Breaking News
light_mode

Demi Content, Indonesia Dibakar

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 19 Des 2020
  • visibility 594
  • comment 0 komentar

Setelah banyak yang tahu jika Mbah Gugel begitu loman alias dermawan, berbodong-bondonglah rakyat negara Cak Manap melamar menjadi buruh. Dulunya ada yang bekerja menjadi blogger, pengelola fanspage atau semacamnya. Setelah viral, jika Pak Lik Youtube lebih dermawan daripada Mbah Gugel, bersuka citalah para kreator video untuk membuat akun Youtube demi mendapatkan dolar.


Ya memang lumayan. Hanya duduk di warung wi-fi gratisan dan sesekali eksplor konten, kalau beruntung bisa mendapat “surat cinta” dari negera Paman Sam sana. Bahkan, bermodal video curian dari channel anu kemudian diedit sedemikan rupa dan diberi judul yang aneh-aneh apalagi provokatif, bisa ditonton dan di-subscribe ribuan orang.

Lalu bagaimana dengan fakta, kejujuran informasi, kode etik, tanggung jawab ilmiah, dampak terhadap opini masyarakat serta efek brain washing-nya terhadap umat? Santai saja. Kreator video kan bukan jurnalis, jadi kenapa harus ribet memikirkan hal-hal seperti itu? Yang penting viewer dan subscriber terus bertambah, dan monetasi sebagai tujuan utama tercapai.


Maka, kian hari semakin menjamur kreator konten dari negara Cak Manap. Sebagian kecil memang kreatif dan begitu idealis mencerdaskan bangsa melalui konten-konten bermutu.

Namun, karena di negara Cak Manap channel-channel begitu kurang laku, banyak di antara mereka yang senewen. Ada yang tetap kukuh mempertahankan idealisme namun channelnya mandeg. Lebih banyak pula yang akhirnya ikut arus, berubah haluan membikin konten-konten picisan bahkan membahayakan.


Firman Murtado, adalah salah satu kreator video yang bosan dengan idealisme dan kemudian mengisi channelnya dengan konten tak jelas. Dulu ia kukuh membikin konten-konten sejarah, keramat para wali bahkan pengajian. Namun sebagus serta seserius apapun konten yang ia buat, hanya dilihat oleh beberapa gelintir orang, itupun setelah ia menjajakan link videonya di berbagai media sosial dengan intensitas ngotot seperti tim sukses caleg menjelang pemilu.


Iseng, ia melirik beberapa channel yang dalam sekejap mendapat ribuan pelanggan dan video-videonya dilihat oleh jutaan viewer. “Ternyata, semakin picisan, provokatif dan berbahaya sebuah konten, akan disenangi oleh banyak orang,” katanya kepada Arif ketika ngopi di warung Cak Manap.


“Coba lihat, berapa viewer dan subscriber channel ini?” ujarnya kepada Arif seraya menunjukkan sebuah channel.

“Isinya kan cuma misuh-misuh, melaknat, mencaci dan memprovokasi? Coba lihat, sudah jutaan, kan? Enak juga jadi kreator konten di negeri ini. Hanya misuh-misuh dan menghujat lawan politik sudah dapat dolar.”


Firman Murtado kemudian membuka channel dengan konten-konten berisi pem-bully-an terhadap setan. Dalam channel tersebut, setan benar-benar tidak ada harganya dan – kata iklan – mati gaya.

“Coba lihat, masa pocong dan kuntilanak tidak ada harganya sama sekali. Mbok ya buka literasi sedikit, agar tahu kalau setan tidak semudah itu mau nampang di depan kamera. Mbok ya juga, settingan dan editan videonya diperhalus agar viewer tidak merasa dilecehkan kecerdasannya.”


“Halah, sampeyan bilang begitu kan karena sampeyan iri,” jawab Arif.

“Channel sampeyan seperti kuburan karena sok idealis,” goda Arif seraya menyeruput kopi milik Firman Murtado.

Firman Murtado pura-pura tak peduli dan terus mencari channel-channel “sukses”. Akhirnya ia temukan beberapa channel dengan subscriber sebanyak kerumunan di Monas dalam sebuah reuni entah apa. Ia putar salah satu videonya, ternyata berisi orasi politik dengan gaya bicara ala vokalis group band black metal, namun oratornya mengenakan kostum ala para sunan dalam film Wali Sanga.


Video berdurasi pendek dengan kualitas 3gp dan sepertinya curian itu, sebenarnya tak menarik dalam sisi apapun. Hanya saja isinya memang bombastis, subtitle-nya memancing amarah, dan judulnya membuat orang-orang “beriman” akan merasa terbakar untuk melakukan kudeta atau berjihad dengan memerangi saudaranya sendiri.


“Kalau saya simpulkan, jika kepingin sukses menjadi kreator konten, sebaiknya sampeyan membikin video provokasi, menghujat pemerintah, mengkafirkan suadara tak sepaham atau sekalian, membikin video settingan setan nampang di depan kamera,” usul Arif.


“Saya tak tega membohongi umat dengan informasi menyesatkan, apalagi jika harus membakar Indonesia,” jawab Firman Murtado seraya menerawang.


“Itu kan hanya hiburan, cak?” sanggah Arif.


“Bukankah di negara Cak Manap, hiburan sering dijadikan tuntunan? Dan kalau saya diborgol oleh polisi siber, siapa yang akan mentraktir kopi sampeyan?” balas Firman Murtado cengengesan.

Penulis: Abdur Rozaq, Youtuber, Pemilik IBRA FATIH 18 Channel

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Tahun Baru, TPQ Al-Karomah Pandan Gelar Doa Tolak Balak

    • calendar_month Sel, 1 Jan 2019
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Berkaitan dengan Surat Edaran Bupati Pasuruan terkait Peringatan Tahun Baru 2019, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Al-Karomah Pandan Sekarmojo Purwosari Pasuruan memilih gelar Khotmul Qur’an dan Doa Tolak Bencana, Senin (31/12) di TPQ Al-Karomah Pandan. Menurut Ustadz Abdus Salam, Kepala TPQ Al-Karamah, kegiatan Khotmul Qur’an dan Doa Tolak Bencana menjadi alternatif terbaik dalam merayakan tahun baru […]

  • UNU Pasuruan Gandeng Uniti.Asia Kembangkan Bisnis Keuangan Sosial Islam

    UNU Pasuruan Gandeng Uniti.Asia Kembangkan Bisnis Keuangan Sosial Islam

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Hal itu dibuktikan melalui kerja sama internasional dengan lembaga Uniti.Asia Business Group Companies. Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi menerangkan, Uniti.Asia Group merupakan lembaga bisnis berbasis keuangan sosial Islam. Lembaga ini membuka bisnis di sektor pendidikan, pengembangan properti, layanan Teknologi […]

  • Perbanyak Aktor Toleransi, GUSDURian Ajak Pelajar Diskusi Keislaman & Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan gelar Diskusi Kultural Anak Muda bertempat di Ruang Meeting Joglo Cottage, Saygon Cottages, Purwosari, Sabtu (30/7/2019). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan & Bangil serta Cabang Dinas Pendidikan (Capdin) Prov. Jatim Wilayah Kab/Kota Pasuruan. Menurut Makhfud Syawaludin, Koordinator KGSKR, pelajar perlu lebih banyak diajak […]

  • Sambut Ramadhan, JQHNU Pasuruan Gelar Khotmil Quran Serentak Bersama PAC

    Sambut Ramadhan, JQHNU Pasuruan Gelar Khotmil Quran Serentak Bersama PAC

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Banyak sekali cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut dan memuliakan bulan suci ramadhan. Diantaranya adalah Khotmil Qur’an Serentak yang akan dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Pasuruan. “Ahad depan (10/03/2024), Khotmil Qur’an digelar serentak di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQHNU di wilayah kerja […]

  • Difitnah, Ketum PMII Pasuruan Akan Tempuh Jalur Hukum

    Difitnah, Ketum PMII Pasuruan Akan Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • visibility 709
    • 1Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan Nur Rizky Amania menyatakan, kecewa atas fitnah yang menimpa diri dan organisasi yang dipimpinnya. “Informasi yang beredar di media online itu tidak benar. Fitnah,” tegasnya kepada NU Pasuruan, Selasa (3/10/2023). Dirinya juga menjelaskan kronologi kejadian. Ia tiba di Graha Pergerakan […]

  • Untuk alumni dan wali santri, Sholat Jenazah KH A Nawawi Abdul Djalil Sidogiri Bisa Diikuti Secara Bil Ghaib

    Untuk alumni dan wali santri, Sholat Jenazah KH A Nawawi Abdul Djalil Sidogiri Bisa Diikuti Secara Bil Ghaib

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    Pasuruan, NU PasuruanKabar duka kembali menyelimuti Pasuruan. Adalah KH Ahmad Nawawi Abdul Djalil selaku Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Desa Sidogiri Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, wafat. Kabar akan wafatnya almaghfurlah sempat berseliweran di media sosial. Namun kabar tersebut akhirnya dipastikan pada Minggu (13/06/2021) pukul 16.40 WIB. Keluarga Pesantren Sidogiri, M Syamsul Munawwir, menjelaskan saat ini sedang […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca