Breaking News
light_mode

Mahasantri Mengabdi: Pelajar NU Yudharta Perkuat Toleransi di Bromo

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
  • visibility 553
  • comment 0 komentar

Tosari, NU Pasuruan

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Yudharta Pasuruan menggelar program Mahasantri Mengabdi dengan tema Pelajar NU Penggerak Sosial: Sarasehan Lintas Agama di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, kawasan Bromo Tengger. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Jumat hingga Selasa (21-25/3/2025).

Ketua PK IPNU Yudharta, Ulul, menegaskan bahwa melalui program ini, peserta tidak hanya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Mahasantri Mengabdi menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dan kepandaian berbicara saja tidak cukup tanpa tindakan nyata dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Ketua NU Ngadirejo, Riyono, menambahkan bahwa toleransi di daerah tersebut sangat tinggi, khususnya di Ngadirejo, yang mayoritas penduduknya beragama non-Muslim. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk tetap saling membantu.

“Di Ngadirejo banyak masyarakat yang beragama non-Muslim, tetapi mereka tetap saling tolong-menolong,” katanya.

Sementara itu, Novan, pengurus IPNU Yudharta, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang belajar dan pengabdian, tetapi juga bertujuan meningkatkan pemahaman tentang keberagaman serta membangun sikap saling menghargai antarumat beragama.

“Selain belajar, program ini mengajarkan bagaimana menghargai berbagai pendapat dari agama yang berbeda. Selain itu, kita juga bisa lebih mengenal daerah Pasuruan, terutama Bromo Tengger, yang terkenal dengan suhu dinginnya yang luar biasa,” ungkapnya.

Penulis : Ramadhan

Editor : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca