Breaking News
light_mode

Gali Potensi, IPNU Pasuruan Gelar Kelas Kopi

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
  • visibility 395
  • comment 0 komentar

Perwosari, NU Pasuruan

Untuk menghasilkan segelas kopi yang nikmat ternyata tak hanya menyeduhnya dengan air panas. Ada perjalanan panjang untuk menyajikan kopi di kelas kopi ini.
Menyajikan kopi yang nikmat dan segar tidak semudah yang terlihat di depan mata. Setelah dipanen, biji kopi harus melalui proses pemilahan agar segelas kopi yang disajikan memiliki kualitas rasa yang baik.

Bagi mereka yang ahli, kopi dapat dikenal melalui berbagai cara. Mulai dari mencium aroma bubuknya, aroma basah, hingga rasa setelah diseduh yang dilakukan dengan teknik cupping.

Dalam hal ini Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan mengelar kelas kopi di Caffe K-naya, Kamis (2/10/2023).

Sekertaris PC IPNU Kabupaten Pasuruan Mokhamad Murthado mengatakan,
Kelas kopi adalah kelas tatap muka yang bertujuan mengajak peserta untuk mempelajari tentang pengetahuan kopi secara umum, mengasah skill kader kader IPNU secara mendalam tentang bagaimana membuat kopi manual browing.

“Manual brewing coffee adalah cara menyeduh kopi manual tanpa mesin khusus,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, banyak anak anak muda yang saat ini senang ngopi namun tidak ingin tahu bagaimana cara membuatnya. Akhirnya kami berinisiatif untuk menggali potensi kader IPNU dibidang kopi.

“Kami mencoba menggali potensi kader IPNU untuk menjadi barista di wilayahnya masing-masing,”ujarnya.

Sementara Ketua Pelaksana Santri Fest Saiful Akbar mengatakan bahwasanya salain manual brewing peserta juga dibekali pengolahan produk-produk kopi mixologi.

“Praktek coffee mixology diantaranya dilakukan dengan teknik stirring, yaitu pencampuran menggunakan pengaduk serta teknik layering dan garnishing untuk menyajikan hasil minuman yang menarik, selain rasanya yang enak,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan ini di ikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU se Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini kami kemas dengan judul Yo Ngaji Yo Ngopi dan merupakan salah satu rangkaian dari Santri Fest IPNU Kabupaten Pasuruan.

“Pada siang hari kita ngopi dan pada malam hari kita ngaji,” imbuhnya.

Disisi lain pemateri kopi firman mengatakan, jenis kopi yang kita oleh merupakan kopi khas pasuruan, rempah-rempah, mint, lemon, serta sirup yang sudah difermentasi.

“Alhamdulillah para peserta sangat antusias untuk membuat kopi bahkan berlomba-lomba untuk menentukan kopi siapa yang paling enak diantara yang lainnya,” ujarnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Istigasah Rutin, PCNU Himbau Warga untuk Menghormati Perbedaan Pilihan Pemilu 2019

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melalui Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lekok menggelar Istigasah Rutin Jumat Legi, Jumat (15/2/2019). Kali ini bertempat di Masjid Baiturrahman Lekok. KH. Imron Mutamakkin, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, mengajak warga NU untuk menjaga diri dan iman keluarganya masing-masing sekaligus mengajak untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Selain […]

  • Bantu Pelajar, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Buka Bimbel Gratis

    Bantu Pelajar, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Buka Bimbel Gratis

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2024
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar Bimbingan Belajar (Bimbel) di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, Senin (15/07/2024). KKN Desa Tebas Bimbel  ini terbuka untuk anak-anak dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga Madrasah Diniyah (Madin). Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan tambahan […]

  • Tips Khusus Bagi Desainer Grafis Pemula ala LTN MWCNU Gondangwetan

    Tips Khusus Bagi Desainer Grafis Pemula ala LTN MWCNU Gondangwetan

    • calendar_month Kam, 26 Mei 2022
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanKetua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondangwetan Nur Kholis membagikan, tips belajar desain grafis. Khususnya bagi seorang pemula. “Pemula (Disarankan) lebih pakai trik ATM. Amati dulu sebuah karya desain. Lalu tiru dan modifikasi. Itu dulu,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Kamis (26/05/2022). Ia juga menyampaikan, hendaknya seorang yang […]

  • KH. M. Sholeh Bahruddin: NU Tidak Punya Sejarah Benturan dengan Pemerintah

    • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
    • visibility 549
    • 0Komentar

    KH. M. Sholeh Bahruddin, pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Jawa Timur, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak punya sejarah berbenturan dengan Pemerintah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “NU tidak pernah benturan dengan pemerintah NKRI, mulai berdiri sampai sakniki (sekarang). Siapapun presidennya,” jelasnya saat memberikan Mauidhotul Hasanah dalam acara rutin minggu pagi Manaqib dan Dzikrul […]

  • LPBINU dan Muslimat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    LPBINU dan Muslimat Bagikan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Winongan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Gondangwetan membagikan nasi bungkus kepada warga yang terdampak korban banjir di Kecamatan Winongan, Kamis (19/12/2020). Wakil Ketua LPBINU Kabupaten Pasuruan Aris Felani mengatakan, perbedaan pembagian nasi bungkus kali ini di support […]

  • THAUN (CERPEN)

    THAUN (CERPEN)

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Hawa gerah kian menyiksa, bahkan meski Kiai Marzuki baru saja berwudu. Musim kemarau belum menjelang, hujan kadang-kadang turun menjelang dini hari, namun hawa alam sudah kembali gerah. Rengek para balita di rumah tetangga silih berganti terdengar, pasti mereka tersiksa karena hawa bumi tak senyaman alam Rahim. Kiai renta itu perlahan bangkit setelah rakaat terahir salat […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca