Breaking News
light_mode

Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

  • account_circle BAM Yusuf
  • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
  • visibility 1.009
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
H. Ahmad Taufiq, wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan bahwa banyak dari masyarakat yang salah dalam memahami ajaran agamanya. Sehingga marak terjadi kekerasan atas nama agama.

“Mereka yang keluar rel aswaja, memiliki kerentanan terpapar ekstrimisme,” ujarnya saat memberikan materi dalam kegiatan pembekalan Pemateri Pesantren Ramadlan, Senin (19/4/2021).

Ia juga menegaskan untuk berpegang kepada penyataan KH. Mushofa Bisri, bahwa Kita adalah orang Indonesia yang kebetulan beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan hidup di Indonesia.

“Kita orang Indonesia yang beragama Islam,” imbuh Penanggung Jawab Pondok Ramadlan PCNU tahun 2021 tersebut.

Gus Taufiq, sapaan akrabnya, juga mengingatkan kembali tentang pernyataan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Bahwa agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan.

“Pondok Ramadlan ini, untuk memperkuat semangat Kebangsaan dan Keislaman,” pungkas sekretaris Tim Percepatan Realisasi Fokus Pembangunan (Tim Perfop) Kabupaten Pasuruan tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KH. Ahmad Jufri Graha NU Kabupaten Pasuruan itu, merupakan kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dengan PCNU Kabupaten Pasuruan dan PCNU Bangil.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: BAM Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yakinkan Orang Tua Pelajar dengan Kegiatan Positif Ramadlan

    Yakinkan Orang Tua Pelajar dengan Kegiatan Positif Ramadlan

    • calendar_month Rab, 28 Apr 2021
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Winongan, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Winongan menggelar kegiatan Bagi-bagi Takjil, Senin (26/04/2021). Kegiatan diselenggarakan di dua titik berbeda. Yakni di depan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Konfeksi Winongan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Ketua PAC IPNU Winongan, Haziq, menjelaskan rangkaian acara […]

  • Nanti Sore, LFNU Pasuruan & Bangil Rukyatul Hilal di Dusun Kalikunting

    Nanti Sore, LFNU Pasuruan & Bangil Rukyatul Hilal di Dusun Kalikunting

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • visibility 1.283
    • 1Komentar

    Keterangan foto: observasi lokasi oleh LFNU Kab. Pasuruan dan LFNU Bangil Winongan, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan dan LFNU Bangil memilih area persawahan di Jalan Kakap, Dusun Kalikunting, Desa Tambakan, Kecamatan Bangil sebagai tempat Rukyatul Hilal, Jumat (28/02/2025) sore. “Kita pilih lokasi di Dusun Kalikunting karena posisi (Yang baik […]

  • Unik, Karnaval Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan Terdapat Barongsai

    Unik, Karnaval Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan Terdapat Barongsai

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2024
    • visibility 1.358
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan menggelar Haflah Akhirussanah (Haflah) di halaman Pondok Pesanten Darul Ulum Karangpandan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan,Ahad (7/7/2024) Pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan Ning Imamatul Udzma, mengatakan bahwasannya keunikan dari karnaval kali ini adalah terdapat barongsai yang sudah ada sejak […]

  • Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Penetapan status anak yatim berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) atau akta kelahiran yang menggunakan kalender Masehi tidak dapat dijadikan patokan secara langsung. Dalam ketentuan fikih, batas usia anak yatim berakhir ketika anak telah baligh, sedangkan ukuran usia baligh 15 tahun mengacu pada kalender Hijriah, bukan kalender Masehi. Selain berdasarkan usia, baligh juga dapat diketahui melalui […]

  • Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

    Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Dalam situasi pandemi, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan telah mendesain konsep Kuliah Kerja Nyata Kuat dan Handal Hadapi Pandemi COVID-19, disingkat menjadi KKN TAHAN COVID-19. Senin (27/7/2020), sebanyak 124 peserta KKN yang tersebar di 100 Desa, resmi dilepaskan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik […]

  • Momen Harlah NU ke-96, Lazisnu Kab. Pasuruan Gelar Santunan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2019
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Pasuruan, Rabu, 13 Maret 2019. PCNU Care Lazisnu Kabupaten Pasuruan mengadakan santunan yatim dan pengobatan gratis bersama RS BAZNAS Sidoarjo, dan MWC NU Nguling. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan PCNU Kabupaten Pasuruan dalam memperingati Harlah NU ke-96. Pada kegiatan kali ini, lazisnu memberikan santunan berupa uang tunai dan bingkisan pada 30 anak […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca