Breaking News
light_mode

Memastikan Integritas Penyelenggaraan Pemilu, Mempertahankan Dasar Demokrasi

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
  • visibility 311
  • comment 0 komentar

Pemilihan umum merupakan pilar fundamental dalam sistem demokrasi, di mana rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan negara. Integritas penyelenggaraan pemilu menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik, keadilan, dan keabsahan hasil pemilihan. Dalam konteks ini, integritas pemilu mengacu pada proses yang adil, transparan, bebas dari manipulasi, dan menghormati hak-hak dasar setiap pemilih.

Berikut alasan dari pentingnya integritas penyelenggaraan pemilu serta upaya yang harus dilakukan untuk memastikan proses pemilihan yang jujur dan berkualitas.

Pertama, integritas pemilu mencakup pemastian bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan. Pendaftaran pemilih harus terbuka, mudah diakses, dan tidak diskriminatif. Ini memerlukan pengadaan sistem pendaftaran yang akurat dan terpercaya, yang memastikan bahwa daftar pemilih mencerminkan populasi secara menyeluruh. Selain itu, upaya harus dilakukan untuk menghapuskan praktik intimidasi, pengancaman, atau pembatasan fisik yang mencegah pemilih untuk mengeluarkan suara mereka sesuai dengan kehendak mereka sendiri.

Kedua, transparansi adalah elemen penting dalam menjaga integritas pemilu. Penyelenggaraan pemilu harus terbuka untuk pengawasan publik dan lembaga independen. Proses pemilihan, termasuk tahap pendaftaran pemilih, kampanye politik, pemungutan suara, dan penghitungan suara, harus didokumentasikan secara cermat dan dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Dengan cara ini, masyarakat dapat memantau dan memverifikasi keabsahan proses pemilihan, serta mengidentifikasi dan melaporkan adanya pelanggaran atau kecurangan.

Ketiga, independensi lembaga penyelenggara pemilu sangat penting untuk memastikan integritas pemilu. Lembaga-lembaga semacam ini harus bebas dari campur tangan pemerintah atau kepentingan politik tertentu. Mereka harus diberikan otonomi dan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan tugas-tugas mereka secara profesional dan tanpa tekanan eksternal. Penunjukan personel yang kompeten dan etis, serta prosedur yang transparan dalam pengambilan keputusan, akan membantu menjaga integritas lembaga penyelenggara pemilu.

Terakhir, partisipasi aktif dan pendidikan pemilih yang memadai adalah faktor penting dalam menjaga integritas pemilu. Masyarakat harus diberikan informasi yang jelas dan objektif tentang calon, platform politik, serta prosedur pemilihan itu sendiri. Pendidikan pemilih yang efektif akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemilu, hak-hak pemilih, dan tanggung jawab yang melekat pada partisipasi politik yang bertanggung jawab.

Sekali lagi, integritas penyelenggaraan pemilu adalah prasyarat bagi sistem demokrasi yang sehat dan berfungsi dengan baik. Melalui proses pemilihan yang adil, transparan, dan bebas dari manipulasi, kita dapat memastikan bahwa suara rakyat tercermin dengan benar dalam kebijakan publik dan dalam pemilihan pemimpin yang mewakili kepentingan rakyat secara menyeluruh. Upaya terus-menerus harus dilakukan oleh pemerintah, lembaga pemilu, dan masyarakat sipil untuk memastikan integritas pemilu, menjaga kepercayaan publik, dan mempertahankan dasar demokrasi yang kita junjung tinggi.

Penulis: Ahmad Thoifur Arif, Sekretaris Asosiasi Pegiat Desa Indonesia Pasuruan

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenalkan Tradisi NU, MTs Miftahul Huda Tejowangi Gelar Pesantren Ramadhan

    • calendar_month Sab, 9 Jun 2018
    • visibility 291
    • 1Komentar

    Masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama, mempunyai Tradisi Amaliyah di Bulan Ramadhan. Seperti Tadarrusan, Pujian “Niat Puasa Ramadhan” setiap Sholat Lima Waktu, dan lain-lain. Dalam rangka mengenalkan Tradisi Tradisi NU tersebut, Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Tejowangi Kecamatan Purwosari menggelar Pesantren Ramadhan, Jum’at-Sabtu (8-9/6/2018).

  • Memasuki Abad Kedua, LWP PBNU Minta PCNU Serius Mengelola Wakaf Uang

    Memasuki Abad Kedua, LWP PBNU Minta PCNU Serius Mengelola Wakaf Uang

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2023
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Purworejo, NU PasuruanKetua Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Syaiful Munir menyebutkan, menuju abad kedua NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) diminta untuk memaksimalkan pengelolaan wakaf uang di daerahnya masing-masing. “Peran strategis itu (pengelolaan wakaf uang) banyak dimanfaatkan oleh kelompok di luar NU,” imbuhnya dalam kegiatan Seminar Literasi Wakaf di […]

  • PWNU Jatim Ajak Warga NU Kembali ke Khitah dan Perkuat Tradisi Silaturahmi

    PWNU Jatim Ajak Warga NU Kembali ke Khitah dan Perkuat Tradisi Silaturahmi

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pohjenterk, NU Pasuruan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar silaturahmi dan penguatan organisasi zona Pasuruan Raya di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/12/2025). Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi dan penguatan organisasi yang dilakukan PWNU melalui program turun ke bawah (turba) bukan sekadar agenda struktural. Lebih dari […]

  • Hukum Iuran Desa Untuk Agustusan : Berikut Penjelasan LBMNU Pasuruan

    Hukum Iuran Desa Untuk Agustusan : Berikut Penjelasan LBMNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 80, masyarakat di salah satu desa kembali dihadapkan pada kewajiban membayar iuran sebesar Rp100.000 per kepala keluarga.Iuran tersebut dicicil selama lima bulan dan diperuntukkan bagi seluruh rangkaian kegiatan Agustusan di desa. Adapun susunan kegiatan diantaranya pertama khataman Al-Qur’an di balai desa, kedua jalan […]

  • Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas NU Pasuruan Lakukan Sosialisasi Di Pesantren

    Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas NU Pasuruan Lakukan Sosialisasi Di Pesantren

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, tim Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren Al-Islahiyah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Rabu (18/11/2020). Dalam Sambutannya, Gus H. Saiful Anam Halim selaku Koordinator Satgas NU Peduli Kabupaten Pasuruan […]

  • Ansor Wates Gandeng LAZ Sidogiri Santuni Puluhan Yatim

    Ansor Wates Gandeng LAZ Sidogiri Santuni Puluhan Yatim

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanPimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Wates menggelar Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa’. Kegiatan itu kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri. Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jumat (28/7/2023). Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca