Breaking News
light_mode

Demi Content, Indonesia Dibakar

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 19 Des 2020
  • visibility 585
  • comment 0 komentar

Setelah banyak yang tahu jika Mbah Gugel begitu loman alias dermawan, berbodong-bondonglah rakyat negara Cak Manap melamar menjadi buruh. Dulunya ada yang bekerja menjadi blogger, pengelola fanspage atau semacamnya. Setelah viral, jika Pak Lik Youtube lebih dermawan daripada Mbah Gugel, bersuka citalah para kreator video untuk membuat akun Youtube demi mendapatkan dolar.


Ya memang lumayan. Hanya duduk di warung wi-fi gratisan dan sesekali eksplor konten, kalau beruntung bisa mendapat “surat cinta” dari negera Paman Sam sana. Bahkan, bermodal video curian dari channel anu kemudian diedit sedemikan rupa dan diberi judul yang aneh-aneh apalagi provokatif, bisa ditonton dan di-subscribe ribuan orang.

Lalu bagaimana dengan fakta, kejujuran informasi, kode etik, tanggung jawab ilmiah, dampak terhadap opini masyarakat serta efek brain washing-nya terhadap umat? Santai saja. Kreator video kan bukan jurnalis, jadi kenapa harus ribet memikirkan hal-hal seperti itu? Yang penting viewer dan subscriber terus bertambah, dan monetasi sebagai tujuan utama tercapai.


Maka, kian hari semakin menjamur kreator konten dari negara Cak Manap. Sebagian kecil memang kreatif dan begitu idealis mencerdaskan bangsa melalui konten-konten bermutu.

Namun, karena di negara Cak Manap channel-channel begitu kurang laku, banyak di antara mereka yang senewen. Ada yang tetap kukuh mempertahankan idealisme namun channelnya mandeg. Lebih banyak pula yang akhirnya ikut arus, berubah haluan membikin konten-konten picisan bahkan membahayakan.


Firman Murtado, adalah salah satu kreator video yang bosan dengan idealisme dan kemudian mengisi channelnya dengan konten tak jelas. Dulu ia kukuh membikin konten-konten sejarah, keramat para wali bahkan pengajian. Namun sebagus serta seserius apapun konten yang ia buat, hanya dilihat oleh beberapa gelintir orang, itupun setelah ia menjajakan link videonya di berbagai media sosial dengan intensitas ngotot seperti tim sukses caleg menjelang pemilu.


Iseng, ia melirik beberapa channel yang dalam sekejap mendapat ribuan pelanggan dan video-videonya dilihat oleh jutaan viewer. “Ternyata, semakin picisan, provokatif dan berbahaya sebuah konten, akan disenangi oleh banyak orang,” katanya kepada Arif ketika ngopi di warung Cak Manap.


“Coba lihat, berapa viewer dan subscriber channel ini?” ujarnya kepada Arif seraya menunjukkan sebuah channel.

“Isinya kan cuma misuh-misuh, melaknat, mencaci dan memprovokasi? Coba lihat, sudah jutaan, kan? Enak juga jadi kreator konten di negeri ini. Hanya misuh-misuh dan menghujat lawan politik sudah dapat dolar.”


Firman Murtado kemudian membuka channel dengan konten-konten berisi pem-bully-an terhadap setan. Dalam channel tersebut, setan benar-benar tidak ada harganya dan – kata iklan – mati gaya.

“Coba lihat, masa pocong dan kuntilanak tidak ada harganya sama sekali. Mbok ya buka literasi sedikit, agar tahu kalau setan tidak semudah itu mau nampang di depan kamera. Mbok ya juga, settingan dan editan videonya diperhalus agar viewer tidak merasa dilecehkan kecerdasannya.”


“Halah, sampeyan bilang begitu kan karena sampeyan iri,” jawab Arif.

“Channel sampeyan seperti kuburan karena sok idealis,” goda Arif seraya menyeruput kopi milik Firman Murtado.

Firman Murtado pura-pura tak peduli dan terus mencari channel-channel “sukses”. Akhirnya ia temukan beberapa channel dengan subscriber sebanyak kerumunan di Monas dalam sebuah reuni entah apa. Ia putar salah satu videonya, ternyata berisi orasi politik dengan gaya bicara ala vokalis group band black metal, namun oratornya mengenakan kostum ala para sunan dalam film Wali Sanga.


Video berdurasi pendek dengan kualitas 3gp dan sepertinya curian itu, sebenarnya tak menarik dalam sisi apapun. Hanya saja isinya memang bombastis, subtitle-nya memancing amarah, dan judulnya membuat orang-orang “beriman” akan merasa terbakar untuk melakukan kudeta atau berjihad dengan memerangi saudaranya sendiri.


“Kalau saya simpulkan, jika kepingin sukses menjadi kreator konten, sebaiknya sampeyan membikin video provokasi, menghujat pemerintah, mengkafirkan suadara tak sepaham atau sekalian, membikin video settingan setan nampang di depan kamera,” usul Arif.


“Saya tak tega membohongi umat dengan informasi menyesatkan, apalagi jika harus membakar Indonesia,” jawab Firman Murtado seraya menerawang.


“Itu kan hanya hiburan, cak?” sanggah Arif.


“Bukankah di negara Cak Manap, hiburan sering dijadikan tuntunan? Dan kalau saya diborgol oleh polisi siber, siapa yang akan mentraktir kopi sampeyan?” balas Firman Murtado cengengesan.

Penulis: Abdur Rozaq, Youtuber, Pemilik IBRA FATIH 18 Channel

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buruan Daftar! LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Gelar Olimpiade Ma’arif 2025

    Buruan Daftar! LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Gelar Olimpiade Ma’arif 2025

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan membuka pendaftaran Olimpiade Ma’arif 2025. Pendaftaran tidak dipungut biaya dan akan ditutup pada 13 September 2025. Informasi lengkap, termasuk kisi-kisi materi lomba, bisa diakses melalui tautan resmi panitia di s.id/OlimpiadeMaarif. Ajang ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-96 LP […]

  • Cegah Kekerasan Seksual Via Internet, PMII Pasuruan Gelar Seminar Literasi Digital

    Cegah Kekerasan Seksual Via Internet, PMII Pasuruan Gelar Seminar Literasi Digital

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Purworejo, NU PasuruanKetua Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pasuruan Fatimatuz Zahro mengungkapkan, Generasi Alpha menjadi kelompok rentan yang mendapatkan kekerasan seksual di dunia digital. Hal itu ditegaskan di Seminar Literasi Digital oleh KOPRI Pasuruan bersama Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, […]

  • Merawat Tradisi Islam Nusantara, IPNU ITSNU-STAIS Pasuruan Rutin Gelar Istighosah Malam Jumat

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Pasuruan, 7 maret 2019. Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU) ITSNU-STAIS Pasuruan rutin menggelar istighosah rutin setiao malam jumat pahing bertempat di Aula KH. Ahmad Jufri Graha NU Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mempertahankan tradisi Islam Nahdlatul Ulama (Baca: Islam Nusantara) serta menyambut kedatangan awal bulan rajab 1440 H. […]

  • KH Imron Mutamakkin: Lomba Cerdas Cermat Aswaja Perkuat Pondasi Pelajar  Sejak Dini

    KH Imron Mutamakkin: Lomba Cerdas Cermat Aswaja Perkuat Pondasi Pelajar Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan pentingnya kegiatan seperti Lomba Cerdas Cermat Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) untuk memperkuat pondasi keagamaan di kalangan pelajar dan santri sejak dini. Hal itu di ungkapkan pada saat Lomba Cerdas Cermat Aswaja di Pondok Pesantren Assholach, Kejeron, Kecamatan Gondangwetan, Ahad (19/10/2025). […]

  • KH Imron Mutamakkin : Pengurus NU Dilarang Berkampanye Menggunakan Fasilitas

    KH Imron Mutamakkin : Pengurus NU Dilarang Berkampanye Menggunakan Fasilitas

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar istighosah rutin Jum’at Legi di Masjid Al Mujahidin, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, (11/10/2024). KH Imron Mutamakkin mengatakan, bagi pengurus NU dan Banom yang terlibat dalam pilkada dilarang mengunakan atribut banom, fasilitas MWCNU dan berkampanye di acara resmi NU. “Kalau individu silahkan saya tidak membatasi, […]

  • Pesan KH Imron Mutamakkin Pada Penutupan Safari Ramadhan

    Pesan KH Imron Mutamakkin Pada Penutupan Safari Ramadhan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar penutupan Safari Ramadhan di Masjid Taufiqurrahman, Kecamatan Gondangwetan, Selasa (11/04/2025). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menyampaikan bahwa setiap orang membutuhkan taufiq dari Allah SWT. Menurutnya, meskipun seseorang memahami kebaikan, tanpa taufiq dari Allah, akan sulit bagi mereka untuk mengamalkannya, bahkan dalam hal […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca