Breaking News
light_mode

Demi Content, Indonesia Dibakar

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 19 Des 2020
  • visibility 596
  • comment 0 komentar

Setelah banyak yang tahu jika Mbah Gugel begitu loman alias dermawan, berbodong-bondonglah rakyat negara Cak Manap melamar menjadi buruh. Dulunya ada yang bekerja menjadi blogger, pengelola fanspage atau semacamnya. Setelah viral, jika Pak Lik Youtube lebih dermawan daripada Mbah Gugel, bersuka citalah para kreator video untuk membuat akun Youtube demi mendapatkan dolar.


Ya memang lumayan. Hanya duduk di warung wi-fi gratisan dan sesekali eksplor konten, kalau beruntung bisa mendapat “surat cinta” dari negera Paman Sam sana. Bahkan, bermodal video curian dari channel anu kemudian diedit sedemikan rupa dan diberi judul yang aneh-aneh apalagi provokatif, bisa ditonton dan di-subscribe ribuan orang.

Lalu bagaimana dengan fakta, kejujuran informasi, kode etik, tanggung jawab ilmiah, dampak terhadap opini masyarakat serta efek brain washing-nya terhadap umat? Santai saja. Kreator video kan bukan jurnalis, jadi kenapa harus ribet memikirkan hal-hal seperti itu? Yang penting viewer dan subscriber terus bertambah, dan monetasi sebagai tujuan utama tercapai.


Maka, kian hari semakin menjamur kreator konten dari negara Cak Manap. Sebagian kecil memang kreatif dan begitu idealis mencerdaskan bangsa melalui konten-konten bermutu.

Namun, karena di negara Cak Manap channel-channel begitu kurang laku, banyak di antara mereka yang senewen. Ada yang tetap kukuh mempertahankan idealisme namun channelnya mandeg. Lebih banyak pula yang akhirnya ikut arus, berubah haluan membikin konten-konten picisan bahkan membahayakan.


Firman Murtado, adalah salah satu kreator video yang bosan dengan idealisme dan kemudian mengisi channelnya dengan konten tak jelas. Dulu ia kukuh membikin konten-konten sejarah, keramat para wali bahkan pengajian. Namun sebagus serta seserius apapun konten yang ia buat, hanya dilihat oleh beberapa gelintir orang, itupun setelah ia menjajakan link videonya di berbagai media sosial dengan intensitas ngotot seperti tim sukses caleg menjelang pemilu.


Iseng, ia melirik beberapa channel yang dalam sekejap mendapat ribuan pelanggan dan video-videonya dilihat oleh jutaan viewer. “Ternyata, semakin picisan, provokatif dan berbahaya sebuah konten, akan disenangi oleh banyak orang,” katanya kepada Arif ketika ngopi di warung Cak Manap.


“Coba lihat, berapa viewer dan subscriber channel ini?” ujarnya kepada Arif seraya menunjukkan sebuah channel.

“Isinya kan cuma misuh-misuh, melaknat, mencaci dan memprovokasi? Coba lihat, sudah jutaan, kan? Enak juga jadi kreator konten di negeri ini. Hanya misuh-misuh dan menghujat lawan politik sudah dapat dolar.”


Firman Murtado kemudian membuka channel dengan konten-konten berisi pem-bully-an terhadap setan. Dalam channel tersebut, setan benar-benar tidak ada harganya dan – kata iklan – mati gaya.

“Coba lihat, masa pocong dan kuntilanak tidak ada harganya sama sekali. Mbok ya buka literasi sedikit, agar tahu kalau setan tidak semudah itu mau nampang di depan kamera. Mbok ya juga, settingan dan editan videonya diperhalus agar viewer tidak merasa dilecehkan kecerdasannya.”


“Halah, sampeyan bilang begitu kan karena sampeyan iri,” jawab Arif.

“Channel sampeyan seperti kuburan karena sok idealis,” goda Arif seraya menyeruput kopi milik Firman Murtado.

Firman Murtado pura-pura tak peduli dan terus mencari channel-channel “sukses”. Akhirnya ia temukan beberapa channel dengan subscriber sebanyak kerumunan di Monas dalam sebuah reuni entah apa. Ia putar salah satu videonya, ternyata berisi orasi politik dengan gaya bicara ala vokalis group band black metal, namun oratornya mengenakan kostum ala para sunan dalam film Wali Sanga.


Video berdurasi pendek dengan kualitas 3gp dan sepertinya curian itu, sebenarnya tak menarik dalam sisi apapun. Hanya saja isinya memang bombastis, subtitle-nya memancing amarah, dan judulnya membuat orang-orang “beriman” akan merasa terbakar untuk melakukan kudeta atau berjihad dengan memerangi saudaranya sendiri.


“Kalau saya simpulkan, jika kepingin sukses menjadi kreator konten, sebaiknya sampeyan membikin video provokasi, menghujat pemerintah, mengkafirkan suadara tak sepaham atau sekalian, membikin video settingan setan nampang di depan kamera,” usul Arif.


“Saya tak tega membohongi umat dengan informasi menyesatkan, apalagi jika harus membakar Indonesia,” jawab Firman Murtado seraya menerawang.


“Itu kan hanya hiburan, cak?” sanggah Arif.


“Bukankah di negara Cak Manap, hiburan sering dijadikan tuntunan? Dan kalau saya diborgol oleh polisi siber, siapa yang akan mentraktir kopi sampeyan?” balas Firman Murtado cengengesan.

Penulis: Abdur Rozaq, Youtuber, Pemilik IBRA FATIH 18 Channel

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istighosah Rutin PCNU Pasuruan, Kiai Imron: Waspadai Upaya Memecah Belah Jam’iyah NU

    Istighosah Rutin PCNU Pasuruan, Kiai Imron: Waspadai Upaya Memecah Belah Jam’iyah NU

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengingatkan seluruh warga dan kader NU agar senantiasa menjaga keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, perpecahan dalam tubuh NU biasanya justru berasal dari kalangan internal sendiri. Hal itu disampaikan KH Imron saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Istighosah Rutin PCNU Kabupaten Pasuruan yang […]

  • Ansor Wates Gandeng LAZ Sidogiri Santuni Puluhan Yatim

    Ansor Wates Gandeng LAZ Sidogiri Santuni Puluhan Yatim

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanPimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Wates menggelar Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa’. Kegiatan itu kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri. Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jumat (28/7/2023). Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor […]

  • Semarakkan Program Selama Ramadhan, NU Pasuruan Briefing Menulis Berita

    Semarakkan Program Selama Ramadhan, NU Pasuruan Briefing Menulis Berita

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Kelompok Kerja (Pokja) Ramadhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Briefing Menulis Berita Ramadhan 1446 H di Ruang Rapat Lantai 2 Graha NU Pasuruan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Jumat (28/02/2025). Ketua Pokja Ramadhan Gus H Abdul Ghofur berharap, semua kegiatan yang dilakukan oleh pengurus NU, Badan Otonom (Banom), dan lembaga […]

  • Merawat Tradisi Islam Nusantara, IPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Rutin Gelar Istighosah Malam Jumat

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    Pasuruan, 7 maret 2019. Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU) ITSNU-STAIS Pasuruan rutin menggelar istighosah rutin setiao malam jumat pahing bertempat di Aula KH. Ahmad Jufri Graha NU Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mempertahankan tradisi Islam Nahdlatul Ulama (Baca: Islam Nusantara) serta menyambut kedatangan awal bulan rajab 1440 H. […]

  • Bersyukur atas Nikmat Lisan

    Bersyukur atas Nikmat Lisan

    • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
    • visibility 1.478
    • 0Komentar

    Di antara semua anggota badan itu yang paling krusial adalah lisan. Lisan merupakan perangkat di dalam tubuh manusia yang bisa menimbulkan manfaat, namun sekaligus mudarat yang besar bila tak benar penggunaannya. Karena itu ada pepatah mengatakan, mulutmu adalah harimaumu Sebuah perumpamaan yang menegaskan kekuatan dan kebuasan mulut berucap. Bisa saja dengan perkataaan yang keluar dari […]

  • Ini Cara Dosen Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah

    Ini Cara Dosen Pendidikan Biologi ITSNU Pasuruan Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanDosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan mendampingi penyusunan karya ilmiah bagi guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gondangwetan. Pendampingan dimulai dengan sosialisasi di Gedung Laboratorium Fisika, SMAN 1 Gondangwetan, Selasa (20/12/2022). Adapun penutupan pendampingan akan dilakukan pada Selasa mendatang […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca