islam. Sayangnya, konten yang terkait dengan syiar dan dakwah Islam di media sosial, masih didominasi oleh kelompok intoleran bahkan radikal ekstrimis. Menyadari itu dan dalam rangka membentuk kader-kader yang melek teknologi, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan […]

  • Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Kenalkan Ecobrick di MTs dan MA Nurul Qodim Tamansari Wonorejo

    Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Kenalkan Ecobrick di MTs dan MA Nurul Qodim Tamansari Wonorejo

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • visibility 572
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama STAI Salahudin Pasuruan menggelar kegiatan edukatif bertema Ecobrick di MTs dan MA Nurul Qodim, Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Ainur Rokhimah, menyampaikan bahwa Ecobrick adalah solusi kreatif mengurangi sampah plastik melalui […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca